NovelToon NovelToon
Terjebak Dalam Kiamat Zombie

Terjebak Dalam Kiamat Zombie

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Hari Kiamat / Zombie
Popularitas:480
Nilai: 5
Nama Author: Jumarlin

Kiamat zombie mungkin itu hanya cerita film dan dalam buku. Tapi bagaimana jadinya jika itu terjadi?

Itu yang dirasakan oleh Hayden Vihaan pria berusia dua puluh lima tahun yang terjebak dalam kiamat zombie. Dia yang dari dulu di rawat oleh kakeknya seorang ilmuan sudah memang mempersiapkan semuanya. Kendaraan yang bisa di tumpangi enam orang di sulap menjadi mobil ajaib yang memiliki sistem pertahanan yang kuat. Tidak hanya mobilnya tapi villa yang memiliki bangker dan pertahanan sama kuatnya.

Bagaimana cerita selanjutnya yuk simak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jumarlin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Kendaraan taktis melintasi gerbang besi tebal Benteng Relay Sektor Utara. Barikade beton, pos senapan mesin, dan puluhan prajurit milisi independen menyambut kedatangan mereka dengan senjata terkokang siaga.

Begitu mesin mesin dimatikan, pintu pos komando terbuka. Seorang pria berseragam taktis lusuh dengan selendang merah terikat di lengan melangkah keluar. Langkahnya tegap, tatapannya tajam menelisik, sebelum matanya membelalak lebar melihat sosok yang keluar dari kursi kemudi.

"Hayden...?" suara pria itu bergetar tak percaya.

Hayden terpaku sejenak, lalu menyunggingkan senyum tipis di tengah rasa lelahnya. "Dion."

Dion—mantan kapten sepasukannya saat masih bertugas di satuan khusus—menerjang maju dan merengkuh Hayden dalam pelukan hangat khas prajurit. Ia menepuk pundak Hayden keras-keras, seolah memastikan kawan lamanya itu benar-benar bernapas di hadapannya.

"Aku dengar rumor Oase rata dengan tanah... aku pikir kamu sudah mati, Brader!" ujar Dion seraya melepas pelukan, menatap lekat wajah Hayden yang dipenuhi bekas jelaga dan darah.

"Aku hampir mati, Dion. Tapi ada hal yang harus diselesaikan," jawab Hayden tenang seraya berpaling ke arah kendaraan lapis baja.

Dr. Helena membantu Fiora turun perlahan, sementara Leo dan Maya berjalan berdampingan di belakang mereka. Dion menatap Fiora yang nampak pucat namun anggun, lalu melirik dua anak kecil dan koper baja yang diapit ketat oleh Helena.

"Ini Fiora, istriku. Dan ini Dr. Helena," jelas Hayden. "Kami membawa data riset dan formula penuh vaksin Genesis. Kami butuh pemancar siaran daruratmu untuk menyebarkan frekuensi sintesis ini ke seluruh laboratorium penyintas di dunia sebelum Aegis menguasai sisa sektor."

Raut muka Dion berubah serius. Ia menyapu pandangan ke arah prajuritnya, memberi isyarat agar memperketat penjagaan di luar benteng.

"Kamu selalu tahu cara membawa masalah besar ke pintuku, Hayden," ujar Dion seraya terkekeh pelan, lalu menatap Hayden dengan ketegasan penuh. "Tapi tempat ini milik kita. Pemancar di puncak benteng dalam kondisi aktif. Masuklah, obati luka-luka kalian. Selama aku dan pasukan milisi di sini masih bernapas, Aegis tidak akan menyentuh kalian atau vaksin itu."

Dion memimpin rombongan memasuki area dalam Benteng Relay. Suara derap boots milisi beradu dengan lantai semen dingin saat mereka melintasi lorong-lorong pertahanan yang dipenuhi barikade pasir dan persenjataan berat. Meskipun tempat itu sederhana, suasana disiplin dan kesiapan tempur terasa sangat pekat.

"Bawa wanita dan anak-anak ini ke ruang medis tingkat dua!" perintah Dion tegas pada dua prajurit medisnya. "Pastikan mereka dapat pasokan makanan, air bersih, dan perawatan terbaik."

Fiora sempat menahan tangan Hayden sejenak sebelum melangkah bersama Maya dan Leo. "Jangan lama-lama," bisiknya pelan, memberikan senyuman penuh kehangatan yang menguatkan Hayden. Hayden mengangguk, mengusap pelan jemari istrinya.

Setelah Dr. Helena dan Fiora dipandu menuju ruang medis, Dion mengajak Hayden melangkah naik menuju pusat komando yang dipenuhi layar pemantau taktis dan perangkat pemancar jarak jauh.

Dion menuangkan dua gelas air ke atas meja peta baja, lalu menyodorkan satu gelas ke arah Hayden.

