NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Ruang Ajaib
Popularitas:196.9k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13

Li Zie menatap pangeran tampan dan kembali berkata, "Dan kau, Anak Muda... temui aku di Pasar Gelap untuk pengobatan berikutnya. Karena jika aku yang harus bersusah payah datang mencarimu ke tempat tersembunyi seperti ini lagi, bayarannya akan cukup untuk membeli satu kota."

Pangeran itu hanya bisa terdiam, antara terpesona dan bingung melihat kakek yang begitu sombong namun memiliki kemampuan sehebat dewa. 

Li Zie kemudian melirik sang Pangeran yang masih menatapnya intens. Lalu Li Zie berbalik, melangkah keluar paviliun dengan punggung tegak dan dagu terangkat. Wibawanya begitu luar biasa sampai sepuluh pengawal zirah perak di depan pintu otomatis membungkuk hormat padanya. Yan mengekor di belakang seperti pelayan yang patuh.

"Tabib Agung, mohon terima ini," Yan menyodorkan sebuah kantung sutra merah yang ukurannya dua kali lipat lebih besar dan lebih berat dari yang di pasar gelap tadi. Yan kembali berkata, "Ini adalah bentuk rasa hormat Tuan kami atas nyawanya."

Li Zie hanya mengangguk pelan, memberikan kode pada Ji Yu untuk mengambilnya. Ji Yu sampai harus menggunakan kedua tangannya agar kantung itu tidak jatuh.

"Hmph, lumayan untuk uang lelah," ketus Li Zie, lalu ia melanjutkan langkahnya dengan sangat tenang keluar dari area hutan bambu.

Namun, begitu mereka melewati gerbang hutan dan merasa sudah tidak ada yang melihat...

Wibawa Li Zie langsung runtuh berkeping-keping.

"Ji Yu! LARI!" teriak Li Zie, suaranya kembali ke nada aslinya tapi penuh kepanikan.

"Eh? Guru? Apa ada musuh?" Ji Yu ikut panik sambil memeluk erat kantong emasnya.

"Musuhnya ada di perutku!" ujar Li Zie mulai berlari sekencang mungkin, Hanfu besarnya berkibar-kibar di udara.

"Cepat Ji Yu! Mataku sudah mulai error! Efek samping Mata Dewa ini gila... sekarang saat aku melihatmu, kau sudah tidak nampak seperti manusia lagi!"

Ji Yu menoleh sambil berlari terengah-engah dan berkata, "Lalu Guru melihatku sebagai apa?!"

"Kambing guling! Kau terlihat seperti kambing guling yang gemuk dan gurih, Ji Yu! Berlari lebih cepat atau aku akan menggigit lenganmu!" seru Li Zie dengan mata yang mulai berkunang-kunang membayangkan makanan.

"Aaaakkkhh! Guru! sadarlah! Aku pelayan setiamu, bukan makanan!" jerit Ji Yu ketakutan, membuat mereka berdua lari terbirit-birit menembus kegelapan malam, meninggalkan paviliun mewah itu dengan kesan paling tidak masuk akal.

Beberapa jam kemudian, keheningan malam di kediaman Menteri Li terusik oleh dua bayangan yang mengendap-endap lewat tembok belakang.

Wibawa Tabib Agung sudah resmi tamat. Li Zie berjalan dengan langkah gontai, Hanfu hitamnya sekarang penuh noda minyak. Tangan kanannya memegang kantung kertas berisi bakpao sisa, sementara tangan kirinya sibuk memegang paha ayam besar yang ia gigit dengan beringas sambil berjalan di kegelapan.

"Guru, pelankan suaramu! Kalau pengawal kediaman dengar bunyi kunyahanmu, kita tamat!" bisik Ji Yu panik, sambil memeluk dua kantong emas di dadanya seolah-olah itu adalah jantungnya sendiri.

"Biarkan... (nyam)... perutku lebih penting daripada Menteri tua itu," gumam Li Zie dengan mulut penuh daging. "Lagipula, dengan emas ini, aku bisa membeli seluruh kediaman ini dan menjadikannya kandang babi kalau aku mau."

