Ketika nama seorang Kaisar Langit mengguncang seluruh Alam Fana, sebuah rahasia tua mulai bergerak di balik dunia yang dikuasai sekte, kekaisaran, dan para kultivator.
Di tengah pusaran kekuasaan itu, Ye Chan, mendapati jalan hidupnya berubah setelah sebuah tragedi menghancurkan segalanya.
Dari sana, ia melangkah kembali ke dunia kultivasi, berhadapan dengan kekuatan yang jauh melampaui pemahamannya, sembari perlahan menyadari bahwa di balik Takhta Kaisar Langit tersimpan rahasia yang menghubungkan nasib seluruh Alam Fana
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23: Menjelajahi informasi
Ye Chan melangkah masuk ke dalam gerai informasi yang berhimpitan di sudut pasar. Bau keringat dan aroma kertas tua menyengat hidung. Ia berhenti tepat di depan meja kayu sang pedagang yang kaku.
Pria di balik meja itu memiliki bekas luka sayatan melintang di dahi. Ia tidak segera mendongak. Jemarinya masih lincah menyusun gulungan perkamen yang berserakan.
"Aku butuh akses catatan perkembangan sekte utama selama beberapa bulan terakhir," ucap Ye Chan dengan nada tenang.
Pria itu menghentikan gerakannya. Ia menatap Ye Chan dari balik tumpukan dokumen. Pandangan matanya menyapu penampilan lusuh Ye Chan sekali saja. Ia tidak menemukan tanda-tanda kemewahan pada pakaian pria di depannya.
"Catatan itu tidak murah. Satu keping perak untuk akses penuh," balas pedagang itu datar.
Ye Chan mengeluarkan keping perak dari kantong jubahnya. Ia meletakkannya dengan mantap di atas meja kayu yang kasar. Pria itu menyambut koin tersebut dengan jemari yang terampil.
"Tunggu sebentar. Biarkan aku mencarikan gulungan yang paling mutakhir," kata pria itu.
Ia bangkit dari kursinya, lalu berjalan menuju rak kayu tinggi yang menempel di dinding. Jemarinya menarik beberapa gulungan tebal dengan kasar. Suara derit kayu terdengar nyaring di tengah ruangan yang sunyi.
Ye Chan berdiri tegak di tempatnya. Ia tidak mengalihkan perhatian dari gerakan pria itu. Fokusnya tetap terasah tajam.
Pedagang itu kembali membawa tumpukan gulungan yang terikat tali merah. Ia meletakkannya di atas meja dengan dentuman pelan.
"Semua informasi tentang sekte besar di wilayah ini ada di sini," katanya pendek. "Kau bebas membacanya selama satu jam."
Ye Chan mengangguk singkat. Ia mulai membuka gulungan pertama yang tampak paling rapi.
Tulisan tangan di atas kertas itu cukup jelas. Ia memindai setiap nama sekte dan pemimpinnya dengan teliti. Banyak nama asing yang belum pernah ia dengar sebelumnya.
"Ada banyak wajah baru di dunia kultivasi," gumam pedagang itu sambil menyapu debu di mejanya. "Dunia ini bergerak lebih cepat dari yang kau kira."
Ye Chan tidak membalas. Matanya terkunci pada lembar daftar nama yang mencantumkan anggota inti sekte.
Jantungnya berdetak satu ketukan lebih lambat saat melihat satu nama.
Shi Zhong.
Namanya tercatat dalam daftar tetua kehormatan di Sekte Awan Putih. Jabatan itu sangat tinggi untuk seseorang seusianya. Ye Chan melanjutkan membaca baris berikutnya dengan saksama.
Shi Zhong telah mencapai puncak Pembentukan Inti.
Ia meletakkan gulungan itu di atas meja dengan hati-hati. Tangannya tidak bergetar. Tidak ada perubahan ekspresi di wajahnya. Ia tetap menunjukkan ketenangan yang sama sejak ia datang.
Pedagang itu melirik Ye Chan melalui sudut matanya. Ia merasakan keanehan pada sikap pelanggan itu. Tidak ada keterkejutan atau kekaguman yang terpancar dari wajahnya saat membaca nama besar seperti Shi Zhong.
"Kau kenal orang itu?" tanya pedagang itu dengan nada menyelidik.
Ye Chan menarik gulungan kertas lain tanpa menoleh. "Aku hanya memperhatikan kemajuannya. Bakat yang luar biasa untuk usia semuda itu."
Pedagang itu tertawa pendek, suaranya terdengar seperti gesekan amplas. "Bakat saja tidak cukup. Dia mendapatkan banyak dukungan dari pihak misterius sejak tiga tahun lalu."
Ye Chan terdiam. Kalimat itu menjadi kunci jawaban yang selama ini ia cari.
"Pihak misterius?" ulang Ye Chan pelan.
"Banyak rumor beredar di pasar gelap," jawab pria itu sambil merendahkan suaranya. "Katanya ada sokongan sumber daya dari kekaisaran. Mereka memfasilitasi banyak talenta muda untuk kepentingan tertentu."
Ye Chan menutup gulungan kertas itu. Keputusannya sudah bulat.
"Terima kasih atas informasinya," ucapnya singkat.
