Sejak Ayahnya meninggal 2 tahun lalu, ia hidup berdua dengan ibunya. Dengan uang peninggalan Ayahnya, ia masih bisa bertahan hidup. Sampai pada suatu hari Ia menemukan tawaran di internet untuk menjadi "Rahim Pengganti", dengan bayaran 1Miliar.
Diusia yang masih sangat muda, 19 tahun Lea Shen memutuskan untuk ikut dalam pemilihan rahim pengganti.
Pada saat waktunya melahirkan, tanpa sepengetahuan pihak pertama Lea ternyata mengandung Anak kembar dan dokter kandungan yang menangani persalinan Lea, membantunya untuk menyembunyikan salah satu bayinya.
Setelah beberapa bulan melahirkan, Lea Shen menjalin hubungan dengan Presdir Muda yang tampan. Tidak disangka, pria itu adalah Ayah bologis anaknya.
Akankah Ibu dan Anak itu bisa berkumpul kembali?
(Ini adalah perjalanan cinta Lea dan Willy)
Follow IG author: @rymatusya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tusya Ryma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjodohan
Hari ini Ferdi Gu meminta putra keduanya Willy untuk pulang kerumah karena akan ada jamuan makan malam dirumah, bahkan Kakak Willy yang berada di luar negeri pun akan pulang atas perintah dari sang ayah.
Ya... Anak sulung keluarga Gu, Rendra Gu kakak kandung Willy yang terpaut usia 2 tahun lebih tua dari Willy sudah bertahun-tahun berada di luar negeri untuk mengurus bisnis keluarga Gu disana.
Ia adalah seorang duda satu anak yang ditinggal pergi oleh istrinya, karena istrinya memiliki pria idaman lain, sehingga ia bercerai dan anaknya yang baru berumur 4 tahun di asuh oleh sang mantan istri.
Malam hari di istana keluarga Gu. Semua orang berkumpul dengan gembira, menyambut kehadiran Rendra yang sudah bertahun-tahun tidak pulang kesini.
Ferdi Gu sangat senang akan hal ini. Seolah sebuah trauma bagi Rendra untuk menginjakan kaki di negeri ini, jadi selama beberapa tahun ini Rendra memutuskan untut tetap tinggal diluar negeri.
"Rendra, karena kamu sudah pulang menetaplah disini selama 1 tahun, supaya kamu terbiasa". ucap Ferdi kepada anak sulungnya, ia tidak tega untuk melihat anaknya terus menghindari traumanya.
"Kalau aku disini siapa yang akan mengurus cabang di luar negeri" ucapnya sambil tersenyum.
Berbeda dengan Willy yang dingin, Rendra sangat santun dan hangat.
"Aku akan meminta pamanmu untuk menggantikanmu disana selama satu tahun" ucap Ferdi meyakinkan.
Ia ingin anaknya mencari jodoh lagi disni, untuk mengobati lukanya yang dulu.
"Baiklah... Kita lihat saja nanti" ucap Rendra mempertimbangkan.
Tiba-tiba terdengar suara pelayan berkata
"Tuan Muda kedua telah tiba"
Ferdi mendongak dan berkata
"Akhirnya pulang juga"
Ia khawatir anak keduanya tidak akan datang. Karena kali ini akan ada hal penting untuk Willy.
Akhirnya semuanya berkumpul, pelayan segera menyiapkan hidangan makan malam dimeja.
Willy menyapu sekilas orang-orang yang hadir. Ia melihat seorang wanita muda yang begitu anggun.
"Ayuna... Kenapa dia disini?" gumam Willy dalam hati.
Ferdi sengaja mengundang Ayuna, anak teman baiknya untuk bergabung di acara makan malam ini.
Setelah hidangan tersaji dimeja makan yang besar itu, akhirnya mereka duduk dikursi masing-masing.
Sebelum makan dimulai, Ferdi mengumumkan maksud dan tujuan jamuan makan malam kali ini.
"Kali ini... Ayah akan mengumumkan bahwa Willy akan ayah jodohkan dengan Ayuna. Untuk memperbaiki nama baik yang telah tercoreng kemarin, ayah harap kamu tidak menolak" sambil menyorot matanya ke arah Willy.
Willy sontak kaget mendengarnya, dia tadi sempat mengira kedatangan Ayuna kemari untuk dijodohkan dengan Rendra. Karena Willy tau, dari dulu Ferdi Gu ingin menjodohkan salah satu anaknya dengan anak Sandy Shu teman baiknya. Hanya waktu itu Rendra memutuskan untuk menikahi kekasihnya dan memiliki anak dan Willy diusia matangnya memilih untuk mencari wanita rahim pengganti untuk mengandung anaknya dan menolak untuk menikah. Jadi perjodohan itu tidak terlaksana.
Baru kali ini, gara-gara berita yang beredar kemarin Ferdi memutuskan untuk menjodohkan Willy dengan anak Sandy yaitu Ayuna Shu.
"Ayah... Lebih baik ayah menjodohkan Ayuna dengan Rendra, dia kan sendiri, sedangkan aku... Semua orang tau aku sudah punya kekasih" ucap Willy dingin.
