NovelToon NovelToon
Istri Cantik Tuan Presdir

Istri Cantik Tuan Presdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Asti Amanda

Lanjutan dari novel: Wanita Cantik Tuan Muda Dingin.
__________

Setelah melewati banyak waktu dan masalah. Raka sang CEO termuda di perusahaan Welfin telah berhasil menemukan kekasihnya dan bahkan tak menyangka jika kekasihnya itu memberikan sepasang anak kembar yang cerdas dan menggemaskan.

Namun masalah kembali datang dari istri tercinta yang memiliki Kepribadian Ganda. Karena itulah Raka mencoba menyembuhkan Sovia dan mulai belajar untuk menjadi Suami idaman untuk sang istri.

Akan tetapi seseorang mulai meneror keluarga kecilnya dan bahkan mencoba menyingkirkan satu persatu keluarga dekatnya. Hal ini karena perebutan harta waris di masa lalu di keluarga Welfin. Dapatkah Raka melindungi sang Istri dan kedua anak kembarnya, serta menyembuhkan mental Sovia?

Yuk kita simak perjuangan Raka dalam menyembuhkan Sovia dan perjuangannya menyelesaikan masalah yang silih datang berganti di keluarga kecilnya Raka.

Baca sampai selesai ya ^^
Terima kasih~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asti Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Presdir Jahil Lagi!

...[Beri like dan komen]...

Kini terlihat sebuah mobil berhenti tepat di depan pagar rumah kediaman Welfin. Terlihat Raka keluar dari mobil itu lalu berjalan segera ke dalam rumah. Ia telah diberitahukan dari Willy jika Sovia berada di rumah bukan di perusahaan.

Terlihat ia berjalan tergesa-gesa karena mendengar berita soal Dean dari Willy juga. Ia segera berjalan menaiki tangga lalu tak disangka ia bertemu dengan Pak Sam yang lagi mengawasi para pelayan.

"Pak Sam, bagaimana dengan Dean?" tanya Raka melihat Pak Sam serius.

"Nona kecil, ia sudah baik-baik saja Tuan muda. Tuan tak perlu kuatir, ia sudah tidur dari tadi dan ini berkat Nyonya muda." jawab Pak Sam.

"Huft ... baguslah kalau dia sudah tidur."

Raka merasa lega, ia sangat tahu jika putrinya itu susah ditangani apalagi kecerewatannya berada ditingkat paling atas di rumah itu.

"Kalau begitu, aku pergi melihatnya dulu."

Raka melanjutkan langkahnya ke kamar Dean untuk melihat keadaan putri kecilnya. Pak Sam yang melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala.

"Sifat Tuan muda seketika berubah setelah adanya Nyonya muda. Ia yang dulu begitu dingin dan cuek pada sekitarnya kini berubah drastis menjadi Tuan muda yang perhatian dan penyayang."

Pak Sam pun menutuni tangga melanjutkan tugasnya sebagai asisten rumah.

Sementara di kamar Sovia, ia terlihat gelisah. Kepalanya masih saja sakit dan itu sangat membuatnya tak berdaya dan tak bisa tidur. Sovia pun beranjak dari ranjangnya lalu berjalan ke arah meja. Ia membuka sebuah laci lalu melihat sebuah botol yang berisi obat kapsul yang diberikan oleh Dokter untuknya kamarin.

Sovia pun mengambil gelas berisi air minum di atas meja itu lalu meminum satu kapsul obat itu dengan cepat.

"Argh! Kenapa malah tambah sakit," desis Sovia merintih merasakan denyutan di kepalanya.

"Huft ... baiklah Sovia. Kamu harus tenang dulu jangan pikirkan apa-pun dulu." lanjut Sovia memejamkan mata sambil menarik nafasnya.

"Huft ... tarik,"

"Buang,"

"Hirup,"

"Buang lagi,"

"Huft ... terasa mulai ringan, oke."

Sovia kini mulai tenang, rasa sakit kepalanya perlahan mulai menghilang. Seketika ia tersentak karena seseorang merangkul perutnya dari belakang dan itu ia langsung berbalik.

"Loh, sayang? Kamu sudah pulang?" tanya Sovia heran.

Bukan jawaban yang diterima Sovia, melainkan pelukan hangat dari Raka.

"Sayang, apa hari ini kau baik-baik saja?" tanya Raka balik ingin tahu kondisi Sovia. Ia kuatir Sovia kelelahan mengurusi Dean yang nakalnya minta ampun.

