NovelToon NovelToon
System Tycoon: Mulai Dari Mendapatkan 1 Juta Perhari

System Tycoon: Mulai Dari Mendapatkan 1 Juta Perhari

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Gen-1

Seorang pemuda yang memiliki rasa haus akan mimpi menjadi orang kaya, berangkat merantau penuh harapan tinggi.

Tapi, sesampainya dikota, tamparan keras menghantamnya.

Ternyata hidup dikota tidak semudah yang dia bayangkan.

Sampai pada akhirnya sistem datang seperti malaikat yang jatuh dari langit, memberi jalan baru baginya untuk melawan kerasnya hidup didunia orang dewasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gen-1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1. Aktivasi Sistem

(PERINGATAN: INI HANYALAH FIKSI BELAKA, KESAMAAN NAMA, LATAR TEMPAT DLL HANYALAH KARANGAN PENULIS.

...----------------...

Planet Bintang Biru....

Tangerang Selatan.

Matahari terlihat menggantung tepat di atas kepala, terik panas matahari menyinari jalanan kota.

Di halaman gedung kost, terlihat 2 orang, pemuda dan perempuan terlihat sedang bertengkar.

"Rio, mari kita putus." Seorang perempuan berusia sekitar awal 20an berkata pada pemuda di hadapannya.

Nadanya terdengar sinis dan ada rasa jijik di matanya.

Pemuda bernama Rio itu menatapnya tak percaya,

"Yuni, kenapa?" suaranya sedikit bergetar saat bertanya.

Yuni menyilangkan kedua tangannya di dadanya yang berisi, lalu raut wajahnya berubah jijik seperti melihat kuman,

"Kau masih bertanya? Rio, kita sudah bersama selama 3 tahun. Tapi dengan gajimu yang hanya 3 juta perbulan, di kota besar ini, kamu tak punya harapan."

Yuni memalingkan wajahnya dengan angkuh, lalu lanjut berkata. "Aku sudah muak hidup kemiskinan sama kamu, dan sekarang aku sudah menemukan seseorang yang bisa di andalkan, dia juga kaya, punya mobil dan rumah."

Raut wajah Rio berubah jelek ketika mendengar ada pria yang mendekati pacaranya, "Apa?! Yuni kau masih pacarku, tapi kamu sudah berhubungan dengan pria lain? Apa kamu tidak memikirkan perasaanku?"

Dia menarik nafas dalam-dalam nenahan amarahnya, "Dan... Aku ingat dulu kamu tidak seperti ini, kamu dulu selalu menerima ku apa adanya. Kita sudah berhubungan sejak kuliah dan sekarang kita berpisah karena uang?"

Yuni hanya mencibir. "Saat itu aku masih naif kau tau."

Sementara itu di sisi lain jalan, nampak sosok pemuda meneduh dibawah pohon.

Dia mengenakan seragam kurir sedang makan melon menyaksikan keseruan drama di depannya.

Pemuda itu adalah Yuda Kusuma, kurir paket berusia sekitar 21 tahunan, wajahnya tampan sederhana.

Dia duduk tenang dimotor Beat nya, matanya tak berkedip, sepenuhnya asyik menonton drama harian dan gratis, tidak mungkin ia lewatkan.

Yuda sambil memakan melon mendecakkan lidahnya, "Ck ck ck, kasihan sekali pemuda malang itu. Sungguh sial mendapatkan pacar materialis."

Pria paruh baya disebelahnya yang juga sedang menontonnya mengangguk setuju. "Ya kau benar."

"Tapi jujur saja, meski materialis, tubuh perempuan itu, selain cantik juga sangat menggoda. Lihatlah dua gunung besar itu, dan pantatnya juga berisi. Seolah tubuhnya ditakdirkan untuk jadi pemuas pria hehehe~"

Tatapan masuk pria paruh baya itu terlihat fokus memperhatikan tubuh perempuan ketimbang pertengkaran mereka berdua.

Yuda menoleh dan sedikit terdiam.

Namun dia mengakui kalau tubuh perempuan itu sangat menggoda seperti siluman ular di film-film pendek yang selalu merayu pria.

Kemudian pandangannya beralih ke belakang pria paruh baya disebelahnya, senyum licik muncul diwajahnya. "Paman, kau berbicara begitu vulgar, apa kau tidak takut istri paman mendengar nya?"

