NovelToon NovelToon
Labirin Ingatan "Antara, Aku Kamu Dan Masa Lalu"

Labirin Ingatan "Antara, Aku Kamu Dan Masa Lalu"

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Bad Boy
Popularitas:801
Nilai: 5
Nama Author: YirumaNitya

Cherry adalah seorang gadis yang beruntung, ia memiliki keluarga yang hangat dan sangat menyayanginya, hidupnya seperti impian banyak gadis seusianya terlebih ia memiliki Kakak Laki laki yang selalu melindunginya Kevin, di sekolah berpacaran dengan pria paling populer sekaligus ketua OSIS Dion Prince, namun setelah kehadiran dua Pria bernama Bumi dan Langit hidupnya berubah, masa lalu yang selama ini ia cari kebenarannya perlahan mulai terungkap. Akankah Cherry berhasil mengetahui masa lalunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenyataan Pahit

Dirumah Langit

"Eh udah pulang Lo berandal" Sapa Bumi dari arah ruang makan.

Langit mengangkat kedua matanya "Yo" ucapnya dingin.

"Gimana" Tanya Bumi.

Langit tersenyum sinis "Udah puas Lo suruh gue jadi penguntit"

Bumi terkekeh "Daripada loe gak ada kerjaan kan, tenang bayaran dari si Kevin gak bakal murah."

"Lo fikir gue kekurangan duit, kalau bukan Cherry gue juga gak akan mau."

"Lo beneran naksir dia?" Tanya Bumi emosional.

Langit tersenyum kecil sangat misterius membuat Bumi semakin tak tenang.

"Ngomong anjir, loe beneran suka sama Cherry?" Tanya Bumi tak sabaran. Kemudian Bumi seakan tersadar dengan sesuatu.

Ia bergumam sendiri "Gak mungkin gak mungkin, tapi....." Bumi terdiam seperti memikirkan sesuatu.

"Apanya yang gak mungkin, Cherry kan cantik, wajar aja siapapun bisa suka, termasuk gue." Kalimat itu keluar begitu lancar dari anak muda berusia awal 17 Tahunan bernama Langit Kaivan Wijaya itu.

Bumi melotot tajam "Tapi loe bukan manusia normal, gue gak akan ijinin, apalagi si Kevin Dia juga gak akan ijinin."

"Gue GK butuh ijin kalian, lagian dari awal emang dia udah jodoh sama gue" Kata Langit sambil tersenyum tengil.

Bumi terdiam, mulutnya terbuka saking tak percayanya dengan ucapan Langit. Ia menggelengkan kepalanya kemudian mengacak acak rambutnya sendiri seakan frustasi.

Langit yang melihat kakaknya begitu frustasi malah tersenyum mengejek.

"Kalau gue iseng gue gak akan serela itu nurutin mau Kakek, dan sebaliknya Kakek udah janji bakal turutin apapun mau gue asal mau jadi pewaris, jadi lo sama Kevin sahabat gila Lo itu, tunggu aja kejutan dari gue hahaha"

Langit berlalu pergi meninggalkan Bumi yang masih Syok mendengar pernyataannya.

***

Sampai malam Cherry belum mendapati Kevin pulang, ia berniat menelponnya, namun deru knalpot motor Kevin terdengar mendekat semakin kencang.

Cherry merasa sedikit cemas "Duh si Langit cerita gak ya sama Kavin" batinnya.

Ia keluar perlahan dari kamar berniat menghampiri kakak kesayangannya.

Kevin terlihat banjir keringat dengan seragam basket NO 24 miliknya.

"Eh dek" panggilnya pada Cherry. Ia mendekati Cherry dan mulai merangkulnya. "Wangi nih wangi" katanya sengaja menjahili Cherry.

Cherry menggeliat berusaha melepasnya "Kakak bau ih, lepasin"

Teriaknya kesal.

Kevin makin menjadi karena senang melihat reaksi adiknya yang kesal "Bilang gini, Kavin ganteng lepasin aku dong, tar kakak lepasin"

"Ogah" Kata Cherry ketus. "Lepas Kakak aku sesek nafas"

Cherry melayangkan serangan balasan dengan menggelitik Kevin, Kevin mulai merinding dan melepaskannya ia mulai berlari menjauh tapi Cherry mengejarnya, akhirnya mereka kejar kejaran sambil bercanda.

