Di balik topeng emasnya, Azuna menyembunyikan luka masa lalu dan kenangan yang terhapus.
Menjadi mentor Kelas Margery seharusnya hal biasa—sampai ia menyadari bahwa keenam muridnya mencerminkan potongan dari dirinya sendiri: kehilangan, amarah, dan keinginan untuk diterima.
Satu demi satu, rahasia mereka terungkap, menyingkap benang merah yang mengikat nasib mereka dengan perang kuno antara cahaya dan kegelapan.
Dalam dunia di mana sihir dapat menyembuhkan atau menghancurkan, bisakah Azuna menuntun mereka menuju cahaya sebelum dirinya tenggelam ke dalam bayangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herdianti putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
She is My Beloved
Setelah meminta Arashi membawa pergi Hanada, Kini Igarashi memutuskan untuk menghadapi Terry sendiri.
"Apa untungnya bagimu untuk melindungi wanita lemah seperti dia?." Tanya Terry membuka suara.
"Ini bukan soal untung atau bukan Kau tidak bisa menganggap seseorang lemah hanya karena kemampuannya." Igarashi membalas ucapan Terry.
"Apakah kau tidak lelah terus-terusan melindungi dia?." Jujur Terry mulai lelah akan Igarashi yang berusaha untuk melindungi Hanada.
"Lelah atau tidak kau tidak perlu tahu. Kau tidak sepantasnya melukainya hanya karena dendam pribadi yang terjadi diantara ibu kalian." Ujar Igarashi bersiap-siap untuk menyerang Terry.
"Kalian para Overhyme selalu ikut campur." Terry kini menggunakan Riflenya untuk menyerang Igarashi
Igarashi yang tidak mau kalah menyerang Terry dengan panah-panah miliknya.
****************
Di bangku penonton, Lalah hanya memandangi Terry dengan sendu. membuat Ia teringat akan masa kecilnya dengan Terry.
****************
Flashback
Pada saat itu, Lalah sedang bermain bola di sebuah taman di dekat kota Mezzo. tetapi karena dia tidak memperhatikan kekuatannya, Bola tersebut melesat sebuah taman dan Bola tersebut berhenti tepat di kaki seorang anak laki-laki yang sebaya dengannya.
Lalah yang penasaran akan anak itu, memutuskan untuk mendekatinya.
"Hai." Sapa Lalah membuat anak tersebut menoleh kearah Lalah.
Anak tersebut memilih untuk tetap diam dan tidak membalas sapaan Lalah.
walaupun tidak mendapat jawaban, Lalah tetap tersenyum dan mendekati anak tersebut.
"Apakah kau sedang bersedih?." Tanya Lalah yang sekarang telah duduk disamping anak tersebut.
"Bagaimana menurutmu?." Anak itu malah balik bertanya.
"Kata Ibuku, Kita tidak boleh terus-terusan bersedih. Nanti kebahagiaan yang kita dapat Akan pergi." Ucap Lalah kecil.
Anak laki-laki tersebut diam dan kemudian memperhatikan Lalah.
"Aku lupa memperkenalkan diriku. Namaku Lalah."
"Aku Terry"
Sejak saat itu mereka mulai berteman baik hingga sekarang
**************
Pada saat itu, Lalah, sedang pergi mengunjungi Terry dan mengajak terry bermain. Tetapi ia melihat orang - orang dirumah Terry yang berkumpul.
"Aku ingin Rossa yang menjadi pemimpin Ras Emolia." Ucap salah seorang emolia
"Tetapi. Dia sudah memutuskan untuk pergi bersama suaminya. Untuk apa mempertahankan dirinya." Tegas salah seorang anggota Emolia yang lain.
"Bagaimana kalau kita ganti dengan Irina. Dia cukup kuat lebih kuat dari Rossa?." Usul Salah seorang Emolia.
"Rossa memang lemah dari Irina. Tapi dia lebih dewasa dan lebih pandai dalam menghadapi masalah ketimbang Irina." Kata Seorang Emolia yang bersikukuh agar Rossa dipilih menjadi pemimpin Emolia.
"Tapi seperti yang sudah kita ketahui. Rossa menolak dan dia malah memilih untuk meninggalkan Kota Mezzo." Balas Emolia yang mengusulkan Irina.
