NovelToon NovelToon
This Is? Another World?

This Is? Another World?

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Akademi Sihir / Fantasi Isekai
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Raphiel-Viel

Elysia Sylphy, seorang siswi SMA biasa dari Bumi yang mahir kendo, tiba-tiba terlempar ke dunia fantasi ketika ia pulang dari kegiatan ekskul kendo nya, di dunia fantasi itu, ia harus selalu waspada dengan yg ada di sekitarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raphiel-Viel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3.2 Perpustakaan Akademi Luminiella di Sore Hari

Sore itu langit di atas Luminiella berwarna jingga lembut. Caeril berjalan menyusuri koridor batu putih akademi menuju perpustakaan utama. Tas ransel di punggungnya terasa lebih berat dari biasa, meskipun hanya berisi buku catatan dan dua gulungan kertas kosong. Angin sore menyapu wajahnya, membawa aroma rumpt basah dari taman dalam. Ia menggosok telapak tangan yang sedikit dingin. Jari-jarinya masih terasa kaku setelah menulis surat tadi malam.

Perpustakaan Akademi Luminiella terletak di ujung sayap timur. Bangunan itu lebh tua dari bagian akademi lainnya, dindingnya ditutupi ivy hijau yang merayap pelan. Pintu kayu besar terbuka sedikit, mengeluarkan bau kertas tua dan tinta kering. Caeril mendorong pintu. Engselnya berderit pelan. Cahaya sore masuk melalui jendela tinggi, menerangi rak-rak buku yang menjlang hingga langit-langit.

Ia melangkah masuk. Ruangan itu sepi. Hnya ada suara langkahnya sendiri dan hembusan angin kecil dari celah jendela. Ia menuju meja bundar di tengah ruangan, tempat yang biasa dignakan untk diskusi kelompok. Di sana sudah ada dua orang yang ia harapkan.

Ely duduk dengan punggung tegak, katana bersarung diletakkan di samping kursi. Rambutnya yang agak panjang terikat sederhana. Ia sedang membaca buku tipis tentang teknik dasar berpedang, tapi matanya sesekali melirik pintu masuk. Saat melihat Caeril, ia tersenyum tipis.

“Kau tepat waktu,” kata Ely pelan. Suaranya tenang, tapi ada nada lega di dalamnya.

Nyx duduk di sebelah Ely. Tubuhnya yang baru membuat ia terlihat lebih tinggi di kursi kayu. Ia memegang mangkuk kecil berisi buah-buahan kering yang dibawa dari penginapan. Ekornya melengkung pelan di samping kursi. Telinganya bergerak kecil setiap kali mendengar suara baru. Saat melihat Caeril, ia tersenyum lebar.

“Kak Cae!” katanya dengan suara kecil tapi antusias. “Kami sudah menunggu dari tadi.”

Caeril tersenyum kecil. Ia meletakkan tas ransel di meja. Duduk di kursi kosong. Udara di perpustakaan terasa lebih sejuk dari luar. Bau kertas tua membuat hidungnya sedikit gatal. Ia menggosok hidung dengan punggung tangan.

Ia menatap Nyx lebih lama dari biasa. Tingginya sekarang hampir menyamai Ely. Bahunya lebih tegak. Pinggang lebih ramping. Dress krem pinjaman dari Lyre yang dulu longgar sekarang terlihat pas di badannya. Caeril sedikit terkejut. Matanya melebar sejenak. Tapi ia cepat mengendalikan diri. Ia sudah membaca buku tentang beastkin di perpustakaan ini beberapa minggu lalu.

Buku itu berjudul *Beastkin dan Manifestasi Kekuatan Bawah Tanah*. Di salah satu babnya tertulis: “Kekuatan yang sebenarnya beastkin bangkit, tubuh mereka akan mengalami perubahan fisik permanen, walaupun sedikit demi sedikit.” Tulisan itu menjelaskan bahwa ketika kekuatan bawahan beastkin benar-benar terbangun, tulang memanjang, otot menyesuaikan, proporsi badan menjadi lebih seimbang. Semua itu terjadi untuk menampung kekuatan yang lebih besar. Itu alami. Itu normal. Tapi melihatnya langsung di depan mata tetap membuat Caeril merasa ada sesuatu yang berubah.

“Kau… lebih tinggi sekarang,” kata Caeril pelan. Suaranya tidak penuh kaget, hanya perhatian.

Nyx tersenyum kecil. Ia mengangguk. “Iya. Tubuhku berubah sedikit setelah Nocturne. Aku sudah bilang pada Kak Ely. Ini efek dari kekuatan baru yang mulai bangkit. Tapi aku tetap aku.”