Sovia yang tersipu akibat Raka masih memeluknya, ia pun mendongak sambil menatap wajah Raka.

"Baik, kok sayang." jawab Sovia tersenyum manis semanis gulalipop.

Raka yang melihatnya ia perlahan membelai rambut gelombang Sovia dan perlahan ia segera mencium bibir istrinya itu membuat Sovia tersentak. Rasanya seperti menjilat marsmellow yang sangat manis.

"Emh, sayang lepaskan." Sovia mendorong dada Raka dan akhirnya ia bisa terlepas dari pelukan suaminya itu.

"Kamu, ini masih siang tapi sudah main-main!" cetus Sovia kesal karena Raka tak menciumnya saja tetapi malah mengelus dirinya dan itu membuat Sovia tak dapat menahan sentuhan Raka.

"Jangan marah dong." ucap Raka tersenyum smirt melihat Sovia yang cemberut.

"Hmp, tau ah!"

"Sayang, kan tadi itu hadiah buat kamu." Raka mencentil kening Sovia.

"Auw ... sakit tau!" cetus Sovia kembali.

"Pfft ...." Raka menahan tawanya melihat raut wajah Sovia.

"Ya sudah, sini aku tiup biar tak sakit." lanjut Raka meraih dagu Sovia lalu meniup pelan pada kening Istrinya itu membuat Sovia kembali tersipu.

"Sudah, sudah. Tak usah bucin! Katakan saja kamu mau apa? Kok pulangnya cepat banget?" tanya Sovia melihat dua mata biru di depannya.

"Aku maunya kamu, sayang." jawab Raka perlahan mendekatkan wajahnya ke Sovia.

"Iiih, apa sih." Sovia mendorong wajah Raka. Hatinya dag-dig-dug mendengar jawaban Raka itu.

"Pffft, haha. Kenapa wajahmu selalu seperti kepiting rebus sih." ucap Raka mencubit kedua pipi Sovia akibat merasa gemas melihat pipi Sovia yang memerah. Sovia yang dicubit cuma bisa bermuka cemberut. Cubitan Raka itu membuatnya sedikit kesal.

"Ya, itu karena kamu yang selalu ...." Sovia menghentikan ucapannya tak tahu mau jawab apa.

"Aku selalu apa?" tanya Raka menghentikan cubitannya.

"Ya selalu ...." Sovia mulai berpikir untuk melanjutkan ucapannya.

"Dahlah, pokoknya kamu ini selalu saja membuatku kesal." lanjut Sovia menyilangkan tangan. Raka yang melihatnya cuma bisa senyum-senyum jahil.

"Ya, sudah. Kamu sudah makan, sayang?" tanya Raka membelai rambut Sovia.

"Sudah dong, kalau kamu?" Sovia bertanya balik.

"Belum," jawab Raka tersenyum.

"Ya sudah, sini aku masakan makanan khusus buat kamu." Sovia meraih tangan Raka ingin keluar dari kamar itu. Tapi Raka tak bergerak sama sekali dan bahkan memeluk Sovia dari belakang lagi.

"Sayang, aku mau makan di sini bersamamu,"

"Bagaimana jika kita buat adik untuk si kembar?" lanjut Raka membisikkan hal itu lagi.

"Ish ... kamu ini. Kenapa isi otakmu selalu mesum sih! Hmp!" tolak Sovia melepaskan tangan yang memeluknya.

"Ahaha ... bercanda kok, sayang." tawa Raka merasa puas mengerjai istrinya itu.

"Oh ya, ini ada obat buat kamu. Ini khusus aku ambil dari pembuat aslinya, ini cocok buat kamu untuk mengingat dirimu." lanjut Raka mengeluarkan botol kecil yang berisi beberapa biji obat herbal.

Sovia yang melihatnya, ia langsung menunduk. Ia kini tak ingin mengingat masa lalunya. Hal ini karena masih mengingat ucapan Sulis padanya waktu itu. Jika ia dulu selalu ditindas oleh teman-temannya dan itu pasti sangat menyakitkan baginya.

"Maaf, aku tak mau lagi mengingat ingatanku." ucap Sovia membuat Raka tersentak.

"Tapi, ini bagus juga untukmu sayang. Kenapa kamu sekarang malah berpikir begitu?" tanya Raka merasa mulai kasihan melihat raut wajah Sovia.

