NovelToon NovelToon
Rotinya Manis, Rin!

Rotinya Manis, Rin!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Renjana

Rin-pertemuannya dengan Al adalah kebetulan. Tapi Al bisa memberikan rasa manis dan asem di hari-harinya.

Al-kaku dan dingin. Tapi dinginnya bisa meleleh. Pertemuannya dengan Rin seperti roti. hangat di luar empuk di dalam.

Kisah semanis roti buatan Rin, penuh proses, harus dibentuk dengan bahan takaran yang pas. Baru bisa dinikmati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

Roemah Roti tutup lebih cepat. Tidak ada aktivitas apapun. Yang biasanya terdengar suara dengungan oven, suara pesanan, mesin kasir, orang-orang datang dan pergi. Sekarang hanya ada suara isak tangis Rin di meja depan.

Di dalam, aroma roti yang biasanya hangat hari ini terasa sesak.

Rin duduk memeluk lututnya. Nenek menyeduh teh jahe hangat kesukaan Rin dan meletakkannya di hadapan Rin tanpa banyak bicara.

"Minum dulu, tenangin diri kamu!" ucap nenek lembut, mengusap bahu Rin.

Rin mendongak, wajahnya bersimbah air mata.

"Nek, maafin Rin... Gara-gara Rin Roemah Roti jadi jelek namanya. Padahal ini satu-satunya yang nenek punya," suara tangis Rin kembali pecah.

Nenek duduk di hadapan Rin, mengusap air mata Rin.

"Sekarang nenek tanya, semua yang diberitain itu benar atau nggak?"

Rin menggeleng.

"Kalau itu nggak benar, berarti cucu nenek nggak jahat. Nggak perlu minta maaf. Mereka yang jahat. Nenek percaya sama kamu, kamu sudah dewasa pasti tahu mana yang baik dan buruk. Tapi kadang namanya cobaan bisa datang kapan aja. Roemah Roti nggak akan tumbang hanya karena gosip dari ponsel," ucap nenek menenangkan.

"Nenek nggak marah?" tanya Rin.

Nenek tersenyum tipis, "Nenek marah kalau kamu nggak jujur. Selama kamu jujur, nenek selalu ada,"

Rin memeluk neneknya erat. Baru tangisan ini yang membuat Rin lega. Satu masalah selesai, tinggal yang lainnya. Rin berharap semoga ada jalan keluarnya.

"Sekarang udah mau sore, kamu istirahat. Pasti cucu nenek capek,"

Belum sempat Rin menjawab, ponselnya bergetar. Al mengirimnya banyak pesan dan Rin nggak sempat baca. Sekarang cowok itu meneleponnya!

"Halo?" suara Rin sedikit serak.

"Rin! Akhirnya... Kamu dimana?"

"Roemah Roti," ucap Rin lemah. "kok kayak suara hujan, lo dimana?"

"Di luar... Roemah Roti!"

"Astaga! Sebentar!" Rin mematikan sambungan telepon. "Nek! Al di depan!" sambung Rin.

Ternyata di luar sedang hujan, Rin membuka pintu dan melihat Al sedikit basah kena hujan.

"Ayo masuk!" Rin menarik tangan Al masuk, pintu kembali di tutup.

"Kamu nggak apa-apa? Aku dengar berita...."

"Sini duduk dulu! Nenek ambilkan handuk," nenek berlalu dari sana.

"Lo udah liat berita itu?" tanya Rin. Al mengangguk.

"Maaf kalau aku datang terlambat! Tadi banyak wartawan juga di kantor. Aku kabur dari belakang waktu lihat berita itu. Aku harus melakukan sesuatu, sekarang T&T dan mas Reza sedang rapat,"

"Al... Maaf ya, gara-gara gue kalian jadi begini..."

"Nggak! Justru kami yang minta maaf, karena keseringan minta cookies dari sini malah ujungnya jadi fitnah,"

"Ini handuknya!" nenek tiba-tiba datang membawakan handuk.

