Vina seorang gadis berparas cantik,putih dan juga sangat ceria harus rela menikah dengan bosnya karena adiknya yang mengalami kecelakaan dan membutuhkan banyak biaya
Aditya seorang pria tampan,kejam dan dingin yang sangat diinginkan kaum hawa namun tidak ada yang dapat mencuri hatinya,masa lalu yang kelam menjadi dinding kokoh untuk menutup hatinya. namun setelah bertemu dengan vina sifatnya berubah 180°
penasaran?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
malam pertama
sedangkan Aditya
"kenapa kalian jadi seperti anak kecil?"tanya aditya dingin
"maaf"ucap mereka bersama seperti meminta maaf pada ayahnya
"minta maaf dengan Vina bukan denganku!"suruh Aditya
Aditya ,Aldo dan Rendy menghampiri Vina dan teman temannya.
"Vina aku minta maaf ya sudah membuat kekacauan disini dan juga aku minta maaf padamu nona,,,"ucap Rendy menggantung sambil menatap imel kemudian langsung dijawab.
"Imel,aku juga minta maaf ya tuan?"tanya Imel
"Rendy"jawab randy diangguki Imel
sekarang giliran Aldo.
"aku minya maaf kaka ipar dan juga aku minta maaf padamu"ucap Aldo tanpa menatap siapa siapa kemudian langusng pergi diikuti Aditya dan Rendy.
"ywdh Vin kalo gitu kita pulang dulu ya?"pamit Dila.
"Vin hati hati loh katanya kalo baru pertama itu sakit loh, hihihi"ucap Imel menggoda Vina dan dihadiahi tatapan tajam Vina
setalah mereka pulang Vina berjalan menuju kamar yang sudah ditunjukan oleh pelayan rumah
Vina sudah sampai didepan pintu kamar kemudian masuk tanpa mengetuk pintu
ceklek
pintu terbuka dan Vina segera masuk,Vina melihat Aditya sedang berbaring diatas kasur tanpa melihat kearahnya.
Vina tidak memperdulikan itu,dia langsung menuju kamar mandi setelah mengambil pakaiannya.
Aditya berbaring di atas kasur king size nya sedangkan Vina masih setia dengan ritual mandi
"Aku tidak menyangka harus terjebak dalam pernikahan dengan sekretaris ku sendiri"ucap Aditya meletakkan tangannya sebagai bantalan
Tak lama Vina pun keluar dari kamar mandi dengan baju tidurnya.
melihat Aditya yang masih terjaga pikiran Vina pun tak karuan
"Apakah malam ini aku akan.....ahh tidak tidak aku tidak akan membiarkan itu, Karena aku belum siap!lebih baik aku tidur di sofa saja demi keselamatan ku juga"ucap Vina dalam hati
Vina tahu bahwa Aditya sekarang adalah suaminya dan dia berhak atas setiap inci yang ada pada dirinya namun Vina juga butuh waktu untuk itu.
kemudian Vina menuju kasur untuk mengambil bantal dan juga selimut setelah itu meletakkan semuanya disofa, Aditya hanya menatap heran dengan kelakuan Vina tapi dia tidak memperdulikan itu dan lebih memilih untuk tidur
sedangkan Vina masih terjaga dia terus berfikir seharusnya dia tidak melakukan ini apalagi dia sudah berjanji pada ibu mertuanya untuk membawa Aditya yang dulu.
Akhirnya Vina memutuskan untuk tidur disamping aditya tidak perduli apa yang akan dilakukan Aditya,mungkin dia bisa menendang atau bahkan mengusir nya keluar kamar.Vina tetap tidur di samping Aditya
"aku harus bisa!!"ucap vina mencoba memejamkan matanya kemudian tak lama Vina pun terlelap.
azan subuh sudah berkumandang Vina segera bangkit dan melaksanakan solat subuh sendiri.
setelah itu Vina membangunkan Aditya dengan masih menggunakan mukenanya.
"pak,pak Aditya bangun sudah subuh"ucap Vina sambil menggoyangkan badan Aditya
Aditya pun membuka matanya dan bergegas ke kamar mandi tanpa menghiraukan Vina.
"huh....sabar Vin sabar"ucap Vina membuang nafasnya.
setelah merapikan peralatan solatnya Vina turun ke dapur untuk memasak.
"selamat pagi nona,ada yang bisa bibi bantu?"tany seorang ibu.
"pagi bi,mmm aku mau memasak bi"ucap vina.
"tidak usah nona biar bibi saja,nona kembali saja ke kamar nona"ucap bibi itu sopan.
"tidak apa bi,oh iya nama bibi siapa?"tanya Vina seraya mengupas semua sayuran untuk membuat capcay.
"nama bibi Suti non"jawab bi suti
"oh bi Suti,ywdh gpp bibi lanjutin kerjaan bibi aja soal masak biar aku"ucap Vina tersenyum ramah.
"eee..baik non kalo gitu bibi permisi"pamit bi Suti
Vina mulai memasak mulai dari menggoreng ayam,memasak sayur capcay dan juga membuat sambal terasi.
semua masakan Vina selesai dan Vina juga sudah menata masakannya dimeja,tak lama semua orang pun berdatangan ke dapur kecuali Aditya.
