NovelToon NovelToon
Istri Yang Berhenti Mencinta

Istri Yang Berhenti Mencinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:21.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Sudah dua tahun Senja menikah dengan Adam. Pernikahan mereka memang berawal dari ketidaksengajaan. Saat itu, Adam di tinggalkan oleh calon istrinya bernama Arum satu minggu sebelum pernikahan. Selama pernikhan dua tahun itu kecanggungan sangat terasa di antara mereka. Memang tak ada tuntutan apapun dari keduanya dalam pernikahan itu. Mereka menikah hanya demi menyelamatkan harga diri keluarga Adam.

Pernikahan dingin dan hanya selayaknya seperti orang yang sedang ngkost, karena memang mereka berdua adalah teman kampus. Walau Senja tak pernah mengenal Arum. Namun enam bulan terakhir kedekatan mereka mulai terlihat walau Adam masih memberikan jarak untuk Senja.

Tiga bulan terakhir Adam mulai berubah dan sering pulang larut bahkan sering ada tugas ke luar kota. Hingga akhirnya Senja tahu kalau Adam kembali menjalin hubungan dengan Arum. Dan ternyata Arum juga sudah menikah,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senja 27

Matahari siang menyinari gedung pencakar langit Angkasa Group dengan benderang. Di lantai paling atas, suasana di dalam ruangan kerja Angkasa terasa kontras dengan ketegangan yang tiba-tiba menyeruak dari arah pintu utama.

Brak!

Pintu kayu jati itu terbuka lebar tanpa aba-aba. Lyra melangkah masuk dengan gaun desainer ternama, kacamata hitam bertengger di atas kepalanya, dan wajah yang dipoles sempurna namun kini mengeras menahan emosi. Sekretaris Angkasa tampak tergopoh-gopoh di belakangnya, mencoba mencegah namun diabaikan begitu saja.

Angkasa memberi kode ke

"Angkasa!" panggil Lyra dengan nada manja yang dibuat-buat, namun terselip keonaran di dalamnya.

"Kamu tuh ya, dihubungi dari pagi susah banget! Sengaja ya menghindar dari aku?"

Langkah Lyra terhenti seketika di tengah ruangan. Kalimat protesnya tertelan di tenggorokan.

Di seberang meja kerja yang luas, Angkasa tidak sedang bekerja sendirian. Pria itu berdiri berdampingan dengan Senja. Keduanya tampak sedang merapikan beberapa berkas laporan keuangan. Senja mengenakan blazer abu-abu elegan yang memancarkan aura profesionalisme tingkat tinggi, kontras dengan tampilannya di masa lalu sebagai istri rumahan yang suram.

"Lyra," sapa Angkasa dingin, suaranya datar tanpa sedikit pun antusiasme.

"Siapa yang mengizinkanmu masuk ke ruangan saya tanpa janji temu?"

Wajah Lyra memerah. Matanya langsung beralih menatap Senja dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan tatapan penuh penghinaan.

"Jadi ini alasannya?" desis Lyra tajam, melipat tangan di dada. Ia melangkah mendekat dengan gestur menantang.

"Kamu mengabaikan teleponku demi berduaan dengan wanita murahan ini di ruang kerja? Mau apa dia di sini? Membersihkan lantai atau menyajikan kopi?"

Senja yang tadinya menunduk merapikan map, perlahan menegakkan tubuhnya. Tidak ada binar ketakutan atau rasa inferior di matanya. Sebaliknya, Senja menatap Lyra dengan dagu terangkat tenang, senyuman tipis tersungging di bibirnya,senyuman yang justru membuat darah Lyra mendidih.

"Maaf, Nona Lyra," jawab Senja dengan suara jernih dan berwibawa.

"Saya di sini bukan untuk membersihkan lantai, melainkan sebagai staf dan orang kepercayaan Pak Angkasa untuk mengurus audit perusahaan."

"Cih! Orang kepercayaan katamu?!" bentak Lyra, kehilangan kendali atas keanggunannya. Ia menunjuk Senja tepat di wajah wanita itu dengan jari lentiknya.

"Jangan merasa hebat ya, perempuan sialan! Kamu pikir aku tidak tahu asal-usulmu? Kamu cuma mantan istri dari pria pecundang yang bahkan dibuang keluarganya sendiri! Tidak punya kelas!"

