NovelToon NovelToon
Gadis Cupu Pemikat Hati

Gadis Cupu Pemikat Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembantu / Diam-Diam Cinta / Romantis / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Miftah_005

"aku janji bakal menghilang dari kehidupan kamu untuk selama-lama nya" ucap Viona dengan nada bergetar

kehidupan Viona benar-benar sangat menyedihkan, selain miskin, gadis itu juga hanya mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta

tetapi ia mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, hingga akhirnya Viona bertemu dengan laki-laki yang akan merubah seluruh hidup nya

bagaimana kelanjutan ceritanya???

mari kita simak........

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miftah_005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 (nenek Salma)

"Kalo boleh tau alesan kamu di pindah ke sini gara-gara apa?" Tanya nya dengen lembut

"Hmm, kurang tau juga sih nek, cuma kemarin Nyonya bilang kalo misal nya aku gak boleh deket-deket sama anak nya" Jawab Viona yang membuat nenek tersenyum

"Mari perkenalan dulu, nama nenek Salma, dan nenek ibu dari Mayang, memang dulu nenek nikah umur 15 tahun, mungkin kamu sedikit kaget liat nenek, kok masih muda udah di panggil nenek" Canda Salma

Viona tertawa tertahan, ia hanya bisa menampilkan gigi rapi nya, gadis itu takut jika tertawa terbahak-bahak, bisa menyinggung hati nenek Salma

"Kalo sama nenek mah santai aja, sikap dan sifat nenek itu bertolak belakang sama Mayang, entah anak itu keturunan siapa"

"Ya keturunan nenek lah, kan Nyonya itu anak nenek" Ucap Viona

Salma tertawa dengan suara yang begitu merdu, memang jika di dengar-dengar dengan jelas, suara Salma mirip sekali dengan Nyonya dulu, tetapi mengapa sikap kedua nya bisa bertolak belakang?

Entah lah, Viona tidak akan memikirkan hal itu, saat ini ia banyak bersyukur karena telah di pertemukan dengan orang baik

"Ngomong-ngomong, kenapa manggil Mayang dengan sebutan Nyonya?" Heran nya

"Ya dulu memang Nyonya sendiri yang nyuruh nek, kata nya biar keliatan antara pembantu dan majikan" Jelas Viona yang membuat Salma menjadi sangat geram

Ternyata anak nya sampai sekarang masih belum bisa berubah, keangkuhan dan kesombongan Mayang lah yang membuat Salma mengusir nya dari rumah ini

"Ooh begitu, terus sebelum kerja sana Mayang? Kamu tinggal di mana sebelum nya?" Tanya nya penasaran

"Alhamdulillah saya tinggal sama ibu nek, meskipun rumah kamu gubuk, tapi masih bisa untuk di tempati"

Viona teringat dengan ibu nya yang selama ini tidur sendiri semenjak diri nya tinggal di rumah Baskara, setiap malam Viona susah tidur karena terus memikirkan keadaan ibu nya yang semakin memburuk

"Sekarang ibu kamu ada di mana?"

Bukan nya menjawab, Viona malah menangis tanpa suara, jika bukan karena ia harus mengumpulkan uang untuk kesembuhan ibu nya, gadis itu tidak ingin meninggalkan ibu nya sendiri di rumah itu

"Kok kamu nangis? Apa ibu kamu udah gak ada?" Tanya Salma yang ikut prihatin dengan kehidupan Viona

"Alhamdulillah masih kok nek, ibu tidur sendirian di rumah, sebenarnya aku juga gak pengen kerja nginep-nginep kayak gini nek, soal nya penyakit ibu kadang dateng tiba-tiba" Jelas nya

Salma sangat kaget mendengar penjelasan gadis di depan nya, mengapa dia tega meninggalkan ibu nya sendirian di rumah? Apa dia tidak takut jika terjadi sesuatu pada ibu nya?

"Kenapa kamu biarin dia tidur sendirian? Apa kamu gak takut kalo terjadi apa-apa sama ibu kamu?"

"Ya takut nek, tapi mau gimana lagi? Aku kerja juga buat berobat ibu" Jawab nya dengan sedih

"Ya nenek maksud itu, kenapa ibu kamu tidak di ajak tinggal di rumah Mayang, bukan nya rumah di juga besar dan banyak kamar yang kosong?"

