NovelToon NovelToon
My Fake Knight

My Fake Knight

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Roman-Angst Mafia
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah langit Las Angeles, Scarlett Langford bertarung melawan kemiskinan dengan kecerdasan dan percaya diri.

Demi mempertahankan harga dirinya di High School, gadis yatim ini nekat menciptakan sebuah kebohongan besar sebagai kekasih rahasia Millian Vale-Knight—Pria yang tak pernah ia temui.

Namun, takdir gemar bercanda.

Saat bekerja paruh waktu sebagai pelayan pesta borjuis, Scarlett terlibat bentrokan sengit dengan seorang pemuda kaya yang angkuh dan bermata heterochromia.

Tanpa rasa takut, Scarlett memaki pria tersebut seraya berteriak bahwa ia hanya takut jika pria itu adalah Millian Vale-Knight .

Scarlett tidak pernah tahu bahwa pria 'brengsek' yang baru saja ia maki di depan mukanya justru adalah Millian yang sesungguhnya.

Ketika tameng kebohongan menabrak realitas, akankah kepalsuan ini berubah menjadi jerat cinta, atau justru menjadi awal dari kehancuran Scarlett?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#22

Matahari kini telah bertengger tepat di atas kepala, memancarkan terik yang membakar wilayah perkemahan hutan pinus.

Agenda taktik kerja sama tim yang melelahkan akhirnya dijeda untuk memasuki sesi istirahat dan makan siang.

Di sisi timur kamp, sebuah area dapur lapangan darurat telah didirikan. Acara memasak makan siang bersama untuk seluruh anggota kelompok B-4 dan beberapa kelompok lainnya pun siap dilaksanakan.

Sebenarnya, urusan memasak menu utama tetap dipegang kendali oleh koki profesional serta mahasiswa dari jurusan tata boga yang sengaja dikirim oleh pihak kampus untuk memastikan standar higienis.

Hanya saja, untuk melatih kemandirian dan esensi dari perkemahan itu sendiri, pihak panitia mewajibkan keterlibatan aktif dari para mahasiswi baru dalam hal-hal teknis—seperti memotong sayuran, menyiapkan bumbu, mengaduk sup dalam kuali besar, hingga urusan mencuci peralatan masak pasca-acara selesai.

Di sinilah riak konfrontasi baru kembali muncul.

Bagi gadis-gadis borjuis yang terbiasa hidup dimanja di dalam mansion mewah mereka di Los Angeles, menyentuh pisau dapur, mengupas bawang di bawah sengatan terik matahari, atau terkena cipratan minyak adalah sebuah siksaan mental yang tidak bisa ditoleransi.

"Ugh, tanganku bisa kasar kalau harus mengupas kentang sebanyak ini!" keluh seorang mahasiswi berambut merah sembari melemparkan pisaunya ke atas meja kayu dengan gusar.

"Benar-benar tidak masuk akal," sahut temannya yang mengenakan gelang berlian, menopang dagu dengan malas.

"Bukankah seharusnya tugas-tugas kasar seperti memotong sayur dan mencuci piring ini diserahkan saja kepada para mahasiswa penerima beasiswa? Mereka kan berada di sini gratis, jadi sudah sewajarnya mereka membantu lebih banyak untuk membalas budi pada kampus."

Mendengar kalimat diskriminatif yang dilemparkan secara blak-blakan itu, beberapa mahasiswi beasiswa di sudut meja langsung menundukkan kepala mereka, merasa terintimidasi oleh status sosial mereka yang timpang.

Namun, hal itu tidak berlaku bagi Scarlett Langford.

Gadis itu sedang berdiri dengan anggun, mengenakan celemek memasak kain berwarna cokelat tua di atas celana training hitamnya, sembari memegang sebuah spatula kayu besar.

Mendengar namanya dan kaumnya diseret secara tidak hormat, taring harga diri Scarlett langsung mencuat tegak tanpa bisa dibendung.

