MARVA RAVARA adalah seorang pemuda miskin yang hidup di dunia yang memuja status dan kekayaan. Berkat jalur beasiswa, ia dapat bersekolah di sebuah sekolah elit berskala internasional—tempat yang seharusnya membuka jalan untuk masa depannya, justru berubah menjadi neraka baginya.
Di sana, Marva dipandang sebagai noda: dihina, dikucilkan, dan menjadi sasaran perundungan oleh mereka yang merasa lebih “Layak”.
Segalanya berubah ketika Portal Misterius muncul dan menyeret semuanya ke dunia lain. Di hadapan mereka berdiri sebuah Menara Tinggi dan sebuah suara misterius menggema: Siapa pun yang mencapai puncak menara ini akan memperoleh kekuasaan serta keabadian.
Di dalam menara, para siswa dipaksa memilih peran—menjadi Seorang Player yang bertarung demi naik ke puncak, atau menjadi Seorang Guardian yang terikat pada sistem. Demi meraih kebebasan, Marva memilih jalan paling berisiko: Menjadi Seorang Player.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rein.Unknown, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lantai 11 [THE SECOND CITY]
Marva dan Meriel berdiri di depan pintu keluar yang baru saja terbuka. Kali ini ada anak tangga, ada jalur menuju keatas, inilah gambaran menaiki menara yang mereka bayangkan.
Sekali lagi, Notifikasi sistem melayang di depan mereka.
[GUARDIAN OF FLOOR 10 SURRENDER]
[PATHWAY TO FLOOR 11 UNLOCKED]
Meriel masih mengusap matanya yang masih sembab.
“Lead… aku masih nggak percaya kita menolak 2juta Xilo.”
Marva tidak langsung menjawab. “Nanti akan kujelaskan, ayok menuju lantai 11 dulu.”
Satu langkah, dua lagi hingga mereka mendapati ujung dari tangga yang mereka naiki.
Mata mereka melotot. Di hadapannya terbentang pemandangan yang sangat familiar tapi berbeda. Jalanan batu tersusun rapi, bangunan-bangunan dua lantai berjajar, lampu-lampu kota menyala hangat. Mirip First City, tapi ini lebih besar, lebih ramai.
Sebuah kota. Yang penuh dengan pedagang, petualang dan penjaga kota.
Semua tampak hidup.
Notifikasi sistem muncul.
[WELCOME TO THE SECOND CITY]
Safe Zone Activated
Fatigue Recovery +50%
Meriel membuka mulutnya lebar-lebar. “Lead…”
Marva juga kaget sekaligus takjub. “Seperti nya tiap mengalahkan GOF, lantai selanjutnya adalah Kota yang indah, penuh kehidupan… andai saja Kaela dan Red tahu ini.”
Mereka lalu berkeliling, menikmati suasana kota yang begitu hidup. Meriel liat pedagang buah dan menghampiri nya.
“Nek, buah ini harganya berapa?” tanya Meriel.
“Apel ini hanya 50 Xilo, Pir 85 Xilo, Anggur 115 Xilo,” jawab Nenek itu.
“Gilak! Harga disini sangat murah Lead, sekali bunuh monster saja kita bisa dapat 200 Xilo.
Apalagi kalau lagi beruntung, dapat fragment atau item, bisa dijual 5-10x lebih mahal,” Meriel heboh sambil memberitahu kan pada Marva.
Mereka sangat puas dengan segala hal yang ada di Second City. Meriel memborong semua buah yang dia sukai, begitu juga makanan dan pakaian. Sementara Marva sibuk mencari penginapan buat mereka istirahat.
Setelah sampai dikamar penginapan, Meriel langsung menjatuhkan dirinya ke kasur.
“Sepertinya… kita harus menemui Red dan Kaela… bagaimana menurut mu Meriel?”
Ternyata Meriel sudah ngorok dan tertidur pulas. Perjalanan dari lantai 7 hingga lantai 10, betul-betul menguras tenaga, pikiran serta emosi mereka. Berada disini tentu adalah tempat ternyaman dan juga teraman.
Tidak ada Monster.
Tidak ada Overheat.
Tidak Fatigue.
Marva masih terjaga, fikiran nya terus berbicara. Akhirnya dia keluar dan nongkrong di taman kota sambil melihat keramaian kota.
Orang-orang berjalan santai.
NPC bercakap-cakap.
Pedagang menawarkan barang.
Hingga siang berganti malam. Suasana yang sangat berbeda dari lantai-lantai sebelumnya.