"Terimakasih bu,"

"panggil nenek aja sama seperti Rin," Al senang mendengarnya. Itu udah seperti lampu hijau untuk melanjutkan hubungannya dengan Rin.

"Jadi, sekarang kalian ada rencana apa?" tanya nenek.

"Klarifikasi?" tanya Al.

"Kita nggak bisa bicara sendiri jika banyak mulut yang harus kita tutup, kita tidak bisa memuaskan banyak orang sementara mulut kita cuma satu dan belum ada bukti," ucap nenek dengan bijak.

"Bukti... Di kampus tadi Rin sempat ke ruang CCTV. Ada pelaku yang bikin lembar fotokopian yang ditempel di mading. Dia cowok dan jamnya itu... Kayak nggak asing, Rin pernah lihat. Tapi dimana... Rin lupa!"

"Jadi di kampus juga ada gosip itu?" Al terlihat marah. Rin akhirnya menceritakan semua.

"Cowok ya, berarti bukan Vivian. Aku tadi marah banget lihat berita sore ini. Aku pikir ini ulah Vivian tapi ternyata dia nggak ada," ucap Al.

"Kayaknya bukan Al," jawab Rin. Dia sama sekali buntu dan nggak bisa lagi berpikir siapa kira-kira yang membencinya sampai membuat fitnah sekejam ini.

"Kamu tenang aja dulu, jangan terlalu dipikirkan. Besok aku cari cara,"

"Jangan! Kalian pasti lagi sibuk!"

"Aku nggak mau penolakan Rin. Ini udah nyeret nama T&T, kamu dan Roemah Roti. Pelakunya memang nggak main-main," ucap Al.

"Terimakasih Al, jaga cucu nenek jangan sampai nangis lagi," ucap nenek. Al mengangguk. Lalu masuk ke dalam rumah.

Rin menatap iba neneknya. Memang nenek terlihat tegar tapi nenek pasti sedih kalau besok penjualan Roemah Roti akan merosot.

"Mikir apa hmmm?" Al menyelipkan rambut Rin ke belakang telinga.

"Kasihan nenek, setelah ini pasti pendapatan Roemah Roti ini merosot. Belum lagi kampus. Rasanya gue nggak sanggup lagi ke kampus," Rin menelungkupkan kepalanya di meja.

Al berpindah tempat duduk. Dia duduk di samping Rin mengulurkan tangannya mengusap rambut Rin.

"Jangan dipikirkan. Kamu mau libur dulu? Beberapa hari sampai...sampai keadaan sedikit reda?" tanya Al.

"Iya, gue nggak sanggup ke kampus ditunjuk-tunjuk seolah gue memang sehina itu,"

"Ssst itu salahku yang maksa kamu malam itu untuk nginap di kantor. Jadi jangan merasa sendiri. Ada aku dan anak-anak T&T, mas Reza,"

"Mas Reza marah juga?" Rin duduk tegak lagi

"Sedikit, tapi setelah dijelaskan akhirnya dia paham. Jangan khawatir lagi," Al memberikan senyum terbaiknya.

"Makasih banyak Al," Rin tiba-tiba memeluknya. Seketika Al duduk kaku tapi perlahan tangannya melunak-tak lagi kaku dan tangannya memeluk bahu Rin.

Hal yang sudah lama Al dambakan tapi sekarang situasinya berbeda. Seharusnya Al memeluk Rin dengan keadaan hati yang bahagia. Sekarang tak lebih dari Rin yang butuh dukungan agar dia kuat.

Air mata Rin mengalir di bahunya. Al membenci ini. Dia tidak bisa melakukan apa-apa untuk gadisnya. Dia hanya menyediakan bahu yang bisa Rin jadikan tempat menenangkan diri.

Al masih mengusap bahu dan rambut Rin. Sampai gadis itu berhenti menangis.

