NovelToon NovelToon
Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Selama enam tahun, Kinara hidup sebagai istri dari Zergan Airlangga, seorang direktur sekaligus CEO muda yang dikenal dingin, tegas, dan sulit didekati. Pernikahan mereka bukanlah kisah cinta yang indah, melainkan hasil perjodohan dua keluarga besar.
Sejak awal, Kinara mencintai Zergan seorang diri. Ia bertahan dengan harapan bahwa suatu hari hati suaminya akan luluh. Namun, harapan itu tak pernah menjadi kenyataan. Bagi Zergan, hatinya telah terkubur bersama wanita yang pernah ia cintai dan telah meninggal dunia. Kehilangan itu mengubahnya menjadi pria yang dingin, acuh, dan tak pernah benar-benar melihat keberadaan Kinara sebagai istrinya.
Hingga sebuah kejadian tak terduga mengakhiri segalanya.
Saat membuka mata, Kinara mendapati dirinya kembali ke masa lalu saat usianya baru dua puluh tahun dan masih duduk di bangku kuliah. Ia kembali ke waktu sebelum perjodohan itu terjadi, sebelum enam tahun penuh luka dan penantian.
Kali ini, Kinara bertekad mengubah takdirnya. Ia tidak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

Siang harinya saat jam istirahat, suasana di koridor dekat taman fakultas cukup tenang. Kinara baru saja keluar dari kelasnya ketika sosok Haura tiba-tiba muncul di hadapannya. Langkah Haura tampak ragu, tidak seangkuh biasanya.

​"Nara," panggil Haura pelan.

​Kinara menghentikan langkahnya dan menoleh datar. "Ya? Ada apa?"

​Haura meremas kedua tangannya sendiri, matanya tertuju pada pergelangan tangan kiri Kinara yang masih dibalut kain kasa tebal. "Aku... aku mau minta maaf soal kejadian di kantin kemarin. Gara-gara keributanku dengan anak panitia itu, tangan kamu jadi luka parah karena tersiram sup panas. Aku bener-bener merasa bersalah."

​Mendengar kalimat itu, Kinara tertegun sejenak sebelum sebuah senyuman getir terukir di bibirnya. Ia memandangi Haura dengan tatapan heran yang sulit diartikan. Di kehidupan lalunya, jangankan meminta maaf, Haura bahkan tidak pernah memandangnya sebelah mata.

​"Kenapa baru sekarang?" ucap Kinara lirih dengan nada yang terdengar begitu tenang namun menyengat. "Apa kamu baru sadar kalau ego kamu kemarin hampir mengorbankan orang lain?"

​Haura tersentak, wajahnya memerah karena malu sekaligus tertohok oleh ucapan blak-blakan Kinara. Namun, belum sempat Haura membalas, suara langkah kaki tegap terdengar mendekat dari arah belakang.

​"Haura."

​Itu suara Zergan. Pria itu berjalan mendekat dengan aura dominannya yang dingin. Begitu melihat kekasihnya, ketegangan di wajah Zergan sedikit mencair. Haura yang melihat kehadiran Zergan langsung berbalik dan tanpa ragu menghambur ke pelukan pria itu, melingkarkan tangannya di pinggang Zergan seolah mencari perlindungan.

​"Zergan..." rengek Haura manja.

​Zergan membalas pelukan itu pelan, lalu mengusap bahu Haura lembut. Menyaksikan pemandangan manis itu tepat di depan matanya, hati Kinara kembali mencelos. Rasa nyeri yang teramat pekat menghantam dadanya, seolah luka lama yang belum kering dipaksa terbuka kembali. Namun, Kinara mengepalkan tangan kanannya kuat-kuat, menarik napas dalam-dalam untuk menahan emosi tersebut. 'Tahan, Nara. Kamu bukan siapa-siapa lagi di hidupnya,' bisik hatinya tegar.

​Saat itulah Kinara menyadari bahwa Zergan tidak datang sendiri. Di belakang Zergan, berdiri Arsen dengan setelan jas formalnya, menatap lurus ke depan dengan ekspresi wajah yang sangat datar dan dingin.

​Zergan melepaskan pelukannya dari Haura, lalu menoleh ke arah sang kakak. "Haura, perkenalkan, ini Kak Arsen. Kakak kandungku yang baru saja pulang dari luar negeri kemarin malam," ucap Zergan dengan nada formal, memperkenalkan kakaknya.

​Mendengar ucapan Zergan, Kinara langsung mengernyitkan dahinya dalam-dalam. Rasa heran yang luar biasa menyergap otaknya.

​"Halo, Kak Arsen. Aku Haura, senang akhirnya bisa bertemu langsung," ucap Haura dengan senyuman manis dan sopan, mengulurkan tangannya seolah-olah ia baru pertama kali melihat pria di hadapannya itu.

​Arsen menyambut uluran tangan Haura dengan anggukan kepala yang kaku. "Arsen," jawabnya pendek dan formal.

​Kinara mematung di tempatnya. Matanya bergantian menatap Haura dan Arsen dengan pandangan tidak percaya. Akting mereka berdua benar-benar sangat sempurna, seolah-olah adegan pelukan mesra penuh kerinduan di sudut koridor sepi tadi pagi tidak pernah terjadi sama sekali. Kenapa mereka harus berpura-pura saling asing di depan Zergan?

​Rasa curiga yang kuat membuat Kinara tidak bisa tinggal diam. Ia menolak untuk membiarkan Zergan dibodohi di depan matanya sendiri.

​"Bukan kah kalian tadi pagi sudah bersama?" tanya Kinara tiba-tiba dengan suara kelar yang memecah keheningan di antara mereka.

​Deg!

