Putih abu-abu alias SMA disebut-sebut sebagai masa yang paling indah. Wajar saja, SMA adalah tiga tahun terakhir merasakan duduk di bangku sekolah.
Masa-masa peralihan dari remaja menuju dewasa. Adapula yang mengatakan masa-masa pencarian jati diri.
Bahkan mungkin di sinilah tempat kita pertama kali mengenal cinta. Masa SMA memang penuh lika-liku remaja, dari cerita cinta, persahabatan, kekonyolan, hingga kenakalan.
Waktu terus berjalan, setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Banyak cerita-cerita yang akan terus terkenang.
Banyak momen-momen keindahan yang telah tercipta di sekolah kesayangan, tentang kebersamaan, persahabatan bahkan tentang percintaan.
Semua tertuang menjadi satu cerita yang begitu indah. Inilah kisah CINTA SMA seorang siswi SMA bernama Sinta Cahaya bersama sahabatnya dan kisah cintanya.
Yuk simak ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febti Sela Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Datang perusuh
" Dit, uda selesai merekamnya..?" tanya Sinta.
" Ck..ck..ck. maaf ya Sin. Aku gak mau melewatkan momen ini. Aku ambil video buat dokumen pribadiku. Kalau ku share wajah cantikmu bisa tersebar dimana-mana..!" gumam Dito dalam hati.
" Belum Sin, sudah kamu bikin kue aja. Gak usah mikirin video yang sedang aku shoot nanti malah bantet kuenya" ujar Dito tertawa kecil
Sinta pun melanjutkan bikin adonan kue bolu yang ke lima.
" Dit, tolong layanin ya. Ada yang datang.." ucap Sinta menyuruh Dito melayani pembeli yang datang ke toko.
Sinta yang sedang menggunakan mixer tak menghiraukan siapa yang datang. Tiba-tiba ada suara perempuan yang menghampiri Sinta.
" Oh, jadi Dito cuma disuruh jadi pelayan di toko kecil ini. Kok kamu betah aja sih Dit lama-lama disini, sumpek tau.." sindir perempuan yang belum Sinta lihat wajahnya.
Dan Sinta mengangkat kepalanya dan ternyata itu Mira.
" Eh Mira, ada apa? " tanya Sinta.
" Mir, sebaiknya kamu lekas pergi dari sini " usir Dito sambil menarik lengan Mira.
" Ih, Dito kamu seharusnya --- " ujar Mira yang di dekap mulutnya oleh Dito lalu di ajak keluar toko.
Mereka berdua pun keluar toko dan saling beradu mulut. Entah apa yang mereka bicarakan, Sinta tidak mau ikut campur.
Seketika Mira pun pergi meninggalkan Dito, lalu Dito pun langsung menghampiri Sinta.
" Kok Mira tau kamu disini Dit..? " tanya Sinta yang penasaran.
" Dia pasti tau dari Kak Melly" sahut Dito dengan nada sedikit kesal.
" Maaf Dit, aku menyesal jika harus mengganggu hubunganmu dengan Mira." ungkap Sinta
" Menyesal kenapa, aku dan Mira gak pernah ada hubungan Sin. Percayalah padaku.." tutur Dito serius.
" Tapi kakakmu bilang kamu telah dijodohkan oleh Mira" sahut Sinta yang sedang menakar tepung.
" Kak Melly...!" kesal Dito sembari mengepalkan tangannya menahan emosi.
Lalu Dito mendekati Sinta sembari membungkuk dihadapannya.
" Sin, percayalah bahwa kamu adalah wanita yang pertama kali aku suka. Sejak pertama melihatmu aku langsung tersenyum lepas seperti tanpa beban. Ya, senyum itu yang selalu aku tampilkan hanya padamu saja. " jelas Dito.
Lalu Sinta berpikir harus bagaimana. Sebelumnya banyak lelaki yang menyatakan perasaan padanya tetapi hanya melihat kecantikannya. Dan mereka pun menjauh disaat Sinta memberikan syarat harus menunggu sampai lulus SMA. Lain dengan Dito yang mau menunggu dirinya dan dia pun selalu mendukungnya.
" Sudah Dit, kamu membuat aku malu saja.." ucap Sinta seraya menutup muka dengan kedua telapak tangan.
" Kak Melly suka dengan sepupu Mira, makanya kak Melly menyuruhku untuk menyukai Mira ." ungkap Dito.
" Mungkin itu salah satu syarat agar kak Melly bisa kenal dengan sepupunya Rio. " jelas Dito.
" Oh begitu..." ujar Sinta.
" Aku tahu, hubungan kita mungkin akan sedikit rumit dengan kehadiran mereka. Tapi pelan-pelan aku akan bisa mengatasinya.." seru Dito.
" Dit, apa kita bisa mulai belajar..? Adonan ku sudah di masukkan ke oven hanya tinggal menunggu matang." ucap Sinta.
" Sudah, aku tunggu di meja ya. Oh iya, aku membeli buku-buku ujian matematika dan rumus-rumus lengkap..." ujar Dito.
" Kan ada google Dit, repot amat beli buku segitu banyak.." gerutu Sinta dengan suara kecil.
" Aku dengar Sin,," sahut Dito.
" Opss...." ketus Sinta.
" Kalau mau pintar ya harus banyak membaca, mengingat dan menghafal" ucap Dito memberi nasihat.
" Iya, bos.." sahut Sinta sambil mengangkat dua jari kearah kening.
-
-
Dukung terus karya author dengan cara like, vote dan berikan komentar.
mari saling mendukung,
singgah di karya ku juga ya kak
"Transfer Student"
Di sini ramai bgt ya❤️❤️