NovelToon NovelToon
KULEPAS DENGAN BISMILLAH

KULEPAS DENGAN BISMILLAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cerai / Identitas Tersembunyi
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jihan Fahera

Dara memimpikan indahnya kehidupan setelah menikah. Dara mengira menikah dengan orang yang di cintai akan membuat hidupnya bahagia. namun kenyataannya nasib buruk yang didapatkan di rumah suaminya. dia dilakukan bak babu bahkan sering dara mendapatkan caci maki dari mertua ketika pekerjaan rumah ada yang terlewatkan. tidak hanya diperlakukan seperti babu, ketika dara ada selisih paham dengan mertua nya suaminya tidak membela dara bahkan ikut menyudutkan Dara. hal yang paling menyakitkan lagi ketika dara mendapatkan kabar dari temannya jika suaminya selingkuh dibelakang nya. bagaimana kisah Dara selanjutnya. yuk mampir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jihan Fahera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

"mang mau beli ati ampela ¼ kg, cabe nya 3000 sama bawang jahat dan bawang baik 5000 ya" ucap Dara kepada mamang Asep.

"Iya neng sebentar, saya siapkan pesanannya sama sekalian saya total jumlah nya" kata mamang Asep.

"Iya mang, aku tunggu" sahut Dara.

"Tumben Dar beli ati ayam biasanya ikan asin" sahut Bu Bella sambil memilih sayur.

"Iya Bu, biar yang di rumah gak ngereog Mulu, bosen saya debat terus sama ibu mertua nanti darah tingginya kumat kan saya yang repot" jawab Dara sambil tertawa.

"Saya kalau jadi kamu mending minggat dari rumah Ra,, ogah saya kalau diperlakukan seperti pembantu, kalau ART masih dibayar, lah kamu pembantu gratis. Lagian kok bisa bisanya kamu sabar menghadapi mereka. Suami kaya Bagas mah mending dibuang cari yang baru" gerutu Bu Bella yang langsung membuat Dara ketawa.

"Dara Kan orang nya sabar Bu,, jadi dia masih betah jadi istrinya si Bagas, kalau anak kita diperlakukan gak baik sama keluarga suami nya ya pasti kita suruh pulang aja, kita aja yang besarin dengan kasih sayang masak tinggal Nerima waktu gedenya diperlakukan semena-mena, tapi kalau aku lihat kayaknya kamu gak pernah ceritakan ke keluargamu iya kan?" Cerocos Bu Diah.

"Hehe,, Aku memang gak pernah cerita ke keluarga Ku Bu, karena menurut Ku ini termasuk aib keluarga, tapi karena Bu Diah dan Bu Bella tetangga saya jadi tahu ceritanya, Bu Diah sama Bu Bella doa kan semoga mas Bagas dan ibu mertua dapat hidayah ya Bu" ucap Dara yang menanggapinya dengan santai.

Sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia kalau ketemu saat beli sayur pasti akan didampingi dengan acara penghibahan. Pelanggan mamang Asep yang rumahnya dekat Dara semua tau bagaimana Dara diperlakukan oleh keluarga suaminya. Apalagi diam diam Bu Wati menjelek jelekan Dara jika sedang berkumpul sama tetangganya. Namun semua yang diceritakan Bu Wati tidak ada satupun tetangganya yang percaya.

Bu Bella yang mempunyai anak seumuran dengan Dara merasa perihatin dengan apa yang dialami oleh Dara. Tetangga Dara menilai jika Dara diperlakukan seperti pembantu yang tak di gaji. Sedangkan mertuanya asik dengan acara arisan kalau tidak ada arisan sukanya cuma leha leha dirumah dan yang pasti suka mengghibah di rumah tetangga mencari berita yang sedang panas. Tetangga Dara juga merasa heran kepada Dara diperlakukan seperti babu tapi Dara masih bertahan sampai 2 tahun dengan Bagas.

"Sudah ini neng totalnya 17.000" ucap mamang Asep yang mengakhiri penghibahan ras terkuat di bumi.

"Iya mang,, ini uang nya sama minta tolong di kasih kwitansi ya mang" ucap Dara memberi uang 20.000 kepada mamang Asep, mamang Asep pun memberi kembalian sebesar 3000 dan memberi kwitansi yang diminta Dara.

"Ini neng kembaliannya, terimakasih" ucap mamang Asep.

"Bu ibu aku pulang dulu ya" pamit Dara kepada Bu Diah dan Bu Bella.

"Iya Dara" sahut Bu Diah.

Dara pun pulang kerumah lalu memasak lauk. Lauk pagi ini adalah ati ampela balado, setelah selesai memasak Dara membangunkan suaminya untuk bersiap-siap berangkat kerja. Setelah membangunkan suaminya Dara mencuci pakaian dan menyapu halaman. Tak terasa pukul 06:30 Dara sudah selesai dengan urusan rumah. Dara menuju kemeja makan ternyata disana sudah ada suaminya dan ibu mertua.

"Wih, enak nih sarapan nya" ucap Bagas yang melihat menu sarapan dimeja dan Bagas belum menyadari kalau uang yang di dompetnya sudah diambil istrinya beberapa lembar.

"Nah gini dong kalau masak, kan jadi ada gizinya" ucap ibu mertua.

"Enak dek, cuma kurang kerupuknya aja sih, kenapa tadi gak beli krupuk sekalian" komen Bagas.

"Itu tadi udah habis 17.000 loh mas, kamu itu protes terus, masih mending aku masakin. Tinggal makan aja kok banyak komen" sahut Dara nyolot.

"Masak cuma lauk 1 jenis habis 17.000? Kamu tilep buat jajan kan?" Ucap Bu Dewi sewot.

