NovelToon NovelToon
Gawat! Aku Punya Anak Dari Musuh Sendiri!

Gawat! Aku Punya Anak Dari Musuh Sendiri!

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Karena terlalu lelah dengan urusan skripsi, Ayara pingsan dan saat terbangun Ayara mendapati dirinya berada dikehidupan dimasa depan.

Dimasa depan Ayara menikah dan bahkan sudah memiliki seorang anak laki-laki tampan, tetapi yang membuat Aya ingin pingsan kembali adalah Ayara menikah dengan musuhnya saat di bangku kuliah, pria tampan bernama Guzelar adalah suaminya dimasa depan.

Guzelar pria tampan yang suka menghinanya dan mengatainya wanita tidak benar karena saat di bangku kuliah Ayara suka gonta-ganti pacar hampir setiap hari, bagaimana bisa dimasa depan Guzelar menjadi pria yang lembut dan manja serta bucin padanya?.

Bagaimana Ayara bisa mengatasi semuanya dimasa depan? Menghadapi Guzelar versi bucin dan menerima fakta jika mereka sudah memiliki anak? Ikuti terus perjalanan Ayara dimasa depan! Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kisah Masa Kuliah

Ayara perlahan mengerjapkan kelopak matanya begitu sadar dari tidur lelap. Sembari mendudukkan diri, ia mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan dengan perasaan heran. Tempat ia berbaring sama sekali bukan kamarnya di mansion, melainkan sebuah ruangan asing yang minimalis. Namun, begitu indra penciumannya menangkap aroma parfum khas yang sangat ia kenal, aroma maskulin milik Guzelar ketegangan di pundaknya langsung menguap seketika, berganti rasa rileks.

​Kamar istirahat pribadi itu berukuran cukup luas dan nyaman. Sejauh mata memandang, hanya ada ranjang king-size, lemari pakaian besar, dan sebuah televisi layar datar yang menempel di dinding.

​Merasa pikirannya jauh lebih jernih, tenang, dan terkontrol dibanding hari-hari sebelumnya, Ayara memutuskan untuk beranjak turun. Ia melangkah mendekati pintu kayu bercat gelap di sisi ruangan, lalu memutarnya perlahan.

​Cklek.

​Begitu pintu terbuka, pemandangan pertama yang menyapa netranya adalah sosok Guzelar. Pria itu tengah duduk di sebuah kursi kerja megah berbalut kulit hitam mahal, tampak sangat fokus menulis sesuatu di atas kertas di hadapannya.

​Mendengar suara decitan pintu, Guzelar spontan menoleh. Wajah tegangnya langsung melunak, berganti senyuman lebar begitu mendapati sang istri berdiri di ambang pintu.

​"Sudah bangun, Sayang? Apa perutmu lapar?" tanya Guzelar lembut. Pria itu langsung bangkit dari kursinya, berjalan cepat menghampiri Ayara, dan langsung membawa wanita itu ke dalam dekapannya yang hangat.

​Ayara membiarkan dirinya dipeluk, lalu mendongak menatap sekeliling ruangan kerja suaminya.

"Kita sebenarnya sedang berada di mana ini?" tanya Ayara penasaran.

​Guzelar merenggangkan pelukannya sedikit, tersenyum bangga dengan dagu terangkat sombong.

"Di ruang kerjaku, Kantor Pusat Maximilian Group. Bagus kan, Sayang?" pamer Guzelar terang-terangan.

​Ayara terpukau. Ia kembali menatap interior ruangan kerja Guzelar yang super mewah, elegan, dan luas itu dengan tatapan takjub.

"Kamu... kamu ini beneran seorang pengusaha sukses, ya? Kamu CEO beneran?!" pekik Ayara takjub dengan mata berbinar-binar.

​"Tentu saja! Bagaimana menurut penilaianmu tentang suamimu ini, Hah?" tanya Guzelar bangga, memasukkan satu tangan ke dalam saku celananya dengan gaya arogan yang sengaja dibuat-buat.

