NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Istri Idiot Sang CEO

Transmigrasi Ke Tubuh Istri Idiot Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Karin terbangun dalam novel medioker sebagai istri idiot CEO dingin, Arlan. Mengetahui nasib tragis tokoh aslinya, Karin memutuskan berpura-pura tetap idiot agar tidak diceraikan dan dibuang.

Namun, tingkah konyolnya justru membuat Arlan yang biasanya kaku mulai merasa bingung sekaligus tertarik.

Di tengah intrik keluarga besar dan ancaman pelakor, Karin harus menyeimbangkan aktingnya yang absurd dengan rasa cinta yang mulai tumbuh nyata.

Apakah rahasia transmigrasinya akan terungkap, ataukah ia akan selamanya menjadi istri kesayangan sang CEO dalam topeng kebodohan yang lucu dan menggemaskan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Perjalanan pulang dari country club di dalam mobil Maybach yang sunyi seharusnya menjadi momen relaksasi. Namun, bagi Karin, suasana di dalam mobil itu terasa lebih menegangkan daripada saat ia menghadapi Eyang Dirgantara.

Arlan duduk di sebelahnya, menatap lurus ke depan, tapi Karin bisa merasakan aura pria itu sedang tidak sedang memikirkan kontrak pelabuhan. Pria itu sedang memikirkan Karin.

"Kau tahu," ucap Arlan tiba-tiba, suaranya rendah dan memecah keheningan. "Richard Sterling itu pria yang sangat sulit ditaklukkan. Dia membenci orang yang mencoba memanipulasinya."

"Iya, Kak," jawab Karin cepat, matanya terpaku pada jendela. "Tapi bolanya juga susah dipukul. Dia bayi, Kak."

Arlan menoleh, menatap profil wajah Karin. "Tapi kau tidak memukulnya. Kau menggendongnya. Dan itu justru membuat Sterling percaya bahwa kau tidak berbahaya. Kau memanipulasi psikologinya, Karin. Dengan sangat brilian."

Jantung Karin berhenti berdetak sedetik. Ia menoleh, menatap Arlan dengan mata melebar. Dia tahu. Dia tahu aku sengaja!

"Karin," Arlan menggeser tubuhnya, mendekat hingga jarak mereka tinggal beberapa senti. Aroma sandalwood dan mint dari tubuh pria itu memenuhi indra Karin. "Kapan kau akan berhenti bermain peran? Kau tahu persis cara membaca laporan arsitektur. Kau tahu cara menjebak Handoko. Kau tahu cara memanipulasi Eleanor Sterling. Siapa sebenarnya kau?"

Ini dia. Momen konfrontasi yang selalu ada di novel-novel. Karin menelan ludah, otaknya berputar seribu kilometer per jam. Jika ia mengaku sekarang, Arlan mungkin akan menganggapnya gila atau penyihir. Jika ia terus menyangkal, Arlan akan semakin curiga.

"Kak Arlan..." suara Karin terdengar kecil, matanya mulai berkaca-kaca, sungguh benar-benar sedang menggunakan teknik menangis level pemula.

"Aku... aku nonton YouTube! Channelnya namanya Jenius dalam 5 Menit! Di situ diajarin cara baca gambar rumah, cara menjebak orang perut buncit, sama cara ngadepin bule yang marah-marah! Aku hafal semuanya, Kak! Soalnya aku suka videonya yang ada kucingnya!"

Arlan terdiam. Tatapan tajamnya tidak berkedut, menatap wajah Karin yang berusaha terlihat sebodoh mungkin.

Hening selama sepuluh detik yang terasa seperti sepuluh tahun.

Lalu, Arlan menghela napas panjang, sebuah helaan napas yang terdengar sangat pasrah. Ia mundur kembali ke kursinya, memijat pangkal hidungnya. "YouTube... Jenius dalam 5 Menit..." gumam Arlan, seolah sedang mencoba mencerna betapa gilanya logika istrinya.

"Baiklah. Simpan rahasia YouTube-mu itu. Tapi mulai sekarang, jangan berbohong padaku soal hal-hal yang membahayakan dirimu. Mengerti?"

Karin mengangguk cepat, mengusap air mata palsunya. "Siap, Komandan! Aku cuma nonton video kucing, janji!"

Fiuuh. Langkah kesepuluh berhasil! CEO dingin menyerah pada logika YouTube! batin Karin bersorak, meski hatinya masih berdebar kencang.

***

Mobil akhirnya tiba di kediaman Dirgantara. Namun, saat pintu depan dibuka, Karin melihat sepasang sepatu kulit mahal tergeletak di ruang tamu. Bukan sepatu Arlan, dan bukan sepatu tamu bisnis biasa.

"Arlan, kau akhirnya pulang," sebuah suara bariton yang lembut dan ramah menyapa dari ruang keluarga.

Karin mengintip dari balik punggung Arlan. Duduk di sofa dengan santai, memegang cangkir teh, adalah seorang pria berusia sekitar tiga puluh tahun. Ia mengenakan kemeja kasual berwarna navy, kacamatanya berbingkai tipis, dan senyumnya sangat hangat.

Dr. Julian, batin Karin, langsung mengenali karakter ini. Dalam novel, Julian adalah dokter pribadi keluarga Dirgantara, teman masa kecil Arlan, dan yang lebih penting bahwa dia adalah Second Male Lead yang diam-diam mencintai tokoh asli Karin. Julian adalah psikiater brilian yang sangat obsesif pada kesehatan mental pasiennya.

1
Susi Nugroho
Lanjut
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
Susi Nugroho
Lanjut
ALEXIS A.😇
up kak
Susi Nugroho
Lanjut
Kucingku Hitam
seruu😍
lanjut kn thor💪
Susi Nugroho
,Lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!