[kiamat + ruang dimensi + wanita tangguh]
oh yeah, untuk jodoh Lin yan mungkin akan penuh plot twist dan tidak seperti novel pada umumnya yang pria mana yang bersama Lin yan bisa jadi itu jodohnya, nah bukan ya jadi jodohnya mungkin akan terlambat atau apakah selama ini berada di sekitarnya? tidak ada yang tau bagaimana jodoh si gadis gila akan muncul.
Sinopsis :
Bagaimana jika seorang gadis dari rumah sakit jiwa bertansmigrasi ke novel kiamat? apakah dia akan mengacaukan alur cerita novel atau mengikuti alur novel itu?
kehidupan Lin Yan si gadis gila dari rumah sakit jiwa dengan sifat psikopat gila akan memenuhi hari dengan kegilaan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kerja bakti
Tiga bulan telah berlalu sejak para ilmuwan memulai penelitian mereka. Tiga bulan ketenangan, tiga bulan kemalasan, tiga bulan hidup nyaman di kastil tanpa gangguan.
Pagi itu, Lin Yan sedang menikmati sarapan telur dadar buatan Lin Feng di balkon. Matahari pagi hangat menyinari wajahnya, kopi di tangan, rokok di samping—hidup enak banget untuk ukuran kiamat.
【Sudah tiga bulan.】
"Iya, tahu."
【Tiga bulan kau cuman bermalas-malasan.】
"Iya, tahu."
【Tiga bulan kau tidak melakukan misi apa pun.】
"Iya, tahu."
【SEKARANG BANGUN DAN PERGI! KERJA BAKTI!]
Lin Yan menghela napas panjang, matanya malas menatap layar hologram yang berkedip-kedip merah. "Kerja bakti? Jam segini?"
【BERSIHKAN ZOMBIE DI LUAR! KASTIL AMAN TAPI DUNIA LUAR TETAP BERBAHAYA! KAU PUNYA KEKUATAN, PAKAI! JANGAN CUMA DUDUK MANJA! KAU PIKIR KAU DEWA APA!】
"Aku bukan manja. Aku menikmati hasil kerja kerasku selama 30 tahun di dunia simulasi." Lin Yan menyesap kopinya, santai. "Itu kan juga kerja keras."
【HASIL KERJA KERAS?! KERJA KERAS KAU DI MANA? TIGA BULAN INI KAU CUMA TIDUR, MAKAN, DAN NGELIATIN ADIK TAMPANMU ITU!】
"Bukankah itu bekerja? Aku menguras tenagaku untuk melihat ketampanan adik laki-lakiku. Itu melelahkan, tahu. Mataku bisa capek."
【BISAKAH KAMU BERPIKIR WARAS?! KAU SEPERTI GADIS MESUM! SEKARANG MULAI BEKERJA!!】
Lin Yan mengusap wajah, mengalah. "Baik... baik... Aku pergi. Tapi ini kerja bakti, bukan misi, ya? Nggak ada hadiah?"
【HADIAHNYA ADALAH DUNIA YANG LEBIH BERSIH DARI ZOMBIE!】
"Hadiah sialan." Lin Yan menggerutu, tapi bangkit juga.
Satu jam kemudian, Lin Yan sudah berada di luar dengan penampilan khasnya: jaket hitam dengan logo mawar merah-hitam yang menyala samar, tudung menutupi kepala, hanya mata merah delima yang terlihat dari balik bayangan. Rokok di mulut, pedang Jian di pinggang, dan kemalasan di hati.
Ia memejamkan mata, memvisualisasikan pusat kota bekas pusat perbelanjaan Plaza Kemakmuran yang dulu ramai, sekarang sunyi dengan zombie berkeliaran di setiap sudut. Tubuhnya bergetar, lalu lenyap.
Lin Yan muncul di atap gedung tertinggi di kompleks pertokoan itu. Di bawah, puluhan zombie berjalan terseok-seok, beberapa lebih cepat zombie level 2 dengan gerakan lebih lincah. Angin bertiup, membawa bau busuk mayat.
"Oke, kerja bakti. Ayo kita bersihkan." Lin Yan mengisap rokok, lalu membuang puntungnya. "Siapa tahu dapat kristal lagi buat penelitian."
Tapi ini bukan kerja keras ini permainan.
