Terbangun tanpa ingatan dan identitas yang tercatat, Ezra mengandalkan sistem aneh untuk beradaptasi dengan kehidupan barunya. Sejak saat itu dia mulai berinteraksi dengan hantu, melakukan penebusan untuk mereka, dan menciptakan berbagai kisah aneh yang abadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23 - Leonardo Avicena
Ketika Ezra telah naik panggung dan berdiri di sisi sosok terbakar itu, dia tidak melakukan apa-apa selain terus mengamati dari jarak dekat.
"Menurutmu, apakah aku berdosa?" Leonardo Avicena, sosok terbakar, tangannya berhenti menekan tuts-tuts piano hitam putih, menundukkan kepalanya seolah sedang melakukan pengakuan dosa.
Ezra memikirkan pertanyaan itu dengan serius. Leonardo Avicena adalah seorang pianis berbakat, Karya-karya yang ia ciptakan begitu luar biasa. Saking luar biasanya, karya terakhir mengakibatkan semua pendengar mengorbankan nyawa mereka dalam nyala api. Bahkan setelah kematiannya, setiap pendengar akan kehilangan kesadaran yang berakhir pada berbagai kecelakaan.
"Setiap manusia memiliki dosa mereka masing-masing." Ezra menjawab pertanyaan itu senetral mungkin, karena dia toh tidak tahu jawaban apa yang ingin di dengar oleh Leonardo Avicena.
Sosok yang sebelumnya hangus terbakar, kini luka bakar itu perlahan berkurang, menampilkan penampilan asli yang tersembunyi dibaliknya.
Leonardo Avicena masih muda, bahkan penampilannya pun awet muda, di usia hampir empat puluh tahun, dia masih terlihat berusia akhir dua puluh tahunan.
Leonardo tertawa ringan, suaranya seindah piano yang ia mainkan. Ezra berpikir dengan bercanda, jika Leonardo tidak menjadi seorang pianis, dia mungkin juga bisa menjadi seorang penyanyi dengan suaranya yang indah itu.
"Ya, apa yang kuharapkan dari jawabanmu. Memang benar, setiap manusia memiliki dosa masing-masing. Yang aku maksud, apakah berdosa bagiku menciptakan karya piano itu?" Leonardo tersenyum santai, dia terlihat seperti sosok yang mudah didekati.
"Sebenarnya aku penasaran, bagaimana karya pianomu ini bisa memberikan semacam efek kontrol kelompok?" Ezra tidak menjawab, melainkan bertanya balik, nada bicaranya pun ikut santai karena terpengaruh oleh aura Leonardo.
Pianis itu menekan beberapa tuts piano, seperti yang diharapkan dari seorang pianis berbakat, bahkan tekanan acaknya bisa menghasilkan nada yang indah.
"Apakah kamu pernah mendengar kalimat ini, bahwa selain para ahli agama itu, seniman adalah profesi yang paling mendekati Tuhan?"
Ezra menunjukkan ekspresi kosong, dia tidak pernah mendengar kalimat itu, dia bahkan tidak bisa memahami apa maknanya.
Leonardo mengamati ekspresi Ezra, lalu menggelengkan kepalanya dengan ringan, seolah-olah tahu bahwa pria itu tidak mengerti apa maksudnya.
"Ketika seni mencapai tingkat tertentu, dunia di mataku berubah, menjadi aneh, terdistorsi tapi tetap indah." Leonardo mendongak, seolah sedang menatap dunia di matanya.
[Begitu, rupanya memang penyakit seniman hebat]
"Sistem?" Ezra berbisik saat sistem berkomentar.
[Sebelum bertemu Ezra, sistem telah berkeliling setidaknya 800 dunia untuk mencari orang dan tempat yang tepat. Dalam penjelajahan ini sistem telah menemukan beberapa seniman sejenis, entah mereka seorang pelukis, seorang penari, seorang penyanyi, seorang pematung, dan seni lainnya. Dunia di mata mereka akan mengalami perubahan tertentu saat mereka telah mencapai ketinggian tertentu di bidang seni mereka]
[Salah satu seniman yang paling berkesan adalah saat aku menjelajahi sebuah planet bernama bumi, sekitar pertengahan tahun 1889, seorang pelukis yang seingat sistem bernama Van Gogh, melukis lukisan yang menggambarkan langit malam, lukisan itu sangat aneh dan terdistorsi. Dunia di matanya telah berubah seperti apa yang dia lukiskan. Untungnya itu adalah dunia dengan keanehan tingkat rendah, sehingga lukisan itu hanya menjadi karya seni yang tidak akan membahayakan]
Ezra mendengarkan cerita sistem dalam diam, lalu dia menatap Leonardo dengan rasa ingin tahu yang menguat, "Seperti apa dunia yang kamu lihat?"