Scarlett menghentakkan spatula kayunya ke atas permukaan meja dengan bunyi dentuman yang cukup keras, menarik perhatian seluruh orang di area dapur darurat tersebut.

"Apakah kampus adalah milik ayahmu?" tanya Scarlett dengan nada suara yang sangat tenang, jernih, namun sarat akan keangkuhan yang mengintimidasi.

Mata indahnya menatap lurus, menusuk tepat pada manik mata gadis bergelang berlian itu. "Kenapa kau merasa memiliki hak untuk memperlakukan kami seenak jidatmu di tempat ini?"

Gadis bergelang berlian itu tersentak, wajahnya mendadak tegang. "Apa maksudmu?! Aku hanya mengatakan fakta—"

"Dengarkan aku baik-baik," potong Scarlett dengan kelancaran verbal yang mematikan.

"Jika kau ingin mengisi perutmu yang lapar itu dengan makanan, maka kau harus ikut memasaknya dengan tanganmu sendiri. Kami yang berada di sini—baik jalur beasiswa maupun bukan—adalah mahasiswa, bukan pelayan pribadi yang dikirim dari mansion mewah ayahmu untuk membantu menyuapi makanan hingga sampai ke dalam mulutmu yang manja itu!"

Kalimat tegas yang keluar dari bibir Scarlett benar-benar membuat geram sebagian kecil mahasiswa dari kalangan atas yang merasa ego mereka tersengat.

Mereka menatap Scarlett dengan pandangan penuh permusuhan. Namun, di sisi lain, kalimat itu justru mengundang gumaman setuju dan dukungan dari mayoritas mahasiswa lain yang menghargai keadilan, termasuk beberapa mahasiswa kaya yang memang berjiwa besar dan sejak tadi ikut membantu tanpa mengeluh.

...ooOoo ...

Tepat di tengah atmosfer dapur yang mendadak menegang dan dipenuhi aura konfrontasi tersebut, barisan mentor senior dari kelompok peninjau mendadak melangkah masuk ke dalam area perimeter darurat.

Kehadiran mereka yang tiba-tiba langsung memotong ketegangan yang ada.

"Ada apa ini? Kenapa suasana di sini terasa lebih panas daripada suhu di dalam kuali sup?" tanya Clark, melangkah maju dengan papan jalan di tangannya, matanya mengedarkan pandangan menyelidik ke arah para mahasiswi yang saling melempar tatapan tajam.

Namun, tidak ada satu pun dari para gadis yang berani membuka suara untuk menjawab pertanyaan Clark.

Mereka semua mendadak bungkam, takut jika masalah ini akan memperburuk nilai kedisiplinan kelompok mereka.

Melihat keheningan yang canggung tersebut, James yang berdiri di sebelah Clark langsung mengambil alih kendali udara. Pria pirang itu melipat kedua tangannya di depan dada, menatap tajam ke arah barisan mahasiswi yang tadi sempat mengeluh.

"Dengarkan aku, semuanya," ucap James dengan nada suara yang tegas, menghilangkan sejenak aura jenakanya yang biasa.

"Jika sejak awal kalian merasa tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan luar atau tidak bisa menurunkan ego kalian untuk bekerja sama, kenapa kalian harus repot-repot mendaftarkan diri ikut ke dalam kegiatan perkemahan ini? Padahal kegiatan orientasi medan ini sama sekali tidak bersifat wajib bagi kalian."

James menjeda kalimatnya, memberikan penekanan psikologis yang kuat pada seluruh peserta.

"Kalian harus ingat, begitu kalian memutuskan untuk menginjakkan kaki di tanah perkemahan ini, itu artinya kalian telah menerima segala bentuk konsekuensi dan aturan main yang berlaku di sini. Di tempat ini, nama besar keluarga atau kekayaan kalian sama sekali tidak berlaku dan tidak akan bisa membelikan kalian pengecualian! Jadi, hormati teman-teman kalian yang lainnya dan selesaikan tugas kalian!"

