Mengisahkan seorang gadis yang berjuang membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya
Di umurnya yang ke 25 tahun, dia harus rela menyandang status sebagai janda.
Bagaimana kisah selanjutnya Sob.
Tetep pantengin nih novel, karena author insya alloh akan rajin update.
Budayakan tinggalkan Like and comment, karena itu sangat berarti for Author.
By. YINGJUN
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arby yingjun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SUNAHAN
Ke esokan harinya Jarwo mengantarkan minem kembali menuju puskesmas yang memang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahnya.
Kedatanganya kali ini, tiada lain dan tiada bukan hanya untuk memberikan hasil test pack kemarin yang telah di minta oleh Dokter yang bertugas di puskesmas tersebut.
Tanpa melalui antrian lagi minem menuju dimana ruangan Dokter yang memeriksanya kemaren.
Tok.. Tok.. Tok..
"I ya silahkan masuk, ada yang bisa saya bantu Bu. " tanya Dokter itu dengan ramah.
"Ini Dok, saya mau kasih hasil Test pack yang kemarin dokter minta pada saya. " jawab minem sambil memberikan hasil test packnya yang sudah terbungkus rapi.
Setelah terdiam beberapa detik, akhirnya sang ingatan Dokter pun telah kembali.
"O ya, ibu minem yang kemarin ya?" tanya Sang Dokter sambil mengambil Test pack yang sudah terbungkus plastik dari tangan minem.
Sambil tersenyum sang Dokter pun mengambil pena yang berada di kotak meja, dan terlihat menulis sebuah catatan atau resep untuk di berikan kepada minem.
"Ini saya buatkan resep Vitamin buat ibu, nanti ibu ambil ya, dan ibu minum yang rutin setiap hari!" titahnya sambil memberikan kertas resepnya pada minem.
"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih Dok. " ucapnya sambil menundukan sesaat tanda hormat.
Setelah selesai kini minem berlalu menuju tempat pengambilan obat di temani Jarwo yang selalu setia menemaninya.
karena kebetulan antrian tak begitu ramai, hingga tak butuh waktu banyak untuk Minem dan Jarwo mengambil obatnya.
Jarwo mengemudikan sepeda motornya dengan sangat hati hati, semua ini di lakukan demi kebaikan istri dan calon bayinya yang akan lahir nanti.
Sungguh perubahan yang sangat drastis, perlakuan Jarwo kepada minem kini semakin romantis.
Minem kini di larang mengerjakan hal hal yang membuatnya cepat lelah, seperti mencuci, memasak dan mengantar makan siang ke ladang.
Tak terasa waktu begulir begitu cepat, kini usia kandungan minem telah genap menginjak usia tujuh bulan.
Di usia kandunganya yang telah tujuh bulan itu, minem terlihat kesulitan sekali dalam aktivitasnya, apalagi ini adalah kehamilan perdana baginya.
Setiap malam Jarwo tak henti hentinya membacakan Al quran surat Yusuf dan Maryam untuk minem sekaligus pengganti dongeng pengantar tidurnya.
"Mas…. mas Jarwo"panggil minem pada Jarwo.
"I ya ada apa Dek, ?" jawabnya dengan wajah siap sebagai suami siaga.
"Mas… minem kangen, dedeknya minta di tengokin nih" ucapnya sambil menarik tangan kanan Jarwo dengam lembut supaya mengelus ngelus perutnya.
"I ya Dek, mas juga kangen sudah empat hari mas belum nengokin Dedek bayinya. " jawabnya sambil tersenyum bagai rahwana bertopengkan dewa.
"Bismillahirohmanirohim. " ucap Jarwo sebelum memulai aksinya.
Dengan lembut Jarwo mengecup kening minem sambil membaca sholawat di dalam hatinya, kecupan lembut yang berlanjut ke leher, dada dan…. (pokoknya semuanya deh menurut author mah).
Jarwo kembali mendaratkan bibirnya pada bibir minem,mencecap manis bibir minem dengan sedikit gigitan Gigitan kecil.
Seketika Minem terasa melayang membumbung tinggi terbang ke awan dibuatnya.
hingga di step akhir pemanasanya,kini sampailah Jarwo merengkuh kenikmatanya.
Dengan cara bermain epic pada istrinya.
Minem hanya bisa menggigit jari tangan kanannya, dengan tangan kiri yang meremas sprei. Menahan setiap hujaman kenikmatan yang di buat atau di rancang sedemikian rupa oleh Jarwo suami tercintanya.
"Mas… pelan geh!!" titah minem dengan suara yang mulai seraknya itu.
Tanpa menjawab Jarwo menurunkan volume permainanya, dia berusaha bermain cantik agar sang istri tercinta tidak tersakiti olehnya.
Nafas yang terengah engah, disertai keringat yang bercucuran. Dari kedua insan yang telah telah menunaikan kewajibanya dalam nafkah batin.
"Terima kasih sayang, " ucap Jarwo sambil mencium pipi sang istri.
"I ya mas, sama sama. " jawabnya sambil tersenyum cantik.
"Apa kamu puas Dek?" tanya Jarwo yang takut membuat istrinya kecewa di malam Jum'at itu.
Minem hanya membalas pertanyaan konyol suaminya dengan anggukan, dan membuat Jarwo mengerutkan dahinya sambil memandang istrinya.
"KAMU LUARRRR BIASAAAA. " ucap Minem.
Seraya memeluk Jarwo dan dan memejamkan matanya.
**BUDAYAKAN TINGGALKAN JEJAK LIKE RATE AND COMMENT PADA KOLOM COMMENTAR.
KARNA INSYA ALLOH AUTHOR AKAN RAJIN UPDATE TIAP HARINYA.
BY. YINGJUN🙏**
GOOD😳❤
Semangat!🙏🙏🙏❤❤
sm dgn kenyataan hidup.disaat keingnan tercapai disertai kehilangan yg lain