Ditinggalkan oleh calon suami seminggu sebelum pernikahan nya membuat hati Alina hancur lebur. Belum mendapatkan jawaban akan maksud calon suaminya yang meninggalkan dirinya, Alina kembali dikejutkan beberapa bulan kemudian akan permintaan pria yang belum menghilang dari hatinya itu.
"Aku mohon padamu, tolong rawat bayi ini. Aku memohon padamu Alina. Jaga Rosa dengan baik." Setelah mengucapkan itu, Edwin menghembuskan nafas terakhirnya.
Bagaimanakah kelanjutan nya? Apakah Alina akan membesarkan nya? atau justru mengikuti egonya? Dan bayi siapa itu sebenarnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nurani VS Akal
"Asep!" Teriakkan itu membuat kopi yang siap diteguk langsung tumpah. Tangannya secepat mungkin menahan erat gelas berisikan minuman pekat itu.
"Ada apa bi? Bibi kenapa?" tanya nya bingung sambil meniup kecil tangannya yang terkena tumpahan kopi.
"Rosa, Rosa... Dia dibawa nona Alina! Dibawa pergi!" jelas bibi.
"Bukankah itu bagus bi? Nona Alina berarti mulai dekat dengan Rosa." jelas Asep yang berpikir positif.
"Bukan! Nona Alina membawa Rosa dengan kemarahan! Non Alina bilang ingin menyingkirkan Rosa sep! Rosa akan dibawa pergi yang jauh dan bibi tidak bisa melihatnya lagi! Asep! Ayo, cepat susul nona! Bibi sangat khawatir! Ayo sep! Ayo!" Jelas bibi.
Langsung saja Asep mengikuti langkah bibi cepat. Dia juga jadi khawatir mendengar penuturan bibi akan yang terjadi.
**************
"Oaaaa! Oaaaaa!" tangisan itu mencoba memecah hujan yang mengguyur wajahnya. Tubuhnya bergerak mencoba menjauh dan menghentikan tetesan air yang menghujam wajahnya. Tapi apa daya, tangan kecilnya tidak mampu menepis itu.
Bahkan, sekarang tubuh mungilnya bisa jatuh dan terseret kapan saja mengikuti arus air yang mulai membesar sekarang. Tubuh mungilnya terangkat tinggi, seolah sang pemegang tidak ingin menatap wajah mungilnya yang tidak bersalah.
"Aghh!" Alina berteriak keras dan membawa kembali sosok kecil dalam gendongannya. Dia menjauh dari aliran sungai. Kakinya terhenti saat hujan tidak lagi mengguyur tubuhnya dan juga bayi kecil itu.
Tangisan Rosa pun mulai mereda, seolah dia mengerti kalau dia sudah aman sekarang. "Si@l! Si-al....." Alina merutuk dirinya, entah karena tidak keberdayaan nya atau karena kemarahan yang meliputi dirinya.
"Kau......" Gigi Alina menggerutuk saat kembali melihat wajah mungil yang basah itu.
"Ekhee.....Wawa....." Rosa berujar dengan bahasa alien nya. Tapi itu tidak membuat Alina bereaksi.
Alina kembali memasuki mobil. Saat dirinya melepaskan Rosa, bayi itu menangis sambil memegangi kemeja yang dipakai nya saat ini.
"Huf! Dengar! Kali ini kau selamat! Aku tidak akan meninggalkan mu disini ataupun membuang mu ke sungai! Jadi lepaskan!" Sentak Alina menyingkirkan genggaman Rosa dari kemeja nya.
Mata yang bulat dan berbinar-binar di tengah gelapnya malam dan suara tangisan itu mengisyaratkan bahwa tindakan ini adalah salah.
"Aggh!" Kesal Alina, dia menoleh sekilas pada Rosa yang diletakkan di bangku belakang. Tangannya menyalakan mesin mobil dan pergi dari sana.
****************
"Aduh sep, kemana nona Alina membawa Rosa? Kita tidak bisa menemukan nya, bagaimana kalau....." Pikiran buruk mulai menghantui bibi.
"Bibi jangan berpikiran buruk. Kita berdoa saja, nona Alina tidak mungkin melakukan hal keji seperti itu." Jelas Asep.
"Tapi.....Rosa!" Bibi langsung berlari saat melihat mobil Alina memasuki pekarangan rumah. Suara tangisan Rosa membuat tangan bibi dengan cepat membuka pintu mobil dan melihat sosok kecil itu yang membuat dirinya langsung tenang.
"Rosa! Rosa nenek! Muachh! Rosa nenek sayang." Bibi mendekapnya dengan erat tak lupa mengecup wajah mungil itu.
Alina keluar dari mobil dengan menyaksikan pemandangan kekhawatiran bibi. "Jauhkan dia dariku! Atau aku bisa kehilangan kendali lagi bi!" Baru beberapa langkah, tapi Alina kembali menoleh. "Kali ini dia selamat! Anggap saja keberuntungan nya! Tapi aku tidak menjamin lain kali!" Alina masuk ke dalam rumah dengan peringatan yang menggema.
"Aku bisa gila! Aghh!!" Hati kecil Alina menyadari bahwa tindakannya salah, tapi rasa sakit yang diderita nya membuat dia hampir membunuh bayi yang tidak bersalah.
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰🙏🥰