​"Wahhh... Aku benar-benar tidak menyangka kalau di masa depan kamu bisa jadi sesukses ini!" seru Ayara kagum.

"Memang sih, semasa kuliah dulu kamu sudah terkenal kaya raya tujuh turunan, tapi tetap saja aku tidak menyangka kamu bisa sekaya dan sekeren ini!"

​Mendengar pujian itu, senyuman lebar terkembang di bibir Guzelar. Namun, kegembiraan itu tidak bertahan lama karena setelahnya Ayara mendadak melipat tangan di dada, menyipitkan mata tajam ke arah suaminya.

​"Tapi kan ya, percuma saja kamu kaya raya kalau dulu saat kuliah kelakuanmu menyebalkan! Mulutmu itu tajam banget kayak silet, dasar pria tidak punya hati!" cibir Ayara blak-blakan sambil nyerocos tanpa henti.

​Guzelar seketika terdiam di tempatnya, skakmat.

​Di dalam hatinya, Guzelar mendadak berpikir cepat. "Jangan-jangan... istriku ini hanya mengingat memori masa-masa kuliah saja? Makanya akhir-akhir ini dia hobi banget mengomel dan kesal padaku?" batin Guzelar cemas.

Tapi, sedetik kemudian ia merenung kalau Ayara hanya mengingat masa kuliah dan melupakan tragedi mengerikan kecelakaan serta kehilangan bayi mereka, maka bagi Guzelar itu adalah hal yang jauh lebih bagus. Biarlah Ayara kesal padanya karena masa lalu yang menyebalkan, asal wanita itu tidak tersiksa oleh trauma beratnya.

​"Dulu ya, kamu itu bahkan hobi banget meludah di depanku kalau ketemu di kampus!" protes Ayara sengit, menatap Guzelar dengan sorot mata menuntut penjelasan.

​Guzelar kontan salah tingkah. Pria mapan itu berdehem pelan, mengusap tengkuknya dengan wajah yang mendadak memerah padam menahan malu.

​"Ehemm... Itu kan... ya ampun, itu cuma caraku supaya kamu mau melirikku, Sayang," bela Guzelar malu-malu kucing.

"Dan syukurlah, cara itu ternyata berhasil membuatmu mengingatku terus, kan?"

​Mengingat masa lalu itu, ingatan Guzelar berputar kembali ke tahun-tahun awal perkuliahan. Sejak hari pertama ospek, Guzelar sebenarnya sudah jatuh cinta setengah mati pada Ayara. Saat itu, ia melihat Ayara dengan berani maju membela dan menolong seorang mahasiswi dikucilkan hanya karena mengenakan pakaian lusuh yang tidak layak pakai.

​Melihat keberanian dan kebaikan hati gadis itu, Guzelar langsung terpikat. Namun, betapa terkejutnya ia saat mendapati bahwa gadis pemberani itu ternyata gemar bergonta-ganti kekasih bahkan hampir setiap hari berganti pasangan.

​Guzelar yang cemburu buta setengah mati sangat berharap bisa dipacari oleh Ayara waktu itu. Sayangnya, Ayara sedikit pun tidak pernah menoleh atau melirik ke arahnya. Padahal, sebagai pria tertampan, terkaya, dan paling dipuja di kampusnya, semua wanita antre mendambakannya.

​Puncaknya adalah ketika Guzelar tak sengaja memergoki Ayara tengah berciuman dengan kekasihnya di tangga kampus. Rasa cemburu dan amarahnya meledak tak terkendali. Demi menutupi rasa sakit hati dan mencari perhatian, Guzelar sengaja bersikap ketus, mengatai Ayara sebagai wanita tidak benar, bahkan meludahi lantai di dekatnya agar Ayara marah besar.