"Astaghfirullah Bu,, tilep Mulu tuduhannya ibu, nih lihat sendiri kwitansinya, tinggal makan kok banyak sekali dramanya" gerutu Dara sambil memberi kwitansi dari mamang Asep.

"Kan masih ada sisa 3000 mana kembaliannya?" Tanya Bu Dewi mempermasalahkan uang 3000. Bagas yang merasa penasaran melihat kwitansi memang benar kalau Dara belanja habis 17.000, untuk kembalian 3000 Bagas sebenarnya tidak mempermasalahkan.

"Yang 3000 aku beliin sabun mandi, masak tadi ibu mandi tidak lihat kalau sabun mandinya baru?, jangan- jangan ibu tadi mandi gak pakai sabun ya..?" Goda Dara sambil menahan ketawa.

"Kamu kalau ngomong suka sekali gak pake filter sama orang tua, Ibu mandi ya pakai sabun cuman gak ngeh aja kalau sabun mandinya baru" ucap Bu Dewi.

"Udah ngaku aja Bu, kan ibu kalau mandi seperti bebek, hahaha" sahut Dara yang tak bisa menahan ketawanya.

Bagas yang mendengar perdebatan antara mertua dan menantu merasa pusing, setiap hari setiap waktu selalu ada aja yang dipermasalahkan.

"Ibu sama Dara mau sarapan apa tidak?. Kalau mau sarapan yuk berhenti debatnya pusing aku mendengar Kalian debat terus" ucap Bagas yang menengahi drama pagi ini.

"Ibu mau sarapan Gas, ibu udah bosan debat terus sama Dara" ucap Bu Dewi.

"Dipikir ibu aja yang bosan, Dara juga bosan lihat nenek-nenek yang setiap hari tantrum, kalau perlu pecat aja Dara menjadi menantu ibu" sahut Dara sewot.

"Kamu bilang apa dek? Bosan?, kamu bosan sama aku?, sampek- sampek minta ibu buat mecat kamu jadi menantu? Tanya Bagas yang mulai tersulut emosi.

"Iya mas,, aku udah bosan jadi istrimu dan aku juga udah bosan jadi mantu ibu,, jadi kamu talak aku aja sekarang" jawab Dara santai.

"Aku udah selesai sarapan. Mau berangkat ke kantor. Dan kamu jangan harap bisa cerai dari aku. Kamu Tanpa aku bisa apa?" Ucap Bagas dan langsung berangkat kerja.

"Aku tanpamu ya jadi Dara yang sesungguhnya hidup bergelimang harta. Gak perlu pura- pura miskin. Untung aku belum kasih tahu semua harta ku ke kamu mas, kalau kamu tau bisa- bisa muntah darah, orang dari desa gak semuanya miskin asal kamu tau" batin Dara yang melihat kepergian suaminya dan di susul ibu mertuanya. Dara tidak mengantarkan suaminya sampai depan dara lebih memilih meneruskan sarapannya.

Baru sampai teras Bagas menghentikan langkahnya karena mendengar panggilan dari ibunya.

"Bagas" panggil Bu Dewi setengah berlari.

"Iya Bu ada apa?" ucap Bagas sambil menoleh kearah ibuknya.

"Ibu nanti mau arisan minta uang ya" kata Bu Dewi sambil mengadakan tangannya.

"Kan aku udah kasih uang ke ibu bulan ini 5 juta loh buk" ucap Bagas yang tak habis fikir dengan ibunya. Uang terus yang diminta.

"Anu, hmmm, anu, u uang nya kan udah di minta sama Dara semuanya, jadi ibu udah gak punya uang, ayolah Gas, ibu minta uang masak gak dikasih, terus ibu gak ikut arisan gitu?" Ucap Bu Dewi yang gugup.

"Yaudah ini aku kasih lagi harus cukup 1 bulan ya" ucap Bagas sambil mengambil dompetnya di saku celananya.

" Ini Bu aku kasih uang 2 juta, jangan di buat shoping terus ya Bu, bulan ini kita harus hemat" ucap Bagas yang memberi uang ke ibunya 2 juta. Setelah memberi uang ke ibunya, alangkah terkejutnya Bagas kalau uang di dompet tersisa tinggal 500.000, Bagas berfikir seharusnya uang di dompetnya masih 1.000.000.

Bu Dewi yang melihat anaknya berekpresi terkejut setelah memberinya uang lantas bertanya.

"Kenapa?" Tanya Bu Dewi yang penasaran.

"Gak papa Bu, Bagas pamit kerja dulu, assalamualaikum" pamit Bagas sambil mencium tangan ibu nya.

"besok besok ajarin istrimu kalau suami mau berangkat kerja suruh mengantar sampai depan terus salim jangan malah nerusin sarapannya" ucap Bu Dewi yang di balas anggukan oleh Bagas.

Didalam perjalanan menuju kantor Bagas masih memikirkan kemana uangnya pergi.

"DARA.." Teriak Bagas di dalam mobil ia ingat jika semalam dompetnya tidak dia sembunyikan.

1
sunaryati jarum
xTidak usah ditangisi Dara, setelah ini kau semoga menemukan kebahagiaan bersama pasangan yang mencintai dan setia
Sunaryati
Segera sonsong kehancuran hidupmu bersama istri baru yang bergaya hidup baru dan merawat kandungan yang bukan benihmu Bagas 🤣🤣🤣🤭
Jihan Fahera: sabar menunggu kelanjutan ceritanya ya kak😍, insyaallah setiap jam tujuh malam🙏
total 1 replies
Susilawati Arum
Kenapa lah para istri di novel itu kok bodoh2 banget ya..heran aku
Jihan Fahera: biasanya karena cinta kak, orang pinter pun bisa menjadi bodoh 🤭🙏
total 1 replies
Jihan Fahera
update setiap jam 19:00 WIB🙏😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!