Aquarius lalu keluar dan berbicara.
“Yuhuuuu.... Aku kembali Bos. Akhirnya aku bisa bebas. Tidak ada lagi elemen api yang menjengkel kan itu!”
“Jangan lupa, aku juga elemen api!“ Leo menampik perkataan Aquarius.
Marva sedikit terkejut tapi dia senang. “Hahahaha, sudah-sudah. Setidak nya untuk beberapa hari kedepan kita bisa tenang dikota ini.”
“Lalu, bagaimana dengan Mystery Box yang kamu dapatkan dilantai 10 Bos?”
Marva langsung sadar. “Oh iya, benar juga ya. Sebenarnya aku mau buka box ini, didepan Meriel tapi karena dia sudah tidur. Ya sudahlah.”
“Tapi apa yang dikatakan Meriel ada betul nya juga Bos, kenapa tidak mengambil 2 juta Xilo?“ tanya Leo.
“Kamu tahu Leo, seandainya dilantai 1 aku memilih 1 juta Xilo, pasti sekarang kamu tidak akan bersamaku, begitu juga dengan Aquarius. Masa depan bisa saja berubah, Menara sengaja menawarkan uang yang banyak agar aku melewatkan kesempatan emas untuk memiliki kalian. Dan aku punya firasat bahwa yang ada di dalam Box ini adalah salah satu Cincin Dewa.” Jawab Marva menjelaskan.
Leo terdiam, tanda paham dengan penjelasan Tuannya.
Akhirnya Marva membuka Mystery Box itu. Lalu—
Sebuah cincin muncul di udara. Cincin itu berwarna perak mengkilap dengan simbol rasi bintang Virgo di permukaannya.
Leo bersuara pelan. “Bos… itu Sang Pelayan!”
Aquarius juga ikut berkomentar. “Sepertinya, aku punya saingan.”
Marva menangkap cincin itu.
Notifikasi muncul.
[RING OF VIRGO]
Meriel menatap cincin itu sambil; berkata: “Cincin Virgo…? Kekuatannya apa? Seperti kamu Leo? Atau bisa menyembuhkan seperti Aquarius?”
Leo dan Aquarius sama-sama tertawa.
“Loh, apa yang salah? Kok kalian tertawa?” tanya Marva kebinggungan.
“Dia hanya jago masak-masak dan beres-beres Bos.” Jawab Aquarius singkat.
Masih tidak yakin, Marva mengkonfirmasi jawaban itu pada Leo. “Emank betul Leo?”
“Itu memang betul Bos, tapi penjelasan Aquarius belum lengkap. Virgo tunjukkan dirimu pada Tuan kita!” ucap Leo sambil memerintahkan Virgo keluar.
Tiba-tiba cincin itu mulai bersinar.
Cahaya putih menyelimuti tangan Marva.
Perlahan Cahaya itu mulai berubah bentuk. Bentuk itu semakin kelihatan seperti siluet manusia.
Beberapa detik kemudian…
Seorang gadis yang sangat cantik, tampak berusia 19 tahun muncul di depan Marva.
Rambut perak pendek. Matanya biru dengan seragam pelayan hitam putih dengan pita rapi diatas kepalanya. Di lehernya terdapat rantai besar, seolah terikat pada sesuatu.
Ia membuka matanya perlahan sambil berlutut.
“Selamat malam Kakak Tertua Leo dan Kakak Aquarius. Salam hormat buat Tuan ku Marva Ravara.”
“Seperti biasa, kamu selalu sopan ya Adik kecil.” ucap Aquarius.
Suaranya lembut dan sangat formal.
Marva membeku. “A.... a.... apa… ini????”
Leo tertawa keras karena melihat ekspresi Marva.
“Hahahaha! Bos, dialah satu-satunya Cincin yang menyerupai Player. Tapi jangan tertipu dengan penampilan nya, walaupun ia tampak seperti Gadis berusia 19 tahun. Virgo sudah hidup lebih dari 200 tahun.”
Virgo lalu berdiri dengan sikap elegan dan sangat rapi.
“Perkenalkan, Aku Virgo Sang Pelayan. Tuan ku Marva bisa memanggil ku dengan sebutan itu,” ucap Virgo sambil menundukkan kepalanya.
Marva masih belum percaya. “Kamu… beneran cincin?”
Virgo menjawab tanpa ekspresi. “Benar Tuan ku.”
