NovelToon NovelToon
Breeze Of Youth: Aturan Cinta Sang Ketua Kelas

Breeze Of Youth: Aturan Cinta Sang Ketua Kelas

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Enemy to Lovers / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:72
Nilai: 5
Nama Author: Arya Setya

Bagi Lu Feng, cowok pindahan yang hobinya tidur di kelas dan telat masuk sekolah, aturan diciptakan untuk dilanggar. Tapi hari pertamanya di SMA Mingde mengubah segalanya. Ia bertemu dengan Lin Xiao, ketua kelas teladan yang super disiplin, dingin, namun diam-diam memiliki senyum termanis yang pernah Lu Feng lihat. Lin Xiao diberi tugas oleh wali kelas untuk "menjinakkan" Lu Feng agar tidak menjadi siswa bermasalah. Dari interaksi yang dipenuhi adu mulut, hukuman membersihkan papan tulis, hingga berbagi payung di bawah hujan deras, benih-benih cinta pertama mulai tumbuh. Namun, perbedaan sifat, tekanan ujian akhir (GaoKao), dan saingan dari masa lalu menguji apakah cinta masa muda ini bisa bertahan melewati rintangan yang ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arya Setya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sepeda Kampus, Angin Malam Beijing, dan Sandaran di Punggung

Bab 13: Sepeda Kampus, Angin Malam Beijing, dan Sandaran di Punggung

Rapat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Beijing baru benar-benar selesai tepat pada pukul sepuluh malam.

Lin Xiao berjalan keluar dari ruang rapat rektorat dengan langkah gontai. Otaknya rasanya sudah diperas sampai kering. Membahas proposal anggaran acara kampus ternyata jauh lebih melelahkan daripada menghafal pasal-pasal hukum tata negara. Udara malam musim gugur di Beijing menyambutnya begitu ia melangkah keluar dari pintu kaca otomatis. Angin dingin langsung menembus coat krem yang ia kenakan, membuatnya merapatkan kerah pakaiannya.

"Xiao, tunggu sebentar!"

Langkah Lin Xiao terhenti. Ia menoleh dan mendapati Senior Zhang setengah berlari menghampirinya sambil memakai jaket tebal. Pria berkacamata itu tersenyum ramah, memamerkan kunci mobil berlambang merk ternama di tangannya.

"Angin malam ini sangat dingin, suhunya turun drastis. Kamu yakin tidak mau kuantar pulang ke asrama? Jarak dari gedung rektorat ke asrama putri cukup jauh kalau harus jalan kaki," tawar Senior Zhang dengan nada membujuk.

Lin Xiao tersenyum sopan, tapi matanya sudah menyapu area pelataran gedung rektorat. "Terima kasih banyak, Kak Zhang. Tapi pacarku sudah..."

Ucapan Lin Xiao terputus saat matanya menangkap sebuah siluet yang sangat familiar di bawah lampu jalan tak jauh dari tangga pelataran.

Kang Lu Feng berdiri di sana. Cowok itu menyandarkan sebelah kakinya pada pedal sebuah sepeda kampus sewaan berwarna kuning cerah yang memiliki keranjang kecil di depannya. Jaket denim hitamnya terlihat tebal, dan tangannya dimasukkan ke dalam saku. Meski hanya menyender pada sepeda butut, di bawah cahaya lampu jalanan yang temaram, Lu Feng terlihat seratus kali lipat lebih mempesona daripada model majalah mana pun.

Menyadari Lin Xiao sudah keluar, Lu Feng mengangkat tangan kanannya, melambai pelan dengan senyum miring andalannya.

"Pacarku sudah menjemput," lanjut Lin Xiao, senyumnya kini berubah menjadi sangat tulus dan cerah, membuat lelah di wajahnya seolah menguap. "Aku duluan ya, Kak Zhang. Selamat malam."

Tanpa menunggu balasan dari seniornya yang hanya bisa mematung kaku menahan gengsi, Lin Xiao setengah berlari menuruni anak tangga, menghampiri cowok berandal kesayangannya itu.

"Udah nunggu lama?" tanya Lin Xiao begitu sampai di depan Lu Feng.

