NovelToon NovelToon
Married By Challenge

Married By Challenge

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Nikahkontrak / Perjodohan / Cintamanis / Tamat
Popularitas:7.2M
Nilai: 5
Nama Author: SkySal

Warning!!!
21+
(DALAM TAHAP REVISI)

Sarah Fergueson, gadis berusia 16 tahun itu tak terkejut melihat tamu di rumah nya, Devano Lake, seorang pria berusia 25 tahun, sahabat sekaligus rekan kerja kakak nya itu memang sering bertamu kesana, namun apa jadi nya jika kedatangan Devano kali ini malah akan merubah hidup Sarah.

"Aku dan Sarah telah lama menjalin kasih, kami bahkan sudah bercinta, aku ingin menikahi nya sebelum dia hamil dan akan mempemalukan kalian"

Sarah hanya membuka mulut nya lebar dengan mata yg melotot sempurna, ibunya terkena serangan jantung, ayahnya begitu shock dan kakak nya sangat marah.

"Itu tidak mungkin" seru sang Kakak sembari bersiap memukul Devano, namun Devano segera menunjukan chat antara dirinya dan Sarah yg memang sangat romantis selama tiga bulan terakhir.

Devano melirik Sarah yg masih terkejut sambil ia berseringai bak iblis dan menatap Sarah penuh kemenangan. Sementara Sarah hanya bisa menyesali tindakan bodoh nya yg mengikuti tantangan sahabat nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 22

"Apa? Masalah nya?"

"Entahlah, tapi dia di keluarkan dari sekolah"

Sarah sangat tidak percaya ketika Naina tiba tiba mengatakan karin di keluarkan dari sekolah. Dan sejak pagi memang sekolah sedikit di gemparkan dengan hal itu, namun Sarah hanya berfikir mungkin ada korban bully yg keluar. Eh, ini ternyata tukang bully nya yg di keluarkan. Dan memang, Karin adalah salah satu murid yg sering me bully murid lain secara verbal, dan tentu saja korban bully nya adalah murid yg di bawah standart mereka, sekolah disana hanya dengan beasiswa.

"Aman dong semua murid yg sekolah dengan beasiswa sekarang, syukurlah. Manusia kayaks gitu memang seharusnya keluar dari sekolah dari dulu" ujar Sarah sambil tersenyum lebar.

.

.

.

Plakkk...

Karin hanya bisa meringis sambil terisak saat tamparan keras dari sang ayah mendarat di pipi nya, membuat pipi mulus nya terasa sangat perih dan panas.

Karin di keluarkan dari sekolah dengan sangat tidak terhormat, dengan tuduhan menggoda guru, mencontek dan membully. Karin akui ia memang kadang mencontek di pelajaran yg sulit, ia terkadang membully teman nya dan bagi nya itu hanya main main, namun menggoda guru. Yg benar saja.

"Kamu membuat papa malu" teriak Agus didepan wajah anak nya. Setelah itu ia segera pergi dari rumah dengan sangat marah dan kecewa, namun di perjalanan mobil nya di hadang oleh mobil Devano.

Kemudian Dominic keluar dan menghampiri Agus, kemudian ia meminta Agus masuk ke dalam mobil nya karena Devano ingin bicara. Agus pun langsung menuruti nya.

Setelah berada di dalam mobil, tanpa basa basi Devano langsung mengaku dialah yg membuat Karin di keluarkan dari sekolah yg tentu membuat Agus sangat marah.

"Memang nya apa salah Karin?" tanya Agus menahan amarah nya.

"Membully Sarah" jawab Devano enteng dan tiba tiba Agus malah tertawa.

"Itu bagus dong, bukannya kamu memang mau menghancurkan keluarga nya?" tanya Agus dan seketika Devano terlihat marah.

"Sarah tidak termasuk di dalam nya, sekerang keluar!" tegas nya.

"Tapi bagaiamana dengan Karin?" tanya Agus "Ku mohon, Dev. Biarkan Karin sekolah"

"Aku bilang, Keluar!" tegas Devano sekali lagi, mau tak mau Agus pun keluar dengan menahan kesal.

Dominic kembali menjalankan mobil nya dan ia terlihat mengulum senyum.

"Ada apa?" tanya Devano yg melihat Dominic seperti memikirkan sesuatu yg lucu.

"Kau seperti pecinta bunga mawar yg sedang membakar taman, Tuan"

"Aku selalu adil dalam segala hal, Dom. Yg pantas di cintai aku cintai, yg pantas di benci aku benci"

Dan tentu Dominic tak berani berkomentar lagi. Ia hanya prihatin dengan boss nya yg jika seperti itu terus, maka dia dan yg dia cintai tak akan pernah bahagia. Dominic hanya berharap suatu hari nanti boss nya itu bisa memiliki pemikiran yg sehat.

.

.

.

