Di saat resepsi pernikahan. Anjani Thalia harus menerima kenyataan pahit jika calon suaminya tiba-tiba saja membatalkan pernikahannya.
Keluarga Anjani merasa malu dan marah karena merasa di permainkan oleh Arjuna . Calon menantu mereka.
Bahkan yang paling mengejutkan, ternyata Arjuna memilih wanita lain. Dan yang lebih mengejutkan dia memilih teman Anjani sendiri sebagai calon istrinya.
Saat keadaan kacau Anjani terlihat pasrah dengan kehancuran di depan matanya. Namun siapa sangka seseorang justru menyelamatkannya dari kehancuran itu.
Keandra Alarick. Mantan Anjani datang dengan tiba-tiba dan ingin menikahinya. Hal itu pun membuat semua orang terkejut.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Apa Anjani akan melanjutkan pernikahannya dengan Keandra?
Apakah setelah ini kehidupan Anjani akan bahagia?
Ikuti kisah mereka sampai selesai.
Jangan lupa follow. Beri like dan komentar kamu ya!
Happy Reading...! 🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy jay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 Munculnya sang mantan
"Keandra.... " lirih Anjani. Menatap tidak percaya, ke arah laki-laki yang pernah mengisi hatinya, dua tahun yang lalu. Namun sayang, hubungan mereka harus kandas karena sesuatu hal yang membuat salah paham, di antara keduanya.
Kedatangan Keandra di acara pernikahan Anjani, bukan tanpa alasan. Ia menerima undangan dari Mira, yang sudah menganggap keluarga Keandra seperti keluarganya sendiri. Maka dari itu, Keandra pun datang ke acara pernikahan Anjani dengan di temani orang tuanya.
"Pernikahan ini akan tetap berlanjut. Dan untuk mempelai prianya, saya sendiri yang akan menggantikannya." ucap Keandra penuh kesungguhan.
Anjani dan Mira terkejut mendengar ucapan Keandra, yang di nilai terlalu berani dan beresiko. Sebab mereka berdua tahu, jika semua orang nanti pasti akan mengolok-oloknya.
Di samping itu, semua orang kembali berbisik-bisik. Tentu saja ada sebagian orang tahu siapa, Keandra. Sebab mereka tahu, jika dulu Keandra dan Anjani pernah menjalin hubungan.
"Bukannya dia mantannya, Anjani? Kok, mau-maunya nikahin Anjani. Pasti ada sesuatu."
"Sepertinya begitu. Atau mungkin, selama ini mereka diam-diam berhubungan?"
"Enak juga ya jadi Anjani. Nggak jadi sama Arjuna. Eh... Ada penggantinya yang tidak kalah ganteng. "
Anjani terdiam, mendengar bisik-bisik para tamu. Ia tidak menyangka, jika Keandra akan berkata demikian.
"Nak Keandra." panggil Mira, membuat Keandra menoleh ke arahnya. "Maaf... Apa maksud perkataan kamu, nak?" tanyanya dengan gemetar. Memastikan.
Keandra menatap Mira. "Aku serius, mah. Aku akan menikahi Anjani saat ini juga. Itu pun, jika mamah mengizinkannya."
Mira terdiam. Beralih menatap Anjani, yang sama-sama terkejut dengan ucapan Keandra.
"Kenapa kamu mau menikahi, ku?" Anjani yang sejak tadi terdiam memberikan pertanyaan. Membuat Keandra menatapnya.
"Anjani. Terimalah maksud baik Keandra. Saat ini, banyak yang harus di pertaruhkan. Apa kamu tidak kasihan pada mamah, mu? Tante minta, kamu jangan banyak berpikir. Dan terimalah maksud baik Keandra."
Seorang wanita paruh baya bernama Nadine, menghampiri Anjani. Menggenggam erat tangannya. Ia adalah orang tua Keandra, yang ikut menghandiri pernikahan Anjani dan Arjuna. Namun apa yang ia lihat saat ini, membuat hatinya iba pada Anjani dan keluarganya.
Mata Anjani memerah. Tak menyangka, rupanya kehancurannya banyak di saksikan oleh banyak orang.
Mira menghampiri Anjani. Merangkul pundaknya seakan memberikan kekuatan. "Mamah tidak akan memaksa kamu, nak. Tidak apa-apa, keluarga kita di permalukan. Mungkin semua ini, memang sudah takdir hidup kita."
Lagi-lagi perkataan Mira, membuat Anjani merasa dilema. Bagaimana pun juga, semua ini karena dirinya. Ia tidak mau sampai orang tuanya harus menanggung malu, karena dirinya.
Anjani memejamkan matanya sesaat. Berusaha tegar menerima semua. Hingga sampai akhirnya, ia memberikan jawaban yang membuat semua terkejut.
"Baik. Pernikahan ini akan berlanjut. Dan maaf, kepada semua tamu undangan atas kejadian hari ini. Maaf, karena sudah membuat semuanya tidak nyaman." ucap Anjani terdengar tegas, namun rapuh.
Mira dan Nadine tersenyum, mendengar jawaban Anjani. Begitu dengan Keandra, yang terlihat biasa saja saat mendengar jawaban dari Anjani.
Anjani dan Keandra, di arahkan ke tempat dimana mereka akan mengucap janji suci.
