Kevin Argantara, pewaris tunggal Argantara group. Namanya terkenal di dunia bisnis sebagai pengusaha muda ternama
Pertemuannya dengan seorang gadis cantik bernama Alanna Kalila, seorang pelayan disebuah Night Club membuatnya jatuh dalam pesona gadis tangguh itu
Keluarga besar jelas menolak seorang gadis dengan latar belakang yang jauh dibawah keluarga Argantara
Pernikahan Kevin dan seorang penulis cantik bernama Raina Soesatyo, putri keluarga Soesatyo akhirnya ditetapkan dan Kevin tak bisa lari dari perjodohan dua keluarga besar itu
Lalu akan seperti apa kisah cinta Kevin dan Alanna? Akankah pernikahan bersama gadis berhijab itu membawanya pada kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Calon Istri untuk Kevin
Saat tiba diluar, Alanna terkejut saat seorang pria menghampirinya "Nona Alanna!"
"Iya saya, ada apa yaa?"
"Maafkan saya nona!" Alanna memberontak, namun obat bisu itu sepertinya sudah bekerja
Tubuhnya dibawa dengan menggunakan mobil Van, kantong belanjaan itu tergeletak begitu saja didepan supermarket
Beberapa orang yang melihat kejadian itu tidak bisa melakukan apapun. Kejadiannya begitu cepat
Sementara itu disebuah restoran sepasang suami istri tengah duduk menunggu kedatangan seseorang
"Renaldi?"
"Adnan!" Keduanya saling bersalaman, dua sahabat lama yang baru saja dipertemukan
"Bagaimana kabarmu?" Tanya Renaldi pada sahabatnya itu
"Baik" Pria paruh baya itu lalu menyalami Cynthia yang tersenyum ramah "Kenalkan dia putriku! Raina"
Cynthia tersenyum, gadis yang sangat cantik. Wajahnya bulat, mata yang indah dengan bola mata yang kecoklatan, dan terlihat manis dalam balutan pasmina berwarna baby pink
"Raina, Tante!" Gadis cantik itu tersenyum ramah lalu menyalami dua orang didepannya
"Putrimu cantik sekali, Adnan. Aku memang tidak salah pilih calon mantu!" Puji Renaldi
Adnan Soesatyo adalah pengusaha properti ternama, persahabatan keduanya terjalin sejak masih menempuh pendidikan di Amerika bersama
Rencana perjodohan antara dua keluarga besar ini memang telah direncanakan saat Adnan memiliki seorang putri
"Aku pikir jika janji itu tidak akan pernah terjadi!"
"Apa yang kamu katakan, aku hanya menunggu waktu yang tepat. Setidaknya hingga putrimu berusia dua puluh tahun!" Lalu keduanya tertawa
"Raina sudah berusia dua puluh tiga tahun, dan aku rasa sudah saatnya untuk dia menikah" Adnan memandang putrinya yang senantiasa tersenyum "Dan tidak ada yang lebih baik dari putramu, Ren"
"Aku beruntung karena putrimu bersedia menerima putraku. Secepatnya kita akan mengatur pertemuan mereka!" Ujar Renaldi
"Apa Kevin sudah setuju?"
"Tentu saja. Kevin akan menuruti semua keinginan kedua orang tuanya, dia begitu mencintai kami" Renaldi tersenyum bangga
"Aku bersyukur, seorang anak yang begitu menghormati kedua orang tuanya pasti akan menjaga istrinya dengan baik" Adnan balik tersenyum
"Itu sudah pasti"
Mereka hanyut dalam makan siang sekaligus acara melepas rindu itu. Hubungan ini akan berlanjut kedalam ikatan yang lebih kuat
***
Kevin mengunjungi sang kekasih, sudah seharian ini ia tidak melihat kekasihnya itu dan ini cukup menyiksa
Kevin menekan sandi, saat pintu terbuka ia melenggang masuk. Rumah ini terasa sepi, entah kemana perginya wanita itu
Kevin berkeliling sambil terus menyerukan nama sang kekasih "Sayang"
Tak ada sahutan membuatnya cemas. Pikiran buruk mulai berdatangan, keinginan Alanna untuk berpisah terngiang di telinganya
"Alanna!" Kevin kembali berkeliling "Sayang!"
Pria tampan itu lalu meraih ponsel, bahkan nomor wanita itu tidak bisa dihubungi. Apa Alanna benar-benar akan meninggalkannya?"
Kevin keluar, mencoba mencari sang kekasih yang ia harap belum terlalu jauh. Entah kenapa kecurigaan lalu mengarah pada kedua orang tuanya
Kevin berbelok menuju kediaman Argantara, hal pertama yang ia cari adalah kedua orang tuanya
"Dimana Papa dan Mama?" Tanyanya pada seorang pelayan yang bertugas membuka pintu
"Tuan dan nyonya sedang berada diluar dan belum kembali!" Pelayan wanita itu menunduk
Tak lama sebuah mobil mewah berwarna putih berhenti. Seorang supir keluar lebih dulu lalu membuka pintu dimana kedua majikannya berada
Kevin yang tidak sabaran menghampiri keduanya, wajahnya jelas tidak enak dipandang. Membuat kedua orang tuanya bertanya-tanya
"Ada apa Kevin?"
