Menjadi seorang dukun bukanlah sebuah pilihan atau cita-cita, tapi sebuah panggilan jiwa...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan Pranyoto
Teman-teman yang sudah baca chapter sebelumnya, nanti baca ulang ya, soalnya aku sudah perbarui. Terimakasih.
Tangis Joko pecah melihat Niken menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuannya.
Ia benar-benar merasa sesuatu seperti hilang dalam dirinya. Dunia seakan runtuh hingga ia tak punya semangat hidup lagi.
Apalagi saat ia menyadari kematian Niken tidak wajar. Ia yakin kematiannya sangat berhubungan dengannya.
Kesedihannya semakin terasa saat mengingat sang ayah yang tidak mau membantunya mengobati Niken dan menyuruhnya untuk meminta bantuan Rizki.
"Kenapa kalian tidak mau membantuku saat aku membutuhkan kalian, seandainya saja kalian menolongnya mungkin Niken tidak akan mati," ucapnya lirih
Tangisnya terdengar menyayat hingga membuat semua orang ikut merasakan kesedihannya.
#Dua hari sebelum kematian Niken
"Pilih salah satu, Niken atau Dewi?" ucap Rizki
"Bagaimana kalau aku pilih Niken, jujur saja aku juga ingin hidup normal sama seperti manusia pada umumnya, tapi aku takut??"
"Setiap pilihan ada konsekwensinya, apapun yang kau pilih kau harus menanggung akibatnya, jadi pikirkan dengan benar sebelumnya, apapun yang terjadi aku pasti akan membantumu," ucap Rizki membuat Joko mantap memilih Niken.
"Apa kau sudah siap kehilangan semuanya, apa kau sudah siap kehilangan Dewi??" tanya Rizki membuat Joko kembali gamang
"Aku yakin,"
************
Sejak kematian Niken Joko menjadi linglung dan hilang arah. Ia selalu melakukan sesuatu yang mempermalukan dirinya. Bukan hanya itu, ia juga sering melakukan kesalahan hingga pihak manajemen hotel memberinya cuti panjang.
Kondisi Joko semakin parah hingga ia benar-benar marah dengan apa yang alami. Marah bercampur sedih apalagi saat ia tak bisa mengobati istrinya sendiri padahal ia juga seorang paranormal.
Saat itu joko benar-benar sedih bercampur kesal. Hingga ia berniat menghabisi dirinya sendiri.
Tiba-tiba angin berhembus kencang membuat pisau yang dipegang Joko tiba-tiba jatuh.
Dan saat itu Rizki muncul untuk menyelamatkannya.
"Jangan lakukan hal bodoh, Jangan pernah melakukan sesuatu yang akan membuat mu menyesal seumur hidup!"
Joko menangis sejadi-jadinya.
"Kenapa kamu baru muncul, apa kamu juga takut seperti bapak, apa kamu juga tak mau membantu ku karena tak mau mati juga!" seru Joko
Rizki memeluknya erat sambil menepuk-nepuk punggungnya.
"Sing sabar Jok, semuanya tidak akan berjalan mulus, pasti ada ujian yang harus kamu lalui, itu namanya takdir. Dan kita tak bisa melawannya. Termasuk kematian istrimu, bagaimana pun aku berusaha menyelamatkannya tapi jika Gusti Allah menentukan ia harus meninggal, maka istrimu akan meninggal,"
"Tapi kenapa harus dia, kenapa tidak aku saja!" serunya
"Karena memang sudah waktunya, sedangkan kamu, masih banyak yang harus kamu lakukan. Tugasmu masih banyak,"
Rizki mengusap air mata Joko.
"Sekarang saatnya kamu bangkit,"
Joko terdiam, ia kemudian berjalan meninggalkan Rizki dan duduk di sofa.
"Separuh jiwaku sudah pergi, bagaimana aku bisa bangkit??"
"Kalau saja Niken tahu, ia juga tidak mau kamu jadi seperti ini, ia pasti ingin kamu melanjutkan hidup dan bahagia. Jadi jangan sia-siakan pengorbanan Niken,"
"Pengorbanan kamu bilang, jangan bilang Niken mati karena untuk melindungi ku??"
"Kalau tidak buat apa dia merahasiakan apa yang ia alami darimu?"
Joko terdiam.
"Sudahlah , lupakan semua itu sekarang saatnya kamu harus bangkit. Jadilah Joko yang dulu, Joko yang selalu bersemangat dan antusias dalam menghadapi segala ujian hidup,"
Hari itu Joko merasa lebih baik, sejak kedatangan Rizki. Setidaknya sahabatnya itu sudah membuka hatinya dan memberikan semangat agar ia bisa kembali bangkit.
Setelah kematian Niken Joko memutuskan untuk meninggalkan kediaman pribadinya, meskipun sang mertua Herman sudah memberikan rumah itu untuknya. Pria itu bahkan menganggap Joko sebagai anak kandungnya sendiri menggantikan Niken.
Herman berharap Joko akan menjadi penggantinya nanti, jika ia sudah pensiun. Namun Joko menolak. Ia memilih untuk tetap bekerja lagi di hotel tempatnya bekerja.
