NovelToon NovelToon
Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:62.5k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Saat Arsenio Malik (29) memilih untuk menikahi kakak kandung Seraphina Allena (25) yang bernama Kalani Gianna (27), hati Seraphina saat itu benar-benar patah. Dia diberi pengkhianatan ganda dari dua orang yang tak pernah ia sangka akan tega menusuknya dari belakang. Kalani ternyata sudah hamil. Dan, kedua orangtua mereka malah berdiri di sisi Kalani untuk membela kesalahan anak pertama mereka.

Saat Seraphina merasa ditinggal sendirian di dunia ini, datanglah Kaivan Lyonel Marvin (30) yang menjadi obat bagi luka hati Seraphina. Karena kelembutan dan perhatian Kaivan, Seraphina akhirnya memutuskan untuk menerima lamaran dari pria itu.

Namun, empat tahun setelah pernikahan mereka, Seraphina baru tahu jika ternyata Kaivan menikahinya hanya supaya Seraphina tidak mengusik pernikahan Kalani dan Arsenio.

Pria yang sudah menjadi suaminya itu ternyata juga mencintai Kalani. Dia bahkan rela berkorban dengan menikahi Seraphina hanya demi memastikan agar Sera tidak balas dendam kepada Kalani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Gadis itu bernama Ellen. Anak bungsu Ibu tirinya.

"Dia istriku," jawab Noah.

Senyum teduh diwajahnya sirna. Sorot matanya berubah dingin.

"Istri?" Ellen terkejut. "Kapan Kak Noah menikah?"

"Tadi pagi."

Noah menjawab singkat. Dia menarik tangan Seraphina dan melewati tubuh Ellen yang membeku di depan pintu begitu saja.

"Kak Noah!"

Ellen mencegat langkah mereka. Sepasang matanya berkaca-kaca. Saat dia menatap Seraphina, hanya ada kebencian di sana.

"Kak Noah pasti bercanda, kan? Mana mungkin Kak Noah menikah. Bukankah, Kak Noah pernah bilang kalau Kak Noah tidak akan pernah menikah?"

Gadis berusia 24 tahun itu meradang. Dia tak terima Noah menikahi perempuan lain.

"Aku memang pernah bilang kalau aku tidak akan pernah menikah. Tapi, itu hanya berlaku jika satu-satunya wanita yang tersisa di dunia ini adalah kamu."

Seraphina mendongak. Cukup terkejut dengan ucapan Noah.

Apa ini artinya, ada sesuatu yang terjadi antara Noah dan perempuan ini?

"Dia putri perempuan simpanan Daddy-ku. Abaikan saja! Dia memang gila."

Tanpa perlu bertanya, Noah sudah menjelaskan lebih dulu kepada Seraphina.

"Kak Noah!!" Ellen masih berusaha menahan Noah.

"Katakan padaku! Kenapa kamu menolakku dan malah menikahi dia?"

"Bukankah sudah jelas? Kau putri pelakor itu."

Tubuh Ellen mematung. Lagi-lagi karena alasan itu. Noah menolak dirinya karena dosa Ibunya.

"Noah?"

Tiba di ruang keluarga, Jake tampak terkejut saat melihat mereka.

"Siapa yang kau bawa itu, Noah?" lanjut Jake bertanya.

Adrian dan Marina juga ada di sana. Mereka sedang menikmati camilan sore bersama.

"Perkenalkan, dia Seraphina. Istriku," jawab Noah. Digenggamnya tangan Seraphina dengan erat. "Kami baru saja menikah tadi pagi."

"Benarkah?" Jake tersenyum gembira. Sementara, Adrian dan Marina terlihat sangat terkejut.

"Kau sudah menikah, Noah?" tanya Adrian. "Dan, kau tidak mengundang keluargamu sendiri?"

"Ah, maaf! Pernikahan kami berlangsung dadakan. Jadi, tidak sempat mengabari siapa-siapa. Bahkan, keluarga Alexander saja belum tahu apa-apa."

"Kau keterlaluan, Noah." Adrian menggeram marah. Tatapannya penuh kebencian saat melihat perempuan disamping Noah.

Memang terlihat cantik. Tapi, Adrian ragu jika latar belakangnya setara dengan keluarga mereka.

"Apa istrimu sudah hamil duluan, Noah?" tanya Jake. Kakek tua itu sengaja menggoda cucunya.

Dia tak peduli meski Adrian marah. Yang penting, dia sendiri merasa senang.

"Tidak," geleng Noah cepat. Sementara, Seraphina hanya menundukkan kepalanya. Malu.

"Kakek jangan salah paham! Kami menikah bukan karena kecelakaan, kok. Maksudnya dadakan adalah..."

"Kak Noah merebut calon istri lelaki lain," sambar Ellen cepat.

Sebuah video yang baru saja di upload oleh seseorang sedang ia perlihatkan kepada semuanya.

Dalam sekejap, emosi Adrian kembali memuncak.