"Dimana Alanna?"
"Mana Mama tau? Memangnya Mama tidak punya pekerjaan lain" Jawab Cynthia
"Jawab aku! Dimana Alanna?"
"Jangan kurang ajar kamu, Kevin! Apa begini caramu bicara pada ibu kamu?" Renaldi naik pitam
"Aku hanya bertanya, dimana kekasih ku?"
"Besok kamu harus bertemu Raina! Mama sudah atur pertemuan kalian di restoran!" Ujar Cynthia tanpa beban
"Aku sudah katakan, kalau aku tidak akan pernah menikahi wanita lain!" Tegas Kevin
Cynthia menarik sudut bibirnya lalu berkata "Walaupun untuk keselamatan wanita yang kamu cintai?"
Kevin membulatkan matanya, apa maksud dari ucapan ibunya? Apa kecurigaannya benar?
"Dimana Alanna?" Pikiran buruk mulai menghantuinya, bagaimana jika sang ibu melakukan hal yang akan melukai kekasihnya
Cynthia mengeluarkan ponsel mahalnya, sementara Kevin menunggu dengan tidak sabaran
"Lihat!"
Kevin terbelalak, begitupun Renaldi. Ia tidak tahu jika istrinya melakukan hal seperti ini, sebuah foto dimana Alanna tidak sadarkan diri dan entah berada dimana
"Alanna!" Lirih Kevin, kekhawatiran terpancar jelas dari wajahnya, pemuda tampan itu mengangkat wajahnya dan menatap lekat wajah sang ibu
"Apa yang sudah Mama lakukan pada Alanna?"
Cynthia menarik lagi ponselnya, balas menatap putra semata wayangnya itu "Hanya pelajaran kecil, jika kamu melawan, maka keselamatan wanitamu akan terancam!"
Peringatan ini bukan main-main, Kevin tahu ibunya adalah orang yang nekad. Dia bisa melakukan apapun demi kebaikannya
"Kenapa Mama melibatkan Alanna? Dia tidak salah Mah, dia sudah akan meninggalkan aku, tapi aku yang memaksa untuk terus bersama dia!" Jelas Kevin
Apa mempertahankan hubungan ini adalah sebuah kesalahan? Seharusnya ia memang tidak memperkenalkan Alanna pada kedua orang tuanya
"Mama sudah mengatakan semuanya, Mama tidak akan pernah menerima wanita seperti itu untuk menjadi bagian dari keluarga kita!" Ujar Cynthia penuh amarah
"Wanita yang tinggal dilingkungan tidak baik, dengan paman yang suka mabuk-mabukan dan main judi lalu bibinya? Bibinya seorang wanita penghibur!"
Kevin terkejut, dari mana sang ibu tahu tentang semua ini? Apa ibunya mencari tahu semuanya?
"Tapi Alanna sudah keluar dari rumah itu Mah, dia juga tersiksa selama tinggal disana!"
"Dan tinggal di penthouse milik kamu?"
Kevin menghela napasnya, lalu menatap lekat wanita setengah baya itu "Apa yang Mama inginkan?"
"Pernikahan kamu dengan Raina! Setelah itu baru wanita ini Mama lepaskan!" Ujar Cynthia
Tak ingin menggadaikan keselamatan sang kekasih, Kevin mencoba mengiyakan "Aku akan turuti keinginan kalian, tapi lepaskan Alanna"
"Hanya setelah kamu menikahi Raina!"
Kevin mengepal, sungguh dirinya tidak tahu akan melakukan apa? Ia tidak tahu dimana keberadaan Alanna sekarang, dan menuruti keinginan kedua orang tuanya adalah hal yang terbaik
"Baiklah! Aku akan lakukan apapun, tapi jika sesuatu yang buruk terjadi pada Alanna, aku tidak akan memaafkannya!"
Kevin memberi peringatan, setelah itu ia berlalu menuju mobilnya. Pikirannya penuh akan keselamatan sang kekasih
Pria tampan itu, meraih ponsel "Halo Evan!"
"Ya tuan" sahut Evan dari seberang telepon
"Saya mau kamu cari keberadaan Alanna! Ibu saya menyembunyikan dia entah dimana, temukan dia secepatnya!"
Sahutan dari Evan terdengar lagi, setelah itu Kevin memutus sambungan telepon dan mobil sport mewah itu melaju lagi
Disinilah Kevin saat ini, sebuah restoran yang ibunya sebutkan. Pagi-pagi sekali Cynthia sudah mengabari jika dirinya harus ketempat ini
Sampai hari ini keberadaan sang kekasih belum diketahui, dan satu-satunya yang bisa ia lakukan adalah mengikuti perintah sang ibu demi keselamatan wanita yang ia cintai
Kevin sudah berada ditempat ini lebih dari sepuluh menit, ia pun tak tau seperti apa wanita yang kedua orang tuanya pilihkan
Tengah sibuk menatap layar ponsel, seorang wanita cantik menghampirinya
"Kevin Argantara?"