Banyu dan Alia sudah lama menjalin kasih, sejak mereka masih dibangku SMU sampai mereka sudah sama - sama bekerja. Banyak mimpi dan harapan yang ingin mereka wujudkan tapi semua itu terhalang oleh restu orang tua.
Banyu biru Aji berasal dari keluarga biasa saja pemilik restoran kecil yang sudah turun temurun warisan dari kakek dan nenek banyu, sementara keluarga alia berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya.
Diam diam orang tua aliya tidak menyetujui hubungan mereka bahkan mereka sudah menyiapkan jodoh dan rencana untuk memisahkan aliya dan juga banyu.
Akankan cinta mereka bisa berlanjut atau akan menyerah dan kalah????
" Hai.....aku come back setelah lama tidak menulis.... semoga karyaku ini bisa dibaca dan diterima banyak pembaca"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bondan wardoyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23 Bulan madu tapi rasa hambar
Sore itu Banyu menemui Jenar di Toko kue milik Jenar. Jenar juga sudah menunggu Banyu disana, begitu datang Jenar mengajak Banyu ke Kafe dan sengaja mengosongkan beberapa meja disekitar mereka duduk.
Jenar menawarkan minuman dan juga makanan tapi Banyu hanya meminta kopi saja. Setelah Banyu meneguk secangkir kopi kemudia dia mulai bicara pada Jenar. Sebenarnya Banyu tidak tau harus memulai dari mana, dan ia memulai membicarakan tentang tawaran Eyang Jenar untuk menikah karena sama-sama masih lajang dengan usia yang sudah matang.
Banyu mengatakan kepada Jenar dia bukanlah pria yang bisa dengan mudah jatuh cinta, dia juga tidak punya banyak teman wanita, dari dulu sampai sekarang bisa dihitung dengan jari. Dia tipe laki-laki yang tidak bisa romantis tidak pandai merangkai kata-kata cinta. Saat ini Banyu berkerja di dua Rumah Sakit milik pemerintah dan di salah satu klinik swasta. Dan waktunya banyak di habiskan di Rumah Sakit dan Juga di kampus karena masih mengambil spesialis, saat ini Banyu juga belum memiliki rumah dan masih tinggal dengan kedua orang tuanya.
"Pasti kamu sudah mengetahui semua itu kan Jenar?"
"Iya dan sedikit tentang Aliya."
"Ya pasti Gita sudah bercerita tentang itu tapi dia tidak tau seberapa dalam perasaan ku pada Aliya, karena hanya aku yang tau."
"Hati manusia siapa yang tau dalamnya dr.Banyu tapi dia pasti tau apakah masih ada ruang kecil yang tersisa disana."
"Ya karena sisa ruang itu makanya aku memutuskan untuk bertemu dengan kamu."
Jenar sudah mulai paham dengan arah pembicaraan Banyu. Entah mulai kapan Jenar memang sudah merasakan sesuatu pada Banyu, mungkin itu cuma perasaan kagum saja atau yang lainya.
Banyu mengutarakan niatnya untuk memulai hubungan baru dengan Jenar. Dengan segala kekurangan Banyu apa adanya apakah Jenar mau menerima Banyu. Banyu juga mengatakan butuh waktu untuk mereka saling mengenal dan untuk saling jatuh cinta, yang tidak tau kapan akan terjadi. Banyu hanya ingin mencoba hidup lebih baik dengan ada seseorang yang mendukungnya disampingnya.
Jujur Banyu mengambil keputusan ini cukup sulit karena banyak pertimbangan akhirnya dia memutuskan untuk lebih baik segera menikah dengan perempuan yang bisa menerima Banyu apa adanya dan juga pastinya kelurganya juga merestui. Memutuskan memilih Jenar karena alasan kedua keluarga yang sama-sama mendukung hubungan mereka. Dan sekarang tinggal bagaimana mereka bisa saling belajar hidup bersama dan belajar mencintai.
Banyu sebenarnya ragu apa Jenar mau menerimanya atau tidak. Gadis yang memiliki segalanya apa bisa menerima kondisi Banyu yang masih berjuang sampai saat ini. Tapi Jenar adalah Gadis yang tidak pernah merasa memiliki segalanya, apa yang ada sekarang adalah kerja kerasa Eyangnya dan Orang tuanya bukan hasil dari kerja keras Jenar. Jenar hanya beruntung saja karena dilahirkan dikeluarganya.
Jenar menerima pinangan Banyu dan Jenar juga bersedia menerima Banyu. Dan berjanji akan sama-sama belajar dan juga berjuang bersama Banyu. Banyak hal yang mereka bicarakan termasuk mengenai kesepakan pernikahan. Mereka sama-sama memutuskan untuk menikah secepatnya dan juga menikah dengan sederhana saja tanpa banyak tamu. Dan semua biaya akan ditanggung berdua.
Banyu dan Jenar juga sama-sama sepakat tindak ingin terburu-buru setelah menikah mereka ingin saling mengenal terlebih dahulu, keduanya ingin mengalir saja tanpa ada paksaan. Setelah menikah mereka akan tinggal di apartemen atau menyewa rumah.
Begitulah awal mula Banyu dan Jenar memutuskan untuk menikah, mungkin memang terlalu cepat hanya tiga bulan setelah ini mereka sudah resmi menikah dan menjadi suami istri.
Kita kembali ke hotel di Lombok.
Tak terasa hari sudah cukup siang Banyu baru membuka matanya dan melihat jam ternyata sudah cukup siang. Dia melihat sekeliling tapi tidak menemukan Jenar. Dia kemudian mencoba mencari di teras kamar mereka yang dilengkapi dengan privat kolam renang. Disana juga tidak ada, Banyu baru mau mengambil ponsel dan tapi terlihat Jenar masuk dari pintu depan kamar dengan membawa 2 kantong plastik berisi belanjaan.
"Eh sudah bangun ya dokter, maaf ya saya keluar tidak pamit."
"Gak papa, kamu dari mana."
"Beli beberapa cemilan juga ada sesuatu yang mesti dibeli lupa bawa dari rumah, didepan untung ada mini market."
"Oh....maaf ya saya tidur kelamaan, saya mandi sebentar setelah itu kita cari makan."
"Dokter boleh tidak siang ini kita makan disini saja kebetulan saya sudah pesan makanan sebentar lagi datang, nanti malam baru kita keluar."
"Iya boleh, tapi kamu itu kan bukan pasien saya jadi gak usah panggil dokter bisa kan."
"Terus saya panggil apa?"
"Apa saja, Banyu juga boleh asal jangan pake dokter."
Jenar sambil berpikir dan akhirnya dia memutuskan untik memanggil Mas saja pada Banyu sepertinya lebih enak didengar. Banyu bergegas mandi, setelah mandi Jenar sudah menunggunya di meja makan kecil disamping kamar dekat dengan kolam. Makan siang sudah tersaji dan terlihat ada menu nasi campur. Karena dari pagi mereka belum makan, Banyu dan Jenar menikmati makan siang dengan lahap.
Mereka berdua masih tampak sedikit canggung dan masih berpikir apa benar mereka sudah resmi jadi suami istri. Tapi rasanya aneh tidak tampak seperti pasangan yang lainya. Tapi tidak masalah karena mereka masih ingin saling mengenal satu sama lain dan tidak ingin terburu- buru.
Cerita bulan madu akan berlanjut ke episode selanjutnya. Nantikan cerita bulan madu Banyu dan Jenar.
Bersambung.
Jangan lupa like dan komen untuk kasih dukungan dan semangat untuk aku, si penulis pemula ini, terima kasih.