Demi menjalankan sebuah misi penting, Dinda rela melakukan apa saja untuk mendekati tetangga barunya yang super cuek dan dingin.
Tapi setelah dia mendapatkan yang ia inginkan dan berhenti mengejar lelaki itu, lelaki itulah yang berbalik mendekatinya.
Dan ternyata ada rahasia besar di antara keduanya.
jangan lupa like dan komen 💛
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinta Kuning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Tiga
“K-kim Taehyung?”
Aku mengucek mataku, apa Aku nggak salah lihat? Wajahnya benar-benar mirip Kim Taehyung!
Omo!
Lelaki itu mendengus kasar, “Waktu masih bayi kamu tidak merangkak kah?” katanya sebelum berlalu melewatiku.
Pertama kali Aku melihatnya memakai pakaian olahraga, beberapa kali bertemu dia selalu memakai baju koko dan sarung. Ternyata saat dia memakai pakaian santai—benar kata ibu, dia mirip.... Suamiku.
Kim Taehyung!
Namun lamunanku buyar mendengar tawa bernada mengejek dari Aira.
“Kenapa lo?” Aku jadi sewot.
Aira mendekatiku, membantuku berdiri dan menuntunku duduk di bangku taman. “Lo nggak sadar yang Kim Taehyung kw bilang?”
Aku hanya mengendikkan bahu, pun Aku nggak mengerti dia bilang apa.
Aira membuka iphone berwarna oranye miliknya dan mengetik sesuatu di kolom pencarian. Lalu menunjukkan kepadaku hasil dari ketikannya. Tentu sembari cekikikan.
“Ck! Asem banget tuh cowok!” umpatku setelah membaca maksud dari bayi yang tidak merangkak saat bayi. Mentang-mentang dua kali Aku terjatuh hari ini, dia pikir Aku memiliki kelainan.
Senyum ejekan dari Aira terdengar, sontak Aku melihatnya dengan ujung mataku tanpa menoleh.
“Tapi seneng ‘kan lo?” dia menyindirku?
“Kenapa gue jadi seneng?” Aku membela diri, “Gue memang mau cari suami seperti Kim Taehyung, tapi nggak yang songong kayak gitu juga!” kesalku.
Aira mencibirkan bibirnya, “Ya harusnya lo seneng lah! Itu berarti Allah mulai menjabah doa-doa lo! Nggak masalah dia songong sekarang. Lagian Lo beruntung bias gue mas Agustd, Kalau bias gue Kim Taehyung, sudah pasti saingan kita!”
“Terus lagi tujuan gue ikut ke Korea adalah ingin ketemu mas Agustd. Karena mas Agustd baru aja menyumbangkan donasi besar untuk penyandang autisme, jadi Gue minta sama Papi untuk ikut berdonasi juga. Demi putrinya bertemu dengan calon suaminya Papi Gue setuju dong!” ucap Aira enteng.
Enak bener mulutnya Aira berkata. Lah gue? Mau nonton konser BTS aja kudu ngumpulin duit sisa beli bakso, malah sudah tiga tahun kumpul masih tetep nggak kekumpul. Gara-gara kang bakso nih! Lewat mulu depan rumah, heran. Mana kalo Aku belum beli, belum pergi dia.
Aira menyikut lenganku, “Kenapa lo?” tanyanya. “Lo sakit? Tiba-tiba diem.”
“Nggak, gue aman kok, aman!” Aku menghembuskan napas berat, “Gue cuma lagi mikirin bagaimana caranya datang ke konser BTS tanpa ngeluarin duit.” kataku lesu.
Sebenarnya Aku bukanlah anak orang susah, tapi nggak juga semampu dan kaya raya seperti orang tua Aira. Dan untuk membeli tiket beserta embel-embelnya yang harus menyiapkan dana puluhan juta, Ayahku tentu aja nggak mau ngasih. Apalagi ibu Elyana! Beuh tidak mungkin, meski rumah kubuat gonjang-ganjing. Dia tak perduli.