Lalah yang mendengar tidak sadar bahwa Terry sudah ada di sampingnya.
"Ada apa?." Tanya Terry bingung
"Tidak ada apa-apa. Ayo main." Balas Lalah sambil mengajak Terry pergi.
*************
Beberapa hari kemudian. Lalah melihat perempuan bernama Irina sedang berlatih habis-habisan. Wanita itu cukup kuat. Tetapi entah kenapa, dia sepertinya memaksakan dirinya sendiri hingga terluka begitu parah.
"Sekali lagi!!."
"Baik."
Mereka terus berlatih hingga sang wanita terjatuh.
"Berdiri."
"Kalau kau segini saja tidak bisa. Kau tidak akan pantas menjadi pemimpin Emolia."
"Maaf."
Lalah tidak paham Entah kenapa tatapan pria tersebut sepertinya menyatakan ketidaksukaan. Entah dia tidak suka kalau wanita bernama irina itu lemah. Atau.....
Dia tidak suka kalau Irina masih bertahan akan serangannya.
************
Berhari-hari kemudian. Ketika dia akan bermain dengan Terry lagi, dia melihat sesuatu yang tidak biasa. Dia melihat orang-orang bertajuk hitam. Dan ketika dia masuk, Lalah melihat terry menangis jasad seorang wanita.
"IBU. IBU. IBUUUUU." Isak Terry yang menangis melihat wanita tersebut. Wanita tersebut adalah wanita yang beberapa hari yang lalu berlatih hingga sakit.
Samar-samar baik lalah dan terry mendengar seseorang yang mulai membahas tentang penerus lagi.
"Bagaimana?."
"Sudah jelas Rossa."
"Tapi."
"Jika dia tidak mau maka putrinya atau putranya."
Lalah merasa iba melihat Terry yang sedang kesusahan malah mereka membahas masalah penerus.
'Suatu saat akan kuhabisi Wanita itu beserta anaknya.' Lalah kembali tersentak mendengar apa yang diucapkan oleh Terry dalam hatinya
End Flashback
****************
"Kau terlalu memaksakan dirimu sendiri, terry." Ujar Lalah Iba. Sambil memantau pertarungan Terry dan Igarashi.
****************
"eugav eénnosiopme"
Ombak racun milik Terry segera dikerahkan agar mampu melumpuhkan Igarashi.
"Nogard ed cegla"
Dengan menggunakan naga es miliknya, Igarashi setidaknya mampu membekukan ombak racun milik Terry.
Igarashi kemudian melompat dan berdiri diatas ombak racun yang membeku tersebut.
"Kau tahu. Seorang lelaki tidak boleh membuat seorang perempuan sedih. Apalagi dia yang masih satu keluarga dengan kita semua." Ucap Igarashi pada Terry.
"Tahu apa kau tentang kami?." Terry yang tidak terima dengan setiap perkataan Igarashi membalas perkataan Igarashi dengan perasaan marah karena Igarashi selalu ikut campur.
"Aku memang tidak tahu apa yang terjadi pada kalian. tetapi, permasalahan orang tua adalah permasalahan mereka bukan tanggung jawab seorang anak." Igarashi kemudian turun dengan cara berseluncur dan menyerang Terry dengan anak panahnya.
"Apa yang begitu membuatmu ingin melindungi dirinya?." Tanya Terry yang menembakkan riflenya membabi-buta.
Namun Igarashi memilih untuk tetap diam. Selain karena Hanada adalah sahabat kecilnya, dia memiliki alasan lain untuk melindunginya.
****************
Flashback
Igarashi sedang diajak ibunya untuk membeli bahan ramuan.
"Ibu kita mau kemana?." Tanya Igarashi kecil penasaran
"Ke toko tanaman yang baru buka sebulan yang lalu." Jawab Mizumi sambil menggandeng Igarashi kecil.
"Kenapa mengajakku ikut?."
"Ibu rasa kamu akan dapat banyak teman kalau kamu bermain dengannya."
"Aku sudah punya banyak teman." Walaupun berkata begitu, Igarashi hanya punya tiga teman: Sasuke, Sakuraba, dan Akiko.
