NovelToon NovelToon
Puteri Sampah Yang Berubah

Puteri Sampah Yang Berubah

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai
Popularitas:19k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Mei Lin yang seorang agen mata mata terpaksa harus bunuh diri ketika tertangkap oleh Wang Yu, seorang Jenderal polisi negara x.

Namun , bukan nya mati, Mei Lin justru terperangkap ke dalam tubuh milik Bai Hua. Bai Hua adalah gadis lemah yang membutuhkan kursi roda untuk berjalan. Ia diejek oleh seluruh keluarga nya karena menjadi sampah. Bai Hua juga harus menikah dengan Pangeran Idiot!

Bagaimana jika jiwa Mei Lin yang mengambil alih tubuh Bai Hua untuk menikah dengan Pangeran itu? Dan bagaimana jika jiwa pangeran itu juga telah dirasuki entitas dari abad 21?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15 : Menang Telak

​Suasana di Paviliun Teratai Pusat mendadak beku. Aroma teh yang semula harum kini bercampur dengan bau anyir ketakutan. Pria berbaju hitam yang pingsan di balik tirai itu adalah bukti hidup yang bisa menghancurkan reputasi Permaisuri dalam sekejap jika rahasianya terbongkar.

​Permaisuri, yang tadinya berpura-pura sesak napas, kini benar-benar merasa sesak karena panik. Ia menatap Wan Jin dengan tatapan tajam, menuntut sang putra untuk segera membereskan kekacauan ini.

​Wan Jin segera menghunus pedang dari pinggang salah satu pengawal di dekatnya. "Berani-beraninya penyusup ini masuk ke paviliun Permaisuri! Dia pasti ingin memfitnah Kakak Ipar Bai Hua!"

​Jleb!

​Tanpa memberi kesempatan pada pria malang itu untuk bangun atau berbicara, Wan Jin menghujamkan pedangnya tepat ke jantung mata-mata itu sendiri.

​Wan Long yang melihat itu hanya bertepuk tangan riang sambil melompat-lompat. "Wah! Darah! Seperti sirup stroberi! Mati! Hantunya mati!" Namun, di balik tawa cemprengnya, mata Wan Long mencatat setiap detail: Wan Jin baru saja membunuh saksi kunci demi melindungi ibunya.

​Bai Hua yang masih terbaring di lantai dengan akting 'keracunan', perlahan-lahan berusaha duduk kembali dengan bantuan tangannya yang gemetar. Ia menatap Permaisuri dengan pandangan yang tampak penuh trauma namun mengandung ancaman tersembunyi.

​"Terima kasih... Pangeran Kedua telah menyelamatkan hamba," bisik Bai Hua dengan suara lemah. "Hamba hampir saja mengira bahwa bubuk pemberian Ayah hamba yang bermasalah. Ternyata ada orang jahat yang ingin mengadu domba kita."

​Permaisuri berdeham, mencoba mengembalikan martabatnya. Ia menyesap teh dari cangkir lain yang tidak beracun untuk menenangkan diri. "Benar. Istana ini memang penuh dengan serigala berbulu domba. Bai Hua, kau sudah menderita karena kejadian ini. Sebagai kompensasi atas ketakutanmu, apa yang kau inginkan?"

​Bai Hua menyeringai dalam hati. Inilah saatnya.

​"Hamba hanya seorang gadis lumpuh yang malang, Yang Mulia," ujar Bai Hua sambil menunduk. "Setelah kejadian di Hutan Bambu kemarin dan percobaan pembunuhan hari ini, hamba merasa Paviliun Pangeran Pertama tidak lagi aman. Hamba memohon izin agar diizinkan memiliki 'Pasukan Pengawal Pribadi' sebanyak dua belas orang yang hamba pilih sendiri dari barak prajurit tua, dan otonomi penuh atas paviliun hamba tanpa perlu campur tangan kasim istana pusat."

​Mata Permaisuri menyipit. Meminta pasukan pengawal pribadi? Itu sama saja dengan membangun benteng kecil di dalam istananya. Namun, dengan mayat mata-matanya yang masih hangat di belakang tirai, ia tidak punya posisi untuk menawar.

​"Baiklah. Aku izinkan," sahut Permaisuri dingin. "Wan Jin, urus administrasi pasukan untuk Kakak Iparmu."

***

Setelah acara jamuan dengan Permaisuri yang penuh drama, mereka berdua akhirnya kembali ke kamar. Tempat paling nyaman karena mereka tak perlu berpura pura sebagai mangsa dari predator.

​Begitu pintu tertutup, Wan Long langsung menghempaskan tubuhnya ke kursi kayu. Ia membersihkan noda darah yang menciprat ke jubahnya dengan kasar. "Kau sangat berani, Bai Hua. Meminta pasukan pengawal di depan hidung Permaisuri? Kau benar-benar ingin memicu perang saudara lebih cepat?"

