NovelToon NovelToon
Bangkit Setelah Dikhianati

Bangkit Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Menjadi Pengusaha / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Alfa Rizky Pradana mengalami nasib yang sangat malang. Tak hanya dikhianati istrinya, tetapi juga oleh sahabatnya sendiri -- orang yang sudah dianggapnya seperti saudara. Keduanya bersekongkol merampas seluruh harta dan mencuranginya habis-habisan. Namun, yang lebih menyakitkan dari semua itu, anak yang dibesarkannya ternyata hasil perselingkuhan mereka.

"Segera pergi dari sini! Aku sudah muak melihat tampang polosmu itu!" usir Ammar

"Hanya itu harta milikmu, setidaknya aku masih bermurah hati memberikannya padamu!" ujar Davina pongah.

Diusir seperti sampah, setelah dikhianati serta dicurangi hanya diberi sedikit harta sisa, Alfa pergi tanpa apa-apa lagi selain luka dan dendam. Mampukah Alfa bangkit setelah apa yang terjadi padanya?

Ikuti kisahnya hanya di sini;
"Bangkit Setelah Dikhianati" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15.

Hari demi hari berganti menjadi minggu, bulan berganti tahun. Perlahan, perjalanan Alfa di dunia konstruksi membawanya pada satu keputusan besar. Dengan dukungan Pak Danu, Alfa akhirnya mendirikan usaha konstruksi sendiri.

CV Pradana Karya, nama yang dipilih Alfa untuk usaha tersebut. Meski masih sederhana, dia sudah memiliki kantor sendiri yang disewa di sebuah kompleks perkantoran. Dari tempat itulah Alfa mulai membangun usahanya dan mengejar proyek demi proyek.

Awal menjalankan usaha ternyata tidak semudah yang dibayangkannya. Alfa harus mengurus banyak hal seorang diri, mulai dari mencari tenaga kerja, mengatur kebutuhan material, membuat perhitungan biaya, hingga memastikan pekerjaan di lapangan berjalan sesuai kesepakatan.

Beberapa kali dia bahkan harus pulang hingga larut malam karena masih menyelesaikan urusan administrasi setelah seharian berada di lokasi proyek.

Suatu malam, Pak Danu meneleponnya.

“Masih di kantor?” tanya Pak Danu setelah panggilannya tersambung.

“Iya, Pak. Masih menyelesaikan beberapa laporan,” jawab Alfa.

“Jangan semua kamu kerjakan sendiri. Kalau usahamu mulai berkembang, kamu harus belajar membagi pekerjaan.”

Alfa tersenyum. “Saya masih belajar, Pak. Untuk sekarang, saya ingin memastikan semuanya berjalan dengan baik dulu.”

“Bagus. Tapi ingat, membangun usaha bukan berarti kamu harus mengerjakan semuanya sendirian.”

Nasihat itu perlahan dipahami Alfa. Dia mulai merekrut beberapa orang untuk membantunya menangani pekerjaan administrasi dan lapangan. Salah satu orang yang langsung terpikir olehnya adalah Herman.

Bukan hanya karena Herman sudah berpengalaman di lapangan, tetapi juga karena dialah yang pertama kali mengenalkan Alfa pada dunia konstruksi ketika hidupnya sedang berada di titik terendah.

“Kalau kamu butuh orang untuk membantu di lapangan, aku siap,” ujar Herman ketika Alfa menawarinya bergabung.

Alfa menepuk bahunya. “Makasih, Bro. Kalau bukan karena kamu dulu, mungkin aku tidak akan sampai di titik ini.”

Herman menggeleng. “Jangan ngomong begitu. Kamu sendiri lah yang mau belajar dan bekerja keras.”

Sejak saat itu, Herman menjadi salah satu orang kepercayaan Alfa di lapangan. Kehadirannya membuat Alfa tidak lagi harus menangani semua pekerjaan seorang diri. Alfa pun bisa lebih fokus mengawasi proyek sekaligus mencari pekerjaan baru.

Memasuki tahun kedua, usaha yang dirintisnya mulai menunjukkan perkembangan meski tak selalu berjalan mulus. Beberapa kendala pernah muncul, tetapi Alfa berhasil menyelesaikannya dengan baik dan membuat namanya semakin dikenal.

Salah satu yang paling banyak membantu perkembangan usaha tersebut tentu saja Pak Danu.