Sebelum Angkasa sempat membuka mulut untuk membentak, Senja melangkah maju satu tapak dengan anggun. Ia menatap mata Lyra yang melotot tajam tanpa gentar sedikit pun.

"Setidaknya, saya tidak perlu merendahkan diri dengan merebut suami orang atau bergantung pada kejayaan keluarga yang sebentar lagi akan runtuh," balas Senja dingin, suaranya menusuk tepat ke titik paling rawan di hati Lyra.

"Kamu...!" Lyra mengangkat tangannya, berniat melayangkan tamparan telak ke pipi Senja.

Namun, gerakan itu terhenti di udara sebelum sempat menyentuh kulit Senja.

Sebuah tangan kokoh mencekal pergelangan tangan Lyra dengan cengkeraman kuat yang membuat wanita itu meringis kesakitan. Angkasa sudah berdiri di samping Senja, matanya menatap Lyra dengan kilatan amarah yang mematikan.

"Jangan pernah coba-coba mengangkat tanganmu di hadapan Senja, Lyra," desis Angkasa rendah, suaranya bagaikan embusan angin dari Kutub Utara. Ia menghempaskan tangan Lyra kasar ke belakang hingga wanita itu terhuyung mundur.

Lyra memegang pergelangan tangannya yang memerah, napasnya memburu karena marah dan rasa malu yang luar biasa. Ia menatap Angkasa dengan mata berkaca-kaca penuh ketidakpercayaan.

"Kamu... kamu membela perempuan jalang ini?! Kita akan bertunangan, Angkasa! Keluargamu dan keluargaku sudah merencanakan pernikahan kita yang bahkan dua mingu lagi!" teriak Lyra histeris.

"Apa kamu mengenal Senja? Kenapa kamu sepertinya sangat membenci Senja dan begitu banyak tahu tentang rumah tangga dan suaminya?" Tanya Angkasa membuat Lyra gugup. Dia terbawa emosi saat melihat Senja bersama dengan Angkasa, sehingga dia keceplosan dan kelewat batas.

"Tidak... Maksudku..." Lyra mendadak gagap, manik matanya bergerak liar mencari alasan.

Kepanikannya terpancar jelas di balik polesan makeup tebal di wajahnya. Ia tidak menyadari bahwa emosinya yang meledak-ledak tadi telah menjebaknya dalam perangkap yang sengaja dipasang Angkasa. Angkasa menyipitkan mata, tatapannya menembus pertahanan Lyra bagai bilah pisau bedah.

"Bagaimana bisa seorang wanita terhormat dari keluarga terpandang tahu begitu detail tentang latar belakang mantan suami Senja? Kecuali... memang kamu dan keluargamu yang sengaja memantau, atau bahkan mendalangi kehancuran rumah tangga mereka dari belakang."

"Bukan! Jangan asal bicara, Angkasa!" seru Lyra histeris, suaranya melengking tinggi memecah keheningan ruangan. Ia mundur selangkah, menepis sisa-sisa ketenangannya yang hancur berkeping-keping.

"Aku tahu dari... dari gosip sosialita! Ya! Semua orang juga tahu kalau wanita ini adalah mantan istri Adam yang dicampakkan!"

Senja tersenyum sinis, menatap Lyra dengan sorot mata penuh kemenangan yang tenang.

"Gosip sosialita, Nona Lyra? Sehebat apa saya kok bisa di gosipkan di kalangan sosialita? Bahkan saya saja tak pernah bergaul dengan para sosialita itu sendiri..." Jawaban Senja semakin membuat Lyra mati kutu.

'Sia-lan... Wanita ini rupanya benar-benar menantangku! Jangan sampai dia mencuri perhatian Angkasa. Aku tak mau kalau sampai pernikahan aku dan Angkasa gagal. Apalagi perusahaan Papa membutuhkan suntikan dana besar. Sedangkan si Adam sudah tak bisa lagi di andalkan!' batin Lyra panik luar biasa.

Menyadari dirinya terpojok dan hampir membongkar rahasianya sendiri, Lyra dengan cepat mencoba mengubah strategi. Ia memaksakan sebuah senyuman kaku di bibirnya, lalu melangkah maju dengan gestur manja, berusaha kembali menempel pada Angkasa seperti biasa.