Sementara James memberikan wejangan tegas yang membuat para gadis manja itu tertunduk malu, Millian Vale-Knight hanya berdiri menyandarkan tubuh tegapnya pada tiang kayu penyangga tenda dapur.

Sebagai salah satu mentor utama, ia sebenarnya hanya ikutan bergabung karena diajak oleh James dan Arthur; ia sama sekali tidak mengetahui detail jadwal jika siang ini ada sesi memasak bersama yang melibatkan interaksi sedekat ini.

Dari balik kacamata hitamnya, manik mata heterochromia milik Millian bergerak, mengunci figur Scarlett yang sedang berdiri di dekat kuali besar.

Ia memperhatikan bagaimana bibir mungil Scarlett tampak sedikit dikerucutkan karena sisa kejengkelan akibat perdebatan tadi—sebuah ekspresi wajah yang entah mengapa terlihat sangat menggemaskan di mata Millian.

Mengingat bagaimana gadis itu melarikan diri dengan wajah merah padam setelah insiden lilitan sweater pagi tadi, sebuah ide jahil dan nakal mendadak muncul kembali di kepala Millian.

Rasa ingin tahu untuk melihat sejauh mana pertahanan mental sang "kekasih palsu" miliknya itu jika digoda di depan publik kembali membara di dadanya.

Tanpa memedulikan keberadaan James, Clark, Arthur, ataupun puluhan mahasiswa lainnya yang masih berada di dalam mode serius, Millian perlahan melangkah maju. Ia memangkas jarak, berdiri tepat di samping meja kerja Scarlett, lalu menurunkan sedikit kacamata hitamnya hingga sepasang mata ganjilnya menatap Scarlett dengan kilat menggoda yang sangat pekat.

"Baby..." panggil Millian dengan suara baritonnya yang direndahkan, namun sengaja dibuat cukup jelas hingga gema panggilannya terdengar oleh seluruh telinga di area dapur.

Seluruh pergerakan di dapur lapangan mendadak berhenti seketika.

James dan Arthur bahkan langsung menoleh dengan mata melotot tak percaya.

Millian menyunggingkan seulas senyuman sinis yang luar biasa tampan, menatap Scarlett dari ujung kepala hingga ujung kaki.

"Kenapa kau terlihat cukup seksi dan menawan siang ini dengan sepatu taktis dan kain celemek memasak itu, hm? Aku benar-benar sudah tidak sabar untuk menunggu kau menyajikan hasil masakanmu itu khusus untukku."

Duarrrr!!!!

Ledakan kejutan kembali menghantam seluruh area dapur lapangan.

Beberapa mahasiswi bahkan spontan menjatuhkan sendok sayur mereka karena syok mendengar panggilan sayang bernada sensual yang meluncur begitu saja dari mulut seorang Millian Vale-Knight yang terkenal dingin dan antipati terhadap wanita. Panggilan 'Baby' itu seakan menegaskan kembali status kepemilikan mutlak di depan publik.

Wajah Delaney yang berada di dekat sana langsung berubah heboh dengan senyuman tertahan, sementara para mahasiswi yang tadi menggosokkan isu miring langsung mati kutu menahan iri yang luar biasa.

Scarlett Langford yang menjadi target serangan mendadak itu sempat merasakan jantungnya berdegup kencang selama satu detik karena terkejut.

Namun, taring harga diri dan kegilaan taktik Langford miliknya langsung merespons dengan kecepatan kilat. Ia menolak mentah-mentah untuk terlihat gugup atau tersipu malu di depan pria yang ingin menjatuhkan mentalnya ini.

Scarlett memutar tubuhnya menghadap Millian, memegang spatula kayu besarnya layaknya sebuah tongkat komando yang megah. Ia menatap lurus ke dalam manik mata heterochromia Millian dengan senyuman yang dibuat tak kalah romantis, manis, namun sarat akan kelucuan yang konyol.

"Tentu saja, Honey..." sahut Scarlett dengan nada suara yang sengaja dibuat mendayu-dayu penuh kemesraan buatan, sukses membuat bulu kuduk James meremang di belakang sana.