Sebagai pemilik perusahaan properti, Pak Danu sering mendapatkan proyek pembangunan yang membutuhkan kontraktor untuk mengerjakannya. Ketika ada pekerjaan yang sesuai, dia tidak ragu mempercayakannya kepada Alfa.

“Untuk proyek ini, saya ingin kamu yang kerjakan,” ujar Pak Danu suatu hari saat mereka bertemu di kantornya.

Alfa sempat terdiam. “Bapak yakin menyerahkannya kepada saya?”

Pak Danu tersenyum. “Kenapa tidak? Saya sudah tahu cara kerjamu.”

“Terima kasih atas kepercayaannya, Pak. Saya akan berusaha memberikan hasil terbaik.”

“Saya percaya kamu bisa. Yang penting, tetap pegang prinsip yang selama ini kamu jalankan.”

Alfa mengangguk. “Insya Allah.”

Bagi Pak Danu, Alfa bukan hanya kontraktor yang mampu menyelesaikan proyek. Kejujuran dan tanggung jawabnya membuat setiap pekerjaan terasa lebih aman untuk dipercayakan kepadanya.

Kerja sama itu pun terus berlanjut. Setiap kali perusahaan Pak Danu mendapatkan proyek pembangunan yang membutuhkan kontraktor, CV Pradana Karya menjadi salah satu yang dipercaya untuk mengerjakannya.

Kepercayaan tersebut membuat usaha Alfa berkembang lebih cepat. Namun, dia tidak ingin hanya bergantung pada satu sumber pekerjaan. Karena itu, Alfa mulai mencari proyek dari pihak lain dan membangun jaringan usahanya agar semakin luas.

Kini, setelah melewati masa-masa sulit di awal berdiri, Alfa mulai melihat hasil dari kerja kerasnya. Usaha yang dulu hanya berawal dari keberanian untuk mencoba perlahan berubah menjadi sesuatu yang benar-benar bisa dia banggakan.

Dan setelah sekian lama, Alfa merasa dirinya benar-benar telah memiliki pijakan baru dalam hidupnya.

*

*

*

Di kota sebelah

Di saat Alfa mulai bangkit dan usahanya perlahan berkembang, keadaan sebaliknya justru mulai dialami Davina dan Ammar. Usaha yang mereka jalankan dari hasil mengambil alih milik Alfa memang sempat membawa keuntungan besar, tetapi belakangan berbagai masalah mulai berdatangan.

Pagi itu, keduanya sedang serius menangani keluhan pelanggan di ruang kerja. Beberapa dokumen pesanan terbuka di atas meja, sementara ponsel terus berdering.

“Kalau bahan yang kemarin memang tidak sesuai, kita harus segera menggantinya,” ujar Ammar. Matanya awas memeriksa catatan pengiriman.

Davina mengangguk. “Aku sudah menghubungi pemasok. Katanya barang pengganti baru bisa dikirim besok.”

“Besok terlalu lama. Pelanggan sudah menunggu.”

“Lalu kita harus bagaimana?” Davina menatapnya. “Kalau mengambil dari pemasok lain, kualitasnya belum tentu lebih baik.”

Ammar mengembuskan napas kasar. Beberapa bulan terakhir, masalah seperti itu semakin sering mereka hadapi. Pesanan yang terus bertambah membuat mereka kewalahan memenuhi kebutuhan pelanggan, sementara tidak semua bahan dari pemasok baru memiliki kualitas sesuai permintaan.

“Kita cari jalan lain. Jangan sampai pelanggan itu pindah,” kata pria itu akhirnya.

Davina kembali memeriksa dokumen di depannya. “Aku akan coba hubungi pemasok lain.”

Mereka belum sempat melanjutkan pembicaraan ketika terdengar jeritan dari lantai atas.

“Aaaaa...!!!”

Keduanya langsung tersentak.

“Naima...!” seru Davina segera bangkit dari kursinya.

Jeritan itu disusul suara benda jatuh yang sangat keras. Davina berlari keluar ruangan, diikuti Ammar.

Begitu sampai di tangga, mereka melihat tubuh mungil Naima sudah tergeletak di lantai. Davina langsung berlutut di samping putrinya.

“Ya Allah, Nai!” serunya panik. “Kenapa bisa sampai jatuh, Nak?”

“Bunda...sakit, Bunda...” rintih Naima pelan.