"Kau benar-benar sudah tidak bisa ditolong lagi, Noah! Berani-beraninya kau mempermalukan keluarga kita untuk yang ke sekian kalinya."

Noah tetap tenang. Dia tahu soal keberadaan video itu. Bahkan, dia sendiri yang mengizinkan seseorang untuk meng-uploadnya di media sosial.

"Mau bagaimana lagi? Aku sangat menyukai Seraphina. Itu sebabnya, aku tidak punya pilihan lain selain merebutnya dari pria lain," timpal Noah sambil menatap wajah Seraphina tanpa berkedip.

"Woah... Aktingnya bagus sekali," puji Seraphina dalam hati. "Aku hampir percaya jika dia benar-benar menyukaiku."

Adrian semakin meradang. Rahangnya mengeras. Tinjunya terkepal kuat.

"Sudah!" ujar Jake menengahi. "Apa kalian berdua tidak bisa akur walau hanya sebentar, hah? Kalian itu Ayah dan anak. Bukan musuh bebuyutan."

"Anak kurang ajar ini yang selalu memulai," tuding Adrian.

"Aku tidak pernah memulai apapun. Daddy saja yang terlalu emosian."

"Kau..."

Noah mengangkat dagunya tinggi-tinggi. Menantang.

"Aku sudah memperkenalkan Seraphina pada kalian. Jadi, aku pamit dulu," ucap Noah setelah beberapa detik berlalu.

"Oh, iya... tolong jangan berusaha untuk menjodohkan aku lagi dengan perempuan manapun. Aku sudah punya istri."

Noah memamerkan tangannya yang saling menggenggam bersama Seraphina.

"Kak, kau memberikan cincin Aunty Shine pada perempuan itu?" pekik Ellen saat melihat cincin berlian merah muda di jari manis Seraphina.

Cincin itu adalah cincin kesayangan Ibu kandung Noah. Sebelum memutuskan untuk bunuh diri, wanita malang itu mewariskan cincin tersebut kepada Noah.

Katanya, cincin itu untuk menantu masa depannya.

"Tentu saja," angguk Noah. "Dia istriku."

"Tidak mungkin," geleng Ellen. "Kak Noah tidak mungkin memberikan cincin itu dengan sangat mudah."

Kemudian, tatapannya yang nyalang mengarah pada Seraphina.

"Katakan padaku! Kau pasti memaksa Kak Noah untuk memberikan cincin itu padamu, kan?"

Seraphina baru hendak membuka mulut ketika Noah maju dan melindunginya.

"Tidak ada yang memaksaku. Aku memberikan cincin itu karena dia adalah perempuan yang aku pilih untuk menemaniku sampai menutup mata."

"Tidak," geleng Ellen.

Langkahnya surut ke belakang.

"Kak Noah, Kak Noah tidak mungkin benar-benar mencintainya. Kak Noah hanya ingin menyingkirkan aku dan perempuan-perempuan itu, kan? Ayo jujur!"

Noah menghela napas kasar. Dia menatap ke arah sang Ibu tiri yang sedari tadi tak berani berbicara.

"Tolong urus putrimu dengan baik! Jangan biarkan dia berbuat hal yang memalukan di kemudian hari. Dan, jangan lupa minta dia untuk menghilangkan perasaannya kepadaku. Kau tahu? Itu menjijikkan dan akan membuat keluarga Wiliam jadi tercemar untuk yang kedua kalinya."

Noah menyeringai sinis. Cukup menikmati perubahan wajah sang Ibu tiri yang saat ini sedang berusaha menahan amarah dan rasa malu.

"Ibunya pelakor. Anaknya juga tak tahu diri. Berani-beraninya, dia menyukai putra dari perempuan yang sudah direbut suaminya dan dibunuh secara tidak langsung oleh Ibu kandungnya."

Suara Noah memang hanya serupa gumaman. Namun, di telinga Marina dan Ellen, semuanya terdengar sangat jelas bagai disiarkan menggunakan speaker besar.

Prang.

Sebuah cangkir tiba-tiba melayang dan mengenai kepala Noah. Teh yang masih panas tumpah membasahi punggungnya.

Benda keramik itu pun pecah tak berbentuk saat menghantam lantai marmer yang mahal.

"Jaga bicaramu, Noah! Jangan pernah berani berkata tidak sopan kepada Ibu sambungmu!"

"Noah, kamu tidak apa-apa?" tanya Seraphina panik. Dia berjinjit sedikit. Berusaha memeriksa kepala Noah.

"Aku baik-baik saja," jawab Noah menenangkan.

"Punggung mu basah," kata Seraphina.

"Tidak apa-apa."

Senyum Noah memberi sedikit ketenangan untuk Seraphina.

Ia mencium punggung tangan wanita itu sebentar sebelum mengangkat kepalanya dan kembali memberi sorot mata dingin kepada sang Ayah.

