NovelToon NovelToon
Di Paksa Menikah Dengan Jenderal Kejam

Di Paksa Menikah Dengan Jenderal Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Fantasi / Perperangan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Yu-nian adalah putri dari seorang bangsawan di kerajaan Tangyu, suatu ketika dia terpaksa mengantikan kakaknya yang kabur untuk menikah dengan seorang menteri yang sangat berkuasa. Berbeda usia membuat Yu-nian selalu berbeda pemikiran. dengan sang menteri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayo kita pergi

Di tempat lain, di kediaman Adipati Bao Jing, pria itu memerintahkan anak buahnya untuk berjaga di sekitar rumah kediaman keluarga Mao. Adipati sudah mendengar kalau Arin ada hubungan dengan seorang sarjana muda dari keluarga sederhana. Pria itu meminta beberapa anak buahnya untuk terus memantau A-rin ataupun Yu-nian.

Yu-nian dan A-rin sudah keluar dari kediaman keluarga Mao, sekarang mereka akan pergi ke tempat Pai Xin. dibantu oleh teman Yu-nian yang bernama Ang Yi-bao.

"Sekarang, kita mau ke mana Yu-nian?" tanya Yi-bao yang sudah membawa pergi Yu-nian dan A-rin.

"Kabur dulu aja nggak usah banyak tanya." jawab santai Yu-nian sambil memikirkan rencana lain.

"Aku ini baru pertama kali membawa gadis kabur lo.., masa Kamu jawabnya begitu santai. Kalau aku ditangkap bagaimana?!" seru Yi-bao yang sedikit kebingungan.

"Yang penting saudariku itu sudah pergi bersama dengan kekasihnya, kalau kita ketangkap ya sudah ngapain lagi." jawab Yu-nian yang kemudian meminta Yi-bao untuk memacu kudanya pergi meninggalkan tempat yang menurutnya sangat menyebalkan.

"Sekarang kita mau ke mana?" tanya Yi-bao bingung.

"oh ya kita ke mana ya, lagian aku pergi tidak membawa banyak uang sih." Yu-nian terdiam sembari memikirkan rencana apa yang akan dia lakukan selanjutnya. "Oh ya, bagaimana kalau kita Ke tempat judi aja deh." jawabnya.

"Mau apa ke tempat judi?" tanya Yi-bao.

"Ya tentu saja kita cari uang, kalau kita tidak punya uang bagaimana kabur jauh dari desa ini." jawab santai Yu-nian kembali.

"Kenapa kita cari uang di tempat judi? memangnya kita mau mencuri di sana?" Yi-bao terus bertanya dan hal itu membuat Yu-nian sedikit kesal.

"Kita main judi dulu, kalau menang nanti uangnya kita gunakan untuk kabur. Kalau tidak menang ya.. alamat kita cari tempat persembunyian di sekitar sini. gitu aja kok kurang pintar sih."

Yu-nian sudah menceritakan mengenai Apa yang dilakukan oleh ayahnya, hal itu membuat Yu-nian sangat kesal. di rumahnya Tuan Yun Mao benar-benar tersiksa dengan semua ucapan Yu-nian yang menjadi kenyataan.

"Habisnya kakak atau aku mau dinikahin sama pria tua bau tanah, sebentar lagi nanti jadi janda, pria seperti itu biasanya matinya lama banget." Yu-nian menggerutu.

Di salah satu tempat judi yang tidak jauh dari wilayah Nan, Yu-nian dan Yi-bao sudah masuk ke tempat judi. Mereka sedang melihat-lihat tempat yang akan mereka tuju.

"Kita main kartu atau dadu?" tanya Yi-bao yang melihat beberapa permainan di tempat itu.

"Kita coba satu persatu." jawab Caroline yang kemudian berjalan ke meja permainan.

Setelah melihat-lihat di tempat itu akhirnya Yu-nian memutuskan untuk bermain Kartu terlebih dahulu, Yu-nian memang terkenal sangat pandai memainkan beberapa permainan. Semenjak kecil dia sering sekali pergi ke beberapa tempat judi bersama pamannya dahulu. Karena sesuatu pamannya harus pergi dan tak pernah ada kabar sama sekali.

Yi-bao tidak terkejut ketika Yu-nian bermain dengan begitu lihai, gadis itu memainkan permainannya dengan begitu bagus, seperti dia adalah seorang penjudi ulung.

"Keluarkan seluruh uang kalian, sebentar lagi aku akan mengambil seluruh uang kalian." ucap Yu-nian. "Oh ya, Yi-bao. cepat berikan seluruh uangmu padaku."

"Kenapa harus uangku juga?" tanya Yi-bao.

"Ck.. Kamu ini, Kalau menang kita bagi dua." jawab Caroline.

"Kalau kalah?" tanya Yi-bao.

"Aku akan berhutang padamu, memangnya kapan aku pernah kalah judi? tenang saja, julukanku adalah Dewi judi, jadi aku pasti akan mengambil banyak uang dari sini. Setelah itu aku akan kabur ke tempat yang jauh." ujar Yu-nian.

Satu persatu permainan dicoba oleh Yu-nian di tempat judi, dia menatap beberapa dadu.

setelah dadu itu dibuka angka yang dikatakan oleh union benar-benar keluar hal itu membuat pemilik rumah judi itu sangat kesal dan marah.

"Yes, kita menang." ucap Yu-nian bahagia.

Beberapa kali Yu-nian memenangkan permainan di tempat judi, sudah banyak uang yang dia hasilkan, hal itu membuat pemilik rumah judi jadi mencurigainya.

