NovelToon NovelToon
Hadiah Terakhir Untuk Suamiku

Hadiah Terakhir Untuk Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Pelakor / Poligami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: Susanti 31

Hari itu, Alya memberikan hadiah terakhir untuk suaminya.

Bukan harta, bukan pula kenangan. Melainkan kesempatan untuk hidup bersama wanita yang lebih dipilihnya.

Lalu ia pergi, membawa sebuah rahasia yang baru disadari Adrian saat semuanya sudah terlambat.

Follow instagram @Tantye005 untuk info seputar novel🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayang-bayang Alya

Masih dengan agenda yang sama, Safira berusaha mengambil hati keluarga Adrian padahal dia tidak perlu melakukannya sebab tidak ada yang peduli terhadap apa yang Safira perbuat.

Mau tidur sampai siang, atau bangun lebih cepat tidak ada yang memuji atau pun menegur dirinya. Dia hidup bebas tetapi dia merasa tidak dianggap oleh keluarga suaminya sendiri.

"Mama masak apa? Biar aku bantu," ujar Safira pada mama mertuanya yang ada di dapur.

"Nggak usah, urus saja suamimu dengan baik. Lihat penampilannya sejak menikah denganmu," balas mama Adrian sedikit tidak ramah.

Memang benar sejak menikah dengan Safira, Adrian jauh berbeda. Mungkin karena Safira hanya fokus mengambil hati orang rumah, tidak pada penampilan suaminya.

Berbeda dengan Alya dulu. Wanita itu sama sekali tidak peduli penilaian orang lain tentangnya. Hidupnya untuk Adrian, cintanya dia serahkan pada Adrian sepenuhnya, sehingga kejanggalan-kejanggalan kecil tentang perselingkuhan Adrian tidak tercium sama sekali.

"Mas Adrian yang nggak mau diurus olehku Ma."

"Kalau begitu perhatikan saja kehamilanmu Safira. Sudah mama bilang nggak perlu mengambil hati siapapun."

"Tau tuh, malah kelihatan munafiknya kalau begini terus," celetuk Adrina yang baru saja pulang.

Dia memeluk mamanya dan mendaratkan kecupan di sana.

"Mama sudah tau kalau kak Alya sempat di rawat di rumah sakit?" tanya Adrina, mengabaikan keberadaan Safira yang kini mengepalkan tangannya sebab nama Alya lagi-lagi menjadi perbincangan hangat keluarga suaminya.

"Loh menantu ... maksudnya putri mama kenapa bisa masuk rumah sakit? Kecelakaan?" Tampak jelas raut kekhawatiran di wajah mama Adrian.

"Katanya kelelahan bekerja Ma."

"Coba hubungi Alya, mama mau bicara." Mama Adrian segera mencuci tangannya dan menunggu Adrina bergerak.

Tidak lama ponsel Adrina berpindah tangan pada mamanya.

"Ini mama, Sayang," ucap mama Adrian dan berjalan menjauh dari dapur.

"Terima nasib saja kak, dan jangan pernah berpikir bahwa kak Alya merebut segalanya dari kak Safira. Sebab yang merebut kebahagiannya adalah dirimu," celetuk Adrina dan berlalu.

Tangan Safira mengepal, rasanya dia ingin memaki semua orang karena peduli pada Alya. Tidak ada yang peduli padanya padahal dia sedang hamil.

"Alya lagi-Alya lagi!" Giginya bergemulutuk.

Sedangkan yang menjadi topik pembahasan menerima telepon dari mantan mama mertuanya. Tiduran di sofa sambil menikmati drama korea.

"Hanya kelelahan tapi sudah baik-baik saja, Ma," ucap Alya mengusap perutnya yang masih rata.

"Syukurlah Nak. Mama takut kamu kenapa-napa. Sekarang kamu dimana? Mama mau bertemu."

"Maaf Ma, tapi aku diluar kota."

"Tambah jauh saja kamu dari mama Nak. Tapi nggak apa-apa selama kamu bahagia. Dan jangan pernah beri kesempatan untuk Adrian dalam hidupmu."