Sepulangnya dari sekolah, Sarah meminta Aldo berhenti di salah satu toko kue, Aldo pun mengiyakan nya.

Sesampainya di sana, Sarah mulai memilih beberapa kue dan roti yg dia mau. Rasanya sudah lama sekali Sarah tidak berbelanja seperti ini. Dan saat asyik memilih, terdengar bisikan bisikan pengunjung yg seperti nya mengenali Sarah.

"Bukannya itu anak bungsu Jason dan Venita?"

"Aku dengar ayahnya korup di perusahaan nya sendir, sekarang mereka bangkrut dan menghilang"

"Tapi pakaian gadis itu masih ber merk"

"Tas nya Hermes, padahal masih bocil"

"Pantas kaya, korupsi toh"

Sarah hanya bisa mengepalkan tangannya, menahan sesak di dada mendengar ocehan tak bermutu itu. Ia meletakkan kembali roti dan kue yg sudah dia ambil. Matanya pun sudah terasa panas dan rabun akibat air mata yg coba ia tahan.

Hingga ia merasakan sentuhan di pundak nya, Sarah menoleh dan seketika tangis nya tak bisa di bendung lagi.

"Kak Fe..." ia berhambur ke pelukan Freya dan Freya pun memeluk nya.

"Jangan dengarkan mereka, ayo kita pergi" ucap Freya menarik tangan Sarah.

"Kak Will dimana?"

"Di apartment, ayo kita kesana sekerang"

Sarah memberi tahu Aldo bahwa dia akan pergi bersama Freya, dan sudah memperkenalkan siapa Freya. Awal nya Aldo melarang, namun Sarah bersikeras dan tentu Aldo tak bisa mencegah nya lagi.

Di perjalanan, Sarah bertanya apa yg sebenarnya terjadi, dan kenapa keluarga nya meninggalkan Sarah.

"Mereka engga ninggalin kamu, Dek. Mereka cuma engga mau kamu kena imbas nya dengan apa yg terjadi"

"Percuma, Kak. Di sekolah Sarah setiap hari di bully karena katanya papa korup, barang barang yg Sarah miliki kata nya hasil korup" tutur Sarah yg membuat Freya merasa sedih. Ia membelai rambut Sarah dengan tangan kirinya sementara tangan kanan nya masih di setir.

"Will dan Om Jason sedang berusaha membuktikan bahwa Om engga salah, dia di jebak"

"Mama?"

"Tante baik baik aja"

.

.

.

Venita tak bisa menahan kebahagiaan nya saat melihat Sarah. Ia langsung memeluk Sarah dan mencium wajah Sarah.

"Gimana sekolah mu? Apa kamu makan dengan teratur? Kamu sehat aja kan?" Sarah hanya bisa mengangguk dalam pelukan ibunya.

"Sarah mau di sini aja, Ma. Sarah mau tinggal sama kalian" ujar Sarah.

"Jangan, Sarah. Kami sedang dalam masalah besar, sedangkan kamu masih harus sekolah"

"Tapi, Ma..."

"Jangan membantah, ini demi kebaikan mu. Lagi pula kan kamu hidup bersama suami mu, dia sangat mencintai mu, kan? Dia pasti akan memenuhi semua kebutuhan mu dan bisa menjamin masa depan mu"

Sarah hanya bisa menghela nafas berat, andai mama nya tahu bahwa pernikahan Sarah dan Devano tak lebih dari sebuah permainan. Namun kemudian Sarah mengangguk.

"Oh ya, apa kamu...." Venita memandang perut Sarah kemudian beralih menatap Sarah "Apa kamu belum hamil?" tanya Venita setengah berbisik.

Sekali lagi Sarah hanya bisa menghela nafas lesu dan kemudian ia menggeleng. Venita bernafas lega

"Syukurlah, kamu masih di bawah umur. Kamu minum pil atau suntik?" tanya Venita lagi yg membuat Sarah mengernyit bingung.

"Pil apa, Ma? Dan kenapa harus suntik?"

"KB, Sarah. Kamu engga KB?"

"Astaga..." Sarah menepuk jidat nya sendiri "Ya engga lah, Ma. Buat apa kayak gituan?" tanya Sarah dengan polos nya.

"Ya untuk mencegah kehamilan. Kalau kamu engga KB, apa Devano yg menggunakan pengaman untuk mencegah kehamilan?"

"Pengaman?" sekali lagi Sarah mengernyit bingung, namun kemudian ia teringat dengan alasan kenapa keluarga nya menerima Devano, tentu karena Devano mengatakan mereka pernah bercinta, dan Sarah yakin mama nya pasti mengira pernikahan anak nya sama seperti sepasang suami pada umum nya.

