Apa yang kita rencanakan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Takdirkan yang akan membawa kita ke jalan yang sudah di gariskan.
Lidia tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah setelah kejadian malam itu. Niat ingin membantu malah berakhir jadi hal buruk yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidup.
Mahkota yang ia jaga di renggut paksa oleh Panca suami sahabatnya sendiri. Semenjak itu ia tak bisa lepas dari jeratan Panca. Sekeras apapun ia menolak ia tak bisa mengelak akan pesona panca yang notabene adalah atasannya sendiri.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah sahabatnya akan mengetahui perbuatan buruknya dan bagaimana kisah anatara dirinya dan panca?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
Pagi kembali menyapa saat mentari merangkak perlahan memperlihatkan kegagahnya. Lidia terbangun saat alarm berbunyi. Matanya oe4lahan membuak sedikit demi sedikit menyesuaikan dengan cahaya lampu.
Denagn wajah bantal Lidia perlahan turun dari ranjang, berjalan perlahan menuju kamar mandi. Dinginya air membuat dirinya segar kembali.
Selesai dengan ritual mandinya Lidia bertransaksi pakain kerjanya dan membaut sarapan kilat untuk dirinya berupa roti bakar dan segala susu coklat panas. Ia sangat menikmati sarapanya sambil matanya melihat berita terpopuler kali ini.
Tepat pukul tujuh lewat lima belas menit, Luna segera keluar dari apartemennya dan langsung naik taxi yang sudah ia pesan secara on line. Perjalanan sempat tersendat karna begitu banyaknya kendaraan yang berebut hendak duluan.
Sesampai di kantor Luna langsung menuju ruangnya. Saat tadi melewati ruang Panca ia melihat jika lelaki itu spertinya belim datang karna pintunya masih terbuka.
Lidia bekerja seperti biasanya. Ia berusah bersikap profesional meski hatinya tengah tidak baik - baik saja. Sebisa mungkin ia berusaha menjaga jarak dengan bosnya itu.
"Lidia keruangan saya sekarang." panggil Pang melalui saluran telpon kantor.
"Baik, pak." dengan langkah berat Lidia berusah bersikap normal meski dalam hati berkecamuk.
"Tok.... Tok...... Tok..... permisi pak." Lidia berusaha bersikap sopan.
"Masuk, jangan lupa tutup pintunya kembali." Ujar Panca yang hanya sekilas melihat kerah Lidia lalu kembali matanya lurus menatap ke layar laptop yang ada di depanya.
"Maaf pak, ada apa bapak memanggil saya?" tanya Lidia sopan seperti biasanya.
"Tolong bantu saya, kamu periksa berkas ini." Panca menyuruh Lidia mendekat padanya. Saat Lidia berdiri di sampingnya, tiba - tiba Panca menarik tubuh Lidia dan langsung terjatuh di pangkuanya.
"Pak, saya....."
Kalimat Lidia terpotong karna Panca tanpa aba - aba membekap mulutnya dengan mulutnya sendiri. Lidia terlihat kaku dan tak membalas ciuman Panca. Lelaki itu tak lantas menyerah ia mengigit sedikit bibir Lidia sehingga gadis itu membuka mulutnya dan Panca langsung mengobrak arik mulutnya. Ada sensasi aneh yang tak bisa ia tolak membuatnya terbawa arus.
"Pak, cukup pak. Ini salah." Ujar Lidia di sela nafasnya yang naik turun.
"Tapi kamu menikmatinyakan?" bisik Panca di telinga Lidia. Hembusan nafas Panca yang hangat terasa menggelitik membuat Lidia merinding.
"Apa yang kamu rasakan?" kembali Panca berbisik sambil mengigit kecil telinga Lidia membuat wanita itu mendesah.
"Ahhh....." desakan itu lolos tanpa bisa ia tahan membuat Panca tersenyum.
"Keluarkan sayang, aku suka mendegar desahanmu." Panca makin berani dan bersemangat mendengar desakan Lidia yang terdengar merdu di telinganya.
Tangan Panca sudah tak bisa dikondisikan, meraya di sana sini mencari titik sensitif Lidia. Lidia sudah tak bisa lagi menahan gejolak dalam hatinya. Ada keinginan untuk menolak tapi tubuhnya merespon lain.
Bagian atas Lidia sudah terbuka sempurna membuat Panca bebas bermain di gunung kembar bermata pink. Panca seperti bayi kehausan, rakus menyesap bergantian karna kiri. Tanganya menguap kebawah mencari sesuatu di balik segitiga yang sudah sangat basah. Tanganya mulai bermain di klitoris wanita itu sehingga Lidia makin mengelinjang merasakan gelombang nikmat yang sudah membuatnya candu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Assalamualaikum kk, apa kabar kk² tersayang?
Doa thor moga kk² semua selalu sehat dan di mudahkan rezekinya.
Di tunggu like dan komennya kk!
Jangan lupa vote yang banyak juga ya!
Dan terimakasih juga atas semua supportnya😘😘😘🙏
atau adit br dipindah ke kantor nya panca?
atau adit atau lidia ga pernah saling cerita mrk kerja dimana?