NovelToon NovelToon
Perjalanan Menuju Pendekar Dewa

Perjalanan Menuju Pendekar Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:123.9k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.

Petualangannya terus dimulai. Ia kini harus menghadapi pendekar kuat yang datang dari alam lain. Seorang pendekar yang bahkan tidak ia temui di kehidupan pertamanya.

Jalan takdir telah berbeda akibat dirinya yang telah banyak membuat perubahan sejarah.

Apakah kali ini ia akan mampu bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sudah Saatnya Kembali

Patriak Wang Zhou melangkah ke depan panggung. Ia memandang belasan ribu calon murid di hadapannya, lalu mengangkat tangan untuk memberi isyarat agar mereka tenang.

"Selamat datang di Sekte Dua Pedang Petir."

Suaranya tidak terlalu keras, tetapi berkat tenaga dalam yang disalurkan, setiap orang di lapangan dapat mendengarnya dengan jelas.

"Namaku Wang Zhou. Aku adalah Patriak Sekte Dua Pedang Petir."

Begitu mendengar perkenalan tersebut, para calon murid segera menegakkan tubuh. Sebagian bahkan menahan napas karena tidak menyangka akan melihat langsung pemimpin sekte yang namanya sudah cukup dikenal di wilayah ini.

Wang Zhou melanjutkan ucapannya.

"Kalian semua datang ke tempat ini dengan harapan dapat menjadi murid Sekte Dua Pedang Petir. Aku menghargai keberanian dan tekad kalian. Namun, aku perlu mengingatkan bahwa tidak semua orang yang mendaftar akan memperoleh kesempatan tersebut."

Kerumunan menjadi semakin sunyi.

"Jumlah pendaftar tahun ini sangat banyak, sedangkan tempat yang tersedia terbatas. Karena itu, penerimaan murid kali ini akan dilakukan melalui serangkaian ujian."

Ia berhenti sejenak, membiarkan setiap orang memahami perkataannya.

"Pada akhirnya, hanya seribu calon murid dengan peringkat tertinggi akan diterima oleh sekte kita."

Ucapan itu segera menimbulkan kegaduhan kecil.

"Benar-benar hanya seribu orang?"

"Berarti kami harus bersaing dengan semua orang di sini?"

"Aku harus berusaha sebaik mungkin!"

Wajah para calon murid berubah serius. Sebagian mengepalkan tangan, sementara yang lain mulai mengamati para peserta di sekitar mereka, berusaha memperkirakan siapa saja yang mungkin menjadi pesaing berat.

Wang Zhou mengangkat tangannya sekali lagi. Kerumunan pun kembali tenang.

"Ujian pertama adalah pengujian bakat kultivasi."

Begitu ia selesai berbicara, beberapa murid senior membawa sejumlah batu berwarna gelap ke depan panggung. Batu-batu itu memiliki permukaan halus, dengan pola samar yang terlihat ketika terkena cahaya matahari.

Para calon murid memandangnya dengan rasa ingin tahu.

"Apakah itu batu penguji bakat?"

"Aku pernah mendengar tentang benda seperti itu. Katanya, batu tersebut dapat menunjukkan kualitas bakat kultivasi seseorang!"

“Tapi bukankah itu benda itu sangat langka.”

“Bahkan sekte ini punya beberapa...”

Bisikan kembali terdengar di antara mereka.

Wang Zhou mengangguk ketika melihat perhatian semua orang telah tertuju pada batu-batu tersebut.

"Setiap calon murid akan meletakkan telapak tangan di atas batu penguji. Batu itu akan memancarkan cahaya dengan warna berbeda sesuai dengan kualitas bakat kultivasi kalian."

Ia menjelaskan bahwa ujian tersebut akan dilakukan secara bergiliran. Hasil pengujian setiap peserta akan dicatat, kemudian digunakan sebagai salah satu dasar penentuan peringkat.

"Jangan menganggap hasil ujian pertama sebagai penentu segalanya. Kalian masih harus mengikuti tahapan berikutnya. Namun, bakat kultivasi merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika seseorang memulai perjalanan di dunia persilatan."

Setelah mendengar penjelasan itu, para calon murid semakin bersemangat. Beberapa bahkan tidak sabar ingin segera mengetahui seberapa tinggi bakat yang mereka miliki.

Di sisi lain, Wang Zhou menoleh kepada Wu Xing. Ia mengingat perbincangan mereka berberapa waktu yang llu.

...*******...

"Tetua Xing, batu-batu penguji ini benar-benar sangat membantu. Jika hanya mengandalkan cara lama, pemeriksaan ribuan calon murid pasti akan memakan waktu jauh lebih lama."

Wu Xing tersenyum ringan.

"Di sekte tempatku dahulu berada, metode seperti ini sudah cukup umum digunakan. Pengujian bakat sejak awal dapat membantu sekte mengenali calon murid yang memiliki potensi. Proses penerimaan pun menjadi lebih efisien."

"Aku juga tidak hanya memberikan satu batu kepada Sekte Dua Pedang Petir. Dengan beberapa batu penguji, kalian dapat melakukan pemeriksaan di beberapa tempat sekaligus tanpa membuat antrean terlalu panjang."