"Lumayan. Sempet ditanyain satpam dikira gue tukang maling sepeda," kekeh Lu Feng, mengusap puncak kepala Lin Xiao perlahan. "Capek banget ya, Ketua Kelas?"

Mendengar panggilan 'Ketua Kelas' yang sudah jarang Lu Feng gunakan sejak mereka lulus SMA itu, hati Lin Xiao langsung menghangat. Rasanya seperti ditarik kembali ke masa-masa di mana masalah terbesar mereka hanyalah nilai ujian harian.

"Banget," keluh Lin Xiao jujur, memajukan bibir bawahnya sedikit.

Lu Feng tertawa pelan. Cowok itu lalu melepaskan syal rajut tebal berwarna abu-abu gelap dari lehernya sendiri, lalu melilitkannya ke leher Lin Xiao dengan sangat hati-hati, memastikan udara dingin tidak bisa menyentuh kulit cewek itu.

"Sini tas lo, masukin ke keranjang depan," perintah Lu Feng. Setelah tas Lin Xiao aman, cowok itu menepuk boncengan besi di belakang sadel sepedanya. "Naik, Yang. Tuan putri nggak boleh jalan kaki malem-malem."

Lin Xiao tersipu. Ia duduk menyamping di boncengan besi yang dingin itu. Lu Feng mulai mengayuh sepedanya. Berbeda dengan mobil mewah yang kedap suara dan melaju kencang, sepeda kuning itu bergerak santai menyusuri jalanan kampus yang luas dan sepi. Bunyi rantai sepeda yang bergesekan dan suara dedaunan ginkgo yang tersapu angin menjadi melodi yang sangat menenangkan.

"Dingin nggak, Xiao?" seru Lu Feng sedikit menoleh ke belakang agar suaranya tidak terbawa angin.

"Lumayan. Anginnya kencang sekali," balas Lin Xiao sambil sedikit menggigil.

Lu Feng memelankan kayuhannya, melepaskan sebelah tangannya dari stang sepeda, lalu meraih kedua tangan Lin Xiao yang bertumpu pada pinggiran jok. Cowok itu menarik tangan Lin Xiao, melingkarkannya ke pinggangnya sendiri, lalu memasukkan tangan kecil yang dingin itu ke dalam saku jaket denimnya yang hangat.

"Masukin tangan lo ke situ. Peluk gue yang kenceng biar lo nggak kedinginan, sekaligus biar lo nggak jatuh. Gue mau ngebut dikit nih di turunan," instruksi Lu Feng santai, meski aslinya jantung cowok itu berdebar dua kali lebih cepat.

Wajah Lin Xiao memerah sempurna. Ia tidak menolak. Justru, cewek itu menyandarkan sisi wajahnya di punggung lebar Lu Feng. Aroma khas Lu Feng—campuran antara wangi sabun mint, deterjen pakaian, dan sedikit wangi kopi—menguar menenangkan saraf-saraf Lin Xiao yang tegang setelah seharian berkutat dengan akademis.

Punggung Lu Feng terasa sangat kokoh, kokoh, dan hangat. Lin Xiao memejamkan matanya, menikmati hembusan angin malam Beijing, merasa bahwa ini adalah tempat paling aman di seluruh dunia. Di boncengan sepeda butut, memeluk cowok yang pernah bertaruh nyawa dan masa depannya demi bisa berada di sini bersama-sama.

Sepeda itu terus melaju, melewati gedung perpustakaan, asrama, hingga akhirnya Lu Feng membelokkan sepedanya menuju area Danau Weiming, danau ikonik di Universitas Beijing yang sangat indah namun sepi jika sudah lewat jam sepuluh malam.

Lu Feng menghentikan sepedanya di dekat bangku kayu di tepi danau yang diterangi lampu taman kuning temaram. Permukaan danau memantulkan cahaya bulan, menciptakan riak-riak perak yang memukau.

"Turun bentar," ajak Lu Feng.

Lin Xiao turun, berjalan beriringan dengan Lu Feng menuju bangku kayu itu. Mereka duduk berdampingan. Lu Feng langsung menarik tubuh Lin Xiao agar bersandar di bahunya, sementara ia merangkulkan lengan kanannya di pundak cewek itu, mengusap lengan atas Lin Xiao agar tetap hangat.