"Ibu tahu. Tapi tidak ada salahnya kamu menambah teman bukan, lagipula anak penjual itu sebaya denganmu."
*************
"Selamat siang."
"Selamat siang."
"Mau beli apa?."
"Aku ingin membeli peppermint, daun serai, serta kumis kucing."
"Baik. Tunggu sebentar. Hanada" Panggil Wanita berambut merah tersebut.
Hanada?. Sepertinya Igarashi pernah dengar nama itu. Tapi dimana?.
"Baik." Ujar Hanada kemudian berlari menemui ibunya.
Ketika Hanada keluar, ia melihat Igarashi yang sedang duduk melihat tanaman tersebut.
"Kau." Teriak Igarashi kaget saat melihat Hanada.
"Kamu Igarashi-kun, bukan?." Tanya Hanada mengingat Igarashi yang pernah menolong Hanada.
"Kalian sudah saling kenal?." Tanya Mizumi penasaran.
"Kalau begitu bagus, bukan. Kalian bisa bermain bersama-sama." Saran Rossa yang bahagia karena Hanada memiliki teman baru.
**************
Semenjak saat itu, Hanada semakin dekat dengan Igarashi, dari Igarashi juga, dia mengenal Akiko, Sasuke, dan Sakuraba. Ia juga memperkenalkan Zakuro pada mereka. Dan secara mengejutkan bagi Hanada, Zakuro adalah sepupu sasuke.
Mereka bersekolah di sekolah yang sama. Dan berkat kemampuannya. Igarashi menjadi sangat populer dikalangan wanita. Namun entah kenapa, sebanyak apapun wanita yang berusaha untuk mendekati Igarashi, Igarashi sepertinya hanya menyukai Hanada seorang. Sehingga membuat gadis-gadis lain cemburu dan berusaha untuk menyingkirkan Hanada.
*********************
Hari ini Igarashi dan Hanada sedang dalam perjalanan ke kantin. Tetapi, karena tidak nyaman dengan pakaiannya, Igarashi Meminta Hanada untuk menunggunya di depan toilet. sementara dia membenarkan pakaiannya.
"Hanada kamu tunggu di sini ya. aku mau membetulkan bajuku dulu." Ucap Igarashi yang dijawab dengan anggukan oleh Hanada. Igarashi kemudian segera menuju ke toilet laki-laki.
Tidak lama kemudian, Beberapa orang anak perempuan bergerombol mendekati Hanada.
"Lihatlah Ayumu. Anak ini sendirian." Kata salah seorang anak perempuan yang memandang sinis Hanada.
"Kau benar Minako." Balas Anak perempuan bernama Ayumu.
Hanada tetap diam dan tidak berusaha untuk membalas mereka.
"Hei Kau." Panggil Seorang anak bernama Linda menjambak rambut Hanada.
"Jangan pernah dekat-dekat dengan Igarashi-kun. kau mengerti." Sheila memperingatkan Hanada. tetapi Hanada tidak mendengarkan karena dia Berusaha menahan sakit.
"S-Sakit." Rintih Hanada yang berusaha lepas dari jeratan Anak-anak perempuan tersebut.
"IKUT KAMI." Perintah Ayumu sambil menggiring Hanada ke toilet Perempuan. disana mereka menyiram Hanada dengan Air kemudian menguncinya dari luar.
Mereka kemudian tertawa tanpa menyadari bahwa Igarashi memperhatikan mereka dari kejauhan.
Setelah mereka pergi, Igarashi kemudian membuka kunci pintu kamar mandi perempuan dan menemukan Hanada yang basah kuyup akibat Anak-anak perempuan tadi.
Igarashi kemudian membawa Hanada keluar dan mereka berpapasan Akiko dan Zakuro.
"Hanada."
"Kata-Chii."
Akiko dan Zakuro berteriak secara bersamaan.
"Bawakan dia handuk." Perintah Igarashi yang langsung direspon oleh Zakuro. Zakuro kemudian berlari menemui Miss Sarah dan juga sebuah handuk untuk mengerikan tubuh Hanada.
"Hanada-Chan. Kau tidak apa-apa?." Tanya Miss Sarah pada Hanada.
Namun Hanada tidak menjawab. Dia tidak mau merepotkan teman-teman serta gurunya.