Caeril mengangguk pelan. Ia ingat bab itu lagi. Buku itu menulis bahwa perubahan fisik biasanya terjadi pada beastkin yang darahnya kuat. Dan Nyx… Nyx adalah Guardian. Ia sudah menduga ada sesuatu seperti ini. Tapi melihatnya langsung tetap membuat dadanya terasa hangat. Hangat karena lega. Karena Nyx tidak lagi terlihat rapuh seperti dulu.

“Kau tetap Nyx,” kata Caeril lembut. “Itu yang penting.”

Nyx tersenyum lebih lebar. Ekornya melengkung lebih tinggi. “Terima kasih, Kak Cae.”

Ely tersenyum tipis di samping. Ia menutup buku teknik berpedangnya. “Kita mulai?”

Caeril mengangguk. Ia mengeluarkan gulungan tugas dari tas. Ia membukanya di atas meja. Kertas itu terlihat kontras dengan permukaan kayu tua.

“Ini tugas akhir semester,” katanya. “Tema ‘Kolaborasi Sihir Buff dan Teknik Berpedang yang Digabungkan dengan Sihir Menyerang dalam Praktik Nyata’. Aku bebas memilih dua anggota kelompok. Aku memilih kalian berdua.”

Ely membaca gulungan itu dengan mata menyipit. Ia mengangguk pelan. “Jadi kita harus gabungkan buff, teknik pedang, dan sihir menyerang dalam praktik nyata. Presentasi dua minggu lagi.”

Nyx memiringkan kepala. Ekornya bergerak kecil. “Aku bisa bantu dengan buff peningkatan indra pendengaran dan buff-buff dasar yang sudah terlihat di festival. Tapi aku belum tahu seberapa banyak yang bisa aku lakukan.”

Caeril mengangguk. Ia menatap Nyx dengan mata penuh perhatian. “Aku tahu kau baru saja mengalami perubahan. Aku tidak akan memaksa. Tapi aku percaya kalian berdua. Aku tidak bisa mengerjakan ini sendirian.”

Ely menatap Caeril lama. Ia mengangguk pelan. “Kami bantu. Tapi kita harus latihan bersama. Aku bisa buff diriku sendiri dan teknik berpedang. Nyx bisa tambah buff malam. Kau bisa gunakan sihir angin untuk serangan jarak jauh.”

Caeril tersenyum kecil. Senyum yang lemah tapi tulus. “Terima kasih. Aku tahu ini mendadak. Tapi aku benar-benar butuh kalian.”

Nyx mengangguk cepat. “Aku senang bisa bantu. Lagipula, kita sudah janji bareng, kan?”

Ely tersenyum tipis. Ia mengusap rambut Nyx pelan. “Kita bareng.”

Caeril merasa dada terasa lebih ringan. Ia menarik napas pelan. Udara perpustakaan tercium bau kertas tua dan tinta kering. Ia menggosok tangan. Telapak tangan terasa hangat sekarang. Mungkin karena kelegaan.

“Kita mulai besok pagi di lapangan latihan,” katanya. “Aku akan bawa catatan dasar. Kalian bawa apa yang kalian punya.”

Ely mengangguk. “Aku bawa katana dan buku teknik dasar.”

Nyx mengangguk. “Aku bawa… diriku sendiri. Dan mungkin buah kering dari Lyre.”

Caeril tertawa kecil. Suara tawanya ringan. “Baiklah. Kita mulai besok.”

Mereka duduk bersama di meja itu beberapa saat lagi. Membahas ide awal. Suara mereka pelan, tapi penuh semangat. Cahaya sore semakin meredup. Bayangan mereka memanjang di lantai kayu.

Caeril menatap mereka berdua. Ely yang tenang. Nyx yang sekarang lebih tinggi tapi tetap sama. Mereka sudah menjadi bagian dari hidupnya. Bagian yang tidak bisa ia lepaskan.

Ia tahu… tugas ini bukan hanya tugas. Ini kesempatan. Kesempatan untuk bersama mereka lagi. Kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka bertiga lebih kuat bersama.

Ia tersenyum kecil. Senym yang tulus.

Besok pagi mereka akan mulai.

Dan ia tahu… ini baru permulaan.

1
Wahyuningsih
q mampir thor
Raphiel-Viell: Iyah, makasih
total 1 replies
Raphiel-Viell
Mohon dikoreksi jika ada penulisan yg kurang Rapih dan kurang tepat
Bern
Menarik ya dengan berbeda perspektif gini
Nana
Gaya penulisan nya agak kaki, tapi it's okay sih.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!