Dengan perasaan tak menentu Anjani terlihat gugup. Perasaannya yang hancur belum sembuh. Bahkan saat ini, ia harus menyimpan luka itu sampai acara pernikahannya selesai.
Banyak pertanyaan yang ingin Anjani tanyakan pada, Keandra. Tapi ia harus sabar menunggu, sampai semuanya selesai.
Di sisi lain Mira tersenyum bahagia. Bahkan di sampingnya ada Nadine, yang ikut memberikan semangat untuk menguatkannya.
Keandra menjabat tangan seorang wali. Bahkan dengan lantang, ia mengucapkan ijab kobul di hadapan Tuhan dan semua orang yang ikut menyaksikan.
"SAAAAH....!"
Para saksi berseru bahagia, saat Keandra berhasil mengucapkan ijab kobul tanpa salah sedikit pun. Pak penghulu memanjatkan doa. Setelah itu, meminta Anjani untuk mencium punggung tangan Keandra.
Dengan tangan yang gemetar, Anjani meraih tangan Keandra dan menciumnya. Air matanya jatuh tak tertahan. Sadar jika saat ini, ia sudah resmi menjadi istri dari Keandra Alarick . Mantan kekasihnya dulu, yang pernah mengisi hari-harinya dengan cinta dan kasih yang tulus.
Apa ini mimpi? Kenapa harus dengan dia?
Anjani masih belum mengerti dengan kejadian hari ini. Namun ada keyakinan di hatinya, jika semua ini adalah takdirnya.
Acara berjalan dengan lancar. Tidak ada sepatah kata, yang terucap dari bibir Keandra. Ia hanya sibuk menerima tamu undangan, selayaknya pengantin pada umumnya.
Hal itu membuat Anjani tersenyum getir. Hatinya kembali sedih. Rasa sakit pada hatinya kembali muncul, saat melihat sikap Keandra dingin seperti itu.
"Sebenarnya, apa alasan mu menikahi ku? Mengapa kamu melakukan semua ini, jika pada akhirnya sama-sama menyakiti hati ku?" batin Anjani.
Anjani berusaha menahan air mata yang hendak jatuh tanpa permisi. Ia harus kuat. Tak ingin membuat Mira sedih lagi.
Tanpa sepengetahuan Anjani. Sebenarnya Keandra memperhatikannya. Entah apa yang sedang kini Keandra pikirkan. Hanya saja tatapan mata itu, tidak dapat berbohong. Jika saat ini ia merasa kasihan pada Anjani. Namun ada suatu hal, yang membuatnya harus bersikap seperti itu.
...----------------...
Malam pun tiba. Acara berjalan dengan lancar. Nadine sejak tadi sore sudah pamit pulang karena ada urusan lain.
Kini tinggalah sepasang pengantin, yang masih duduk di pelaminan. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Anjani. Sebaiknya sekarang kamu ganti baju dulu. Lagi pula, acaranya sudah selesai." Mira menghampiri Anjani. Tersenyum tipis melihat Anjani yang terlihat kelelahan.
Anjani mengangguk. Melirik sekilas pada Keandra, seakan berbicara jika dirinya mengajaknya untuk pergi dari sana.
Keandra paham dengan tatapan mata Anjani. Mengulurkan tangan. Membuat Anjani tersentak dan terdiam.
"Anjani. Kok, malah bengong. Itu, nak Keandra mau bantu kamu." tegur Mira, terlihat gemas dengan sikap Anjani saat ini.
Anjani mengerjap. Pipinya merah. Salah tingkah. Sebab bisa-bisanya Mira berkata seperti itu. Tanpa berpikir panjang, Anjani menerima uluran tangan Keandra. Menatapnya sesaat, pada tangannya yang di genggam oleh Keandra.
Memorinya sekilas teringat pada saat dimana Keandra, menggenggam tangannya untuk pertama kalinya. Senyuman tipis terukir di bibir Anjani.
Mereka berjalan beriringan, menuju kamar Anjani. Sepanjang perjalanan Anjani tidak berhenti menatap tangannya, yang di genggam oleh Keandra. Hingga sampai akhirnya Keandra melepaskan genggamannya.
"Kamu masuk duluan. Aku mau keluar dulu sebentar." Dengan nada dingin, Keandra menyuruh Anjani untuk masuk ke kamarnya. Tanpa menatap wajah lelah Anjani.
"Ka- kamu mau kemana?" tanya Anjani ragu. Menundukkan kepala. Menatap tangannya yang tidak lagi di genggam oleh Keandra.
"Kamu tidak perlu tahu. Jangan tunggu aku. Ganti baju mu dan beristirahatlah." ucap Keandra dingin, berlalu dari hadapan Anjani.
Anjani memegang dadanya yang terasa sesak, saat melihat Keandra pergi. Bahkan ia merasa asing dengan Keandra, yang terlihat berbeda dengan Keandra yang ia kenal sebelumnya.
"Sekarang kamu berubah. Apa karena kejadian dulu kamu sebenci itu pada ku...." lirih Anjani. Memutuskan untuk masuk ke kamarnya. Tak ingin ada orang yang melihat, jika dirinya saat ini kembali bersedih.
lanjutin ceritanya sampai tamat