NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Musuh Bebuyutan

Menikah Dengan Musuh Bebuyutan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami / Teen
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Ulfa Apriyani (Ketua OSIS, perfeksionis, anti-kriminal) harus menelan pil pahit saat dijodohkan paksa dengan musuh bebuyutannya, Langit Pradipta (Kapten Basket, bad boy, biang onar).

Masalahnya, Langit sudah punya pacar yang sama populernya: Zara Aprilia (Kapten Cheerleader).

Di sekolah mereka perang dingin, di rumah mereka terpaksa tinggal satu atap.

Awalnya Langit cuek dan kasar karena menjaga hati Zara, tapi perlahan, pesona ketegasan Ulfa mulai meruntuhkan tembok ego Langit.

Saat Langit mulai jatuh cinta, rahasia pernikahan mereka bocor. Badai besar pun dimulai, memaksa Langit harus memilih antara ego masa mudanya atau kehilangan Ulfa selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Disela Pertandingan Basket 23.

Gemuruh di dalam gedung olahraga SMA Bhineka siang itu terasa sampai ke ujung lidah. Bau keringat, minyak urut, dan sisa parfum yang menguap bercampur menjadi satu udara pengap yang mendebarkan.

Final turnamen basket antar-sekolah tahun ini bukan cuma soal piala berlapis kuningan, tapi soal harga diri. Di tengah lapangan kayu yang memantulkan cahaya lampu neon, Langit sedang menggiring bola dengan ritme yang memburu. Kaus nomor punggung tujuh miliknya sudah basah kuyup, menempel ketat di punggungnya yang bergerak dinamis menghindari kepungan lawan.

Di tribun barat, lautan seragam putih-abu-abu bergolak. Di barisan paling depan, sosok yang paling mencuri perhatian jelas adalah Zara. Dengan bando gelembung warna merah muda dan rumbai-rumbai pom-pom di kedua tangannya, kekasih resmi Langit itu tidak bisa diam sedetik pun.

"Langiiit! Ayo pacar gueee! Masukin, Sayang!" teriak Zara dengan suara cemprengnya yang khas, melengking membelah kebisingan. Sahabat-sahabat di sebelahnya tertawa-tawa, sesekali ikut menyoraki lawan.

Zara lebih dari sekedar keceriaan remaja yang tanpa beban. Petakilan, Cantik, populer, dan memiliki Langit adalah pencapaian terbesar dalam hidupnya semester ini.

Setiap kali Langit berhasil melakukan lay-up atau mencetak poin, Zara akan melompat-lompat heboh, melemparkan ciuman jauh yang disambut sorakan riuh dari penonton lain.

Di lapangan, Langit sempat menoleh sekilas, menyunggingkan senyum tipis, dan melambaikan tangan. Sebuah interaksi manis khas sepasang kekasih sekolah yang membuat banyak mata iri.

Namun, di sudut lapangan yang berbeda, dekat bangku cadangan dan meja panitia, ada sepasang mata lain yang menatap dengan intensitas yang jauh lebih tenang, namun jauh lebih dalam. Ulfa.

Sebagai Ketua OSIS sekaligus koordinator tim medis PMR hari itu, Ulfa berdiri tegap dengan almamater sekolah dan ban lengan palang merah.

Rambutnya dikuncir kuda rapi. Wajahnya polos tanpa riasan berlebih, tipikal siswi teladan yang disegani guru. Tugasnya adalah memastikan acara berjalan lancar.

Namun, detak jantungnya tidak bisa berbohong. Setiap kali Langit berbenturan fisik dengan pemain lawan yang bertubuh kekar, tangan Ulfa yang memegang papan jalan otomatis meremas pinggirannya sampai buku-buku jarinya memutih.

Tidak ada yang tahu, di balik formalitas dan sikap dingin mereka di sekolah, Langit dan Ulfa terikat oleh seutas benang tak kasat mata yang teramat tebal. Mereka adalah suami istri rahasia. Pernikahan di bawah umur yang dipaksakan oleh wasiat keluarga itu memaksa keduanya menjalani kehidupan ganda.

"Fokus, Ulfa," bisik gadis itu pada dirinya sendiri, mengalihkan pandangan saat melihat Zara kembali berteriak heboh karena Langit berhasil memblokir tembakan lawan.

Ada rasa perih yang terbiasa menyelusup di dada Ulfa, tapi dia menekannya kuat-kuat. Ini wilayah sekolah. Di sini, Langit adalah milik Zara.

Pertandingan tersisa tiga puluh detik di kuarter keempat. Skor imbang. Suasana tegang memuncak.

Langit menerima umpan terobosan dari rekannya. Dia melesat maju, melakukan dribble cepat membelah pertahanan lawan. Satu screen dari temannya memberi celah. Langit melompat ke udara untuk melakukan jump shot penentu.

"Langiiit, tembak!" jerit Zara histeris, mencondongkan badannya ke pagar pembatas tribun.