Mereka akhirnya sampai di pojokan paling belakang kediaman, tempat sebuah paviliun kayu yang atapnya miring dan pintunya berderit menyedihkan berdiri. Itulah 'istana' Li Zie putri yang terbuang.

Li Zie menendang pintu paviliunnya dengan pelan, lalu masuk ke dalam ruangan yang hanya diterangi satu lilin redup. Li Zie langsung menghempaskan tubuhnya ke kursi kayu yang reot, kakinya diangkat ke atas meja tanpa peduli tata krama putri bangsawan.

"Ahhh... kenyang juga akhirnya," desah Li Zie puas. Ia menyeka sisa minyak di pipinya yang masih cemong arang, lalu menatap kantong emas yang diletakkan Ji Yu di meja kayu yang berdebu.

Kilauan emas itu terpantul di matanya. Sesaat, ambisinya kembali menyala.

"Lihat ini, Ji Yu. Ini baru permulaan," ujar Li Zie, kali ini suaranya kembali tenang dan tajam. "Menteri Li dan selirnya itu mengira aku akan mati kelaparan di paviliun busuk ini. Mereka tidak tahu kalau satu kali aku menggerakkan jarum perakku, kekayaan mereka tidak ada apa-apanya dibanding bayaranku."

Li Zie mengambil satu bakpao terakhir dari kantungnya, lalu melemparkannya ke Ji Yu. "Makanlah. Pangeran es itu adalah 'tambang emas' berjalan kita. Kita tidak boleh membiarkannya mati sebelum dompetku penuh."

Ji Yu menangkap bakpao itu, dan berkata, "Guru... meski kau terlihat seperti gelandangan saat makan tadi, kau adalah majikan paling keren yang pernah ada!"

Li Zie tertawa kecil, suara tawa yang licik namun penuh percaya diri. Di tengah paviliun reot itu, sang putri terbuang mulai menyusun rencana untuk mengguncang kekaisaran satu keping emas pada satu waktu.

Yang sudah komen dan memberikan hadiah, tentu saja author ucapan terimakasih sebanyak-banyaknya.

1
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Osie
inilah intrik dlm istana..akibat ada selir n netas anak jadilah persaingan perebutan rahta
Osie
waah roman romannya shen zie bakal benaran masuk jebakkan batman kaisar xuan nih
Mydar Diamond
out otaknya error kalau pasal emas perak dia kahwin dengan harta bukan dengan kaisar😓 kalau nanti dah kahwin dapat kelola harta istana dia kemana kan kaisar 🤣
xiang tan
kereeen bangeettt, alurnya tdk mudah ditebak dan bacaannya tdk berat.
Yayuk Yuhanah
hem ternyata yg menginginkan kematian kaisar adalah adik tirinya.....
Atik Kiswati
next....
Pa Muhsid
kalau bisa minta sama otor ibu suri sama anaknya boleh dong dijadikan tikus percobaan senzie
Retno Palupi
oh ternyata musuhnya saudara sendiri tho
Nurhayati Sobana
Shen Zie emang benar2 matre habis. di episode ini baru ketahuan.penjahatnya adalah saudara tiri dan ibu tiri Kaisar. cerita tambah seru
Nurhayati Sobana
Kaisar dan Shen Zie untuk kali ini aku angkat tangan no comment atas tingkah kamu berdua 🙏😄😄
Maria Lina
klo bisa mau minta 1 lgi thor blh hehe.ngelunjak ni thor wkwk
Maria Lina
shen zie ud msk jebakan batman lo wkwk kasian..sll gtu klo ada adik tdi ya gtu maruk kekuasaan wkwk
Pa Muhsid
apakah tren 2026 melamar di kamar mandi????
Biyan Narendra
Panik ga tuh..
🤣🤣🤣🤣
Maria Lina
lgu ya thor pliss ..sama cerita pawang tu di up lgi ya thor
Fitria: Iya kak, ini author masih nulis. Terimakasih sudah mampir di karya baru author.
total 1 replies
sasa adzka
nah loh mulai mau bucin...
Sribundanya Gifran
lanjut
Urwatun Nafisa
bau makanan yang menyelamatkan kaisar,kenapa gak makan apel dulu ya🤭 apa makan kaisar lebih nikmat ya😄😄😄
Osie
ampun ampun dah shen zie..terapi rahang ya🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!