NovelToon NovelToon
Kronik Dewa ASURA:Jalur Penentang Takdir Season 2

Kronik Dewa ASURA:Jalur Penentang Takdir Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Epik Petualangan
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: hakim2501

Tagline:
"Ketika Pahlawan jatuh ke Neraka, dia tidak berdoa untuk diselamatkan. Dia bersiap untuk mengambil alih Tahta."

Sinopsis Cerita:

Ye Chen, sang penyelamat Alam Roh Sejati, telah membayar harga termahal demi menyelamatkan dunia dari kehancuran. Akibat memaksakan kekuatan Lima Kunci dan menahan jatuhnya Pulau Langit,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hakim2501, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Season 2 - Bab 4: Kandang Juara dan Undangan Beracun

Berbeda dengan sel budak biasa yang bau dan penuh kotoran, Kandang Juara terletak di menara bagian atas Colosseum. Lantainya terbuat dari batu dingin yang bersih, ada jerami kering untuk tidur, dan bahkan ada meja batu dengan daging panggang serta arak.

Namun, kemewahan ini memiliki harga. Jeruji besinya dialiri Mantra Petir Ungu yang mematikan, dan penghuni di dalamnya jauh lebih berbahaya daripada binatang buas mana pun.

Saat Ye Chen didorong masuk oleh penjaga, tiga pasang mata langsung menatapnya dari dalam kegelapan ruangan.

"Daging segar lagi," suara mendesis terdengar.

Penghuni pertama adalah Kael, seorang Dark Elf (Peri Gelap) dengan kulit abu-abu dan telinga panjang. Dia duduk di pojok, mengasah belati tulang. Matanya tajam, penuh niat membunuh yang dingin.

Penghuni kedua adalah Brog, seekor Orc berzirah besi yang sedang mengunyah tulang paha raksasa.

Penghuni ketiga... duduk bersila di tengah ruangan, memunggunginya. Seorang pria tua kurus dengan jubah compang-camping. Dia tidak bergerak, seolah-olah patung, tapi aura di sekitarnya membuat udara terdistorsi.

"Namamu Ye Chen?" tanya Kael, berdiri perlahan. Gerakannya sangat halus, tanpa suara. "Aku melihat pertarunganmu. Kau membunuh Gorgon. Lumayan untuk manusia tanpa Qi."

Ye Chen berjalan masuk, mengabaikan tatapan Kael. Dia mengambil sepotong daging dari meja dan memakannya.

"Aku butuh tidur," kata Ye Chen datar. "Jangan ganggu aku."

Kael menyipitkan mata. "Sombong. Di Kandang Juara, ada urutan kekuasaan. Orang baru tidur di dekat jamban."

Kael bergerak.

Wush!

Kecepatannya luar biasa. Sebagai ras Dark Elf, dia memiliki bakat alami dalam kecepatan dan pembunuhan. Belati tulangnya mengincar leher Ye Chen.

Ye Chen tidak menoleh. Dia sedang mengunyah daging.

Saat belati itu berjarak satu inchi dari lehernya...

Tangan kiri Ye Chen bergerak, menangkap pergelangan tangan Kael.

GRAB!

"Apa?!" Kael terbelalak. Dia adalah mantan pembunuh bayaran Nascent Soul Tingkat 8 sebelum ditangkap dan disegel kekuatannya. Kecepatan fisiknya masih elit. Bagaimana manusia ini bisa menangkapnya sambil makan?

"Kau terlalu berisik," kata Ye Chen.

Ye Chen membanting Kael ke meja batu.

BRAK!

Meja batu itu retak. Kael mengerang kesakitan, punggungnya serasa patah.

Brog si Orc berdiri, meraung marah melihat temannya diserang. "KAU!"

Tapi sebelum Brog sempat maju, pria tua yang duduk membelakangi mereka berbicara.

"Cukup."

Suaranya pelan, serak, tapi mengandung wibawa yang membuat Brog langsung berhenti dan Kael berhenti meronta.

Pria tua itu berbalik. Wajahnya penuh tato rune kuno. Matanya buta, berwarna putih susu.

"Anak muda itu memiliki bau Darah Asura," kata pria tua itu. "Jika kalian melawannya, kalian akan dimakan."

Kael dan Brog menatap Ye Chen dengan horor. "Asura?"

Ye Chen melepaskan Kael. Dia menatap pria tua itu.

"Kau tahu tentang Asura?"

"Aku Gu Lao. Mantan penjaga perpustakaan Kuil Iblis sebelum aku dibuang ke sini," kata orang tua itu. "Aku tahu banyak hal. Termasuk fakta bahwa kau... bukan berasal dari alam ini."

Mata Ye Chen menyipit. Orang tua ini berbahaya.

Namun, sebelum percakapan berlanjut, pintu sel kembali terbuka.

Seorang pelayan wanita iblis dengan sayap kelelawar kecil (Ras Succubus Rendah) masuk. Dia membungkuk hormat pada Ye Chen.

"Tuan Ye Chen. Putri Lilith mengundang Anda untuk makan malam."

Kael dan Brog ternganga. Diundang makan malam oleh Putri Succubus? Biasanya gladiator yang diundang ke kamar Lilith tidak pernah kembali—atau kembali sebagai mayat kering.

"Undangan?" Ye Chen tersenyum tipis. "Baiklah. Aku juga ingin bicara dengan atasanmu."

Ye Chen mengikuti pelayan itu keluar, meninggalkan penghuni sel yang kebingungan.