Di udara, semua terasa lambat bagi Langit. Namun, saat dia melepaskan bola, seorang pemain lawan terlambat melakukan blokade dan menabrak tubuhnya dari samping. Keseimbangan Langit goyah. Dia mendarat dengan tumpuan yang salah.

Krek.

Bunyi halus namun mengerikan itu seperti terdengar di telinga Langit, disusul rasa sakit yang luar biasa tajam menjalar dari pergelangan kaki kanannya.

Langit langsung ambruk ke lantai kayu, memegangi kakinya dengan wajah yang mendadak pias dan peluh dingin yang bercucuran.

Bola masuk ke keranjang, peluit panjang berbunyi, pertanda kemenangan SMA Bhineka. Namun, tidak ada perayaan instan. Semua pasang mata tertuju pada kapten mereka yang mengerang kesakitan di lantai.

"Langit!" Zara menjerit, wajah cerianya langsung berubah panik. Dia mencoba menerobos turun dari tribun, namun tertahan oleh lautan manusia yang mulai merangsek maju dan petugas keamanan yang menjaga batas suporter. "Buka jalannya! Itu pacar gue! Langit!" tangis Zara pecah, dia bingung dan ketakutan melihat Langit yang kesakitan.

Di saat kerumunan pemain dan pelatih mulai mengerubungi Langit yang terkapar, sebuah siluet bergerak dengan kecepatan yang tidak wajar.

Itu Ulfa. Menembus kerumunan tanpa ragu, membawa tas medis di pundaknya. Ketegasannya sebagai Ketua OSIS membuat para pemain cadangan dan penonton yang mencoba mendekat langsung mundur memberi jalan.

"Semuanya mundur! Beri dia ruang untuk bernapas!" suara Ulfa terdengar lantang dan berwibawa, menghalau kepanikan di area itu.

Ulfa langsung berlutut di samping Langit. Matanya yang biasanya tenang kini bergetar hebat saat melihat suaminya memejamkan mata rapat-rapat sambil menggigit bibir bawahnya menahan sakit.

Detik itu, semua topeng formalitas OSIS runtuh di dalam kepala Ulfa. Yang ada di depannya bukan cuma sekadar "atlet sekolah", tapi laki-laki yang tidur satu atap rumah yang sama dengannya, laki-laki yang malam hingga pagi tadi bertengkar hebat padanya.

Tangan Ulfa bergerak taktis namun sangat lembut. Dia melepas tali sepatu basket Langit dengan hati-hati.

"Tahan sebentar, Lang," bisik Ulfa lirih, sangat pelan hingga hanya bisa didengar oleh Langit di tengah kebisingan itu. Nada suaranya bukan lagi nada suara seorang Ketua OSIS yang tegas, melainkan nada seorang istri yang hatinya hancur melihat pasangannya terluka.

Langit membuka matanya yang berair akibat rasa sakit yang mendenyut. Pandangannya yang kabur menangkap wajah Ulfa yang berada sangat dekat dengannya. Di atas tribun, Zara masih berteriak histeris mencoba turun, namun perhatian Langit kini sepenuhnya terkunci pada jemari Ulfa yang dingin namun menenangkan di pergelangan kakinya.

"Ul... sakit banget," keluh Langit lirih, suaranya parau, menunjukkan sisi rapuh yang tak pernah dia perlihatkan pada siapa pun di sekolah, termasuk Zara. Dia membiarkan dirinya pasrah di bawah penanganan Ulfa.

Ulfa mengambil ice pack dari tasnya, menempelkannya dengan sudut yang pas di pergelangan kaki Langit yang mulai membengkak untuk mengurangi peradangan.

Tindakan pertolongan pertamanya begitu cekatan, namun tatapan matanya yang sarat akan kekhawatiran mendalam tidak bisa disembunyikan dari Langit.

Untuk beberapa detik yang krusial di tengah lapangan yang riuh itu, dunia seolah menyusut hanya menyisakan mereka berdua. Sebuah rahasia besar yang terbungkus rapi dalam balutan cedera dan kepedulian yang terlarang.

......................

...****************...

Tbc,

1
falea sezi
banyak bacot ini tua bangka🤣 cucu lu selingkuh woy goblok
falea sezi
uda jatuh talak. lo. ini
Alex
mampossssss lu ngit
sekarang gimna rasanya jatuh sejatuh"nya🥳🥳
Alex
sukurin maknya jadi cowok itu tegas bertanggung jawab jngn pling plan, gemes deh
Alex
jahat bgts langit Sam zahra itu, pngen geplak
Alex
ya Allah sesakit ini rasanya jahat bgts loe sebagai cowok, karma apa yg akan menantimu
Alex
udahlah Thor, biar ketahuan aja, biar Ulfa bahagia kasihan nyesek terus tiap hari🤭
Rofiwan: done kak😃
total 1 replies
Alex
syedih tapi sweet🥰
Alex
nah bgus tor biar pikirannnya terbuka lebar🤭
Alex
pengen geplak pala langit ,boleh thor
Rofiwan: silahkan, tuh orang emang plin plan hahaha
total 1 replies
Alex
lnjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!