​Pertanyaan blak-blakan dari Kinara seketika membuat atmosfer di sekitar mereka membeku. Haura dan Arsen langsung terdiam kaget. Gerakan tangan mereka yang baru saja terlepas tampak kaku, dan binar mata mereka memancarkan kepanikan yang teramat sangat selama beberapa detik sebelum akhirnya mereka mencoba menguasai diri.

​Zergan yang mendengar ucapan Kinara langsung menoleh tajam, menatap ke arah Haura dan Arsen bergantian dengan dahi berkerut dalam. "Bersama? Maksudmu apa?" tanya Zergan pada Kinara, namun matanya menuntut jawaban dari kakaknya.

​Arsen yang memiliki kontrol emosi lebih matang, berdehem pelan untuk memecah ketegangan. Wajah dinginnya kembali tenang saat ia menyusun alasan lain dengan sangat cepat.

​"Ah, maksud mahasiswi ini mungkin kejadian di dekat area parkir tadi pagi," bohong Arsen dengan nada suara yang sangat datar dan meyakinkan. "Tadi pagi saat aku baru turun dari mobil, aku tidak sengaja berpapasan dengan Haura yang sedang berjalan terburu-buru. Karena aku belum tahu jalan menuju ruangan dekanat, aku sempat menghentikannya untuk bertanya arah jalan. Mungkin dia melihat kami saat itu dan mengira kami sudah saling kenal."

​Haura dengan cepat menganggukkan kepalanya, memasang wajah polos seolah mendukung kebohongan Arsen. "Iya, benar, Zer! Tadi pagi ada pria jas rapi yang nanya jalan ke ruang dekanat, aku nggak ngeh kalau ternyata itu Kak Arsen yang kamu ceritain. Makanya pas sekarang dikenalin formal, aku baru sadar," kilas Haura dengan tawa kecil yang dipaksakan.

​Zergan tampak terdiam sejenak, menatap lekat-lekat wajah kakaknya dan Haura. Meski alasan Arsen terdengar logis, insting Zergan merasakan ada sesuatu yang aneh, namun ia memilih untuk tidak memperpanjang masalah itu di tempat umum.

​Sementara itu, Kinara yang mendengar alasan palsu Arsen hanya bisa tersenyum sinis di dalam hati. Ia tahu betul apa yang dilihatnya tadi pagi bukan sekadar orang asing yang bertanya arah jalan. Pelukan seerat itu tidak mungkin dilakukan oleh dua orang yang tidak saling kenal. Kinara memandangi Arsen dan Haura dengan tatapan tajam, menyadari bahwa ada rahasia besar dan berbahaya yang sedang mereka sembunyikan dari Zergan.

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wiii ternyata emang bakat leluhur
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
eeh, oma jangan2 dr masa depan juga ya yg balik ke masa lalu 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
inikah yg di namakan kalo jodoh ga akan kemana 🤣 kayaknya mau di ulang ribuan taun kalo jodohnya zergan nara ya gimana caranya semesta aja pokoknya mereka nikah 🤣
echa purin
👍
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ngakak juga sih kinara sebelum penculikan masih mahasiwa trus habis penculikan & opname 14 hr pulang2 jadi wanita karir sampe punya asisten 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oalah anak dr gundik 😩
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah bukan kakak kandung? di beberapa bab sebelumnya di sebut sepupu, jd dia ini siape sih sodara kandung bukan sepupu juga enggak 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah kan aneh banget masa cuma selang 14hr dr kejadian penculikan tiba2 haura zergan sm kinara udah di timeline kerja wkwk padahal sebelum itu mereka masih mode di kampus bahkan masih jd mahasiwa, kocak kocak
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini aku yg ga ngeh apa emang dia timeline nya aneh sih? perasaan kinara kembali ke masa lalu nya di masa kuliah kan? sebelum kejadian penculikan dan ketembak juga dia masih ceritanya mahasiswa kok sm si zergan kok cuma beda 14hr dia di rawat di rs udah kerja kantoran aja sih 😩
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
si zergan emang udah mulai ngantor? ga kuliah lagi dia?
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini nama kakak nya kinara ganti juga ya dr davin (bab 5) ke david?
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
berarti si zergan juga balik dr masa depan ke masa lalu bawa ingatannya ya 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
perasaan arsen kakak kandung yg di bawa sama ayah nya kok jd sepupu 🤷🏻‍♀️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
trus si davin ga pernah ikut makan gt sama keluarga ini? apa davin ga tinggal serumah sama keluarga ini? di bab 5 ada tokoh davin kakak nya si kinara kan? 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kata aku mah gausah di pusingin kin, kalo di kehidupan kedua gini aku malah mikirnya mending mikirin diri sendiri aja wkwk zergan udah besar biar aja misal nanti si haura ternyata cuma manfaatin doang ya anggep aja itu karma yg zergan bayar buat 6 taun kalian nikah yg sia2 wkwk 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah gimana sih di bab 5 adeknya si kinara namanya keysha disini jd seila, nama sahabatnya kinara juga aneh dr sherly jd keysha, yg bikin nama gimana sih 🙈
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
tunggu deh perasaan Keysha itu nama adek nya kinara kan di penjelasan ttg keluarga kandung kinara di bab 5 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah perasaan kemarin sahabat nya sherly kok ganti 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Nah kan zergan jd ke recall memori2 sama kinara, tp kalo di pov zergan ini kilasan ingatan masa lalu apa masa depan?
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lucu banget, si zergan ketemu sama kinara isteri dr masa lalu tp kayaknya di waktu yg ke ulang ini zergan bakalan suka sama kinara dengan cara berbeda hehe mungkin ga ya zergan juga bawa ingatan dia dr masa lalu trus ada recall2 memori dia sm kina 😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!