Follow Ig me :@Thalindalena
"Jangan sok suci. Kamu sama halnya dengan wanita murahan di luaran sana !" Hina Doni.
Citra tidak menanggapinya,ia memilih bangkit dari tempat dan berjalan ke kamar mandi dengan keadaan tertatih dengan melilitkan selimut di tubuhnya. Tidak lupa sebelum itu ia mengambil pakaiannya yang berserak dilantai.
Apa yang terjadi ? Diantara mereka berdua ?
Penasaran ? Yuk simak terus kisah nya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saling mengagumi
Setelah makan malam dan membersihakan peralatan dapur ,Ana duduk di sofa sambil menonton TV. Sedangkan Leon berada di ruang kerjanya untuk mengerjakan laporan yang di kirim oleh asisstennya yang ada di Negar A.
Saat ini Ana bingung harus bagaimana,karena tubuhnya terasa lengket dan ia ingin membersihkan diri tapi dirinya tak memiliki pakaian ganti.
"Huh,bau asyem" Ana mengerucutkan bibir nya saat ia mengendus bau ketiaknya.
"Aduh,bagaimana ini ? Mana lengket banget nih badan," Keluh Ana.
"Ehem," Leon berdehem tepat di belakang Ana, Leon membungkukan badan nya kemudian memeluk Leher Ana dari belakang.
"Ih,apa sih ! Lepas enggak !" Ana memberontak di dalam dekapan Leon.
"Diam dulu,sebentar saja," Bisik Leon,tapi gadis itu tidak mendengarkan ucapan Leon. Ia terus memberontak dan akhirnya terlepas dari dekapan Leon.
"Kau itu menyebalkan !" Sentak Ana. Kemudian menjauh dari Leon dan menatap Tajam Pria itu.
"Heh," Bukannya takut,pria itu mau tersenyum tipis.
"Aku hanya memastikan sesuatu."
"Terserah !" ketus Ana,lalu membuang mukanya. Ia merasa Muak karena seharian ini menatap wajah Leon.
Oh Ya Tuhan. Harus sampai kapan aku terjebak dengan manusi salju itu. Batin Ana.
"Oh ya ? Kau tak ingin tahu sesuatu itu ?" Tanya Leon,kemudian dudu di samping Ana,tapi dengan Cepat juga Ana menjauh dari Leon.
"Tidak penting !"
"Baik lah akan ku katakan ! Kau itu bau sekali !" Ucap Leon di dekat teling Ana.
Blush
Wajah Ana merona,karena ucapan Leon yang sungguh membuatnya malu.
Memalukan ! Kenapa dia harus berkata jujur sih . Batin Ana berteriak.
Leon mengangkat sudut bibirnya,saat melihat wajah Ana tersipu malu dan itu sangat menggemaskan di matanya.
"Mandilah di kamarku,kau bisa memakai kemeja ku atau kaosku yang ada di lemari," Ucap Leon,kemudian beranjak dari duduk nya dan menuju ruang kerjaanya kembali.
"Hufffff," Ana mengelus dadanya ketika Leon sudah tak terlihat,kemudian ia menuju kamar Leon untuk membersihkan dirinya.
"Woahh," Ana berdecak kagum ketika memasuki kamar Leon yang begitu sangat luas dan mewah.
Barang-barang yang ada di kamar itu semuanya serba mahal,bahkan tempat tidurnya yang berukiran king size saja bermerk dan harganya belasan juta.
"Eh,aku kan mau mandi,kenapa aku malah mengagumi kamar si batu es itu," Gumam Ana,kemudian menuju kamar mandi.
Saat di kamar mandi pun,Ana masih berdecak kagum lagi.
Tak ingin membuang waktu,Ana segera melepas seluruh pakaiannya dan meletakkan nya diatas Wastafel karena ia berniat mencucinya nanti.
Setelah membersihakan diri,Ana keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk putih yang melilit di tubuhnya.
Ia pikir jika Leon masih di ruang kerjanya,pikirannya salah.
Glek
Ana menelan ludahnya kasar ketika ia melihat Leon tengah duduk disofa yang ada di kamar itu sambil menatapnya tanpa berkedip.
Ana terlihat sangat cantik hanya mengenakan handuk yang melilit di tubuhnya,ditambah lagi kulit putih dan mulusnya terpampang nyata di depan Leon. Buah semangka yang bulat itu seakan menyembul keluar dari balik handuk itu,ditambah lagi rambut panjangnya di cepol keatas memperlihatkan leher jenjang yang sangat menggiurkan untuk di sesap dan di ji•lat.
Keadaan Ana yang seperti itu membuat naluri lelakinya bangkit.
Tatapan tajam itu seolah menembus sampai kerelung hati Ana.
Waktu seolah berhenti sesaat.
Kedua manusia berbeda Gender itu saling pandang dan saling mengagumi.
Ana berulang kali menelan ludahnya kasar dan tangannya memegang kuat handuk yang ia kenakan agar tidak merosot,karena handuk yang ia gunakan termasuk kekecilan di tubuhnya.
"Em,a aku pikir kau tidak berada di sini," Ucap Ana terbata,sambil menundukan wajahnya lantaran malu.
Ucapan Ana menyadarkan Leon.
"Sorry," Kemudian Leon segera keluar dari kamar itu.
"Huff," Ana menghembuskan nafasnya kasar. Kemudian Ia berjalan menuju ruang ganti Leon dan mencari baju yang pas untuknya.
Pada deg-degan kan ???😆😆😆
Lanjut besok lagi ahhh🙏🙏🙏
Tambahin Vote sama hadiahnya ❤
tuh pRT tar mupeng denger desahan kalian berdua /Facepalm//Facepalm/