"Aku bahkan sengaja menambahkan bumbu cinta rahasia di dalam sup ini khusus untukmu. Aku juga sudah tidak sabar melihatmu duduk manis di depanku, membuka mulutmu lebar-lebar, dan membiarkan aku menyuapimu dengan spatula besar ini sampai kau kekenyangan dan tidak bisa bicara sembarangan lagi."

Mendengar jawaban balik yang tak kalah konyol dan tajam dari Scarlett, Millian sempat tertegun sesaat sebelum akhirnya ia meledak dalam kekehan rendah yang sangat renyah.

Saling berbalas akting romantis di depan publik darurat ini justru terasa seperti sebuah permainan adiktif baru yang membuat debaran di dadanya kian tidak menentu.

1
Mita Paramita
nih pasti sih Ana yang lagi jadi paparazi dadakan 😈😈😈
Rosdianah 🌷: hihihi author up besok lanjutan nya kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
delaney cemburu liat Scarlett jadi pacar palsu millian 🤨 itu nama Moore mungkin kah masih keluarga sama Scarlett sama sama klan moore
Mita Paramita: kirain mereka satu klan abis nama belakang delaney ada Moore ny sama kayak nama belakang nenek scarlet 🤨
total 2 replies
Mita Paramita
susahkan dapetin hati Scarlett 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkwk Aman kata yang🤣🤣
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍lovestruck nih mereka
Rosdianah 🌷: semoga tetap stay dan gak bosan ya kak reader
total 1 replies
Mita Paramita
millian bisa jadi gentleman juga🤣🤣🤣🤣 buat dapetin hati scarlet
Rosdianah 🌷: hihihi 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
lagi Thor yang banyak 😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author sibuk dunia nyata 🙏🏾🫶🫶 besok Double Up 🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
gk doble up nih kak🤭?
Rosdianah 🌷: huhu maapin author 🫶 author Sibuk dunia nyata 🙏🏻
total 1 replies
Ainun Mahya
halloooo kak, mana lanjutannya nih???
Rosdianah 🌷: author Up hari ini ya kak🫶
total 1 replies
Debu Nakal
thor... daku lagi mager bgt hari ini
apa bisa up yg banyak biar aku semakin mager
pleaseeee
Rosdianah 🌷: Huhuhu author Hari ini ada acara keluarga. ada si Di Draff nanti author up ya kak. ma'aciww banget kak Readers undah selalu tungguin up🫶🏻🫶🏻🥰
total 1 replies
Mita Paramita
pasti ibu scarlet udah diculik Nene lampir nih😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author silent 🤭🤣
total 1 replies
Ainun Mahya
😍😍😍😍 bagusssss
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
lanjut terus, doble up🤭
Rosdianah 🌷: Huhuhu blm bisa double Up untuk Minggu ini kak🙏🏻🫶
total 1 replies
Mia Camelia
nah gitu dong mereka akur😂🤣
Rosdianah 🌷: sesuai maunya kak Readers 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
wah udah mulai Deket nih pasangan ini🤣🤣🤣 tinggal nunggu jadian aja
Rosdianah 🌷: wkkwkw 🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Pulang kamp scarlett ketempelan,, masak titisan setan ketempelan,, jd yg titisan setan siapa sebenernya🤭
Rosdianah 🌷: entahlah author mau menghilang 🤣
total 1 replies
Ayusha
sekalian modus si kadrun😄
Rosdianah 🌷: modus terus dia 🤣
total 1 replies
Ayusha
kadrun beraksi 🤭
Rosdianah 🌷: plish dia harus dibawa pulang 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
first kiss dua dua nya nih😍😍😍
tinggal ketahap talking stage 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: uhu🥳🤣
total 1 replies
Ayusha
bukan nya "ayo pergi ke altar" /Sleep/
Rosdianah 🌷: Hihihi 😅
total 1 replies
Ayusha
yaelah, belom juga digigit udah sarimaman aja
Rosdianah 🌷: wkwk🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!