​Bai Hua yang kini sudah duduk nyaman di kursi roda peraknya, sedang memeriksa botol biru yang tersisa. "Kita butuh perlindungan fisik, Wan Long. Aku tidak bisa terus-menerus mengandalkanmu untuk melempar teko setiap kali ada pembunuh. Lagi pula, dua belas prajurit tua itu akan aku latih dengan teknik militer yang aku tahu. Mereka akan menjadi mata dan telingaku."

​Wan Long berdiri, berjalan mendekati Bai Hua. Wajahnya yang tirus tampak sangat serius di bawah cahaya lampu minyak. "Dua belas orang tidak akan cukup jika Permaisuri mengerahkan pasukan bayangannya. Kita perlu informasi tentang apa yang dilakukan Kaisar di perbatasan. Aku curiga keberangkatannya bukan sekadar inspeksi militer."

​Bai Hua menatap Wan Long dengan tajam. "Kau curiga dia sedang menyiapkan pengganti untukmu? Atau untuk Wan Jin?"

​"Mungkin untuk kita berdua," jawab Wan Long singkat.

​Tiba-tiba, dari arah pintu, Choi masuk dengan wajah pucat. Ia membawa sebuah baki yang berisi surat rahasia.

​"Nona Muda, Pangeran... seorang pengantar pesan dari kediaman Menteri Bai baru saja datang. Ia bilang... Nona Bai Rui telah menghilang dari rumah tak lama setelah jamuan teh tadi pagi berakhir."

​Bai Hua dan Wan Long saling berpandangan.

​"Menghilang?" gumam Bai Hua. "Gadis manja itu tidak mungkin pergi jauh sendirian. Kecuali..."

​"Kecuali Wan Jin yang menyembunyikannya," sambung Wan Long berbisik. "Atau dia diculik untuk dijadikan umpan agar kita keluar dari istana."

​Bai Hua menyentuh sandaran kursi rodanya, merasakan belati yang tersembunyi di sana. "Sepertinya permainan baru saja dimulai. Wan Long, siapkan akting gila terbaikmu malam ini. Kita akan melakukan kunjungan malam yang tidak resmi ke kediaman Pangeran Kedua." Bisik nya pelan ketika Wan Long mendekat.

​Wan Long menyeringai, mengeluarkan kelereng dari sakunya. "Main petak umpet di malam hari? Aku sangat ahli dalam hal itu."

***

Happy Reading ❤️

Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih

1
sahabat pena
hadeuh.. benci tapi rindu nihh nanti.. eh salah cinta dong🤣🤣🤣lain di mulut lain di hati. sama sama ego.. 🤣🤣🤣
Pa Muhsid
buka puasa gak usah beli kolak udah ada yang manis😍😍😍 wangyu dan meilin
Pa Muhsid
bbc berlapis ok👍
mimief
wkwkwkwkwkwk
definisi sebel tapi rindu
benci tapi butuh🤣🤣
Roti Bakar
lanjutttt kpn upp?
mimief
gimana?
ya elah mati aja ga mau ngalah lu bang
ok Leh yuk lah bareng "🫣🤣
Pa Muhsid
cinta sejati😘😘😘❤❤❤ berbungkus benci (benar "cinta)
Dede Dedeh
rame... pisan lanjut thor
Pa Muhsid
visual nya mana tor
mimief
wah...seru
jadi bayangin visual merekanya bertarung
SusanTee
lnjutt
mimief
bukan??🤣🤣🤣
anak kan cuman niru orang tuannya yaa
jgn salahin kalau jadi anak durhaka
tih punya orang tua durhaka
mimief
iy..ya
mang disini pada ngeluh masalah retensinya
banyak othor yg juga akhirnya nyerah dan banyak pindah ke berbagai platform 🥹🥹.
semangat ya Thor...
aku mah dukung aja
karena terkadang penghargaan itu ga butuh cuman pengakuan,tapi cuan yg menentukan 🤣🤣
ANWi/Berly Re: hehe iya kak, susah susah gampang sistem retensi ini. bikin bingung😭😭😭😭
total 1 replies
mimief
senjata makan tuan ya gaes .
lu pikir bisa mengendalikan seluruh permainan
hei..masa depan itu lebih menakutkan dr yg dilihat
dimana ga ada binatang buas di hutan belantara
tapi manusia yg punya nafsu buas di antara hutan sesungguhnya.
beginilah realita di masa depan.
sahabat pena
ga punya kak
sahabat pena: siap kak. semangat up nya
total 2 replies
Roti Bakar
ah aku paham! Jd si kaisar biarin para anjing saling tarung gitu yahh??? (permaisuri-wanjin-meteri bai vs bai hua-wan long) trs dia tinggal leyeh leyeh 🤭
Roti Bakar
oh wan jin , dia kn anak permaisuri yah?? brarti dia disitu atas printah permaisuri dong
Pa Muhsid
👍👍👍🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Pa Muhsid
👍👍👍🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️💪
mimief
Waduuuh...
sebenarnya siapa yg jebak siapa.🫣
hayooo kau berhadapan dengan polisi dan mata mata dr masa depan lu bang
siap siap aja yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!