Ya sebagai pengangguran Aku juga sadar diri sih, untung namaku nggak dihapus dari kartu keluarga karena banyak maunya.
“Din! Lo mau nonton konser ‘kan?” tanya Aira yang tidak perlu kujawab.
“Gue bakal bayarin deh,” kata Aira membuatku terharu, uang puluhan juta gaes! Namun ternyata Aira belum selesai dengan perkataannya, “Tapi kalo lo berhasil jadian sama Kim Taehyung kw!”
Mataku sontak membola, “Nggak! Terima kasih.” ucapku mengatupkan kedua tangan di depan dada.
Apaan jadian sama manusia masker. Dia aja kayak muak banget ngeliat gue. Gue juga mual liat dia kalo lagi pake masker.
“Ya udah nggak usah sampe jadian, cukup pedekate aja. Atau menarik perhatiannya gitu.” bujuk Aira lagi.
“Nggak Aira, nggak minat!”
“Beneran?”
Aku bergeming. Untuk tiket konser Aku mau banget, tapi menaklukkan manusia masker...
“Cepat putuskan, Din. Sebelum kehabisan tiket. Nanti gue beli tiket VIP loh.” bisik Aira merayu.
Glek! Aku menelan saliva. Tiket VIP coy! Aku pun kalo beli sendiri mampunya yang duduk paling belakang, terus cuma bisa lihat dari layar. Tapi kalo VIP, Aku bisa lihat Kim Taehyung posisi terdepan dan juga duduk anggun, nggak perlu berdiri.
“Ra, nggak ada keringanan gitu?” tanyaku.
Aira menggeleng tegas. “Kapan lagi liat lo ngejar cowok.” ucapnya dan tertawa jahat.
Aku mendengus, “Ra tega lo ya...”
“Din, gue bosen liat lo nolak cowok-cowok mulu dari sekolah. Emang lo mau yang kek gimana sih?”
“Ya yang kayak Kim Taehyung lah—”
Aira menjentikkan jarinya tepat di depan wajahku. “Itu dia, mumpung cowoknya mirip Kim Taehyung. Lo harusnya terima kasih banyak-banyak sama gue. Dapet plus-plus lo dengan tantangan gue ini, Din.”
“Tapi, Ra...”
“Nggak ada tapi-tapian. Mau tiket konser ‘kan?”
Aku mengangguk pelan.
“Taklukkan Kim Taehyung kw!”
“Tapi nggak perlu sampe jadian ‘kan, Ra? Nggak termasuk kalo gue yang ditolakkan? Maksudnya kalo gue yang ditolak, tiket konser masih berlaku ‘kan?” ucapku memastikan, tentu Aku nggak mau rugi dong. Yang bener aja, udah merendahkan harga diri gue yang sangat tinggi ini masa nggak dapet tiket kalo ditolak manusia masker.
Dinda Dahayu adalah gadis tercantik di sekolah dan kembang komplek di rumah. Banyak yang deketin tapi Aku tolak, ya karena Aku setianya sama suamiku, Kim Taehyung.
“Iya, itu nggak termasuk. Gue bakal tetap beliin. Tapi nggak termasuk akomodasi yang lain-lain ya. Beda lagi kalo lo berhasil deket dengan dia, dari pergi sampai pulang lo nggak usah bawa duit satu perak pun! Gue yang tanggung.” kata Aira menggebu.
Dasar sahabat somplak. Kenapa berbuat baik sama sahabat setengah-setengah gitu sih! Mana menggiurkan sekali lagi tawarannya.
“Oke baiklah! Akan Aku taklukkan manusia masker si paling cuek itu.” ucapku membara, tak lupa tangan mengepal yang kuayunkan di depan. Fighting!
Demi tiket konser VIP BTS.
Kim Taehyung suamiku, i'm coming!
