NovelToon NovelToon
Malam Yang Tak Terlupakan Dengan Pak Presiden

Malam Yang Tak Terlupakan Dengan Pak Presiden

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Violetta Gloretha

"Jawab jujur pertanyaan saya, apa kamu orang yang tidur dikamar hotel saya?" tanya Kaivandra Sanzio Artamevia.

Seana Xaviera Levannia menatap mata pria berbahaya itu, sebelum akhirnya perlahan&amp melangkah mundur. "B-bukan saya kok Pak--"

..

Kaivandra Sanzio Artamevia, seorang pria yang paling dikenal di kota ini. Di pria kejam dan haus darah dengan kecenderungan menggunakan metode brutal, dan tidak menusiawi. Tidak ada wanita yang berani mendambakannya, meskipun Zio diberkahi dengan penampilan yang tampan.

Tanpa diduga, seorang wanita berhasil tidur dengannya ketika dia sedang dalam keadaan mabuk! Ketika Zio mengacak-acak seluruh dunia hanya untuk mencari wanita misterius itu, dia baru menyadari bahwa tubuh sekretarisnya semakin berisi.

Apakah kebenaran yang selama ini ditutup rapat-rapat, akan terbongkar lewat kecurigaan Zio?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Gloretha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Seana berjalan pelan sembari mengikuti langkah Sanzio dari belakang, setelah keluar dari mobil. Di tengah jalan, dia diam-diam mengirim pesan singkat pada Velia. Seana ingin meminta bantuan, tetapi pesan itu justru mengejutkan sahabatnya.

Siapa sangka ada iblis yang menjelma dan membawa seorang wanita yang belum dinikahinya pulang? Ke penthouse Starlight pula! Yang paling mengejutkan adalah pria itu memilih Seana. Jika para wanita di luar sana yang sangat menginginkan Sanzio untuk diri mereka sendiri mengetahui kabar ini, mereka pasti tak akan segan-segan menguliti Seana hidup-hidup!

[Velia: Sorry, tapi gue ngga bisa bantu. Semoga berhasil] Balas Velia singkat.

Sanzio telah melamar Seana hari ini, dengan memintanya untuk menjadi istri palsunya. Masuk akal bagi mereka untuk tinggal bersama. Yang mengejutkan, Sanzio-lah yang mengusulkan hal ini. Biasanya wanita yang akan kegatelan mendekatinya, tetapi ternyata Sanzio yang memaksa Seana untuk pulang bersamanya.

Seana tersedak dalam hati ketika membaca balasan dari Velia.

"Jahat banget sih! Apa Velia pengen aku mati ketakutan di sini?." Batin Seana didalam hatinya.

Sejujurnya, Seana tahu bahwa Velia tidak mungkin berani menentang Sanzio, meski itu untuk membelanya. Seana dengan cemas berjalan mengikuti Sanzio menaiki tangga, masih kebingungan, cemas dan khawatir ketika mereka akhirnya sampai di pintu depan.

"Pak, kenapa saya ngga boleh tinggal di apartemen karyawan aja?." Seana sangat ingin tinggal di apartemen itu, disana jauh lebih nyaman.

Sanzio menoleh, menatapnya dengan tatapan dingin. "Kita besok pagi akan pergi ke kantor pemerintah untuk mendaftarkan pernikahan kita. Jadi, saya ngga perlu jemput kamu. Kita berangkat bersama."

"Saya bisa pergi sendiri kok, Pak." Suara Seana semakin lirih ketika mengatakan setiap kata. Tetapi dengan tatapan Sanzio, Seana mendapati dirinya tak mampu berkata-kata apa-apa lagi. Tidak seperti kunjungan yang biasanya, yang datang atas perintah Sanzio untuk mengambilkan barang atau dokumen yang tertinggal. Seana hanya tetap berdiri di ambang pintu, tidak tau harus berbuat apa.