"Esainya udah beres?" tanya Lu Feng memecah keheningan yang nyaman itu.

"Sudah, tinggal kumpul besok pagi," Lin Xiao menghela napas panjang, menatap lurus ke permukaan danau. "Lu Feng... kadang aku merasa takut."

Lu Feng menunduk menatap pucuk kepala Lin Xiao. "Takut kenapa?"

"Kampus ini isinya monster semua," gumam Lin Xiao, suaranya terdengar sangat kecil dan rapuh, sebuah sisi yang tidak pernah ia tunjukkan pada siapa pun kecuali Lu Feng. "Di SMA Mingde, aku adalah yang terbaik. Tapi di sini... saat rapat BEM tadi, aku melihat presentasi dari mahasiswa tingkat dua, dan rasanya aku bukan apa-apa. Otak mereka, cara bicara mereka... semuanya sempurna. Aku takut... aku takut aku tidak bisa mengimbangi mereka, Lu Feng. Aku takut mengecewakan harapan keluargaku."

Lu Feng terdiam sejenak. Dia mengerti perasaan itu. Sebagai mahasiswa yang masuk dengan nilai pas-pasan di batas cutoff, Lu Feng adalah orang yang paling merasakan betapa mengerikannya tekanan di kampus ini.

Lu Feng mengeratkan pelukannya di bahu Lin Xiao. Cowok itu lalu menangkup sisi wajah Lin Xiao, memaksa cewek itu mendongak menatapnya.

"Dengerin gue, Xiao," suara Lu Feng terdengar sangat berat, tegas, namun dipenuhi kelembutan yang meluap-luap. "Lo adalah Lin Xiao. Cewek keras kepala yang maksa gue belajar sampai mimisan. Cewek yang berani nentang cowok paling pinter di SMA demi belain murid berandal kayak gue. Lo itu kuat. Jauh lebih kuat dari yang lo pikirin."

Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Lin Xiao. Kata-kata Lu Feng meruntuhkan semua dinding pertahanannya.

"Di kampus ini mungkin banyak orang jenius," lanjut Lu Feng, ibu jarinya mengusap lembut pipi Lin Xiao. "Tapi mereka nggak punya apa yang lo punya. Mereka nggak punya keberanian lo. Dan yang paling penting... mereka nggak punya gue buat jadi sandaran mereka pas mereka capek."

Satu tetes air mata akhirnya jatuh dari mata Lin Xiao, tapi ia tersenyum. Senyum yang sangat lega.

"Lo nggak perlu jadi yang paling sempurna setiap saat, Xiao," bisik Lu Feng, mendekatkan wajahnya. "Kalau lo capek lari, lo tinggal berhenti. Lo bisa jalan pelan-pelan, dan gue bakal selalu jalan di sebelah lo. Kalau lo butuh nangis, punggung dan bahu gue selalu siap buat lo basahin. Paham?"

Lin Xiao mengangguk pelan, air matanya kini mengalir deras, namun itu adalah air mata kebahagiaan. Beban berat di pundaknya rasanya menguap begitu saja.

"Terima kasih, Lu Feng. Aku sayang banget sama kamu," bisik Lin Xiao parau.

"Gue jauh lebih sayang sama lo, Ketua Kelas," balas Lu Feng pelan.

Tanpa menunggu lagi, Lu Feng menundukkan wajahnya, menyatukan bibir mereka di bawah cahaya bulan Beijing. Ciuman itu tidak terburu-buru, tidak menuntut, melainkan sangat lembut dan penuh perasaan. Sebuah ciuman yang menjanjikan rasa aman, dukungan, dan cinta yang tak bersyarat.

Lin Xiao mengalungkan kedua lengannya di leher Lu Feng, membalas ciuman cowok itu dengan sepenuh hati, membiarkan udara dingin malam musim gugur terkalahkan oleh kehangatan cinta mereka yang semakin mendalam.

Di tepi Danau Weiming malam itu, Lin Xiao menyadari satu hal yang pasti: selama ia memiliki Lu Feng di sisinya, ia siap menghadapi monster akademis mana pun yang ada di ibu kota ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!