Tampaknya aman, Kevin sama sekali tak bertanya hal hal soal gunung Pinus di sepanjang malam itu, ia hanya minta ditemani makan malam dan bercerita tentang latihan basketnya seharian, cherry pun menceritakan perjalanan serunya bersama Riana, dan membuang bagian bersama Dion untuk tak diceritakannya.

***

Kota Nirwana 1 setengah Tahun yang Lalu

"Langit, jangan kurang ajar kamu, setiap hari selalu melawan Papi" Teriak Alfa Wijaya pada anak bungsunya.

"Langit udah muak sama semua ekspektasi Papi dan Kakek Pi" Balasnya balik beteriak.

"Papi dan Kakek cuma orang orang tua konyol yang merencanakan hal yang gak kalah konyol buat anaknya" Gerutu Langit mengeluarkan emosi dan unek uneknya.

Alfa meremas tangannya menahan emosi karena pembangkangan anaknya.

"Papi bilang kamu lihat dulu calon istri yang Kakek siapkan buat kamu, baru kamu boleh nolak kalau memang gak cocok"

Langit benar benar merasa frustasi, tekanan yang dia rasakan begitu besar, bagaimana mungkin anak lelaki berusia 15 Tahun sepertinya harus terjebak dengan tuntutan tidak masuk akal dari orangtuanya.

Diumur semuda itu ia harus menyiapkan dirinya untuk menjadi pewaris kerajaan bisnis keluarganya, juga tuntutan perjodohan tidak masuk akal yang disiapkan keluarganya.

"Pih, kenapa 2 hal ini harus jatuh ke Langit, apa bisa di bagi juga ke Abang, kenapa harus Langit yang pikul dua duanya pih?" Tanya langit frustasi.

Alfa tertunduk, seakan ia menahan beban yang tak bisa ia sembunyikan lagi.

"Papi akan bilang sebuah fakta yang mungkin akan membuat kamu sakit Langit, tapi karena kamu terus membangkang Papi terpaksa harus kasih tau kamu."

Alfa menarik nafas panjang, sementara Langit tak sabar menunggu alasan gila apa lagi yang akan dibuat pria manipulatif di hadapannya itu.

"Mungkin kamu anggap Papi orang jahat dan sangat keras tapi semua ini hanya karena Papi ingin melindungi keluarga ini, asal kamu tau sebenarnya hati dan jiwa papi sudah mati sejak Ibumu membawa anak itu masuk ke rumah ini."

Tanpa sadar ada sebutir air mata yang menetes dari kelopak mata Pria matang berusia 40 tahunan itu.

Langit tertegun melihatnya, ada apa dengan Pria kasar itu benarkah ia menangis.

"Anak itu? Maksud Papi apa pih?" Tanya langit tak paham.

"Bumi, Kakak yang kamu anggap sebagai kakak kandungmu selama ini, sebenarnya dia sama sekali bukan anak Papi."

Langit terdiam, entah mengapa badannya terasa sangat lemas, ia sangat terkejut dengan apa yang Ayahnya sampaikan dengan begitu lancarnya. Apakah pria itu berbohong Langit tak tau.

"Itu semua gak mungkin Pih, Papi gak perlu se mengarang ini demi maksa Langit."

Alfa menggeleng "Kalau kamu gak percaya sama Papi, silahkan kamu langsung tanya ke Kakek kamu."

Pria itu berjalan pergi meninggalkan Langit, bocah itu terduduk lemas di pojokan kamarnya, berusaha mencerna apa yang terjadi. Ia berharap semua ini hanya mimpi saja.

***

Seorang Kakek Paruh baya melangkah masuk menghampiri bocah itu.

"Langit Bangun" perintahnya tegas.

Bocah berusia 15 tahun itu berdiri dengan lemas, matanya bengkak mungkin sudah beberapa jam dia menangis.

"Apa yang kamu tangisi?" Tanya nya.

"Kek, Langit mau denger apakah yang Papi bilang itu bener?"

Kakek Wijaya menarik nafas panjang kemudian berkata "Iya, dan kamu harus terima kenyataan itu mulai hari ini"

Bak disambar petir yang kedua kalinya tubuh Langit terhuyung huyung, ia berusaha menahan tubuhnya agar tidak oleng.