"Geledah gadis ini, kemungkinan dia main curang." pinta salah satu bandar yang meminta anak buahnya untuk menggeledah Yu-nian.

Salah satu pelayan wanita menggeledah tubuh Yu-nian, alhasil tidak ada kecurangan yang dilakukan olehnya.

"Aku ini bukan penjahat ya, jadi jangan samakan aku dengan mereka." Yu-nian tersenyum menghina kepada beberapa orang yang sudah dia kalahkan.

"Bagaimana mungkin gadis kecil ini bisa memenangkan permainan berulang kali?" ucap beberapa pemain yang telah kalah.

"Lebih baik kita pergi dari sini, kamu kan sudah menang banyak.. cukup untuk biaya hidupmu ketika melarikan diri." melihat wajah menakutkan dari beberapa pengawal yang ada di rumah judi, hal itu membuat Yi-bao meminta yunian untuk pergi dari tempat itu.

"Cukup untuk satu atau dua bulan, setelah itu kamu menyuruh aku mengemis? aku pergi tanpa membawa uang dan lain sebagainya. Kamu kira aku akan diterima di kerja di mana." Yu-nian yang kemudian meletakkan uangnya Di meja judi. Taruhan yang dilakukan oleh dia kali ini lumayan besar. "Jika aku menang kali ini akan kupastikan aku akan langsung pergi dari sini." ujar Yu-nian yang tersenyum begitu bahagia.

"Nona, kamu pilih besar atau kecil?" tanya bandar.

"Besar." jawab Yu-nian yang begitu yakin.

Ketika dibuka penutup dari kotak dadu benar adanya, ternyata itu angka besar. Yu-nian memenangkan permainannya kembali.

"Ayo kita pergi." ajak Yi-bao.

"Jangan banyak bicara, satu kali lagi." jawab Yu-nian yang kemudian meletakkan tiga kali lipat taruhannya.

"Mampus Kalau kalah, kamu akan jadi gembel." Yi-bao menatap tumpukan tael emas dan perak yang ada di meja judi.

"Tenang saja pasti menang." jawab Yu-nian yakin.

Di lantai 2 seorang pria terus menatap gadis muda yang sudah berada rumah judi miliknya, dia terus tersenyum melihat gadis muda itu memenangkan begitu banyak uang. "Dia begitu pandai, begitu terampil bahkan dia mempunyai keberuntungan yang sangat luar biasa. Tahan Gadis itu agar tidak pergi." pinta seorang pria.

"Baik Tuan." jawab anak buah si pria.

Uang yang dihasilkan oleh Yu-nian sangat fantastis, mungkin untuk biaya hidup 1 tahun itu cukup Jika dia tidak berfoya-foya.

"Ayolah gadis nakal, cepat kita pergi dari sini. kalau sampai ayahmu bisa melacak kamu.. pasti mereka akan menangkapmu, katanya kamu tidak mau menikah dengan pria bau bongkot." Yi-bao terus mengomel panjang lebar.

"Iya iya kamu ini seperti kawanan bebek aja, mereka selalu memarahiku." Yu-nian yang kemudian mengambil seluruh uangnya.

Ketika Yu-nian dan Yi-bao hendak pergi tiba-tiba saja beberapa pria langsung mencegat mereka, menghentikan mereka yang akan pergi dari sana. "Maaf ya tuan-tuan, bisa minggir sebentar nggak? saya mau pergi." Yu-nian mencoba untuk pergi dari tempat itu.

"Maaf nona, kalian tidak boleh pergi dari sini." jawab beberapa pria yang sudah menghentikan.

"Memangnya apa yang aku lakukan? aku kan tidak melakukan kesalahan apapun?"

"Bos Kami ingin berbicara denganmu, nona." jawab si pria.

"Memangnya apa kesalahan kami?" tanya Yi-bao.

"Bos kami hanya ingin berbicara dengan Nona ini." jawab si pria.

"Maaf ya aku ini sedang terburu-buru, aku tidak bisa meladeni kalian." Yu-nian yang kemudian mendorong kasar tubuh beberapa pria itu. ketika dia hendak pergi beberapa pria itu menarik tubuhnya hingga membuatnya ikut tertarik.

"Lebih baik kamu ikut kami." pinta seorang pria.

"Kalian ini kenapa sih, sudah dibilang aku ini lagi terburu-buru. Dengar tidak sih!!" Yu-nian mulai marah karena dia ditarik oleh pria-pria itu.

"Tidak, lebih baik kita pergi dari sini. kita kan tidak melakukan kesalahan apapun." Yi-bao yang kemudian melindungi Yu-nian.

Karena dua orang yang tidak mau mengikuti Apa kata mereka, akhirnya beberapa pria yang ada di rumah judi itu langsung menghentikan Yu-nian.

BUGG!!

BUGG!!

karena kesal dari tadi dihentikan Caroline langsung menendang dan menghajar beberapa pria itu. "Aku sudah bilang Kan aku ini sedang terburu-buru!" kesal Yu-nian.

*bersambung*

1
Zheyra
semangat thor
Pa Muhsid
mohon lebih teliti nulisnya tor typo masih banyak dan kita membacanya kadang harus mikir dulu ini maksudnya apa gitu jadinya tidak langsung konek
Zheyra
lanjut Thor
Zheyra
lanjut
Atalia
hajar aja biar tau rasa mereka 🤭
Atalia
lanjut🤭
Zheyra
mampir Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!