​Dan benar saja, Ayara langsung membencinya setengah mati. Bagi Guzelar, tidak masalah dianggap sebagai musuh bebuyutan, yang penting nama dan sosoknya selalu ada di dalam kepala Ayara. Bertahun-tahun ia melakoni peran sebagai pria menyebalkan itu, hingga hari wisuda tiba, di atas podium kehormatan, di luar dugaan Ayara justru datang menyatakan perasaan sukanya. Tanpa membuang waktu sedetik pun, Guzelar langsung menerimanya.

​Meskipun belakangan ia baru tahu bahwa ungkapan cinta itu ternyata hanyalah bagian dari taruhan konyol Ayara dengan sang kembaran, Hera, Guzelar tidak peduli. Merasa harga dirinya hancur lebur pun ia rela, asalkan Ayara resmi menjadi miliknya. Guzelar bahkan rela menjadi badut paling bodoh di dunia asal bisa membuat wanita itu berada di sisinya. Begitulah kisah cinta mereka bermula, sebuah kisah yang dibeli atas taruhan tiga ratus juta rupiah. Sungguh murah harganya, namun bernilai segalanya bagi Guzelar.

​Ayara menatap suaminya lekat-lekat cukup lama, membaca rona salah tingkah di wajah pria itu. Tanpa aba-aba, Ayara melangkah melewati Guzelar, lalu dengan santai mendudukkan diri di atas kursi kerja besar nan gagah milik suaminya.

​"Ngomong-ngomong..." Ayara berdehem pelan, mencoba menetralkan degup jantungnya yang mendadak berdetak tidak karuan akibat tatapan intens Guzelar.

"Apa kamu benar-benar sesuka dan secinta itu padaku dulu?"

​Guzelar tersenyum miring. Pria itu melangkah mendekati meja kerjanya, lalu mengurung tubuh Ayara di antara kedua lengannya yang bertumpu di sandaran kursi. Wajah mereka kini berada dalam jarak yang sangat dekat.

​"Menurut penilaianmu sebagai istriku sekarang, bagaimana, Nyonya?" bisik Guzelar rendah, menggoda.

​"Entahlah, aku tidak tahu pasti," jawab Ayara mengalihkan pandangan, salah tingkah.

"Soalnya kamu dulu itu benar-benar sosok yang susah ditebak! Tiba-tiba meludahi orang, tiba-tiba memanggilku wanita tidak benar! Menyebalkan sekali!" protes Ayara gemas.

​"Itu semua murni kulakukan karena aku cemburu buta, Sayang!" keluh Guzelar, memajukan bibirnya cemberut seperti anak kecil.

"Kenapa dulu kamu sedikit pun tidak pernah mau melirikku, Hah, Ayara? Padahal saat itu aku adalah pria paling diperebutkan oleh seluruh mahasiswi sekampus!"

​Ayara terdiam sejenak mendengar kejujuran suaminya, sebelum akhirnya tawa renyah meluncur dari bibirnya. Gadis itu tertawa terbahak-bahak hingga bahunya bergetar.

​"Ya itu jawabannya! Makanya aku tidak mau melirikmu!" jawab Ayara jujur di sela tawanya.

"Aku paling tidak suka tipe pria yang dipuja dan disukai banyak orang. Kalau saingannya seramai itu, bikin pusing kepala!"

​"T... Tapi gara-gara sikap dinginmu itu, kamu membuatku jadi pria paling menyedihkan sedunia!" protes Guzelar tidak terima, memasang wajah melas.

"Bertahun-tahun aku mati-matian menyukaimu dalam diam, tapi kamu sedikit pun tidak sudi menoleh!"

​Ayara menghentikan tawanya. Ia menatap wajah suaminya yang kini merenggut lucu. Dengan perlahan, tangan Ayara terulur menyentuh rahang tegas Guzelar, menyunggingkan senyuman paling manis yang pernah ia berikan.

​"Sekarang kan aku sudah resmi jadi istrimu, Tuan CEO... Jadi, mau merajuk soal masa lalu apa lagi, hm?" bujuk Ayara lembut.