Ia melompat turun, mendarat ringan di tengah jalan. Lima zombie langsung mendekat, mata merah menyala. Lin Yan mengangkat tangan kanan, dan sebilah panah api terbentuk di udara melesat tepat di kepala zombie pertama. Zombi itu terbakar, roboh.
Panah es ikut terlempar zombie kedua membeku, lalu pecah. Disusul Panah petir zombie ketiga meledak. Dua zombie tersisa menyerang bersamaan, Lin Yan berputar, tendangan melayang menghajar kepala mereka. Satu tebasan pedang, dua kepala terbang.
Ia berjalan santai di tengah jalan, sesekali menciptakan berbagai panah elemen. Api, es, tanah, petir semua ia coba. Kadang ia menciptakan bola api besar, kadang tombak es, kadang cakram angin. Ia melompat dari satu atap ke atap lain, sesekali berputar di udara seperti penari, membunuh zombie dengan gaya.
Di tengah jalan, ia mengeluarkan ponsel dari saku, merekam dirinya sendiri. Kamera menghadap ke wajahnya yang tersenyum malas.
"Hey, ges! Jadi ini kerja bakti versi gue. Membersihkan zombie tuh gampang, lihat—" Satu tendangan melayang, kepala zombie terbang. "Kayak main game aja. Tapi ingat, jangan coba-coba kalau belum kuat. Mati tanggung sendiri. Tips dari gue: jangan panik, bidik kepala, dan jangan lupa bawa rokok biar gaya, anjay."
Ia tertawa kecil tawa datar khasnya lalu melanjutkan "permainannya". Dua jam kemudian, ia duduk di atap sebuah gedung, menghela napas. Ratusan zombie sudah mati di tangannya. Tubuhnya sedikit berkeringat, tapi tidak terlalu capek—latihan 30 tahun di simulasi membuatnya terbiasa.
Ia mengeluarkan rokok baru, menyalakannya dengan jentikan jari.
【Sudah lumayan. 300 zombie level 1, 50 zombie level 2. Tapi masih banyak.】
"Besok lagi. Sekarang istirahat. kakak perempuan seperti ku ini butuh me-time."
Saat ia mengisap rokok, menikmati asap yang mengepul di udara pagi, telinganya yang tajam menangkap suara dari dalam gedung sebuah radio bekas yang menyala otomatis, mungkin sisa penyintas yang sudah mati.
"...pangkalan militer di sektor timur telah selesai dibangun... menerima penyintas... fasilitas aman... dipimpin oleh mantan komandan Gu Beichuan... warga yang selamat dipersilakan datang ke koordinat yang ditentukan..."
Suara itu berulang, diselingi statis.
"...perhatian seluruh penyintas... Pangkalan Militer Sudan telah selesai dibangun... menerima penyintas... fasilitas lengkap... keamanan terjamin... datang ke koordinat yang disiarkan..."
Lin Yan mengangkat alis, rasa penasarannya bangkit. "Pangkalan militer?"
【Dengar itu? Sudan Military Base. Basis militer besar yang berhasil bertahan. Mereka membangun markas dan menerima penyintas. Lokasinya di sektor timur, sekitar 50 kilometer dari sini.】
Lin Yan mengisap rokok, berpikir. "Menarik. Berarti mereka berhasil membangun komunitas."
【Kau penasaran?】
"Ya, penasaran. Pengen lihat sejauh mana perkembangan mereka." Lin Yan menghembuskan asap. "Dan pemimpinnya siapa? Gu Beichuan?"
【Protagonis pria. Ingat? Yang kita temui di rumah sakit dan tambang dulu.】
"Ah, yang itu." Lin Yan tersenyum kecil. "Yang komandan tampan dengan kekuatan petir itu. Penasaranku jadi muncul nih."
【Jangan macam-macam. Kau mau ngapain?】
"Cuma lihat, kok. Pengintaian ringan. Nggak bakal ganggu mereka, mungkin."
Lin Yan mematikan rokok, berdiri, meregangkan tubuh. Ia memejamkan mata, memusatkan pikiran pada lokasi pangkalan militer yang disebutkan sektor timur, dekat perbukitan. Kekuatan Reality Warper-nya merespons, mencari titik keramaian, sumber energi terbesar.
Sekejap, tubuhnya menghilang.