Ia berbalik dan melangkah keluar dari gerai tersebut. Udara di luar pasar terasa lebih segar dibandingkan hawa pengap di dalam ruangan tadi.
Ye Chan berjalan melewati kerumunan orang yang sibuk bertransaksi. Pikirannya sudah mulai menyusun potongan informasi yang baru ia terima.
Shi Zhong hanyalah pion. Jika pihak kekaisaran yang bergerak di balik layar, maka urusannya bukan lagi sekadar dendam pribadi.
Ini menyangkut konspirasi yang jauh lebih besar.
Langkah kakinya membawanya menjauh dari pusat pasar yang bising. Ia harus menjernihkan kepala sebelum mengambil langkah selanjutnya.
Banyak tetua sekte lain mungkin akan langsung menyerang jika berada di posisinya. Namun, menyerang tanpa persiapan adalah tindakan bunuh diri bagi kultivator dengan cadangan energi terbatas.
Ia perlu memetakan kembali kekuatannya sendiri.
Ye Chan membelokkan langkah menuju lorong yang lebih sepi. Dinding bangunan di sepanjang jalan ini terlihat lapuk dan ditumbuhi lumut hijau.
Ia tidak akan membiarkan kemarahan masa lalunya merusak rencana saat ini. Kesabaran adalah senjata utama di dunia yang penuh tipu daya ini.
Ia harus terus mengamati.
Satu kesalahan kecil dalam pergerakannya bisa berakibat fatal bagi nyawanya. Jika Shi Zhong sudah mencapai puncak Pembentukan Inti, maka ia harus melampaui itu terlebih dahulu.
Ye Chan berhenti di depan sebuah kedai kecil. Hari sudah hampir petang. Cahaya jingga matahari mulai meredup di balik atap bangunan kota.
Ia berbelok ke penginapan tempatnya menyimpan sisa barang bawaan.
***
Malam telah sepenuhnya mengambil alih langit kota. Hawa dingin merayap masuk melalui celah jendela kamar penginapan yang tidak tertutup rapat. Ye Chan menyalakan lampu minyak di sudut meja kayu.
Cahaya temaram menyinari peta wilayah yang ia gelar di atas tempat tidur. Ia mengambil kuas tinta dan mulai menandai beberapa lokasi strategis dengan garis hitam tegas.
Wilayah sekte Shi Zhong kini berada dalam pengawasan langsungnya. Namun, ia tidak akan mendekati wilayah itu sebelum memiliki kekuatan yang cukup untuk melindungi dirinya sendiri.
'Entah kapan, tapi semuanya akan ada waktunya,' batinnya dalam keheningan kamar.
Waktu tersebut cukup panjang untuk membangun fondasi, namun terlalu singkat untuk mencapai puncak kekuatan kembali. Ia menatap titik kecil di peta yang menandai markas besar Sekte Awan Putih.
Inti miliknya yang dicuri dulu pasti menjadi pemicu percepatan kultivasi Shi Zhong. Ia bisa merasakan tarikan energi halus setiap kali ia memikirkan tentang inti tersebut.
Ye Chan menghela napas panjang. Ia meniup lampu minyak hingga ruangan kembali gelap.
Ia tidak akan terburu-buru. Balas dendam adalah hidangan yang paling nikmat saat disajikan tepat pada waktunya.
Sesaat kemudian, ia kembali duduk bersila di atas lantai kayu yang keras. Ia mulai memusatkan aliran Qi ke seluruh meridian tubuhnya yang perlahan pulih.
Tugas pertamanya malam ini adalah menyempurnakan sirkulasi Qi internal sebelum fajar menyingsing. Ia memejamkan mata, membiarkan pikirannya benar-benar kosong dari segala gangguan duniawi.
Hening merajai ruangan sempit itu. Hanya deru napasnya yang teratur terdengar memecah kebisuan malam. Ye Chan tidak lagi memikirkan Shi Zhong atau intinya.
Ia hanya fokus pada satu titik kekuatan yang kini mulai berdenyut di dalam pusarnya.
Itu adalah awal dari jalan panjang yang harus ia tempuh sendirian. Ia menarik napas dalam, meresapi sensasi hangat yang menjalar di sekujur tubuhnya.
Esok hari, ia akan kembali ke pasar untuk mencari informasi tentang pil penguat dasar.
Dia tidak bisa hanya mengandalkan meditasi untuk mengejar ketertinggalan ini. Pil berkualitas tinggi akan memperpendek waktu yang ia butuhkan untuk mencapai tingkat kultivasi berikutnya.
Ye Chan terus menjaga napasnya agar tetap sinkron dengan detak jantungnya. Setiap tetes Qi yang terserap membuatnya merasa sedikit lebih kuat.
Rencana besar sedang ia susun di balik ketenangan wajahnya. Shi Zhong tidak akan menyadari bahwa bayangan dari masa lalunya sedang memperhatikan setiap langkah yang ia ambil.
Ia membiarkan tubuhnya rileks sepenuhnya. Kekuatan adalah kunci untuk membuka tirai kebenaran yang tertutup rapat saat ini.
Ye Chan yakin bahwa ia akan mendapatkan kembali semua miliknya pada waktu yang tepat. Ia menutup mata lebih rapat, membenamkan diri ke dalam kegelapan yang tenang.