*
Sampai rumah dari pulang joging tepat jam sepuluh, tak lupa dengan membawa berbagai plastik isi jajanan yang dijajanin Aira. Tentu dia yang bayar. Ya iyalah, memang itu guna punya sahabat kaya raya.
Sebelum masuk rumah Aku deketin Ayah yang lagi mandiin kambing.
“Yang mandiin kambing sudah mandi belum?” kataku bercanda sembari menyodorkan pentol mercon ke arah mulut Ayah dengan tusuk lidi. “Bismillah Yah!”
Ayah membuka mulutnya setelah membaca doa. Ayah tidak pernah bertanya atau melihat apapun yang Aku suapkan. Doyan nggak doyan Ayah tetap makan.
“Ayah mandi setelah mereka mandi,” jawab Ayahku dengan mulut penuh. “Memangnya anak Ayah sudah mandi?”
Aku terkikik geli, “Ya belum dong Yah, anak ‘kan ngikutin orang tuanya.” balasku.
“Iya iya Ayah selalu salah.” Ayah berkata final, mengalah.
Ah, Ayah kadang nggak asyik. Harusnya sampai gelud kayak sama ibu.
“Mana ibu Elyana, Yah?”
“Lagi di rumah tetangga baru.”
Seketika Aku tertegun, Aku merasakan radar kesempatan. “Lagi apa ibu di sana?”
“Lagi bantu masak-masak.”
“Emang bakal ada acara, Yah? Kok dadakan?”
“Ya mana Ayah tau, Din!” sahut Ayah dan kembali membuka mulutnya, berharap Aku masih menyuapinya camilan yang Aku bawa.
Namun fikiranku sudah tak di sini lagi, melainkan di rumah Kim Taehyung kw!
Tiket konser BTS di depan mata.
“Eh, Din! @-_(#) @-_#) @/#-__/#/@-$$/*83+$;";+$+39#? #$—” suara Ayah masih bisa ku dengar sampai Aku sudah masuk ke dalam rumah, tapi tidak jelas.
Maaf Yah! Dinda sedang sibuk. Dinda sedang buru-buru. Mumpung ada ibu di sana. Dinda mau nyamperin calon tiket konser BTS dulu.
Aku hanya menghabiskan waktu sepuluh menit untuk bersiap, kupakai abaya terbaik dan khimar syar'i yang selama ini hanya jadi pajangan.
Aku turun tangga dengan tergesa, khawatir keburu ibu pulang.
“Mau ke mana, Din?” tanya Ayah yang kebetulan sedang lewat tangga.
“Ibu belum pulang ‘kan, Yah?”
“Belum, kenapa?” tanya Ayah.
Aku cium punggung tangan cinta pertamaku itu. “Do'akan Dinda ya, Yah.” lalu Aku pergi begitu saja, tidak membiarkan Ayah bertanya lagi.
Aku memelankan langkah ketika mendekati pintu rumah mewah itu. Ternyata sudah ramai! Kenapa nyaliku menjadi ciut? Tubuh dan otakku bekerja bertolak belakang. Tubuhku ingin pulang, tapi otakku mengatakan Aku harus maju.
Konser BTS tinggal tiga bulan lagi!
Tapi...
Ah gengsi ah...
Nggak usah nonton konser, nonton dari rumah aja pake hp. Putusku penuh keraguan.
Aku memutuskan untuk pulang, karena kufikir hanya ada Ummi Lailatul dan Ibu. Ternyata salah.
Aku berbalik setelah meyakinkan diri, namun saat berbalik Aku melihat manusia masker bersama seorang gadis cantik. Dan gadis itu menggandeng tangannya?
Mataku bertemu dengan mata teduh milik suamiku, ah maksudnya Kim Taehyung kw alias Aydan. Cukup lama, lelaki itulah yang memutuskan kontak mata kami setelah terdengar suara dari ambang pintu.
“Ummi, bang Aydan bawa pacarnya!”
***
kim dinda minggu depan akan ada resepsi ngak ada bantahan kah, jadi sudah sangat legowo
double up dong😍