"Miss Sarah. Aku izin membawa Hanada pulang." Ujar Igarashi sambil mengajak Hanada pulang.
****************
Sesampainya dirumah Hanada. Hanada segera dibawa masuk oleh ibunya ke kamarnya.
"Maaf." Kata Igarashi tiba-tiba. Ibu Hanada yang bernama Rossa kemudian menoleh kearah Igarashi.
"Kenapa Igarashi-kun meminta maaf?." Tanya Rossa yang bingung dengan sikap Igarashi.
"Karena aku, Hanada menjadi korban bullying." Sesal Igarashi.
"Ini bukanlah kesalahan Igarashi-kun. Memang Kecemburuan adalah sebuah hal yang lumrah. Tetapi, aku tidak akan memarahi Igarashi-kun atau Hanada-Chan. karena ini bukan kesalahan kalian." Kata Rossa berusaha menghibur Igarashi. tetapi sepertinya Igarashi masih merasa bersalah pada apa yang terjadi.
"Baiklah kalau Igarashi masih terus-terusan merasa bersalah, maka itu bukanlah sebuah hal yang baik. Hanada-Chan tidak mau adanya kekerasan dan perkelahian. makanya dia selalu memilih untuk diam. Jadi sebagai gantinya. Jagalah Hanada semampumu. kau tidak perlu memaksakan dirimu." Pinta Rossa lembut.
"Baiklah." Ucap Igarashi Pelan.
***********
Semenjak saat itu, Igarashi selalu overprotective terhadap Hanada, bahkan ia nekat melukai siapapun yang berusaha untuk melukai Hanada.
End Flashback
****************
Dengan keinginan yang kuat dan janjinya pada Rossa, Igarashi tidak akan menyerah.
"Kau benar-benar penggangu. sebaiknya kau mati saja. ellab eénnosiopme." Peluru beracun berhasil ditembakkan oleh Terry.
Namun Igarashi yang kemarahannya sudah memuncak, menyerang Peluru Terry dengan panahnya hingga Peluru tersebut hancur.
"Aku akan memberikanmu pelajaran padamu yang selalu merendahkan orang lain." Ujar Igarashi sambil memutar anak panahnya.
"sengiv ed Cegla"
Igarashi menembakkan anak panahnya ke lantai didekat Terry. Seketika itu juga, tanaman menjalar yang terbuat dari es muncul dan membelit tubuh terry.
"merasa kedinginan?." Ejek Igarashi pada Terry.
Terry berusaha melawan. tetapi apa daya dia tidak mampu melawan hawa dingin dari es yang dihasilkan oleh Igarashi.
"Ini adalah yang terakhir." Ucap Igarashi sambil mengarahkan panahnya keatas.
"Eiulp ed seroêtêm ed cegla." Igarashi melepas anak panahnya ke sebuah portal dimana Anak panah Igarashi menghilang kini muncul tepat di atas Terry menghujani Terry dengan panah-panah es.
Walaupun panah tersebut tidak membunuh Terry, tetapi dengan keadaan seperti ini, Terry sudah bisa dinyatakan telah gagal.
"Baiklah. Pemenang dari pertandingan ini adalah: Igarashi dari Kelas Margery." Umum Reva.
Reva hanya menyebutkan Igarashi sebagai pemenang dikarenakan Hanada telah kalah pada saat pertengahan pertandingan dan Arashi tidak melanjutkan pertandingan karena membawa Hanada pergi.
****************
Di sebuah ruangan di Rumah Sakit Kota Rella, Seorang anak laki-laki berambut ungu datang mengunjungi teman perempuannya yang terbaring lemah akibat racun.
"Maaf aku terlambat." Ucap Igarashi sambil meletakkan Bunga Mawar merah di meja yang berada di dekat tempat tidur pasien.
Dia kemudian menyibakkan poni milik Hanada kemudian mencium kening Hanada.
"Rest well. Red Rose." Kata Igarashi dengan senyum teduh diwajahnya.
TBC
Es bisa seimbang kalau jumlahnya banyak dan ketebalannya tinggi
Ini tipo 😅😅
Apa lagi coba
Kalo ada di sana aku ambil rotinya lagi aku jejelin ke mulutnya nih