"Tenang aja, besok aku pastikan nangkap pelakunya. Jangan sedih lagi," bisik Al di telinga Rin. Gadis itu hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Al... Lo sakit?" tanya Rin di sela isak tangisnya.

Al meraba dahinya. Tidak. Dia tidak merasakan panas berlebih dari tubuhnya.

"Nggak! Kenapa?"

"Jantung lo... Berdebar-debar, lo sakit kan? Lo nggak mau ke rumah sakit buat periksa?"

Al melongo. Pipinya langsung panas

Ya Tuhan, Rin! Itu bukan sakit, itu kamu!

Wajah Al memerah lagi. Bisa-bisanya disaat seperti ini Rin melucu. Rin-nya yang sepolos itu. Al jadi gemes pengen nyubit pipinya, meluk badannya, cium... Eh...

Al menggaruk kepalanya lagi.

"Ayo berobat!" Rin menggoyangkan badan Al.

"Rin..."

"Hmmmm?"

"Aku boleh culik kamu aja nggak?" ucap Al gemes.

"Kenapa?" tanya Rin serius.

Astagaaaaaa.... Al sampe ngusap-usap dadanya.

'Sabar Al...sabar..."

"Kamu mau tahu kenapa aku berdebar-debar?" tanya Al menatap mata Rin dan wajahnya dicondongkan ke depan.

Rin jadi gugup dan memundurkan kepalanya.

"Ng...Nggak..."

"Ya udah! Nggak usah tahu... Kapan-kapan aku jelasin!"

"Al!"

Al nyengir, wajahnya merah padam. "Kan udah aku bilang, kapan-kapan aku jelasin. Kalau sekarang takut rotinya jadi makin manis!"

1
renjana biru
wooo hadirr dg boom like kakk, smangat💪
renjana biru
ga cm km kok rin, aku pun gregetan ama si al😊
Renjana: hai kak @renjana biru Renjana Biru, aku notice banget soalnya nama kita mirip.🥰
makasih banyak udah mampir + boom like. sumpah komen kakak yang gregetan sama Al itu bikin aku ngakak.
aku uda gregetan duluan pas nulis itu😄
makasih ya udah nemenin AlRin dari episode awal.
jangan pernah bosen baca ceritaku

salam manis semanis Roti Rin🥰
total 1 replies
falea sezi
nyimak moga bagus klo bagus q kirim hadiah🤭
Renjana: semoga suka ya kak,
😊
total 1 replies
Erin Dwi Andini
karya yang keren
Renjana: sekeren kk,
makasih ya udah mampir😊
total 1 replies
justice
wahh bagusss, semangat ya kak
Renjana: terimakasih, semangat nulis juga yah😊
total 1 replies
renjana biru
btw lucuuu bgt mereka ihhh🤭🤭
Renjana: bikin gemes kan...🤭
total 1 replies
renjana biru
done mmpir ya kakaa💪
Renjana: makasih🥰
total 1 replies
oding's
halo kaa aku mampir jugaa nihh xixi
Renjana: makasih banyak🥰
total 1 replies
R
😍
Renjana: 🥰🥰
makasih yaaaaa
total 1 replies
Seraphina
saling support kak
Akao Rion
aku mampir kak, meskipun setiap baca Rin selalu ingat nama bapakku 🫣
Renjana: makasih, aku tunggu tulisan kamu juga😊
total 3 replies
Renjana
cinta manis diawali dari salah tingkah, berakhir manis. Tapi namanya hidup tak selalu manis.
kisah Al dan Rin tak melulu soal cinta, ada sedih, bahagia, lucu dan kadang sedikit kaku🤭
kisahnya nggak berat kok
aefpe fp
💪🤣
Mustika Nusantara
semangat ka bikin karyanya
Renjana: makasih😊
total 1 replies
Lisye Aisyah Hematang
Hadir juga kak 😍🙏
Renjana: terimakasih😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!