NovelToon NovelToon
Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Perjodohan / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:555.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: R.F

Hadi Wijaya
"Gadis kecil, ciuman pertamamu nanti pertemuan ketiga kita." Mengandung
Adegan ***
Riana Renata
"Dasar pria gila."

Riana adalah Kristiani, dia adalah Gadis kecil yang Hadi cinta hingga saat ini, tapi sayangnya Riana hilang ingatan, kristiani tidak mengingat siapa pun selain namanya sendiri. Mereka di pertemukan kembali dalam sebuah ikatan pernikahan, yang mereka tau pernikahan itu hanya sebuah kontrak, tapi ternyata sebuah perjodohan. Hadi dan Riana sama-sama saling mencintai, walaupun mereka belum mengetahui siapa orang yang mereka nikahi. Apa Hadi akan mempertahankan istrinya, atau dia memilih tunangannya, orang yang membatalkan pernikahan hanya untuk karirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 22 Kontrak perjanjian

Setelah beres mandi, Riana langsung berjalan ke luar kamar mandi, lalu ia berdiri di depan pintu kamar mandi sambil menatap suaminya yang duduk di atas ranjang sambil memainkan ponselnya

"harus bagaimana aku, perjanjian kontrak pernikahan apa yang harus aku tanda tangani."

Riana masih terus saja berpikir, ia sangat bingung. Hadi yang sedang memainkan ponselnya, lalu ia melirik ke arah kamar mandi, ia melihat istrinya yang memiliki perasaan bingung, lalu ia langsung menyuruh istrinya untuk mendekat

"gadis kecil, kemarilah aku akan memberi kontrak perjanjian kita, kenapa kau hanya berdiri di situ."

"baik."

Setelah menjawab ucapan suaminya, Riana langsung berjalan mendekati suaminya, dengan suasana hati yang sangat takut, hingga ia sampai di depan suaminya. Hadi langsung mengambil maf yang isinya surat perjanjian kontrak pernikahan, lalu ia langsung memberinya pada istrinya

"bacalah dulu."

"baik."

Riana langsung mengambil maf yang di serahkan oleh suaminya, lalu ia langsung membuka maf itu, ia langsung membaca surat perjanjian itu. Pihak A Hadi Wijaya. Pihak B Riana Renata. Pihak A tidak akan ikut campur dengan urusan pihak B. Pihak B tidak boleh ikut campur dengan urusan pihak A. Pihak B tidak boleh menyentuh pihak A, yang boleh menyentuh hanya pihak A pada pihak B, dan pihak B, akan di penuhi seluruh kebutuhanya perbulan mendapatkan uang saku 15 juta, pihak B harus melakukan tugasnya sebagai seorang istri, tidak boleh ikut campur dalam percintaan pihak A. Setelah membaca surat perjanjian itu, dada Riana benar-benar sakit, ia sekarang sudah seperti Gadis murahan, karena membaca pihak B tidak boleh menyentuh pihak A

"siapa juga yang akan menyentuhmu, tapi ini benar-benar sulit untuk di pahami, bagaimana kau dia ingin menyentuhku, dan meminta haknya sebagai suami?, Riana kau tidak perlu memikirkan itu untuk sementara, tapi bagaimana kau dia nanti benar-benar menginginkan itu?, tidak. Aku tidak boleh menyetujui itu, aku harus berani bilang pada pria dingin ini, kalau itu tidak adil, dan aku ingin mengubahnya tidak ada kontak pisik dalam rumah tangga kita."

Setelah berpikir, lalu Riana memberanikan diri untuk mengatakan kalau keberatan dalam kontrak perjanjian itu

"itu, hmm aku boleh mengajukan permintaan keberatan tidak?"

Hadi yang mendengar pertanyaan istrinya, ia langsung emosi karena ia pikir uang bulanannya kurang, untuk itu ia langsung emosi

"gadis kecil, sudah bagus aku memberimu 15 juta perbulan, kau masih mau mengajukan keberatan, benar-benar gadis aneh!"

Setelah mendengar jawaban suaminya, Riana langsung menunduk, ia sangat takut dengan suara dingin suaminya dan tatapan sinis suaminya, tapi Rian mencoba memberanikan diri lagi untuk berbicara, karena itu bukan maksud perkataannya, entah kenapa suaminya itu seperti sedang merendahkannya, tapi tidak bisa di bohongi, walaupun ia sangat takut pada suaminya, ia masih memiliki kenyamanan, membuat Riana berani untuk berbicara lagi

"aku tidak minta uang sepeserpun darimu, aku hanya minta di dalam pernikahan kita tidak ada kontak pisik."

Setelah mendengar ucapan istrinya, Hadi langsung menggeleng-gelengkan kepalanya, ternyata dugaan itu salah, lalu ia langsung menjawab ucapan istrinya

"boleh saja, hanya saja di saat ada orang yang sudah mengetahui pernikahan kita, kita harus memiliki kontak pisik seperti pegangan tangan."

"baik terimakasih, boleh aku meminta satu syarat lagi?"

Hadi mulai kesal dengan istrinya, ia menghela nafas berat, setelah itu langsung menjawab pertanyaan istrinya

"apa lagi?"

"boleh aku memiliki hubungan dengan pria lain, seperti hubungan sebatas pacaran?"