"Ah, sudahlah, Angkasa..." ucap Lyra dengan suara yang dibuat-buat lembut, mencoba mengabaikan Sindiran Senja. Ia merentangkan tangannya, hendak merangkul lengan kekar sang CEO.

"Kamu jangan mau diprovokasi sama perempuan licik ini. Bisa jadi dia memang sengaja cari perhatian supaya bisa mendongkrak posisinya. Ayo kita pergi sekarang, kita makan siang di luar seperti rencana awal kita..."

Namun, belum sempat jemari lentik Lyra menyentuh lengan jasnya, Angkasa dengan gerakan dingin melangkah mundur satu langkah penuh, menghindar secara terang-terangan dan tanpa ragu.

Lyra terperanjat. Tangannya yang mengambang di udara mendadak kaku, sementara matanya membelalak tak percaya melihat penolakan mentah-mentah yang disaksikan langsung di hadapannya.

Suasana di dalam ruangan itu mendadak terasa membeku.

Di sudut meja, Senja yang tadinya memasang wajah serius kini tak kuasa menahan gelagat geli. Ia harus menggigit bibir bawahnya kuat-kuat dan menunduk sejenak untuk menyembunyikan senyuman lebarnya, menahan tawa melihat betapa telak dan memalukannya penolakan yang baru saja diterima oleh wanita sombong itu.

Wajah Lyra berubah merah padam, bercampur antara rasa malu yang teramat sangat, amarah yang membakar dada, serta rasa terhina hingga ke tulang sumsum. Air mata karena frustrasi nyaris tumpah di pelupuk matanya.

"Angkasa... kamu... kamu menolakku demi wanita ini?!" suara Lyra bergetar hebat, kehilangan seluruh keanggunan palsunya.

Angkasa menatap Lyra dengan sebelah alis terangkat, ekspresinya sedingin es.

"Jangan pernah menyentuh saya, Lyra. Dan ingat, tidak ada rencana makan siang apa pun di antara kita, hari ini, saya sedang banyak pekerjaan. Silahkan pergi dari sini...."

"Tapi kita mau fitting baju pengantin, Angkasa..."

1
YuWie
garcwp aen.. si arum niatnya pamer dan manas2i..ehhh malah jadi senjatamu ya sen
YuWie
wow..wow..garcep ya sensen
YuWie
mpussss pak adam
YuWie
nahh begitu tho sensen
YuWie
Luar biasa
YuWie
baikmen kamu sensen..sdh dijadikan ban cadangan aja..masih mau menyelesaikan dg baik2
YuWie
apakah angkasa jg bkdoh spt senja..atau hy sedang ber drama
YuWie
katanya gak mau nodoh, kenapa masih nunggu mas adam
YuWie
dibodohi kau senja2
YuWie
kok kamu mau jadi ban serep ja senja.. padahal ya kamu gak ada hubungan dg adam dan arum
Cicih Sophiana
Senja traumo dgn pernikan nya dgn Adam... jd pak bos hqrus sabar menghadapi wanita yg pernah di sakiti suami nya
Cicih Sophiana
sekarang kamu sdh tdk punya apa apa lagi Adam... jelas aja si pe rek udah gak mau lagi sama kamu...
nely_48
jgn sampe senja d tolak mentah² oleh calon mertua nya
nely_48
najis banget sih adam msh tinggal d apartemen arum,, bukan nya pergi tinggalkan apartemen arun n adam bs nge kos, bebas
nely_48
semoga senja ga jd nikah sm angkasa,, bpak n emak na angkasa az aura kunti terasa pisan kitu
sunaryati jarum
waah emak nggak sabar melihat kalian menikah dan melihat kehancuran Lyra bersama keluarga serta kekecewaan dan Penyedalan orang tua Pak Angkasa Tanuwijaya dan Ibu Fransisca
ryuka
aaaduuhhh dduuuhhh.. speechless kan 🤭🤭🤭🤭🤭
Ilfa Yarni
nikmatilah adam hahaha
nely_48
PD sangan ngana ini Lyra,, ngatain senja wanita murahan eh ga tau nya ngana sendiri yg murahan, sana sini boleh masuk✌✌
nely_48
klau udh tau rasa nya n mengalami lgsg az adam lgsg menyesal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!