​Mendengar kalimat manis itu, sorot mata Guzelar langsung berubah intens. Seketika itu juga, ego dan gengsinya runtuh.

"Kamu benar... sekarang kamu adalah istriku seutuhnya. Kamu adalah milikku selamanya!" bisik Guzelar penuh penekanan yang sarat akan rasa cinta yang teramat dalam.

​Pria itu menatap bibir merah istrinya yang bergerak-gerak terus menggoda iman. "Oleh karena itu... sebagai bayarannya, bolehkah aku mencicipi dan mencium bibir ini sekarang, Sayang?" tanya Guzelar dengan suara serak tertahan.

​"Tidak boleh! Enak saja!" tolak Ayara langsung gelagapan, merona merah menahan malu.

​"Meskipun kamu menolak dengan sejuta alasan, akan tetap aku cium!" tandas Guzelar tanpa ampun.

​Tanpa memberi kesempatan Ayara untuk kabur, Guzelar meraup bibir istrinya. Ciuman itu mendarat dengan penuh perasaan, sebuah perpaduan rasa campur aduk antara kemarahan masa lalu, emosi tertahan, kesedihan yang nyaris merenggut nyawa, hingga kebahagiaan luar biasa karena berhasil memiliki wanita itu sepenuhnya. Guzelar menciumnya dalam-dalam, berharap di dalam dekapan itu, Ayara akan selamanya tetap menjadi miliknya tanpa pernah pergi ke mana-mana lagi.

Bersambung...

1
Ita Putri
mike
Hadi Mulyono
biadab banget ayah ayara ..jadi kuat ayara balas dendam .aku kok pingin ayara bisa bela diri .hajar keluarganya yg jahat
mimief
ternyata yg bikin dia hancur bukan mike.
tapi dari orang yg paling dia cintai .
yg dikira jadi pelindung dia
😔🥹🥹🥹
Anbu Hasna
ketiduran di ruang laundry 🫣🫣
mimief
saudara tirinya ya?🥹🥹🥹
mimief
sering Thor...
sayang akal sehat selalu mengalah. Karena jajan nya aku banyak. kalau kabur susah ntar jajan nya🤣🤣🤣🫣
It's me Ri🥕
Wkwkwk... Ayara emang suka benget ngerjain orang, tapi ga boleh ditiru yaa🤭
It's me Ri🥕
Tania nya belom mau cuti kak😭
mimief
dasar Ayana...kasian bapak bapak dikerjain.
nanti suaminya marah besar itu istri kesayangan nya main ditarik ajaa🫣🫣🤣
Anbu Hasna
kirain beneran jadi sekertaris. kasihan Tania lagi hamil besar disuru kerja
Mia Camelia
banyak rahasia ingatan yg belum terungkap nih🤔
Hadi Mulyono
guziler perlu di bawa ke uya kiya biar di hipnotis tar kan jujur ngomongnya😄
mimief
iy kan,laki laki tuh aneh. buat nyari perhatian kita tuh ngelakuin segala cara🤣🤣🤣.
seenggaknya dia inget akyu
eh ..kok cyiin nya kebawa lagi thor🤣🤣
mimief
masa lalu adalah cerminan masa depan kita
mimief
kyk dihipnotis kl yaaa....🥹🥹🥹
biar trauma nya terputus
Mia Camelia
mungkin duanda nyiksa ayara pas lagi hamil muda 🤔🤔🤔
Hadi Mulyono
emang nanti Gabriel mati?
Hadi Mulyono
ayara ayo semangat balas lah dendammu
mimief
pantesan mereka sebegitu benci nya.
anak pertama mereka??🥹🥹🥹
mimief
kalau kata di didrakor fix me..
meminta pertolongan adalah langkah pertama kita mau sembuh
jadi ga usah takut dan malu...
ayo kita sembuh bersama
It's me Ri🥕: Benar kak, semakin bungkam maka akan semakin sulit untuk sembuh 🥺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!