Davina memegang tangan kecil putrinya yang mulai gemetar. "Bunda di sini, Sayang. Jangan takut.”

Namun beberapa detik kemudian, tangisan Naima mendadak melemah. Matanya terpejam dan tubuhnya tidak lagi bergerak. Tubuh Davina menegang, wajahnya pucat.

“Nai...!” panggilnya lebih keras sambil menepuk pipi putrinya.

Ammar langsung panik. “Kita bawa ke rumah sakit sekarang!"

Diangkatnya tubuh Naima dengan hati-hati. Davina berlari mengambil tas, lalu mengikuti mereka keluar rumah.

Sepanjang perjalanan, Davina terus menggenggam tangan putrinya yang terkulai di pangkuannya.

“Nai, bangun, Nak,” bisiknya. Airmata mulai berjatuhan di pipi. “Tolong, jangan bikin bunda takut."

Ammar melajukan dengan cepat, kedua tangannya mencengkeram kemudi lebih erat, sementara pikirannya hanya tertuju pada putrinya.

Sesampainya di rumah sakit, Naima langsung dibawa ke ruang pemeriksaan. Davina dan Ammar menunggu dengan wajah tegang hingga akhirnya seorang dokter keluar.

“Orang tua Naima?”

“Saya, Dok,” jawab Davina cepat sambil berdiri.

“Putri Ibu mengalami cedera serius pada tangan dan kepala akibat benturan. Dari hasil pemeriksaan dan rontgen, ada tulang yang patah dan membutuhkan tindakan operasi secepatnya.”

Wajah Davina seketika kembali memucat. “Operasi?” ulangnya dengan suara bergetar.

Dokter mengangguk. “Kami membutuhkan persetujuan dari orangtua sesegera mungkin."

Ammar menelan ludah. “Berapa biaya yang harus kami siapkan, Dok?”

“Untuk operasi dan perawatan awal, kira-kira mencapai puluhan juta rupiah.”

Davina menatap Ammar. “Puluhan juta?”

Ammar terdiam. Pikirannya langsung tertuju pada usaha mereka yang sedang bermasalah. Beberapa pelanggan menahan pembayaran, sementara mereka juga harus mengganti barang yang tidak sesuai.

Dan sekarang harus mengeluarkan dana puluhan juta lagi. Amar mengacak rambutnya kasar, dia merasa benar-benar terdesak.

1
Nar Sih
alfa...niat yg baik harus di segera kan nih ,biar sgra halal☺️
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
🤭🤭
〈⎳ FT. Zira: /Shhh//Shhh/
total 10 replies
vania larasati
lanjut
Patrick Khan
bener pelan tp pasti aja..👏👏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Patrick Khan
ahhh ayudia sat set ya..takut alfa di gondol wadon liyo👏👏👏🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sekarang jaman emansipasi wanita 🤭
total 1 replies
Nar Sih
tuh alfa udah dilamar duluan sama ayudia ,terima aja yaa mungkin dgn menikah kmu akan sgra tau tentang kesehatan mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
vania larasati
lanjut
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
wadidaw
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
Nar Sih
hukuman dan balasan yg pas untuk suami mu davina ,dan bntr lgi kmu yg dpt hukum karma nya🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭😥🤭😥🤭😥🤭
total 1 replies
Patrick Khan
wihhh serem jg hukumannya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dihhh... gimana sih, 🤭😥🤭😥🤭
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
huh hah!!!
The froge: Mampir juga KA ke novel aku yg berjudul The Silent Detective: Misteri di Balik Kabut London
total 4 replies
Nar Sih
amar sdh mulai kena karma nya ,jgn,,dia punya musuh nih selain dgn alfa
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Esther
Siapa yg memanggil Ammar ?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entah lah🤭
total 1 replies
vania larasati
lanjut
Nar Sih
momz kasih juga hukuman buat si davina yg sombong 🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gantian mam
total 1 replies
Patrick Khan
bu jgn anaknya terus yg sakit..gantian emak ato buapaknya..kasian klo anaknya terus😭😭😭gk tega q..klo emak buapaknya tega q🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya gantian
total 1 replies
Esther
Belum tahu aja Davina kalau Alfa skrg sudah kembali berjaya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mommmmm masih kurang karmanya inih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hahaha.... 🤭
total 3 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
cusss periksa alfa
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap kak🫰
total 1 replies
vania larasati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!