Huang Xuan dengan kekuatannya mengguncang dunia memimpin pemberontakan kepada Dewa. Disaat menuju kemenangannya, hal aneh terjadi hingga membuatnya kalah yang kemudian terjatuh kembali ke alam manusia. Disaat kejatuhannya, alam manusia telah memiliki peradaban maju yang ditandai dengan berdirinya dinasti Xia yang merupakan mandat dari alam Dewa untuk manusia. Setiap pemimpinnya memiliki garis darah Dewa membuatnya menjadi penguasa sejati alam manusia. Huang Xuan yang membenci para Dewa memulai perjalanannya dengan menggulingkan Dinasti Xia sebelum dirinya kembali memberontak ke alam Dewa.
"Dengan pedang sebagai pena dan darah sebagai tinta, aku Huang Xuan menulis sejarah dengan cara berdarah-darah. Tidak takut kepada Dewa, Setan dan Iblis karena aku lah penguasa sesungguhnya"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yogasurendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga Hakim Surgawi Pengadilan Langit
Teriakan nyaring menggema ketika Huang Xuan merasakan tubuhnya tercabik-cabik oleh besarnya energi petir hukuman surgawi yang diterimanya. Seluruh organ tubuhnya direkonstruksi ulang ketika energi petir mulai memasuki lautan kesadaran dimana kata Kaisar menetralkannya mengubah nya menjadi energi mulai membangun ulang tulang, otot dan jaringan tubuh Huang Xuan. Lautan kesadarannya bergejolak dan jiwanya menyerap energi asal tiada henti. Sesuatu muncul dari lautan kesadarannya berupa sisik naga berwarna keemasan yang memiliki tulisan kuno di dalamnya berupa sebuah teknik kuno.
"Petir Hukuman Surgawi hitam ini memiliki kualifikasi untuk mengaktifkan kembali teknik pemurnian tubuh yang dahulu aku pelajari,"ucap Huang Xuan menyatukan telapak tangannya kemudian membuat segel yang dimana jiwa nya melakukan hal yang sama membuat aura yang dimiliki sisik emas terserap sepenuhnya.
"Jalan Pemurnian Tubuh: Teknik Tubuh Kaisar Naga Purba!" ucapnya lantang membuat ledakan energi ke luar dari dalam tubunya berupa ruangan memekakkan telinga dan visual sekilas naga yang mengejutkakn Dewa Feng Tianxing.
"Siapa kau sebenarnya?"
Huang Xuan mendengus dingin begitu mendengarnya. Ia meraih pedang yang ada disampingnya mengayunkannya pelan menatap Dewa Feng Tianxing tanpa rasa takut.
"Terima kasih karena petir hukuman surgawi yang begitu murni dari mu aku bisa mengingat sesuatu. Hari ini aku akan menunjukkan mu bagaimana kekuatan seorang manusia,"ucap Huang Xuan melesat menyerang lansung Dewa Feng Tianxing hingga pertarungan mereka mengguncang langit.
Percikan api muncul ketika pedang mereka bersentuhan. Saling menunjukkan gaya bertarung menggunakan senjata pedang membuat mereka tampak seimbang. Pedang Suci Tianxing berkilauan cahaya surga terayun menciptakan bilah pedang raksasa melesat turun. Huang Xuan membelahnya akan tetapi salah satu bilah pedang berhasil lolos yang langsung menabrak formasi menghancurkannya menjadi berkeping-keping. Semua orang yang terhubung dengan formasi pelindung kota memuntahkan darah segarnya. Mengabaikan rasa sakit, Adipati Beiyue segera mengaktifkan kembali formasi pelindung.
"Tenang saja, ada aku di sini yang menjaga kota!" ucapnya lantang.
Huang Xuan menoleh ke bawah mengepalkan tangannya erat mengayunkan pedangnya beberapa kali dengan kemarahan yang dimilikinya ia menyerang membabi-buta. Dewa Feng Tianxing tersenyum tipis mengangkat pedangnya ke atas menggumamkan sesuatu kemudian seluruh langit dan bumi bergetar ketika kemunculan platfrom pengadilan langit. Tiga takhta muncul dari lanngit berikut disertai kemunculan dewa lainnya. Ketika platfrom pengadilan langit muncul maka tidak seorang pun manusia yang bisa lolos dari hukuman dewa. Platfrom surgawi merupakan salah satu bentuk kewenangan Kaisar Dewa Surgawi dalam menerapkan hukuman di luar alam Dewa. Dewa Feng Tianxing mundur ke belakang duduk diantara dua takhta surgawi yang telah terisi oleh dua Dewa lainnya. Dewa Shen Guanyin, Dewa Yan Fasheng dan Dewa Feng Tianxing merupakan Hakim yang menentukan hukuman bagi siapapun yang mengancam alam Dewa. Platfrom Pengadilan Langit dibuka penentuan hukuman melibatkan tiga hakim surgawi. Aura mulia terpancar begitu terang hingga membuat mata begitu silau.
Dewa Shen Guanyin membuka KItab Mandat Takdir membacakan dosa Luo Qingyin yang terdengar menggema bahkan semua orang yang ada di kota Hanjin mendengarnya.
"Menyatukan dua mata dewa murni Shen dengan memanfaatkan garis darah bangsawan Luo telah menyamai kekuatan seorang Dewa. Maka, dia pantas mendapatkan hukuman penghapusan kultivasi. Seseorang menghalanginya maka pantas untuk mendapatkan hukuman mati!" ucapnya menutup kembali Kitab Mandat Takdir.
Huang Xuan tersenyum tipis memandang tiga entitas dewa hakim surgawi dengan berani mengacungkan pedangnya.
"Tak mengetahui namaku? Apakah Kitab Mandat Langit tidak bisa mencatat keberadaan ku? Cihh!! Kalian hanya bertindak ketika sesuatu mengancam alam Dewa. Pengadilan Langit tidak lebih hanya sekedar platfrom kesombongan para dewa"
"Lancang!! Kau pantas mendapatkan hukuman mati,"ucap Dewa Feng Tianxing telah memutuskan hukuman kepada Huang Xuan.
Platfrom pengadilan langit menghilang berubah menjadi formasi besar dimana avatar wujud Dewa masing-masing dari mereka memegang senjata berniat menurunkan hukuman pemusnah menghilangkan Huang Xuan baik fisik maupun jiwa nya.