Kamar Pribadi Putri Lilith.

Ruangan ini adalah definisi kemewahan dan dosa. Dindingnya dilapisi sutra merah, lantainya tertutup karpet bulu binatang langka. Aroma dupa yang manis dan memabukkan memenuhi udara—Dupa Pemikat Jiwa.

Bagi kultivator biasa, menghirup dupa ini akan membuat mereka kehilangan akal sehat dan menjadi budak nafsu.

Tapi Ye Chen memiliki Sutra Jantung Cermin Hantu. Pikirannya jernih seperti es.

"Masuklah, Pahlawan Kecil."

Lilith sedang berbaring di atas divan (sofa panjang), mengenakan gaun sutra hitam transparan yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sempurna. Ekor kecilnya bergerak-gerak nakal. Matanya yang ungu menatap Ye Chen dengan penuh minat.

"Duduklah," Lilith menepuk tempat kosong di sebelahnya.

Ye Chen tidak duduk di sebelahnya. Dia menarik kursi kayu dan duduk berhadapan dengan Lilith, menjaga jarak aman.

"Kau tahan terhadap dupaku?" Lilith tersenyum, tidak tersinggung. "Menarik. Sangat menarik. Kau pasti memiliki jiwa yang kuat atau... artefak pelindung."

"Langsung saja, Putri," kata Ye Chen. "Apa yang kau inginkan? Jika kau ingin tubuhku, kau harus mengantre di belakang banyak orang yang ingin membunuhku."

Lilith tertawa renyah. Dia menuangkan anggur merah ke dalam gelas.

"Aku suka pria yang lugas. Baiklah."

Wajah Lilith berubah serius. Aura Soul Transformation Tingkat Awal-nya sedikit bocor, menekan ruangan.

"Aku tahu kau memiliki Mutiara Penelan Surga."

Tangan Ye Chen menegang. Siap memanggil pedangnya dari cincin.

"Jangan panik," Lilith mengangkat tangan. "Aku tidak akan memberitahu Zagan. Raja Iblis bodoh itu hanya peduli pada otot dan darah. Dia tidak tahu sejarah kuno."

"Lalu?"

"Mutiara itu adalah pusaka yang hilang dari Kaisar Asura Pertama. Legenda mengatakan, siapapun yang memilikinya akan menjadi musuh seluruh Alam Iblis... atau menjadi Rajanya."

Lilith menatap Ye Chen tajam.

"Aku butuh bantuanmu, Ye Chen. Aku ingin menggulingkan ayahku, Raja Iblis Malam, dan mengambil alih wilayahku sendiri. Tapi aku butuh kekuatan tempur mutlak."

"Kau ingin aku menjadi pembunuh bayaranmu?"

"Aku ingin kau menjadi Sekutu. Sebagai gantinya, aku akan memberikanmu sumber daya untuk memulihkan kultivasimu. Dan aku akan melindungimu dari kejaran Mo Luo."

Ye Chen tertarik. "Kau tahu Mo Luo?"

"Tentu saja. Jenderal Mata Tiga itu sedang mengamuk di Utara, mencari 'pencuri' yang mengambil mutiaranya. Cepat atau lambat, dia akan melacakmu ke sini."

Ye Chen berpikir sejenak. Dia butuh waktu dan sumber daya. Bersekutu dengan bangsawan iblis yang ambisius adalah langkah berisiko, tapi menguntungkan.

"Aku butuh Darah Iblis Murni," kata Ye Chen. "Dan akses ke Perpustakaan Kuno."

"Darah Iblis Murni?" Lilith mengerutkan kening. "Itu barang langka. Hanya bangsawan tinggi yang memilikinya."

Lilith menggigit jarinya sendiri hingga berdarah. Dia meneteskan setetes darah ungu ke dalam gelas anggur.

"Ini darahku. Darah Royal Succubus. Ini mengandung energi Yin murni dan ilusi. Cobalah."

Ye Chen mengambil gelas itu.

"Mutiara Penelan Surga... Analisis."

Ye Chen meminumnya.

Glek.

Panas dingin menjalar di tenggorokannya. Energi ungu meledak di perutnya.

Pemadatan Qi Tingkat 6... Puncak.

Pemadatan Qi Tingkat 7... Awal!

Ye Chen meletakkan gelas itu. Matanya bersinar ungu sesaat.

"Lumayan," kata Ye Chen. "Sepakat. Tapi ingat, Lilith. Aku bukan anjing peliharaan. Jika kau mencoba mengkhianatiku..."

Ye Chen melepaskan sedikit Aura Asura aslinya—aura yang membuat jiwa Succubus Lilith bergetar ketakutan secara instingtif.

"...Aku akan memakanmu duluan."

Lilith tersenyum, kali ini senyum yang sedikit gugup namun bergairah.

"Aku menantikannya, Partner."

"Sekarang pergilah. Besok adalah Turnamen Besar. Zagan akan melepas Binatang Iblis Tingkat 3 ke arena. Kau butuh istirahat."

Ye Chen berdiri dan berjalan keluar.

Aliansi dengan iblis telah terbentuk. Dengan dukungan Lilith di balik layar, Ye Chen kini memiliki akses ke sumber daya untuk mempercepat pemulihannya menuju Pembentukan Inti kembali.

Dan target berikutnya adalah... menaklukkan Turnamen Besar dan mengambil kepala Raja Iblis Zagan sebagai batu loncatan.

(Akhir Season 2- Bab 4)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!