Pernikahan tanpa cinta yang terpaksa di jalani Erich dan Julia untuk menyenangkan hati orang tua mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meisye Cristin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Ayah Bunda
Matahari pagi yang menembus celah jendela membangunkan Erich dari tidur malamnya. Dia beberapa kali mengerjapkan matanya seolah mengumpulkan kesadaran, di lihatnya jam menunjukan pukul 07.13 WIB dia meraba-raba sekeliling tempat tidur mencari benda pipih yang entah terenggok kemana? Tidak ada notif atau pemberitahuan yang masuk, itu artinya hari ini dia bisa sedikit bersantai di rumah.
Erich bangun dari tempat tidur bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah beberapa menit sudah selesai dengan ritualnya dia bergegas turun ke bawah, pagi ini dia berniat menanyakan pada Julia apakah Putri menceritakan sesuatu padanya atau tidak? Saat sampai di lantai bawah Erich mencari sosok Julia tapi nihil.
"Kemana dia?" Tanya Erich pada dirinya sendiri.
Ting....tong... Suara bel rumah, Erich segera membuka pintu untuk melihat siapa yang datang.
"Selamat pagi anak bunda yang ganteng." Sapa bunda Sofia, yah sepagi ini buk Sofia dan pak Bagas datang ke rumah anaknya.
"Pa...Pagi bunda ayah." Jawab Erich bingung karena melihat ayah dan bundanya membawa sebuah koper.
"Yah sepertinya anak kita gak ngizinin untuk masuk." Sindir buk Sofia karena Erich tidak mempersilahkan mereka untuk masuk.
"Eh ayok masuk dong, ini kan rumah Erich berarti rumah ayah dan bunda juga. Sini Erich bawain kopernya."
"Menantu bunda mana?"
"Julia dia lagi ke.... Ke pasar bun." Jawab Erich asal karena yang ada di benaknya perempuan yang sudah berumah tangga pasti melakukan hal ini.
"Ke pasar? Sama siapa? Kenapa kamu gak ikut?" Merasa ada yang aneh dengan anaknya.
"Itu bun Erich juga baru bangun tidur, soalnya semalam sampai rumah udah larut bangat. Padahal biasanya kita ke pasar bareng mungkin Julia gak tega bangunin Erich bun."
"Kamu bawah istri kamu belanja di pasar? Tanya sang ayah heran.
"Iya yah."
Ckckckckcc pak Bagas berdecak. "Erich berapa omset yang kamu dapat di perusahaan dalam sebulan?"
Erich menyebutkan nominal yang fantastis.
"Dan kamu tega biarin istri kamu belanja di pasar?" Lanjut sang ayah.
Erich seperti mengetahui maksud sang ayah dengan cepat dia memutar otaknya untuk membuat alasan yang terdengar masuk akal.
"Erich juga gak mau Lia belanja di pasar yah, cuma mau gimana lagi itu kemauan dia sendiri katanya lebih hemat daripada belanja di mini market atau mall." Jawab Erich mantap.
"Tuh kan yah, bunda emang gak salah loh pilih mantu selain cantik, baik, pinter lagi hehehehehee." Tambah buk Sofia membanggakan manantunya.
"Kamu gak ke kantor?"
"Bentar lagi yah, soalnya hari ini gak ada meeting jadi datangnya bisa agak siang."
"Oh gimana perusahaan lancar-lancar aja kan?"
"Lancar kok yah, kalau gak lancar pasti Erich udah gangguain ayah hahahahaaaa." .
"Dasar kamu bayi besar." Kata buk Sofia sambil mencubit telinga anaknya.
"Auwhh sakit bun."
"Biarin udah nikah masih aja manja."
"Tapi Erich manjanya cuma sama bunda doang kok, yang lain mah ogah."
"Kalau sama Lia kamu manja juga gak?" Lanjut sang bunda dengan tatapan meledek.
"Ih apa sih bunda mau tau aja."
"Erich."
"Iya bunda, kenapa?"
"Lia udah kamu hamilin belum?"
"Bunda kok nanyanya gitu, emang Lia kebo di hamilin?"
"Bunda sama ayah ini udah tua loh nak, cita-cita kami yang belum tercapai cuma satu, nimang cucu jadi kamu jangan lama-lama."
"Iya bunda, doain aja."
biar klepek2 tu erich
ijin promosi ya..
karya pertamaku
judulnya
harapan yang tak diimpikan.
yuk mampir
mohon kritik dan sarannya ya..