"pagi sayang!"sapa naina sambil mencium pipi Vina.
"pagi juga mah"jawab Vina tersenyum.
"wah makanannya terlihat sangat menggoda"ucap Rudi sambil menatap Vina.
"mmm semoga suka ya pah,mah?"ucap Vina diangguki kedua mertuanya.
"mmm Vina ke atas dulu ya mah,mau bangunin pak adit"ucap Vina langsung pergi
Vina menaiki tangga menuju kamarnya dan masuk.
"pak bangun pak ayo sarapan dulu semua orang sudah menunggu dibawah"ucap Vina membangunkan Aditya.
"hmmm"Aditya hanya berdehem langsung keluar kamar.
Vina tidak langsung pergi kebawah tapi dia merapihkan tempat tidur dan mempersiapkan baju kerja untuk Aditya setelah itu baru kebawah
"Vina kesini sayang kami sudah menunggu mu"ucap naina.
"maaf mah tadi Vina rapihin kamar dulu"ucap Vina menunduk takut dimarahin naina.
"tidak apa apa ayo duduk"ajak naina
naina mengambilkan makan untuk suaminya begitu juga Vina yang mengambilkan makan untuk Aditya baru untuk dirinya, sedangkan Aldo dan Rendy terus menatap Aditya.
"jangan menatapku begitu,apa mau mata kalian kuberi sambel"ucap Aditya tiba tiba.
"tidak"ucap mereka bersama kemudian segera menyuap makanan mereka.
mereka semua mulai memasukan makanan mereka kedalam mulutnya kemudian semua orang menatap Vina termasuk Aditya
Vina hanya bisa menelan salivanya dan menunduk.
"maaf mah...Vina tidak akan masak lagi Vina tau masakan Vina engga enak,maaf mah"ucap Vina masih menunduk.
"hahahahahhaha"tawa semua orang pecah kecuali Aditya yang memang kulkas,Vina mengangkat wajahnya dan menatap heran semua orang.
"tidak sayang justru masakan kamu ini sangat enak!mulai besok kamu boleh kok masak disini jika memang kamu yang mau tapi klo kamu tidak mau tidak apa apa"ucap naina lembut.
"benarkah itu mah?Vina tidak akan keberatan jika memang boleh mah"ucap Vina sumringah.
"iya sayang silahkan kamu masak apa saja pasti kita makan kok"sambung Rudi.
"makasih mah,pah"ucap Vina
semua orang selesai makan,Aditya dan Aldo segera pergi ke kamar mereka untuk berisap siap pergi ke kantor, sedangkan Rendy sudah pergi duluan karena ada telpon dari rumah sakit
Vina membersihkan meja makan kemudian langsung ke kamarnya karena dia juga harus ke kantor.
ceklek
Vina masuk dan melihat Aditya sedang kesulitan mengancingkan kemejanya Vina pun langsung membantu nya tanpa izin dulu.
"sini biar aku bantu"ucap Vina sambil membantu Aditya dan sedikit berjinjit karena aditya memiliki postur tubuh yang tinggi.
setalah itu dia membantu memakaikan dasi dan jas Aditya.
"sudah selesai pak!"ucap Vina kemudian pergi ke kamar mandi.
setelah selesai mandi Vina baru sadar bahwa dia lupa membawa pakaian nya,Vina mengeluarkan kepalanya sedikit untuk melihat apa aditya masih ada atau tidak,setelah merasa aman.Vina keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuknya saja
dia segera berlari menuju lemari pakaian, tiba tiba
ceklek
pintu terbuka dan masuk lah Aditya
"aaaaa...."teriak Vina terkejut melihat Aditya masuk sedangkan dia hanya menggunakan handuk.
"tidak perlu berteriak aku tidak akan mengambil kesempatan"ucap aditya datar
Vina bukannya menjauh dari Aditya dia justru malah mendekati Aditya.
"ada apa pak?apa anda tidak mau meminta hak anda sebagai suami?"ucap Vina yang kini sudah ada di depan Aditya.
Aditya menelan salivanya dengan susah tapi dia berusaha untuk tidak tergoda.
"a..apa maksud mu"tanya Aditya sedikit gemetar.
Vina terus mendekat sedangkan Aditya masih terus mundur dan akhirnya Aditya sudah tidak bisa mundur karena badannya sudah menempel dipintu,Aditya berusaha keluar tapi Vina sudah mengunci pintu kamarnya dan memegang kuncinya erat
perlahan lahan Vina mendekati wajahnya ke wajah Aditya dan
cup
Vina mencium bibir Aditya lembut.
Aditya hanya bisa memejamkan matanya menikmati ciuman dari istrinya itu.
perlahan lahan Vina M*lu*** bibir Aditya kemudian mengalungkan tangannya dileher Aditya
Aditya hanya diam tidak membalas atau menolak ciuman Vina.
Vina melepaskan ciumannya dan memberikan kunci kamarnya pada Aditya kemudian segera lari ke kamar mandi sedangkan Aditya segera keluar dari kamar dengan perasaan tegang pasalnya ini merupakan ciuman pertamanya.
"aku rasa aku sudah gila karena berani menciumnya,astaga apa yang akan dipikirkannya"ucap Vina sambil memukul kepalanya.
bersambung.......
dan prov