NovelToon NovelToon
Kubuat Kau Kembali Keasalmu, Saat Kau Selingkuhi Aku

Kubuat Kau Kembali Keasalmu, Saat Kau Selingkuhi Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Pelakor jahat / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: niadatin tiasmami

Novel ini mengikuti perjalanan Rania menghadapi luka dalam, berjuang antara rasa sakit kehilangan, dendam, dan pertanyaan tentang bagaimana bisa seseorang yang dicintai dan dipercaya melakukan hal seperti itu. Ia harus memilih antara terus merenungkan masa lalu atau menemukan kekuatan untuk bangkit dan membangun hidup baru yang lebih baik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon niadatin tiasmami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23 Kontrakan Kecil dan Penyesalan Maya

Mentari Bandung terasa begitu terik siang itu, membakar kulit siapa saja yang berani berjalan tanpa pelindung. Debu jalanan beterbangan, bercampur dengan asap kendaraan yang menyesakkan napas. Di tengah hiruk pikuk jalanan kota Bandung di sebuah gang sempit yang nyaris tak terlihat dari jalan utama, berdiri sebuah kontrakan kecil. Bangunan itu tampak kumuh dan usang, catnya mengelupas di sana-sini, menandakan kurangnya perawatan. Di tempat inilah Arga, Ratna, Maya, dan sisa-sisa keluarga mereka kini tinggal.

Setelah perceraiannya dengan Rania dan semua aset jatuh ke tangan mantan istrinya itu, Arga dan keluarganya mengalami kemerosotan drastis. Kehidupan mewah yang bisanya. Tidak hanya itu, mereka juga terusir dari rumah mewah milik ibunya Arga, yang ternyata adalah aset Rania yang selama ini mereka tempati. Ratna, ibunda Arga, menjadi kalap. Bagaimana bisa ia, yang selalu hidup berkecukupan bahkan berlebihan, kini harus merasakan hidup di bawah garis kemiskinan?

Ratna tidak bisa menerima kenyataan pahit ini. Ia terus-menerus menyalahkan Rania atas semua kemalangan yang menimpanya. Setiap hari, mulutnya tak henti-hentinya mengutuk mantan menantunya itu. "Perempuan mandul! Perempuan jahat! Gara-gara dia, hidupku jadi seperti ini! Dulu aku bisa makan enak, tidur nyenyak di rumah mewah. Sekarang? Lihatlah tempat ini! Seperti kandang tikus!"

Arga hanya bisa diam mendengar setiap umpatan yang keluar dari mulut ibunya. Ia tahu, sebagian besar dari semua ini adalah kesalahannya. Ia yang terlalu percaya diri, terlalu menganggap remeh Rania, dan terlalu dibutakan oleh harta, kini harus menanggung akibatnya. Ia mencoba mencari pekerjaan, namun dengan reputasinya yang sudah tercoreng, tidak ada perusahaan yang mau menerimanya. Ia bahkan mencoba melamar sebagai pengemudi ojek online, tapi lagi-lagi gagal karena persyaratannya yang tidak terpenuhi.

Sementara itu, Maya pun merasakan penyesalan yang mendalam. Ia ingat bagaimana dulu ia begitu terpesona dengan Arga yang tampak kaya dan berkuasa. Ia rela meninggalkan Rio, suaminya yang sederhana namun masih lebih baik dari Arga karena mempunyai pekerjaan dan jabatan yang lumayan di sebuah perusahaan, ditinggalkan demi mengejar kehidupan mewah yang ditawarkan Arga. Namun, kini semua itu hanyalah ilusi belaka. Arga ternyata hanyalah seorang laki-laki mokondo, tidak memiliki apa-apa selain nama dan ambisi kosong.

Maya merindukan Rio. Ia ingat bagaimana dulu Rio selalu memperlakukannya dengan lembut dan penuh perhatian. Rio tidak pernah menjanjikan kemewahan, tapi ia selalu ada untuknya, memberikan cinta dan dukungan tanpa syarat. Maya mencoba mencari Rio, namun ia sudah pindah dan tidak ada yang tahu ke mana ia pergi.

Di dalam kontrakan kecil itu, suasana selalu tegang dan penuh amarah. Ratna terus-menerus mengomel dan menyalahkan Rania. Arga hanya bisa diam dan meratapi nasibnya. Maya merasa semakin menyesal dan merindukan Rio. Mereka semua terperangkap dalam lingkaran kemiskinan dan penyesalan yang seolah tak berujung.

Suatu malam, Ratna kembali mengamuk. Ia membanting piring dan gelas, melampiaskan amarahnya kepada semua orang. "Aku tidak tahan lagi hidup seperti ini! Aku tidak mau tinggal di tempat menjijikkan ini! Aku mau kembali ke rumahku! Aku mau Rania mengembalikan semua yang sudah diambilnya!"