Selama ini ia selalu merasa kelak akan bisa berbagi beban dengan Kakaknya, namun kenyataannya ternyata semua beban itu memang hanya miliknya. Terlebih iapun sedih mengetahui Kakaknya ternyata bukanlah saudara sedarah dengannya.

"Lalu kalau bukan anak Papi, Bumi anak siapa Kek? Tanya langit pelan.

"Seseorang yang sangat ibumu cintai di masa lalunya, bahkan cinta dia lebih besar dari rasa cintanya pada keluarga ini"

"Jadi Bumi anak Mami dengan Pria lain" Selidik Langit butuh penjelasan

Kakek menggeleng "Bukan, ia bahkan anak perempuan yang merebut kekasih hati ibumu."

***

Bumi menatap keluar jendela kamarnya, disampingnya ada seorang perempuan yang masih bernyawa Namun jiwanya hampir mati.

Bella nama wanita itu, wanita yang merawat dan membesarkan Bumi dengan penuh kasih sayang, tapi ia baru tahu bahwa perlakuan dan kasih sayang yang wanita itu berikan padanya semata mata karena rasa bersalah yang tak akan pernah bisa ia tebus dengan apapun.

"Bumi, maafin mami, Bumi tolong ampuni mami"

Beberapa tahun ini entah sudah Beratus ribu kali Bumi mendengar kalimat yang sama dari perempuan itu, hatinya sakit namun perasaan sayangnya lebih besar dari rasa sakit yang ia miliki.

Ternyata begitu banyak kepalsuan yang ia dapatkan, nyawa kedua orang tuanya telah ditukar dengan kehidupan mewah dan berbagai macam privilege yang ia dapatkan di keluarga Wijaya.

Seseorang memasuki kamar itu berlari ke arah Bumi lalu menghambur ke pelukannya.

"Kak, tolong ampuni mami kak." Suaranya lirih penuh duka dan penyesalan.

Air mata Bumi mengalir deras seketika, ia mendekap adiknya dengan perasaan sayang, tanpa ada rasa dendam sedikitpun padanya.

Langit sejatinya tidak tau apa apa, diapun korban dari keegoisan Para orangtua tidak punya moral dan hati seperti mereka.

Bumi menepuk punggung Langit menenangkannya. "Gak apa apa Langit bukan salah Lo" Ujar Bumi lirih.

1
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Idiiiiiiiiiihhhhhhhhh... 😭😭😭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Laaah... Pede amat???
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Apa semua kakak cowok kayak gini, ya??
Yurmanitya Fadilah: Rata rata gitu semua kak, soalnya kakakku juga gitu 🤣
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Ya gimana mau jalan bareng Dion??
Dion aja jalan bareng sama cewek lain!!
🗿🗿🗿
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Cantika bilek: "Ayolah, manusia... Mana Wishkas gue?! Lapar nih!!"
🗿🗿🗿
Yurmanitya Fadilah: Hooman nya gagal paham 🤣
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
🗿🗿🗿
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
😭😭😭
Obrolan macam apa ini... 🤣🤣🤣
Yurmanitya Fadilah
Iya entahlah kok bisa sama ya kak🤣🤭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Dah lah... Emang rada-rada si Cherry juga... 🗿🗿🗿
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Naaah... Bener, kan??? 🤣🤣🤣
total 2 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Ya salah dong, Dion... Bukan begitu caramu melampiaskan rasa amarah... 😭😭😭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Laaah... Sekolah yang sama dengan tokoh Wira di novelku kah, Kak??? 😭😭😭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Ehem!!! Coba mukamu sini ku tampat pula, Dion!!! 💪💪💪
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Halaaah... Busuk sekali ucapanmu... 🗿🗿🗿
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Ternyata bener, "Buah tak akan pernah jatuh jauh dari pohonnya"...

Gimana Dion nggak jadi tukang selingkuh?!
Lah ternyata bokapnya aja kayak begitu... 🗿🗿🗿
Yanti Mulyaningsih
Cantika gemoy😍
Yanti Mulyaningsih
Nah nah ketauan sama kakak posesif🤭
Yurmanitya Fadilah
Aamin
Yurmanitya Fadilah
Wkkkk akhirnya dia ngalah 🤣
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Aamiin... Moga ketemu sama laki-laki yang nggak punya riwayat katalog kayak Dion ya Cherr... 😍
Yurmanitya Fadilah: Aamin
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Kebayang Cherry nyobain air laut, Wkwkwkwk... 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!