"Aku ke sini hanya untuk berbagi kebahagiaan. Tak ku sangka malah akan mendapatkan kekerasan seperti ini."

Dia meraba belakang kepalanya. Agak sakit. Mungkin, ada sedikit luka akibat benturan di sana.

"Aaah... Kalau aku lapor polisi, bagaimana, ya?" gumam Noah.

"Noah!!" Adrian kian meradang. Bahkan, sekarang Noah sudah berani melaporkannya ke polisi?

"Ini terakhir kalinya aku mendapatkan kekerasan dari Tuan Adrian. Jika masih ada lain kali, maka Tuan Adrian akan merasakan dinginnya bermalam di sel penjara."

"Kau mengancam ku?" tanya Adrian tak percaya.

Noah tersenyum. "Ya, aku mengancammu. Tidak hanya Tuan Adrian. Tapi juga gundik Tuan Adrian dan anak-anaknya. Jangan pernah ada yang berani mengusik ku apalagi mengusik istriku. Karena, jika hal itu terjadi, bukti insiden terakhir kali, akan aku serahkan pada pihak media untuk dirilis."

Kemudian, ia maju selangkah. Mendekat ke arah sang Ibu tiri.

"Nyonya Marina mengerti kan, apa yang ku maksud?"

1
Yatun NabaNabi
menggatalah dia,
hihhhhh dasar ulat bulu
Aidil Kenzie Zie
dasar jalang nggak bisa liat yang bening dikit 😡😡😡
partini
tuh betul kan menggatal lagi OMG ga sadar diri lobang udah kaya terowongan Casablanca 🤦
Noah do something lah yg ekstrim ga usah bilang ke Sera dia terlalu lemah lembut kaya lelembut no good
Ma Em
Heran dgn si Kalani apa saja yg Sera punya selalu saja ingin merebutnya pertama Arsen pacar Sera direbut kedua Kaivan sdh direbut juga sekarang Noah mau direbut juga tapi mana mungkin Noah Sudi pada Kalani , Sera tunjukan pada kedua orang tuamu juga kakakmu bahwa hdp Sera jauh lbh baik dan bahagia tinggal bersama Noah agar Kalani nanti bisa mati berdiri karena hatinya yg kotor selalu iri pada Seraphina .
Arieee
si kalani gatallllllll👎
Riri DH
Sera bakal jadi istri yg ga akan marah kalo Noah simpen handuk basah diatas kasur. Soalnya dikasih uang jajan lebih dari 200 jt😂
EkaYulianti
si gatal sedang bermimpi🤣
Turi77 Turi77
ini cewe bnr"gila semua lki yg jdi ipar nya di minta seperti barang saja, apakah Noah akan seperti kaivan jga
ryuka
diihhh beneran gila si kalani.. untung noah pintar ga kaya kaivan 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ryuka
nunggu moment kaivan tersadarkan dari kebodohan nya milih batu kerikil 🤭🤭🤭🤭🤭
Vie
kalau itu terjadi... mari kita tertawa berjamaah ya Sera 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 sekali2 tidak apa2 kali tertawa diatas penderitaan orang lain... 🤭🤭
Vie
nah rasain kan malu seumur hidup kamu lani... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Vie
kamu memang benar2 bodoh ternyata.... nanya uang siapa dan dari mana? kamu amnesia ya? kan Sera udah nikah dengan suami kaya raya, jadi ngapain kamu terus mempermalukan dirimu sendiri lani... 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️ yang jelas, sekarang Sera bisa membeli apapun yang dia mau, tidak seperti kamu yang sepertinya sebentar lagi akan berakhir dengan malu... 🤭🤭🤭🤭
Vie
ya biarin aja kamu kuras dompetnya Kaivan, nanti Kamu sendiri yng sengsara kalau uang Kaivan sampai habis... kamu mau makan apa kedepanya... terus skrng kalau saldonya tidak cukup, kamu juga yang ikutan malu, pasti... 🤣🤣🤣
Vie
babat habis mereka Sera.... kamu mewakili perasaanku pada mereka... 👍🏻👍🏻👍🏻👏🏻👏🏻👏🏻
Vie
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻
Elin Erliana
a good
Turi77 Turi77
lanjut thor update nya 🥰🙏
Turi77 Turi77
hebat km,jangn diam "saja serpihana,blz kakamu yg congkak dan sombong,sdh 2 x dia merebut calon dan suami km lho,mknya mulai sekarang jangn biar kan orang menindas mu seenk nya saja😡💪💪
Ma Em
Kalani hatimu busuk selalu iri pada Seraphina padahal adik kandungnya tapi karena selalu dimanja dan dituruti apa maunya sama kedua orang tuanya ya jadi begitu kelakuan nya , beruntung Seraphina yg selalu di jahatin sama Kalani hdp nya senang rejekinya bagus dapat suami kaya Kalani semakin benci pada Seraphina , Kalani ketenangan hati tdk akan didapat rejaeki mu makin jauh .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!