Pria paruh baya itu tidak menyadari keanehan dibelakangnya, lalu membusungkan dadanya dan mencibir. "Hmph. Anak muda, apa aku terlihat seperti suami takut istri?"

"Biar ku beritahu, istriku itu tunduk padaku dan pasti tidak akan-"

Sebelum pria itu menyelesaikan perkataannya, telinganya sudah ditarik keras oleh tangan gemuk.

"Apa kau bilang?! Aku tunduk padamu?!" Raungan amarah dari wanita gemuk itu membuat raut wajah pria baruh baya itu berubah pucat.

Dia menoleh dengan susah payah lalu melihat wajah marah istrinya, tenggorokannya terasa kering dan tercekat.

"Aduh-duh, sayang sakit jangan tarik, bukan begitu maksudku. Aku- ah!!" Dia mencoba membela diri tapi telinganya makin ditarik keras.

Wanita itu mendengus marah. "Apa kau pikir aku tidak mendengar semua yang kau katakan tentang perempuan jalang teh hijau itu? Kau suka yang seperti itu? Bajingan, sepertinya aku terlalu lunak akhir-akhir ini padamu!"

Segara, dia menyeret pria paruh baya yang kesakitan itu kedalam rumah tanpa memperdulikan teriakan memohonnya.

Yuda dan beberapa orang yang juga asik menonton drama orang muda bertengkar langsung terdiam melihat wanita menyeret pria.

Sebagian pria yang sedang menonton pertunjukan atau tepatnya menonton tubuh montok perempuan itu seketika melihat sekeliling takut istrinya juga ada di sekitar.

Yuda menggelengkan kepalanya merasa geli dan kembali menonton drama.

Beberapa menit berlalu, pertengkaran antara pemuda Rio dengan perempuan montok Yuni mencapai puncaknya.

Wajah pucat Rio dan tatapannya yang kosong terlihat putus asa seolah dunianya hancur.

Sedangkan Yuni, ekspresi wajahnya terlihat puas, "Rio, hubungan kita sudah berakhir, dan.... Pacarku sedang menjemput ku sekarang. Jadi jauh-jauh dariku, aku takut pacarku akan salah paham."

Tepat setelah mengatakan itu, sebuah mobil Alphard muncul dijalan menghampiri Yuni.

Jendela mobil dibuka, dan seorang pria paruh baya berjas berusia 40an tampak didalam kemudi.

"Sayang, apa kamu sudah menyelesaikan urusanmu? Kalau sudah cepat masuk, di luar panas." Pria berjas itu berkata kepada Yuni.

Wajah Yuni langsung berseri-seri melihat kekasihnya datang, lalu dia berlari kecil menuju mobil Alphard.

Dua gunung besar dan pantatnya bergetar saat berlari, para pria di sekitar seketika menatapnya dengan tajam seolah tidak mau menyia-nyiakan pemandangan langka didepannya.

Setelah masuk mobil, untuk terkahir kalinya, dia melirik sebentar ke arah Rio yang sudah terpuruk, wajahnya nampak pucat.

Kemudian, mobil Alphard itu menjauh dari kawasan gedung kost dibawah tatapan putus asa Rio dan tatapan gosip tetangga.

Yuda setelah melihat pertunjukkan berakhir, dia mengendarai motornya menuju Rio.

"Bro, saya turut berduka cita, tapi jangan putus asa. Nih paketnya sudah tiba.... Jangan mudah putus asa."

Ya, alasan lain kenapa Yuda menonton drama adalah karena tujuan pengantaran paketnya itu ke pemuda yang sedang bertengkar dengan pacarnya.

Tidak, tepatnya sekarang mantan pacar.

Dia menaruh paket itu tepat di depannya, sebab Rio sepertinya tidak mendengar ucapannya.

Tapi Yuda tidak marah dan tahu bahwa hatinya sekarang sedang hancur, jadi dia menepuk bahunya sebelum akhirnya pergi.

Selama perjalanan ke berbagai rumah, Yuda masih memikirkan kejadian pertengkaran tadi, "Untung aku masih lajang, tidak memikirkan pengeluaran boros untuk wanita dan hidup dengan nyaman."

Setelah merantau ke Kota, lebih tepatnya Tangerang.

Sudah hampir 3 tahun berlalu hidup di kota ini.

Awalnya dia memiliki harapan tinggi untuk mencapai mimpi menjadi orang kaya jika merantau di kota besar.