Arga mencoba menenangkan ibunya, tapi Ratna semakin histeris. "Diam kamu, Arga! Kamu ini laki-laki tidak berguna! Tidak bisa membahagiakan ibumu sendiri! Gara-gara kamu, hidupku jadi hancur!"

Maya yang sudah tidak tahan lagi mendengar semua itu, akhirnya angkat bicara. "Cukup, kalian memang tidak berguna, bu Ratna kamu bisa diam tidak, dari tadi aku dengar mulut kamu tidak bisa diam, pusing kepalaku bu!" teriak Maya

Ratna menatap Maya dengan tatapan penuh amarah. "Kamu juga sama saja! Perempuan murahan! Gara-gara kamu, Arga jadi meninggalkan Rania! Kalau saja Arga tidak menikah denganmu, mungkin hidup kami tidak akan seperti ini!"

Maya terkejut mendengar perkataan Ratna. Ia tidak menyangka bahwa Ratna masih menyalahkannya atas semua yang terjadi. "Ibu kira saya tidak menyesal, saya meninggalkan Rio hanya demi anak ibu yang ternyata hanya laki-laki mokondo yang miskin."

Arga yang selama ini hanya diam, akhirnya bersuara. "Maya, kenapa kamu bisa bicara seperti itu, aku kira cinta kamu tulus."

Maya tersenyum sinis, "Arga.. arga hidup ini realistis, kamu kira aku mendekati kamu, rela meninggalkan rio dan merusak persahabatan ku dengan Rania hanya karena cinta, aku ingin hidup mewah, aku iri dengan Rania yang bisa hidup mewah dan sukses. Aku ingin merebut semua yang dimilikinya dengan mendekati kamu, tapi ternyata aku salah strategi, kamu hanya menumpang hartanya Rania. Aku benci Rania, mengapa dia bisa hidup enak tapi aku tidak."

Arga terdiam mendengar kata-kata Maya, dia benar-benar menyesal telah meninggalkan berlian hanya demi batu kerikil yang tidak sebanding dengan Rania.

Ratna terdiam mendengar perkataan Arga. Ia menatap putranya itu dengan tatapan kosong. Ternyata Rania memang lebih segalanya daripada Maya, namun dia tidak mau mengakui semua kebenaran itu.

Malam itu, suasana di kontrakan kecil itu terasa begitu sunyi dan mencekam. Tidak ada lagi umpatan dan amarah. Yang ada hanyalah penyesalan dan kesedihan yang mendalam. Mereka semua menyadari bahwa mereka telah kehilangan segalanya. Kehidupan mewah, rumah mewah, bahkan cinta dan kebahagiaan.

Maya memutuskan untuk pergi dari kontrakan itu. Ia tidak tahan lagi hidup dalam suasana yang penuh penyesalan dan amarah. Ia ingin mencari Rio dan meminta maaf kepadanya. Ia berharap, Rio masih mau menerimanya kembali.

Arga dan Ratna hanya bisa menatap kepergian Maya dengan tatapan kosong. Mereka tahu, mereka telah kehilangan satu-satunya orang yang masih peduli kepada mereka. Mereka kini benar-benar sendiri, terperangkap dalam lingkaran kemiskinan dan penyesalan yang seolah tak berujung.

Adiknya juga sekarang sudah tidak bisa melanjutkan kuliah lagi. Adi yang dulu sombong karena segala kebutuhannya terpenuhi sekarang hanya jadi pengangguran yang tidak punya masa depan.

Sedangkan ayahnya Arga sekarang sudah mempunyai perempuan lainnya yang lebih kaya, seorang janda yang tidak mempunyai anak karena mandul tapi tidak dipermasalahkan oleh ayahnya Arga karena dia hanya ingin hidup enak dan mewah.

Di tengah kesunyian malam, Arga merenungi semua yang telah terjadi. Ia menyadari bahwa harta dan kekuasaan bukanlah segalanya. Sudah, Ma! Jangan salahkan siapa-siapa lagi! Ini semua salahku! Aku yang bodoh dan serakah! Aku yang sudah menghancurkan hidup kita semua!" Sebenarnya yang paling penting adalah cinta, keluarga, dan kebahagiaan. Ia telah kehilangan semua itu karena kesalahannya sendiri. Ia berjanji pada dirinya sendiri, ia akan berusaha memperbaiki semua kesalahannya. Ia akan mencari pekerjaan dan membahagiakan ibunya. Ia akan berusaha menjadi laki-laki yang lebih baik.

Namun, mampukah Arga mewujudkan janjinya? Mampukah ia keluar dari lingkaran kemiskinan dan penyesalan yang telah menjeratnya? Waktu yang akan menjawabnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!