"Iya Ma."

Sabungan telepon terputus dan Alya merasa bersalah karena berbohong perihal kenapa dia bisa masuk rumah sakit. Padahal mama mertuanya berhak tahu dia mengandung darah daging Adrian.

"Nanti setelah aku benar-benar berdamai dengan rasa sakitku. Aku berjanji akan mempertemukan kalian," gumam Alya.

Dia beranjak mendengar decitan pintu dan derap langkah. Senyumnya mengembang mendapati Sena telah tiba.

"Hua aku khawatir mbak kenapa-napa di jalan." Sena langsung memeluk wanita yang telah dianggapnya keluarga.

"Jangan lebay deh."

"Bukan lebay, tapi benar-benar takut." Bibir Sena melengkung ke bawah.

"Kebetulan saat akan berangkat aku bertemu orang baik."

"Cowok apa cewek?" Lihatlah berapa antusiasnya Sena bercerita padahal baru tiba setelah perjalanan jauh, hanya karena melihat wajah Alya yang berseri-seri.

"Kamu ingat driver taksi yang pernah aku ceritakan?" Alya terus bicara sembari melangkah, mengantar Sena ke kamarnya.

"Tau Wo Golden Promise?"

"Tau lah Mbak, siapa coba yang nggak tau Wo itu."

"Ceo nya adalah anak bapak driver taksi."

"Huh?" Mata Sena membola. Tidak-tidak, ini diluar logikanya.

Orang yang memiliki anak sesukses Pradipta Ardana tidak mungkin bersusah-susah menjadi driver.

"Nggak percaya kan? Mas Dipta akan datang menjemput kita untuk merias kliennya."

"Mas Dipta? Merias Klien? Mbak kita berpisah cuma dua hari loh, kok aku banyak ketingalan informasinya."

Alya mengulum senyum. Dia juga merasa aneh karena mendapatkan kejutan bertubi-tubi padahal baru tiba di kota ini.

"Sudah, lebih baik kamu istirahat." Alya mendorong koper Sena ke sisi tempat tidur dan meninggalkannya.

Keduanya tidak lagi terlihat seperti atasan dan bawahan, melainkan kakak-beradik yang tinggal jauh dari orang tua.

***

"Cukup! Aku nggak suka kalau keluarga mas selalu memihak Alya. Menantu di rumah ini aku mas, bukan Alya!" bentak Safira, melampiaskan kekesalannya pada Adrian yang baru saja pulang kerja.

"Tutup saja telingamu Safira."

"Nggak bisa mas."

"Kalau begitu biasakan dirimu, sebab apa yang kamu miliki sekarang dulunya adalah milik Alya," jawab Adrian berusaha tenang.

Dia lelah karena pekerjaan kantor, pulang kerumah bukannya mendapatkan pelukan hangat dan kata-kata penyemangat, dia malah harus mendengar teriakan Safira yang memecahkan telinga.

"Aku mau kita pindah. Nggak harus rumah, apartemen yang pernah aku tinggali saja."

"Itu punya Alya."

"Punya Alya, punya Alya. Semuanya saja milik Alya mas!" Mata Safira memerah. Dia kesal, dia bisa stres lama-lama karena nama Alya terus terdengar di sekitarnya.

"Sudah Safira, aku capek," jawab Adrian dan berlalu ke kamar mandi.

Sedangkan Safira, menatap nanar foto pernikahannya dengan Adrian yang digelar seadanya.

Dia sudah tinggal di rumah mertuanya, mendapatkan Adrian dan berhasil menyingkirkan Alya. Namun, di mata dunia Alya masihlah istri sah dari Adrian. Belum ada berita apapun tentang perpisahan mereka.

Dan keinginannya untuk mengelar resepsi bersaran-besaran, memamerkan pada dunia bahwa dia adalah istri dari Adrian Nugraha, belum tercapai.