Tapi realita menampar nya dengan keras, keterbatasan ijazah SMA membuatnya pasrah bekerja sebagai kurir.

Motor Beat yang dia pakai juga hasil investasi orang tuanya ketika mendengar ia menjadi kurir.

Yah meski nyicil 3 tahun, 1 bulan 900 Ribu lebih ditanggung sendiri.

Meski begitu, dia masih bersyukur karena gaji bulanan menjadi kurir paket di kota besar termasuk gede.

Awal mulai 3 juta perbulan, jika ditambah komisi antar paket, bisa mencapai 4 juta perbulan.

Setelah 2 tahun lebih menjadi kurir, dia sudah mulai terbiasa dan hapal jalan pintas kota. Efesiensi pengiriman juga lebih cepat, komisi juga makin meningkat

Kinerjanya juga membuat manajer puas dan gajinya naik menjadi 4 juta + komisinya, bisa mencapai 5 juta lebih.

Apalagi saat masa ramai dan ada event belanja online bulan akhir tahun, penghasilan bulanannya hampir mencapai 6 juta.

Itu sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari di kota besar, menginap di kost gedung ukuran 25m² ber-AC, makan kenyang tiap hari dan bayar cicilan motor.

Sesekali ia juga transfer uang ke rumah sekitar 1 juta tiap bulan, dan sisanya ratusan ribu di tabung.

Untungnya dia memiliki orang tua yang baik, dan hidupnya berkecukupan dengan gaji di desa 3-4 juta perbulan.

Jadi hidup mereka tidak terlalu bergantung padanya, tapi sebagai anak, dia tetap memiliki rasa ingin memberi.

Meskipun demikian, Yuda masih belum puas, karena ambisi awalnya adalah menjadi kaya.

Jika dia tidak bisa naik level dan gaji hanya 5 jutaan perbulan, maka mimpinya akan pupus.

Jadi dia tidak akan menyerah, selama ia masih hidup.

Dia akan melawan segala rintangan menuju impian menjadi orang kaya.

Matanya kembali berkobar semangat setelah sekian lama sempat pasrah, sekarang ia akan pelan-pelan menabung.

Cicilan motor juga kurang 4 bulan lagi, dan umurnya juga masih muda.

"Mari tetapkan tujuan kecil dulu, lunasi cicilan motor, lalu menabung buat modal usaha, dan sukses di usia 30an..." Yuda bergumam bersemangat sembari mengendarai motornya.

Api semangat muda yang sebelumnya hampir padam akhirnya kembali berkobar, dia menancapkan gasnya menyalip dengan lincah antara mobil dan motor ramai didepannya.

Tepat ketika dia mulai merasa hidupnya kembali berkobar, suara sistematis terdengar dibenaknya.

[Ding! Terdeteksi semangat yang tak pernah padam — tekad untuk bangkit dari nol!]

[Syarat Aktivasi Terpenuhi!]

[Menyambut Tuan Rumah Baru — Sistem Tycoon sedang dimuat...]

[10%... 50%... 100% — Selesai!]

[Selamat, Yuda Kusuma!]

[Mulai hari ini, setiap langkahmu bernilai. Setiap usahamu berbuah. Setiap mimpimu bukan lagi angan kosong.]

[Tugas pertamamu: Lunasi cicilan motor dalam waktu 24 jam → Hadiah: Membuka Fitur Sistem dan Paket Hadiah Pemula!]

Jantung Yuda seketika berdegup kencang mendengar suara mekanis dibenaknya.

Dia langsung menepikan motornya dibahu jalan, "Sistem? Apakah itu benar-benar sistem?"

Sebagai pemuda yang rajin baca novel dan komik saat waktu senggang, ia sudah tidak asing dengan cheat sistem.

Segera dia mencoba memanggil sistem dalam hati.

[Ding! Tuan Rumah, Sistem Tycoon siap melayani dan membuat anda menajdi konglomerat teratas didunia ini.]

Jawaban mekanis dibenaknya membuat raut wajah Yuda bersemangat.

Bab Berakhir.

1
Gege Mas
uwaaasyeekk
Gege Mas
luncurkan 10k katanya thor...gassa...
Gege Mas
yaaah masih kelas bsd...pikir otor beli rumahnya mc di pik 2 yang ada private jetty buat naruh kapal pesiar mini..baruu howrang kayah rayah..🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!