Semua orang di negeri ini tau siapa kekasih Willy, kecuali Rendra, Dia tidak tau dan tidak mau tau.
"Ayah sudah bilang kamu harus mengakhirinya dan kali ini ayah sudah berbicara dengan Sandy tentang perjodohan ini. Ayah harap kamu tidak mengecewakan kami" ucap Ferdi tegas. Tidak mudah untuk di bantah.
Willy hanya diam melirik sekilas pada wanita yang berada di sampingnya.
"Saat ini bukan waktu yang tepat untuk terus membantah" gumamnya dalam hati.
Makan malam pun dilalui dengan lancar.
*
Keesokan harinya Ferdi sudah mengumumkan bahwa
anaknya Willy akan menikah dengan Ayuna. Ini adalah pernikahan bisnis dari dua orang pebisnis sukses di negeri ini. Sontak saja berita ini menyebar dengan sangat cepat bahkan di internet beredar berita disertakan bukti foto saat mereka makan malam.
Di Leayumi Food, Emily dan Nathan saling pandang seolah mengisyaratkan
Siapa yang akan memberihatu Lea berita ini?
Nathan tidak tega, ia meminta Emily yang memberitahu Lea.
"Kamu saja yang memberitahunya"
Akhirnya Emily menarik nafas dengan berat dan berjalan menuju pintu masuk ruangan Lea.
Dengan tangan yang berkeringat, ia duduk perlahan didepan meja kerja Lea.
Lea melihat keanehan di diri Emily, tanpa ragu ia bertanya
"Emily ada apa? apa terjadi sesuatu?"
Emily ragu sejenak, tapi sepahit apaun ia harus memberitahukan ini padanya
"Lea... apa terjadi sesuatu antara kamu dan Willy?"
Lea mengerutkan kening, mencerna apa maksud dibalik kata-kata Emily
"Tidak... Kami baik-baik saja, akhir-akhir ini aku dan dia sibuk jadi belum bertemu"
Ia menambahkan "Ada apa?"
"Lea... Apa kamu tidak tau" Emily diam lagi... Terasa berat untuk mengatakannya pada Lea.
Lea semakin curiga
"Ada apa Emily, cepat katakan!"
"Berita tentang pengumuman pernikahan Willy dengan wanita yang bernama Ayuna?" akhirya Emily mengatakannya dengan lancar.
Duaarrrr....
Bagai tersambar petir, tubuh Lea terasa panas, jantung berdetak tidak karuan dan hatinya terasa ada yang menusuk... Begitu sakit.
Dengan suara yang bergetar, ia bertanya
"Dari mana kamu tau?"
Emily membuka HPnya dan mencari berita yang tadi ia baca dan memperlihatkannya pada Lea.
Tubuh Lea seketika lemas
"Ada apa ini... Ada apa ini? Bukankah Willy sangat mencintaiku, memberi kehangatan untukku. Tapi...."
Lea memejamkan mata memikirkan kembali saat-saat manis bersama Willy, kehangatan pelukannya, kelembutan bibirnya dan keindahan kejutan yang ia berikan kepadanya.
Tiba-tiba air mata mengalir tanpa henti. Apakah semua ini hanya ilusi?
Ia menyeka air mata yang berlinang di pipi, berdiri dan bergegas pergi keluar.
Emily dan Nathan hanya bengong menatap punggung Lea yang perlahan menghilang.
Didalam mobil, Lea duduk dikursi depan. Menarik nafas dalam-dalam.
"Tenang Lea... Kamu harus tenang"
Setelah sedikit tenang, ia menyalakan mesin mobil dan mulai menginjak pedal gas. Mobil melaju dengan kencang, menyusuri jalan yang ramai. Ia tidak menghiraukan apapun. Bunyi kelakson dari kendaraan lain terus terdengar, tapi tidak menghentikan laju kecepatan Lea berkendara.
Tepat di tempat parkir gedung kantor Willy. Ia bergegas turun dan memasuki area kantor, ia berjalan dengan langkah besar tanpa memperhatikan siapapun. Resepsionis yang melihat Lea terus masuk, ia bertanya
"Nona anda mau bertemu siapa? Apa sudah membuat janji?"
Lea menghentikan langkahnya, dan berkata
"Aku mau bertemu Willy. Kami sudah buat janji"
Ia mengatakanya karena tidak ingin tinggal lebih lama untuk menungu.
Nona Resepsionis itu menjawab
"Tapi sekarang Tuan Willy sedang ada tamu, tidak bisa anda temui"
Tanpa basa basi Lea menjawab
"Saya akan menunggu"
Tanpa memperdulikan Nona itu lagi, Lea berjalan menuju Lift dan naik ke lantai atas.
Tepat didepan pintu ruang kerja Willy tanpa menghiraukan peringatan larangan dari sekertaris Gia, Lea berjalan tanpa mengetuk pintu ia membuka pintu dengan tenaga besar.
Brayyyyyy....
Pintu terbuka.
Lea kaget dengan pemandangan yang ada didalam kantor Willy.