Jika diluar sana ada yang melihatnya bermesraan dengan Adrian, maka orang akan menganggap mereka berselingkuh. Lalu apa bedanya saat dia menjadi simpanan?

"Kapan mas mengurus perceraian?" tanya Safira, menatap Adrian yang hanya mengenakan handuk untuk menutupi bagian bawahnya.

"Pengacaraku sedang mengurusnya. Kamu nggak perlu takut aku akan kembali padanya. Dia nggak akan menerimaku," jawab Adrian.

"Kamu serius dengan ucapanmu?" Safira mendekati Adrian dan membantunya mengeringkan rambut.

"Hm."

"Setelah perceraian kalian, aku mau mengadakan resepsi yang mewah."

"Apapun lakukan sesukamu asalkan nggak membahayakan anak kita." Adrian menatap Safira melalui pantulan cermin. Semakin lama ia menatap, wajah itu malah terlihat seperti Alya.

Ia mengelengkan kepalanya berulang kali dan hasilnya tetap sama. Wanita yang berdiri di belakangnya adalah Alya.

"Mas?"

"Mas merindukanmu."

Adrian langsung berdiri dan menyergap tubuh Safira yang dia kira adalah Alya. Memangut bibirnya tanpa ampun, mengabsen setiap inci mulutnya.

"Kamu semakin cantik." Adrian menyeringai, mendorong Safira ke ranjang dan menindihnya. Meraba kaki jenjang Safira di mana dress satinnya tersingkap.

.

.

.

Untuk adengan selanjutnya silahkan berkhayal sendiri, soalnya author belum nikah😉

Selamat membaca dan jangan lupa meninggalkan jejak

1
ken darsihk
Syukoorrr lo Sapi perah sok tauu sihhhh , marah kan Adrian nya 😠😠😠
ken darsihk
Ha ha sarkas bngt jawaban nya Alya nggak kenal 🤔🤔
Maria Kibtiyah
bener2 gk tau diri tuh pelakor
Maria Kibtiyah
gk tau malu tuh pelakor
julia elisabeth rien
pengen ikutan gaplok si sapri deh.... gemesshh akunya...
julia elisabeth rien: ayok kak kita gaplok in bareng2 si sapi itu 🤣🤣
total 2 replies
Rahma Inayah
malu dong pelakor niat manasi tp dia yg panas
julia elisabeth rien
malu ga tuh si pelakorrr..... niat pamer malah ketiban siall.. emang enakk..emang dasar pelakor muka tembok .. semoga cepat kena karma apa gitu deh ...
Rahma Inayah
SM sya juga sebel SM Safira dan Adrian
ken darsihk
Mama Adrian saluttt ❤❤
falea sezi
egois amattt pakkk😒
Linda Yohana
Bagus novelnya
julia elisabeth rien
aku juga sebelll sama kayak kau adrina, setiap adrian baik2 sama si pelakorrr ituhhhhh .....
makin besar kepala aja diaa....
Anonim: SI ALYA NYA MASOKIS
total 1 replies
Rahma Inayah
trm aja Alya to ank mu juga tanggung jwb Adrian ayah biologis ank mu .uang persiapan persalinan BS km gunakan utk keperluan baby mu nnt
Rahma Inayah
walau Adrian menjauh GK ggu alya tp rasa bersalah nya selalu menghantui dan membuat hidupnya TDK tenang sllu ada byg2 Alya
Devi ana Safara Aldiva
salut dengan cara Adrian membantu mantan istrinya itu... dan bertanggung jawab atas anaknya
Maria Kibtiyah
lanjut kak
ken darsihk
Semoga Alya baik2 sajah setelah dia mengetahui kalau Adrian yng membiayai persalinan nya nanti
ken darsihk
Biarkan Alya , Adrian
Biarkan Alya dengan kebahagiaan nya
Azril Ali
pa Safira jg hamil,ktnya telat..smga g BS hamil LG..
Ma Em
Untung Adrian pengertian dan benar tdk mau mengganggu Alya cuma melihat Alya dari kejauhan , semoga Alya dan bayi yg dikandungnya sehat .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!