"He'em" gumam Sarah sambil mengangguk pelan. "Aku engga perlu KB, dan Devano engga perlu pengaman kali, Ma. Wong pernikahan kita cuma sebuah permainan" ingin sekali Sarah mengakui hal itu, namun tidak mungkin dengan keadaan keluarga nya seperti yg sekarang.

"Oh ya, Papa dan Kak Will kemana?"

"Will pergi bekerja, Papa juga. Dia sedang menyelidiki apa yg terjadi dan mencari jalan keluar untuk masalah kita"

"Sarah bisa bantu apa, Ma?" Sarah bertanya sambil menggenggam tangan ibu nya. Venita tersenyum, ia mengusap kepala Sarah penuh kasih sayang.

"Tetaplah bahagia, Nak. Karena kebahagiaan mu dan Will adalah segala nya bagi kami"

"Bagaiamana Sarah bisa bahagia jika Papa dan Mama dalam masalah seperti ini?"

"Ini hal biasa dalam dunia bisnis, Sarah. Dan roda kehidupan itu berputar, kami pasti bisa melewati semua ini"

"Jangan tinggalin Sarah lagi" Sarah merengek pada ibu nya dan ia bergelanyut manja di lengan ibu nya.

"Engga akan pernah. Ini sudah sore, sebaik nya kamu pulang"

"Besok Sarah ke sini lagi ya, Ma?"

"Jangan..." Sarah langsung menunduk sedih "Ini demi kebaikan mu, Sarah"

"Tapi, Ma. Sarah kangen sama Papa dan Kak Will"

"Baik lah, tapi jangan kasih tahu siapapun tentang keberadaan kami" Sarah langsung girang dan ia memeluk ibu nya dengan perasaan senang. Sarah tak peduli apa kata orang di luar sana tentang ayah nya dan keluarga nya. Bagi Sarah, ayahnya adalah the real hero.

.

.

.

Devano yg mendapat laporan dari Aldo tentang Sarah yg pergi ke apartments William membuat Devano sangat marah.

Sekarang ia sangat ingin menjauhkan Sarah dari musuh nya, tapi saat Aldo mengatakan apa yg terjadi di toko roti tadi, Devano tiba tiba menjadi sangat sedih. Ia merasa bersalah dan kasihan pada Sarah.

"Dia benar benar harus di jauh kan dari semua ini"

***▫️▫️▫️

Tbc***...

1
Hidriati Idefasa
Luar biasa
Wildan
Lumayan
Wildan
Biasa
Entin
Luar biasa
Entin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Dengan sacara gak langsung Devano membuka celah orang ke 3 masuk dlm rumah tangganya..
Qaisaa Nazarudin
Ya nyesel kan kamu,, Sementara dulu kan kamu yg maksanya utk tetap bersama Vano,Kamu yg nyanjung2 Vano..
Qaisaa Nazarudin
Mungkin saat ini Jason mengatakan dia gak mau punya cucu dari keturunan Devano kan,Makanya Sarah langsung kabur,nyelamatin anaknya dari Jason dan Will..
Qaisaa Nazarudin
Venita tlah di butakan dgn kebaikan Devano,padahal semua itu kebohongan doang,Gimana ya reaksi Venita saat tau kebenarannya dan siapa yg tlah bikin keluarga dan putranta masuk penjara ya,Apa Venita madih bisa menyanjung Devano,Atau malah jantungan dan langsung mampos..kesel aku..
Qaisaa Nazarudin
Terus Caitlin nya di mana sekarang??🤔🤔
Aprilia Hadiwasana: Di London sm ibu kandung nya, di rawat dsna.. fi bab sblm2 ny sudah djlaskan kok sm othor 😊😊
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Harusnya Sarah belajar dari kesilapan nya saat kelicikan Vano lakukan membuat mereka langsung bisa menikah..Dan bikin surat hitam putih perjanjian itu,Dasar Bocil,Masih kecil malah sok soan mau bikin tantangan,Otak aja baru se ons..ckck
Qaisaa Nazarudin
Mungkin Sarah itu otaknya di atas rata2 ya..Biasanya umur 16tahun itu baru klas 1 SMA..Ini Sarah udah kelas 2 aja...
Eunike Uline: anak saya 17 tahun semester 1
total 1 replies
deandra syahfitri
Luar biasa
Yuliana Purnomo
hadeeehh iRI dengki dipelihara,,rin Karin
Yuliana Purnomo
uuuh,,,emang ya kalau dari sono nya gak bener,,yacch susah diluruskan,,Karin karin
Yuliana Purnomo
masa iya Bu intan pangling sama anak sendiri
Yuliana Purnomo
kog bisa menjadi Thor,,Bu intan??? gmn cerita nya
Yuliana Purnomo
halaaaah akal akalan Airin aja itu,, waspada lah sarah
Yuliana Purnomo
good job Naina
Yuliana Purnomo
ada ikatan batin antara keduanya,,jadi bisa saling merindukan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!