NovelToon NovelToon
Kesatria Merah

Kesatria Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Perperangan
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: PrinceArslan

Mati di medan perang modern, Alvaro sang prajurit pasukan khusus elit terlahir kembali di Aetheria—dunia yang dikuasai oleh sihir dan aura. Sialnya, ia terjebak dalam raga "Arya Denwick" Anak bangsawan 17 tahun berpenyakitan pewaris desa rawa miskin, yang baru saja didorong ke jurang kematian oleh Musuh yg tidak diketahui.
Tanpa "sistem" ajaib layaknya kisah pahlawan lain, Arya menolak takdir pecundangnya. Memadukan pernapasan yang ia ketahui di militer untuk memanipulasi energi aura dan mematikannya seni pedang dari Bumi, ia merakit ulang tubuh rusaknya.
dan menjadi penguasa sejati di kerajaan bahkan dunia tersebut!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinceArslan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Logistik dan Baja Peninggalan

Ruang tengah kastil terasa dingin malam itu. Perapian menyala di sudut ruangan, namun apinya tidak cukup untuk meredakan ketegangan antara Baron Aran dan istrinya.

Lisa berdiri di depan meja, wajahnya menegang menahan amarah dan kekhawatiran. "Kau membiarkannya pergi ke Verdentia. Hutan Kuno, Aran. Jaraknya dua hari perjalanan dan dipenuhi monster. Terakhir kali dia keluar dari wilayah ini, dia dibawa pulang dengan kepala berdarah dan nyaris mati."

Aran duduk di kursinya, membersihkan sarung pedang kulit di pangkuannya. Ia menatap istrinya dengan tenang.

"Dia bukan lagi anak yang sama seperti minggu lalu, Lisa," jawab Aran pelan tapi tegas. "Kau melihatnya sendiri di lapangan. Dia menguasai aura. Dia memiliki cara membunuh yang tidak pernah kulihat sebelumnya."

"Dia masih tujuh belas tahun!" sela Lisa keras.

Aran meletakkan sarung pedang itu ke atas meja. "Dan dia adalah pewaris baroni perbatasan. Di Mossgate, tujuh belas tahun berarti kau sudah cukup umur untuk memimpin pasukan. Tempat ini miskin dan dikelilingi musuh. Jika dia tidak memiliki keberanian untuk mengambil risiko dan mencari dana, baroni ini akan hancur dari dalam. Arya butuh ujian ini untuk membuktikan kapasitasnya memimpin."

Lisa terdiam. Mulutnya terbuka untuk membantah, namun ia menyadari kebenaran brutal dari kata-kata suaminya. Ia memalingkan wajah, menarik napas panjang untuk menstabilkan emosinya, lalu mengangguk kaku dan berjalan keluar ruangan.

Pagi harinya, halaman depan kastil sibuk oleh persiapan keberangkatan.

Max, Josh, Willi, Erson, dan Kin berdiri berjajar di samping kuda-kuda penarik gerobak tua milik kastil. Pakaian mereka kini lebih rapi. Arya berdiri di depan mereka, memeriksa tali kekang dan persediaan air.

Suara langkah sepatu bot berat membuat mereka menoleh. Aran berjalan menghampiri kelompok itu, diikuti oleh dua pelayan yang membawa peti kayu panjang.

"Buka," perintah Aran.

Pelayan itu membuka peti. Di dalamnya terdapat lima set pelindung dada dari kulit tebal berlapis pelat besi tipis, sepuluh gulung perban, batu asah, dan jatah makanan kering untuk sepuluh hari. Tidak ada senjata baru untuk kelima prajurit itu, tapi setidaknya zirah mereka kini layak pakai.

Max dan kawan-kawannya menatap perlengkapan itu dengan mata berbinar. Mereka segera membagikannya dan memasangnya di tubuh masing-masing.

Aran kemudian melangkah maju, berhenti tepat di hadapan Arya. Sang Baron tidak mengatakan apa-apa selama beberapa detik. Ia melepaskan ikatan tali dari sebuah benda panjang yang terbungkus kain tebal di tangannya, lalu menyodorkannya ke dada Arya.

Arya menerimanya. Berat benda itu langsung terasa di telapak tangannya. Ia membuka lipatan kain tersebut.

Itu adalah sebuah longsword. Berbeda jauh dari pedang besi berkarat miliknya, pedang ini memiliki warna abu-abu gelap dengan pola gelombang halus di sepanjang bilahnya—bukti bahwa bajanya dilipat dan ditempa berulang kali. Gagangnya dililit kulit hitam yang masih mencengkeram kuat, dan bagian pommel-nya terbuat dari kuningan solid yang menjaga keseimbangan senjata secara presisi.

"Pedang itu pemberian Raja terdahulu saat aku diangkat menjadi komandan pengawal," ucap Aran datar, wajahnya tidak menunjukkan emosi apa pun. "Aku belum pernah mencabutnya lagi sejak kita diasingkan ke rawa ini. Bajanya merespons aliran aura dengan sangat baik. Jangan sampai patah."

Arya menatap pedang itu, merasakan keseimbangan sempurna saat ia memegang gagangnya. Ini bukan pedang hiasan; ini alat pembunuh kelas atas.

"Terima kasih," jawab Arya singkat. Ia memasukkan pedang itu ke dalam sarungnya dan mengikatkannya di pinggang.

Aran mengangguk sekali, lalu mundur selangkah. Ia menatap tajam ke arah lima prajurit di belakang Arya. "Kalian lima orang. Jika pewaris baroni ini tidak kembali dalam keadaan bernapas, pastikan kalian juga membusuk di hutan itu. Paham?"

"Paham, Tuan Baron!" jawab Max dan kawan-kawannya serempak.

Tanpa membuang waktu lebih lama dengan ucapan perpisahan, Arya berbalik, memberikan aba-aba tangan singkat kepada pasukannya. Mereka mulai bergerak, membawa gerobak logistik mereka meninggalkan gerbang kastil, memulai perjalanan panjang ke perbatasan barat.

1
palupi
semangat thor👍🥰
palupi
semakin seru...👍🥰
palupi
❤️
PrinceArslan: halo kak' Jika kaka suka karya ku.. aku akan merekomendasikan karya ku yang lain yaitu "Goblin Emperor" barangkali kaka tertarik terimakasih
total 1 replies
palupi
semakin seru 👍
palupi
👍
palupi
langsung tertarik ceritanya 🥰
👍
PrinceArslan: terima kasih 👍
total 1 replies
marsabat hindom
sangat bagus
PrinceArslan: terima kasih 🙏
total 1 replies
Sung Jin Woo
bagus
Akagami Shanks
suka cerita yg seperti ini 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!