Viona menggeleng dengen cepat, ia sudah beberapa kali meminta izin kepada Mayang untuk membawa ibu nya ke rumah itu, tetapi selalu saja di tolak dengan alasan, tidak menampung orang asing selain pembantu

"Aku udah pernah ngomong sama Nyonya nek, tapi gak di bolehin" Jawab nya yang membuat Salma menghela nafas

"Ya sudah, besok setelah pulang sekolah, kamu langsung bawa ibu kamu ke sini, nanti nenek bakal siapin kamar besar untuk kalian berdua" Titah Salma

Viona tak percaya dengan apa yang ia dengar, perasaan nya benar-benar sangat senang mendengar berita itu

"Beneran nek? Nenek gak bohong kan?" Tanya Viona memastikan

"Ya bener dong, ngapain juga nenek bohong" Jawab Salma sembari menahan diri untuk tidak tertawa karena melihat wajah Viona yang terlihat sangat lucu itu

"Makasih banyak ya nek"

Gadis itu langsung terduduk memegangi kaki Salma dengan tubuh yang mulai bergetar, air mata nya kini mulai membasahi kedua pipi Viona, ia tak menyangka bisa tidur bersama ibu nya lagi di dalam rumah mewah ini

"Iya sama-sama, udah jangan kayak gini, ayok duduk di sofa lagi" Titah Salma sembari membantu gadis itu untuk berdiri

Sari yang baru saja datang dari dapur merasa heran karena melihat Viona sedang menangis

"Loh kenapa nangis? Kamu gak betah di sini?" Tanya Sari seraya menaruh 3 gelas jus jeruk ke atas meja

Gadis itu dengan cepat menggeleng, di usap air mata nya dengan lembut dan menatap Sari sembari tersenyum manis

"Enggak nangis bik, aku cuma terharu karena nenek ngizinin aku bawa ibu ku buat tinggal di sini" Jelas nya

"Loh? Kamu masih punya ibu? Kenapa gak langsung di ajak pindah aja? Sekarang dia ada di mana?" Tanya Sari dengan beruntun

"Besok ibu nya mau dateng, kamu tolong siapin kamar yang deket sama dapur itu ya? Biar kalo Viona mau bikinin teh hangat buat ibu nya gak harus naik turun tangga"

Sari dengan cepat memberikan kedua jempol tangan nya pada Salma, hal itu membuat Viona sangat terkejut, apakah di sini tidak ada perbedaan antara pembantu dan majikan? Mengapa Bik Sari begitu santai memberikan jempol itu pada nenek

"Kamu gak usah kaget, nenek itu udah anggep kita keluarga, jadi gak ada jarak antara atasan sama bawahan, tapi inget? Kita juga punya batasan" Ucap Sari dengan menepuk pundak Viona

"Ya udah sekarang mending kamu istirahat dulu di kamar tamu, besok baru beres-beres kalo ibu kamu udah dateng" Titah Salma

"Loh? Terus ini jus nya gimana nek? Aku udah susah-susah bikin, masa mau di buang gitu aja" Tunjuk Sari pada 3 gelas jus yang sama sekali belum tersentuh oleh mereka

"Ooh iya lupa, ayok di minum dulu, kasian Sari udah buat susah-susah, eh malah di anggurin" Canda Salma yang membuat ruangan itu di penuhi oleh tawa mereka

Viona merasa sangat bahagia bisa bertemu dengan nenek Salma, ia sangat berterimakasih pada Mayang karena telah mengirim nya di tempat ini

"Terimakasih Tuhan, aku tau takdir mu pasti indah" Batin Viona di dalam hati

"oh iya, besok kamu sekolah nya naik apa?" tanya Salma penasaran

"aku biasa naik angkot nek, tapi karena jarak nya sekarang deket sama sekolah, jadi jalan kaki aja" jawab Viona yang membuat wanita itu menggeleng

"jalan kaki itu capek, besok naik mobil aja bareng sama Sari, dia besok mau belanja"

"iya bareng aja, lagian arah nya juga sama" timpal Sari

"gak usah nek, aku mau jalan kaki aja, itung-itung buat olahraga" tolak Viona

"ya sudah kalo seperti itu, sekarang istirahat sana, ini udah malem" titah Salma yang langsung di angguki oleh Viona

Sari mengantar kan Viona ke kamar yang akan ia tiduri sementara waktu, sedangkan Salma pergi ke kamar nya untuk beristirahat, karena sudah seharian ini tubuh nya bergerak tanpa henti, kini punggung nya terasa sangat panas dan juga nyeri

jadi ia memutuskan untuk segera meminum beberapa obat dan setelah itu baru tidur

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!