Marva menatapnya dengan sangat serius, mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala. Sesekali,
Marva mencolek rambutnya karena ingin memastikan. Saat Marva berada sangat dekat dengan Virgo. Marva mencium aroma tubuh Virgo yang sangat wangi, dia terkejut. Ternyata Cincin Dewa, tidak hanya berbentuk benda atau item saja. Perawakan nya sangat mirip dengan manusia tapi Vigo sangat rapi, sangat sopan, sangat cantik dan juga wangi.
Tiba-tiba fikiran nakal Marva muncul.” Virgo!”
“Iya, Tuanku Marva.”
“Tadi kamu bilang, kamu adalah Pelayan?”
“Betul, Tuanku Marva. Aku adalah Pelayan bagimu.”
Marva mulai tertawa licik. “Jadi, kalau kamu adalah pelayan ku! Apa saja yang ku suruh akan kamu lakukan?”
“Betul, Tuanku Marva. Perkataanmu adalah Titah bagiku.” jawab Virgo tegas dan lugas.
“Apa saja?” ucap Marva memastikan.
“Betul, Tuanku Marva. Apa saja.”
Tanpa aba-aba, Marva langsung mencolek pantat Virgo yang sangat montok. Tapi Virgo tidak bereaksi apa-apa. Yakin Marva adalah pemilik absolut Virgo, tangan nya langsung mengarah pada Dada Virgo yang tumbuh subur.
Belum sempat tangan nya menyentuh Dada Virgo, kompak Leo dan Aquarius mengetok kepalanya.
“Bos, jangan keterlaluan!!!!” ucap Leo dan Aquarius bersamaan.
“Aduh..... duh... duh.... kalian kenapa sih! Kan aku hanya mengecek, Emank salah!!!” Marva meringis kesakitan.
“Aku ku laporkan pada Kaela!!!!” ancam Aquarius.
“Eh! Jangan, jangan, aku hanya bercanda Aquarius!” ucap Marva panik.
Virgo hanya berdiri tegak tanpa memperdulikan keributan itu. Ia hanya fokus pada Marva.
“Jika diperbolehkan aku mengurus segala keperluan Tuanku…” Virgo lanjut berbicara dengan nada formal.
“Nah tuh! Dengerin dulu apa yang dikatakan Virgo! Apa yang bisa kamu lakukan Virgo?” ucap Marva mengalihkan pembicaraan.
“Aku akan mengurus inventory selama perjalanan Tuanku.”
Marva balik bertanya. “Emank apa spesial nya? Meriel juga bisa mengurus itu??!!!”
Virgo melanjutkan. “Skill pertamaku adalah… Master of Inventory. Aku dapat menyimpan segala jenis benda tanpa batasan seiring meningkatnya lv. ku.”
Marva langsung kaget. “APA!!! PENYIMPANAN TAK TERBATAS!”
“Betul, Tuanku Marva. Skill keduaku…Master of Provision. Aku dapat menyiapkan makanan secara instan, aku juga bisa beres-beres secara instan dan menyiapkan segala kebutuhan dengan sangat cepat.”
Marva sampai bertepuk tangan. “INI LUAR BIASA!”
Virgo masih tanpa ekspresi. “Aku pikir itu adalah hal biasa, ini hanyalah tugas seorang pelayan Tuanku.”
Leo tertawa kecil. “Bagaimana Bos? Dialah Virgo Sang Pelayan.”
Virgo lalu melanjutkan. “Skill ketiga ku…”
Belum sempat Virgo menyelesaikan perkataan nya Marva lalu memotong . “Sudah, sudah Cukup Virgo! 2 Skill itu saja sudah sangat luar biasa, Meriel harus tahu ini!”
Marva tersenyum puas. Ia menatap Virgo lalu menyambutnya: “Selamat bergabung di tim.”
Virgo langsung berlutut lagi. “Terima kasih, Tuanku.”
[RING OF GOD, SUMMONED: RING OF VIRGO]
Tier : S+
Durability : ∞
Type : THE SERVANT
Skill Unlocked: [Master of Inventory] - Skill Penyimpanan lv. 1
[Master of Provision] - Skill Melayani lv. 1
[Master of Armament] - Skill Penggunanaan Segala jenis benda & item lv. 1
Passive Unlocked: [Heart Of Servant] – Kepatuhan
Mutlak Pada Tuannya
Mereka akhirnya kembali kepenginapan dan malam itu Marva tidur sangat pulas karena mendapatkan pelayan yang sangat cantik sekaligus penurut.
[BERSAMBUNG]