Leonardo menunjuk ke langit di luar jendela, "Di atas sana, aku mendengar suara musik, aku tidak tahu instrumen apa yang digunakan, tapi suaranya sungguh indah dan tidak bisa dijelaskan. Karya piano yang aku buat ini diadaptasi dari suara yang aku dengar."
Ezra merasa sedikit takjub, hanya karya adaptasi saja sudah memiliki efek yang begitu kuat, dia jadi penasaran seperti apa suara aslinya.
Tapi... Dari mana asal musik yang Leonardo dengar? Siapa yang memainkannya dari atas sana? Apakah benar-benar Tuhan?
[Jangan memikirkan ini lagi, hal-hal ini berada di luar jangkauan sistem. Mungkin hanya sistem pusat yang bisa mengurusnya]
Ezra segera membuang pikiran liarnya jauh-jauh, bahkan sistem tidak berani menyentuh hal ini.
Sistem pusat itu... Menurut beberapa pesan yang pernah disampaikan sistem, adalah semacam atasan yang mengawasi semua sistem di bawahnya, dan setidaknya ada ratusan ribu sistem di seluruh dunia. Jadi, kemampuan sistem pusat yang mampu menjadi pemimpin tidak perlu dipertanyakan lagi.
"Lalu apa hal yang menahanmu di dunia ini?" Ezra hanya bisa kembali pada tanggung jawabnya, untuk melakukan penebusan pada hantu.
Leonardo tidak langsung menjawab, melainkan menatap Ezra dari atas ke bawah beberapa kali, membuat Ezra sedikit merinding.
"Bagaimanapun ini adalah karya terakhirku, aku berharap lebih banyak orang bisa mendengarnya." Ucap Leonardo.
Lebih banyak orang mendengar karya terakhirnya?
Sepertinya memang demikian, bahkan jika Ezra tidak menebusnya, hantu Leonardo akan terus memainkan karya terakhirnya di panggung ini, sampai orang yang mendengarkan karya terakhirnya ini cukup untuk memuaskannya.
"Tapi karyamu..." Ezra tidak melanjutkan kata-katanya, tetapi Leonardo memahami maksudnya.
Leonardo menghela nafas dengan perasaan campur aduk, "Akhir-akhir ini aku terus memodifikasi karya ini, hanya saja tetap akan memiliki efek samping bagi pendengar. Bagaimana jika kamu membantuku memodifikasi, lalu kamu juga bantu aku untuk menyebarkannya?"
Ezra : "???"
Maaf, meskipun dia ingin melakukan penebusan ini, tapi dia sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang musik, bagaimana dia bisa memodifikasi karya luar biasa ini?
"Kebetulan aku juga ingin punya murid pribadi." Leonardo menambahkan dengan senyum jenaka.
Leonardo Avicena yang begitu berbakat, memiliki gelar profesor kehormatan dan mengajar di beberapa universitas dalam negeri, dia tentu saja telah mengajar banyak murid, namun dia belum pernah memiliki murid pribadi yang ia ajar sendiri.
"Bagaimana jika aku tidak berbakat?" Ezra bertanya, dia tiba-tiba takut mengecewakan pianis di hadapannya ini.
Leonardo menggenggam tangan Ezra, mengelusnya dengan perlahan, "Tangan ini sungguh indah, sangat cocok untuk memainkan piano. Itu artinya kamu pasti berbakat, jangan ragukan penilaianku."
Lalu, Leonardo bangkit, memaksa Ezra untuk duduk di kursi piano, tangannya mulai menuntun Ezra untuk menekan tuts-tuts piano, dan terkadang membicarakan pengetahuan musik ini dan itu.
Di kursi penonton, James dan Rhea yang mendapatkan kembali kesadaran mereka menatap pemandangan aneh di atas panggung.
Jiwa orang yang sudah mati sebenarnya sedang mengajari orang hidup bermain piano.
Keduanya tidak melakukan apa-apa, hanya memandang dengan tenang, lagipula mereka tidak merasakan ada bahaya lain yang dipancarkan oleh hantu Leonardo.
Dengan cadangan pengetahuan mereka dari organisasi resmi, mereka juga mengerti bahwa letak permasalahan dari kasus ini bukanlah hantu itu sendiri, melainkan karya yang dia ciptakan.
Dan di atas panggung, ekspresi Ezra perlahan menjadi aneh, sepertinya... Bermain piano ternyata cukup mudah?