Wang Zhou mengangguk puas. Pusaka-pusaka unik tersebut memang merupakan pemberian Wu Xing. Tanpa bantuannya, Sekte Dua Pedang Petir mungkin masih harus menggunakan metode yang lebih sederhana untuk menilai bakat para calon murid.

...*******...

Setelah menatap Tetua Wu Xing sejenak, Wang Zhou kembali menghadap kerumunan.

"Siapkan diri kalian. Ujian pertama akan segera dimulai!"

Sorak-sorai kecil terdengar dari antara para calon murid. Sebagian terlihat bersemangat, sementara yang lain berusaha menenangkan diri agar tidak gugup ketika tiba giliran mereka. Tidak seorang pun ingin kehilangan kesempatan untuk bergabung dengan Sekte Dua Pedang Petir.

...******...

Jauh dari Sekte Dua Pedang Petir, di sebuah gua terpencil yang terletak di antara pegunungan, cahaya samar tiba-tiba muncul dari sebuah benda kecil berbentuk pagoda.

Gua itu tampak gelap dan sunyi. Tidak ada tanda-tanda keberadaan manusia di sekitarnya. Beberapa sudut gua bahkan dipenuhi bekas tempat penyimpanan harta yang kini telah kosong.

Benda berbentuk patung pagoda nampak melayang di udara, memancarkan cahaya yang semakin terang. Sesaat kemudian, sesosok pemuda tampan muncul di dekatnya.

Pemuda itu tidak lain adalah Boqin Changing. Ia mengalihkan pandangan ke sekeliling gua, memperhatikan dinding-dinding batu yang sudah dikenalnya. Tempat ini merupakan lokasi terakhir yang ia kunjungi sebelum memasuki alam Pagoda Serpihan Surga untuk menjalani pelatihan tertutup.

"Sudah lama juga aku tidak melihat tempat ini."

Boqin Changing mengamati gua tersebut sekali lagi. Tidak ada banyak perubahan selama ia berada di dalam pagoda. Waktu di gua ini hanya bertambah lima hari dari saat ia pergi ke dalam pagoda. Lagipula semua harta yang sebelumnya tersimpan di sini telah ia ambil sebelum memulai pelatihan tertutupnya.

Setelah memastikan tidak ada benda berharga yang tertinggal, ia mengalihkan perhatian kepada gua di sekelilingnya. Boqin Changing menggerakkan kedua tangannya, lalu mulai mengucapkan rangkaian mantra kuno. Jari-jarinya membentuk beberapa segel yang rumit, sementara energi di dalam tubuhnya mengalir mengikuti gerakan tersebut.

Perlahan-lahan, pola formasi yang tidak terlihat oleh mata biasa mulai muncul di udara. Formasi perlindungan yang sebelumnya ia pasang untuk melindungi tempat ini mulai bergetar. Cahaya samar muncul di sepanjang dinding gua, membentuk garis-garis rumit sebelum akhirnya pecah menjadi serpihan cahaya.

Suara retakan terdengar beberapa kali.

Prakk!

Formasi perlindungan itu akhirnya hancur sepenuhnya.

Boqin Changing menurunkan kedua tangannya. Ia kemudian mengangkat tangan kanan dan mengarahkan energi spiritualnya kepada Pagoda Serpihan Surga. Pagoda kecil tersebut lalu berubah menjadi seberkas cahaya yang masuk ke dalam cincin ruang di jarinya.

Setelah menyimpan pusaka itu, Boqin Changing menggerakkan tangannya sekali lagi. Sebuah benda kecil muncul di telapak tangannya. Bentuknya menyerupai mutiara berwarna keabu-abuan, dengan permukaan yang memantulkan cahaya samar. Jika diperhatikan dengan saksama, di dalamnya terdapat pusaran tipis yang bergerak perlahan.

Benda itu bernama Mutiara Gerbang Dimensi. Berbeda dari pusaka penyimpanan biasa, mutiara tersebut memiliki kemampuan untuk memindahkan pemiliknya menuju tempat yang pernah dikunjunginya sebelumnya. Selama ia memiliki jejak ruang yang sesuai, perjalanan menuju tempat tersebut dapat dilakukan tanpa harus menempuh jarak secara langsung.

Boqin Changing menatap mutiara itu selama beberapa saat. Kemudian, sudut bibirnya terangkat tipis.

"Sudah waktunya kembali."

1
y@y@
⭐👍🏾👍🏿👍🏾⭐
ibarumbung
💛💛💛💛💛
Mahayabank: lanjuuut keenn
total 1 replies
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀👀
Akhmad Baihaki
👍👍👍👍👍
Ipung Umam
lanjutkan
Sarip Hidayat
waaah knapa ini
mbono keling
💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪💪💪💪👍💪
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Andi Heryadi
dengan sumber daya yg berlimpah dr boqin chanqing,mestinya wan tian sdh diranah pendekar suci puncak thor😄
Rinaldi Sigar
lanjut
y@y@
👍🏼🌟👍🏻🌟👍🏼
Nanik S
Apakah Wang Tian juga akan membantu
Nanik S
Pendekar Lbah Angin dan kenapa sampai uang saja cuman keping Tembaga... Chang"er sangat jeli sekali
Mahayabank: 👍👍👍👍👀
total 1 replies
Eko🍤
traktiran🤣👍👍 bantaaaaaaaiiiiii
meiii
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!