"Ada sandal rumah dan masih baru dirak itu." Kata Sanzio, lalu menghilang masuk kedalam penthouse.

Seana merasa tak bisa tenang ketika melihat pria itu. Ia tidak pernah menyentuh apa pun setiap kali datang ke sini dan tidak pernah membuka apa pun yang seharusnya tidak dibuka. Memang ada sandal baru dirak sepatu ketika Seana membukanya, tetapi semuanya berukuran besar untuk pria. Jelas sekali tidak pernah ada wanita yang datang ke sini.

Seana tidak punya pilihan lain, selain mencoba beradaptasi dan berganti mengenakan sandal rumah yang terlalu besar itu. Apakah Sanzio menginginkannya di sini karena dia ingin meredam rumor dengan membuat sandiwara bahwa dia adalah pria yang normal? Tampaknya memang begitu, meskipun Sanzio terlihat sangat terpaksa melakukan ini.

Saat Seana berjalan semakin masuk kedalam, terlihat Sanzio yang sudah duduk bersantai dikursi sofa dengan pakaian rumahan. Pria itu tampak jauh lebih lembut dibawah cahaya lampu dan tidak sedingin ketika di kantor. Sanzio sedang mengaduk segelas anggur di tangannya, tetapi pemandangan kotak berwarna merah yang familiar diatas meja, itulah yang membuat Seana mengernyitkan dahinya.

Tak lama kemudian, Seana terkejut. "Bukannya itu kotak yang isinya ada banyak k0nd0m? Kok kotak itu bisa ada disana? Seharusnya kotak itu ada dilemari Pak Zio!." Batin Seana didalam hatinya.

Apakah ada klausul dalam perjanjian mereka yang mewajibkan Seana untuk membantu Sanzio memenuhi kebutuhannya? Secepat pikiran itu terlintas di benak Seana, tubuhnya secara naluriah bergerak dengan meraih kerah bajunya dan mundur tiga langkah. Kegugupan dan kepanikan Seana membuatnya tersandung di tepi karpet dan jatuh ke lantai karena sandal yang dikenakan terlalu besar. Melihat kondisi Seana yang menyedihkan itu, senyum sinis muncul di wajah Sanzio. "Kamu kenapa? Apa ada yang kamu takuti?."

"P-pak Zio! Saya bukan perempuan murahan!." Kecemasan Seana, membuatnya semakin gugup. Kenangan tentang betapa tak terkendali dirinya di malam itu langsung membanjiri pikirannya.

Malam itu benar-benar hanyalah sebuah kecelakaan karena Seana meminum alkohol!

Tatapan mata Sanzio sulit untuk dibaca. "Memangnya saya ada bilang kalau kamu seperti itu?." Cibirnya dengan dingin ketika menyadari ketakutan Seana.

Sementara itu, Seana sama sekali tidak menyadari bahwa Sanzio menganggapnya bertanggung jawab atas k0nd0m-k0nd0m itu. Wanita muda itu terhanyut dalam tatapan Sanzio yang gelap dan lupa untuk berdiri, karena jantungnya terus berdebar tak karuan.

Tatapan Sanzio semakin dalam, membuat buru-buru buka suara. "Saya ngga akan menerima aturan tak tertulis dari Bapak."

Seana tak bisa berkata-kata lagi.

Menikah dengan Kaivandra Sanzio Artamevia tanpa perjanjian yang jelas sama saja dengan bunuh diri. Pemikiran seperti itu yang membuatnya mengumpulkan keberanian. "Saya ingin Bapak menambahkan klausul lain dalam sebuah perjanjian bahwa saya ngga akan membantu Bapak dengan kebutuhan fisik!."

1
Yessi Kalila
Melani dalam bahaya.... ngga tau siapa Seana sekarang .... seenaknya nyuruh2
Yessi Kalila
wkwk.... lugu banget sih Seana... 🤣🤣🤣
Lisna
lanjutt thorr...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!