"Kondisi di luar makin kacau, Hayden," kata Dion seraya menyandarkan tubuhnya ke meja. "Sinyal pergerakan Aegis makin gila dalam 24 jam terakhir. Mereka menyapu bersih pemukiman di Sektor Selatan dan Timur. Kalau vaksin ini benar-benar bisa bekerja, kita bukan cuma menyelamatkan penyintas, tapi membongkar seluruh kebohongan Aegis."

"Vaksin ini nyata, Dion," jawab Hayden mantap seraya meletakkan koper baja di atas meja komando. "Sampel genetik Leo dan data riset di koper ini adalah kuncinya. Begitu Dr. Helena menstabilkan sinyal enkripsi, kita butuh daya penuh pemancarmu untuk mengunggah cetak biru sintesis ini ke satelit independen."

Dion menatap koper baja itu dengan tatapan penuh penghormatan, lalu menepuk bahu Hayden. "Sistem transmisi kita siap 100%. Tapi kita punya masalah lain."

Dion menekan salah satu tombol di konsol meja, menampilkan peta radar lokal Sektor Utara yang memancarkan kedipan merah.

"Konvoi lapis baja Aegis baru saja melewati garis perbatasan luar," lanjut Dion dengan wajah mengeras. "Mereka bergerak cepat ke arah benteng ini. Seseorang pasti telah membocorkan posisi kita, atau mereka melacak sinyal kendaraan taktis yang kalian gunakan."

Hayden menatap titik-titik merah di layar radar. Bukannya cemas, matanya justru menyala oleh ketegasan dingin seorang prajurit yang tidak lagi memiliki alasan untuk mundur.

"Berapa lama waktu yang kita punya sampai mereka tiba di sini?" tanya Hayden.

"Paling lama satu jam," jawab Dion seraya mengambil senapan serbunya dari rak senjata. "Cukup waktu untuk Helena mengunggah data vaksin itu, dan cukup waktu untuk kita menyambut mereka dengan barisan peluru."

Hayden langsung berbalik menuju ruang medis. Dr. Helena terlihat sedang menyelesaikan validasi berkas enkripsi di terminal portabel, sementara Fiora duduk di tepi ranjang memeriksa kondisi Maya yang tertidur pulas di samping Leo.

"Helena, kita punya waktu kurang dari satu jam," ujar Hayden tanpa basa-basi. "Konvoi utama Aegis sedang menuju benteng ini. Unggah data vaksin itu sekarang."

Dr. Helena mendongak dengan wajah tegang, jemarinya makin lincah menekan papan ketik. "Transmisi data butuh waktu setidaknya empat puluh menit agar terdistribusi penuh ke seluruh jaringan satelit independen. Jika transmisi terputus di tengah jalan, berkasnya akan rusak!"

"Gunakan pemancar utama di menara puncak," potong Fiora seraya bangkit berdiri. Wajahnya masih pucat, tetapi matanya memancarkan keberanian yang tak terbendung. Ia menggenggam tangan Hayden. "Aku akan mendampingi Helena di ruang kontrol pemancar. Biar aku yang memastikan enkripsi kode genetiknya stabil."

"Fiora, tubuhmu—"

"Tubuhku cukup kuat untuk menuntaskan ini, Hayden," pangkas Fiora mantap. "Pergallah ke garis depan bersama Dion. Tahan mereka di gerbang bawah, dan biarkan kami menyelesaikan tugas di atas."

Hayden menatap istrinya lekat-lekat, lalu menarik Fiora ke dalam pelukan singkat yang hangat. "Tetap hidup, Fiora."

"Kamu juga," bisik Fiora.

 

Suara sirine bahaya melengking di seluruh penjuru Benteng Relay Sektor Utara. Langit sore yang memerah kini dipenuhi raungan mesin helikopter tempur dan roda rantai tank lapis baja milik Aegis Corporation yang mulai mengepung perimeter luar benteng.

Di gerbang utama, Dion berdiri di atas barikade beton seraya mengokang senapan mesin beratnya. Di sampingnya, Hayden memeriksa magazin senapan serbunya, memastikan pisau taktis dan granatnya siap digunakan.

"Mereka membawa seluruh armada Sektor Utara," ujar Dion seraya terkekeh dingin menatap barisan kendaraan musuh di kejauhan. "Pilihan bagus untuk hari kematian mereka."

"Pastikan tidak ada satu pun dari mereka yang menembus menara pemancar," balas Hayden dingin.

*BARRAGGHH!*

Ledakan meriam pertama dari kendaraan tempur Aegis menghantam dinding luar benteng, menyemburkan puing beton dan abu meredup. Pasukan milisi Dion langsung membalas dengan rentetan tembakan otomatis yang memecah kesunyian sore.

Di puncak menara, Fiora dan Dr. Helena mengunci pintu baja ruang transmisi. Indikator pengunggahan data vaksin Genesis di layar utama menyala biru, memulai hitungan mundur dari **0%**.

Di bawah, pertempuran mematikan untuk menentukan masa depan peradaban resmi dimulai.

1
Coco
🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!