Kali ini Joko memilih untuk mengelola hotel di luar kota. Ia ingin melupakan Niken dan melanjutkan hidup.
Setelah kematian Niken Joko memutuskan untuk tidak menikah lagi. Ia tak mau membuat siapapun yang menikahinya akan mengalami hal serupa dengan mantan istrinya itu.
Suatu hari ia dikejutkan saat menerima sebuah surat undangan pernikahan.
"Menikah lagi???" Joko mengernyitkan keningnya saat membaca surat undangan pernikahan yang ternyata adalah pernikahan sang ayah.
Karena penasaran dengan apa yang dilakukan oleh ayahnya. Kali ini Joko sengaja menghadiri pernikahan ayahnya bersama Rizki.
"Aku ingin tahu apa yang terjadi dengan bapak, aku sebenarnya tidak masalah dia menikah lagi, toh dia selalu bilang pada kami dan memberitahu alasannya, tapi aku kok masih penasaran. Aku merasa ada yang di sembunyikan olehnya. Karena semenjak dia suka menikah lagi, ada yang berbeda dengannya?" ucap Joko
Rizki mendengarkan dengan seksama apa yang diceritakan oleh sahabatnya itu.
"Aku ngerti apa yang kamu rasakan Jok, ya sudah ayo kita berangkat,"
Joko dan Rizki pun berangkat ke kampung dimana Pranyoto tinggal. Alih-alih memenuhi undangan pernikahan sang ayah, Joko meminta bantuan Joko untuk melihat apa yang terjadi pada sang ayah.
Perjalanan dari Bandung menuju kampung halaman Joko membuat kedua sahabat itu kelelahan.
Kedatangan keduanya di sambut hangat oleh ibu Joko. Maryati wanita yang berprofesi sebagai guru itu tampak sumringah menyambut kedatangan putranya.
Joko tak lupa memperkenalkan Rizki kepada ibunya. Maryati kemudian menyiapkan makan siang untuk keduanya.
"Bapak dimana bu?" tanya Joko
"Di sawah," jawabnya singkat
Tak ada gurat kesedihan meskipun ia tahu dua hari lagi suaminya akan menikah lagi untuk keempat kalinya.
Ia bahkan menyiapkan makan siang untuknya dan berniat untuk mengantarnya ke sawah.
"Kali ini siapa calon istri bapak Bu?" tanya Joko
"Bu Helena, dia salah seorang pejabat di BKD," jawabnya
"Kok mau sih sama bapak yang cuma petani, udah punya istri tiga lagi, padahal kan dia pejabat??" tanya Joko lagi
Maryati hanya tersenyum tipis mendengar pertanyaan sang putra.
"Nanti kamu tanya saja sama orangnya, kebetulan nanti sore dia mau datang ke sini,"
"Baik Bu, oh ya nanti makanan itu biar Joko saja yang mengantarnya, ibu di rumah saja istirahat,"
"Kamu gak capek le??" sahut Maryati
"Gaklah Bu, ibu tenang saja, jangan khawatir Joko ini kuat,"
Maryati mengangguk. Ia kemudian memberikan rantang berisikan nasi dan lauk pauk kepada Joko.
Ia dan Rizki kemudian menuju ke sawah setelah selesai makan siang.
Jarak sawah dan rumah Joko lumayan jauh hingga keduanya memilih menggunakan sepeda motor. Setibanya di sawah ia melihat Pranyoto sedang beristirahat di gubuk bambu.
Keduanya berjalan menghampirinya.
"Sugeng siang Pak," sapa Joko
Pranyoto tersenyum menyambut kedatangan keduanya.
"Siapa dia??" tanya Pranyoto
"Perkenalkan, dia Rizki kosan Joko waktu kuliah," tandas Joko
Saat berjabat tangan dengan Pranyoto, Rizki merasakan ada energi yang sangat kuat mengalir dari tubuhnya.
"Aromanya berbeda, ada yang tidak beres dengan bapakmu??"
Tabarakallah....
Alhamdulillah....
setelah mengetahui Joko merasa kepanasan maka Maryati reflek membacakan doa sambil mengusap kepala Joko
karena Maryati sering membaca ayat-ayat Al Qur'an seeeh
padahal saat itu, Pranyoto bukan lah berasal dari kaum bangsawan atau pejabat lhooo tapi bisa memperistri Maryati yang berasal dari bangsawan
ada apa gerangan yang terjadi dengan rumah Maryati ??
kenapa mendadak hawa di rumah nya menjadi sejuk meski tak ada AC
pake maen bisik-bisik segala neeeh
kita-kita kan jadi ikutan keeepooo 🏃🏃
lalu kamu mau apalagi lhooo Joko ???
kenapa kamu masih aja belum merasa puas👉👈
jaadiiii.... secara tak langsung Maryati juga ikutan menelan darah itu donk😱😱😱
selama 2 bulan, mata kanan Joko mengeluarkan darah lalu dokter juga udah memvonis jika matanya Joko membusuk😭😭😭
tentu aja hal ini yang membuat Maryati semakin sedih
kenapa mata kanan Joko terus-menerus mengeluarkan darah saat barusan dilahirkan 👉👈