"Kata Sulis, dulu aku ditindas dan itu pasti menyakitkan. Aku tak ingin memori jelek itu terbayang-bayang dikepalaku." jawab Sovia nampak mulai menangis membuat Raka semakin terkejut.

"Baiklah, jangan menangis," ucap Raka memeluk kembali Sovia. Ia mulai tak tega jika ingatan Mira yang ditindas waktu kecil hingga dulu akan membuat Sovia frustasi lagi. Raka takut terjadi kembali kepada Sovia.

"Baiklah, gimana kalau kamu tidur saja. Kamu pasti capek." lanjut Raka tersenyum melihat dua mata coklat Sovia.

Sovia cuma mengangguk saja. Ia sangat senang mendapatkan suami yang begitu perhatian dan sayang padanya.

Kini Sovia telah tidur di atas ranjangnya sambil memegang tangan Raka. Ia memang selalu seperti itu jika ingin tidur. Ia berharap jika kehadiran Raka bisa menangkal mimpi buruknya yang sering meneror dirinya di alam bawah sadarnya.

Raka yang melihatnya yang perlahan mulai tertidur, ia tak henti-hentinya memandang wajah Sovia.

"Saat kau menjadi sekarang. Kau begitu murah senyum dan baik. Tidak seperti dulu, saat pertama kali aku bertemu dengamu. Kau begitu dingin dan cuek padaku, bahkan tersenyum saja kau jarang perlihatkan kepadaku dulu. Mira, kamu ini sebenarnya seperti apa? Kenapa bisa-bisanya hal ini terjadi padamu."

Itulah yang kini ada di benak Raka. Memikirkan perbedaan sifat istrinya yang dulu dan sekarang yang sangat jauh berbeda dengan Sovia.

Beberapa saat saja, Sovia akhirnya telah tertidur pulas. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dari luar.

"Maaf, Tuan. Dokter Frans telah datang. Ia meminta saya memberitahukan ini pada Tuan." ucap seorang pelayan.

Raka pun beranjak dari tempat tidurnya, lalu tak lupa memberikan kecupan manis untuk Sovia.

Terlihat Raka berjalan ke arah pintu lalu keluar dari kamar itu.

"Di mana dia sekarang?" tanya Raka pada pelayan lelaki di depannya.

"Dokter Frans ada di bawah Tuan. Dia menunggu di ruang tamu." jawab pelayan itu.

Raka kemudian berjalan ke arah tangga dan ternyata benar Dokter Frans telah duduk di sofa disertai Gio yang juga ikut duduk di samping Ayahnya itu. Terlihat Raka menuruni tangga untuk menghampiri Dokter Frans. Sementara Gio, bocah lima tahun lebih itu mulai celingak-celinguk mencari seseorang, dan tentunya itu pasti Dean.

_____

Bersambung....

Jangan lupa like, komen, vote ya hehe

Terima kasih sudah setia baca. Moga suka❤

Lanjut nggak nih?

1
caca
kayaknya pelaku kecelakaannya pak Hendra sih
arfan
up
Anonymous
Anita lu gk tau diri
Aurora Almera
lanjut kakak
Ana Uhibbuka Fillah
aku mampir thor
Ernita Anggara
thor lia kn profesor... d awal baca dy kn yg membantu si tian Al....
Ernita Anggara
mata merah jangan2 it ayah nya mira. ato saudara ayah nya mira... y kan thor
uhuuuyyy
akyuuu sukaa cerita nyaa...maachii yaa thoor...selamat..karyamu sungguh menarik..hebaatttt😍😘
uhuuuyyy
ooh ikut bahagia thoor😍😍
uhuuuyyy
semakin seru
uhuuuyyy
apakah itu kakaknya mira
uhuuuyyy
haduuh perutku mules ngekek aja
uhuuuyyy
uhuuyyyyu coo cuiiit ..anita n willy😘😘😍😍
uhuuuyyy
haizzzh pasti modus ini si mira n liana n kevin🤭
uhuuuyyy
papa hendra mau menguasai harta keturunan welfin kyk nya
uhuuuyyy
pasti dalang di balik pertengkaran paman Al rachel dan ayahnya welfin adalah papa hendra..
uhuuuyyy
waah pak hendra gk beres niich
uhuuuyyy
ikutan tegang thoor🙈
uhuuuyyy
bahagia nyaa mrk bersatu dan berkumpul lagi😍
uhuuuyyy
berati Raka putra nya tuan Al...makanya Raka sperti tuan Al bisa melihat makluk astral
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!