Setelah mendengar pertanyaan istrinya, Hadi semakin kesal, ia mengingat saat itu, saat istrinya yang akan bunuh diri karena seorang pria, tapi sekarang istrinya itu masih saja belum kapok, lalu Hadi langsung menjawab pertanyaan istrinya

"boleh saja, hanya saja kau tidak boleh pacaran di tempat umum, bagaimana pun juga, sekarang kau adalah seorang istri dari tuan muda Wijaya, jadi kau jangan sampai mempermalukan aku, kau boleh pacaran sepuasnya setelah kontrak pernikahan itu selesai."

"baik, terimakasih."

Hadi yang mendengar ucapan istrinya, yang tidak pernah memanggilnya dengan sebutan apa pun, lalu ia langsung bertanya pada istrinya

"kau kenapa?, kenapa tidak memanggilku?, kenapa kau masih saja sangat formal?"

Riana yang mendengar pertanyaan suaminya, ia langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia memang bingung harus memanggil suaminya dengan sebutan apa, apa lagi pernikahan itu hanya sebuah kontrak, di tambah lagi dengan usia yang berbeda jauh. Hadi yang melihat istrinya hanya menggaruk-garuk kepala, lalu ia langsung bertanya lagi

"Kenapa kau hanya diam?"

"aku bingung harus memangilnya dengan sebutan apa."

"terserah kau saja, yang penting jangan pernah memanggilku dengan sebutan tuan muda."

"baik om."

Setelah mendengar jawaban istrinya, Hadi langsung menghela nafas berat karena mendengar panggilan om lagi, ia ingin sekali marah setiap di panggil om, tapi lagi-lagi mulutnya seperti terkunci, entah kenapa Hadi juga tidak tau, tapi setiap melihat gadis yang sekarang menjadi istrinya, ia merasakan kenyamanan yang belum jelas, entah kenapa kenyamanan itu sama persis dengan Kristiani, membuat Hadi tambah sedih, lalu Hadi langsung mengambil maf dari istrinya, ia menyorot kalimat yang tidak di inginkan oleh istrinya, lalu menambahkan kalimat yang di inginkan oleh istrinya, setelah selesai Hadi langsung menyuruh istrinya untuk tanda tangan

"sekarang kau tanda tangani surat perjanjian ini."

"baik om."

Riana langsung menyorot tulisan yang 15 juta perbulan, setelah itu langsung menanda tangani surat perjanjian itu, setelah selesai ia langsung memberikannya pada suaminya. Hadi langsung mengambil surat perjanjian itu, ia melihat uang bulanannya yang di coret, lalu ia memutuskan untuk bertanya pada istrinya

"kenapa kau mencoret uang bulanmu?"

"aku tidak ingin menerima uang tanpa bekerja, dan aku masih bisa mencari uang untuk diriku sendiri."

"kau lebih baik terima uang pemberianku."

"tidak, aku masih memiliki harga diri, aku tidak akan pernah menerima uang itu."

Setelah mendengar jawaban istrinya, Hadi langsung tersenyum sinis pada istrinya

"kau masih bilang memiliki harga diri?, jelas-jelas kau menukar tubuhmu hanya untuk melunasi hutang, kau tidak perlu munafik, jika aku menginginkan tubuhmu, tentu kau juga tidak bisa apa-apa, kau hanya bisa pasrah, jadi jangan pernah mengatakan memiliki harga diri."

Riana yang mendengar ucapan suaminya, ia sangat sedih, memang sekarang ia seperti gadis yang tidak memiliki harga diri, karena harus terjerat dalam pernikahan kontrak hanya untuk melunasi hutang, tapi ia sama sekali tidak tergiur dengan uang yang di berikan oleh suaminya, ia juga menikah kontrak karena terpaksa, ia tidak ingin kaka nya yang mendapatkan caci maki dari keluarga Wijaya, apa lagi dengan pria yang sekarang di hadapannya, dia begitu sombong dan sangat merendahkan

"kau menang memiliki harta berlimpah, apa lagi memiliki jabatan menjadi CEO, itu sudah pasti sangat sombong, seperti pria yang sekarang, aku juga tidak pernah menyangka, pria yang di hadapanku itu sangat sombong"

Riana terus saja berpikir ucapan suaminya sambil menundukkan kepala, ia mencoba untuk menahan air mata yang sudah siap mengalir, setelah mendengar ucapan suaminya

1
Atien Rukaesih
mn berantem aja kpn akurnya
chika
bagus
Iqbal Ika
bgus
Via
terlalu caldis huhhh curiga Aan aj orang juga males dicurigain aj mah
Mega Siregar
semangat ya 😄👍
jangan lupa mampir ya 😄👍
anggita
Washington group.. Wijaya group
ayu
bagus..
Putri Shope
bagus
Lenkzher Thea
The and ya thor
Lenkzher Thea
Semangat
Nafi' thook
yah...ditunda lagi deh
Nafi' thook
tak kasih bunga dulu ...nanti kalau rajin tak tambah hehe
R.F: kmn j ch
total 1 replies
Melati Afita
sangat istimewa ceritanya meski kadang ada salah ketik huruf. Teruslah berkarya
R.F: mksh kaka
total 1 replies
ardian
semsngat
Noor hidayati
Ayo Up lagi thor lama tak up kan thor🤦‍♀️🤣
Nafi' thook: ayo semangat up lagi dong
total 2 replies
@Kristin
Hay mampir ya Thor 🤗
Betty Nurbaini
ko lisa
anggita
👌👌
S_P astuti
nyicil like plus baca
Aumy Re
hadir lagi thor
aku lanjut mampir baca
semangat selalu🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!