NovelToon NovelToon
Hatimu Milik Siapa?

Hatimu Milik Siapa?

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:19.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

​Tiga tahun menikah, Tania hanya menjadi bayangan di rumahnya sendiri. Baginya, Rey adalah semesta, tapi bagi Rey, Tania hanyalah 'obat penawar' saat hatinya hancur ditinggal masa lalu.

Tania sudah memberikan segalanya, sampai dia sadar—di hati suaminya, tetap ada nama wanita lain yang tak sanggup dilepaskan.

​Saat Tania berhenti peduli dan berpapasan tanpa lagi menatap mata suaminya, Rey baru merasakan dingin yang sesungguhnya.

"Apakah mencintai harus sesakit ini? Jika kau cinta, mengapa tak menahannya, Rey?"

Terinspirasi dari lagu Arvian Dwi(Hatimu Milik Dia)

Dukung Authir yaa,,like,komen,gift hehehe

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisa-Sisa Kejayaan yang Membusuk

Ruang kerja yang dulu beraroma kayu cendana mahal dan parfum maskulin, kini terasa apek dan suram. Reynald Pratama duduk di kursi kebesarannya yang kini terasa terlalu luas untuk tubuhnya yang semakin ringkih.

Di hadapannya, bukan lagi kontrak miliaran rupiah, melainkan surat teguran dari dewan komisaris dan laporan audit yang menunjukkan kebocoran dana perusahaan yang dilakukan Bianca selama ini tanpa ia sadari.

​Ternyata, ulat bulu itu tidak hanya memakan hatinya, tapi juga menggerogoti hartanya secara diam-diam melalui kartu kredit tambahan yang pernah Rey berikan dengan ceroboh.

​"Tuan, tagihan kartu kredit atas nama Nona Bianca mencapai dua miliar rupiah dalam enam bulan terakhir," lapor Roni dengan suara gemetar. Roni sekarang adalah satu-satunya staf yang tersisa di rumah besar itu, yang lain sudah mengundurkan diri karena gaji yang mulai tersendat.

​Rey tertawa. Tawa yang lebih terdengar seperti rintihan. "Dua miliar ... hanya untuk tas dan sepatu yang sekarang mungkin sudah dia jual untuk makan. Lucu sekali, Ron. Aku membayar miliaran rupiah hanya untuk menghancurkan hidupku sendiri."

​Tangannya yang kanan mulai bergetar hebat—tremor itu kembali datang. Setiap kali ia merasa tertekan, syarafnya seolah memberontak. Ia mencoba memegang pulpen untuk menandatangani dokumen restrukturisasi utang, tapi pulpen itu justru terlempar ke lantai.

​"Sialan! Kenapa tubuhku tidak mau diajak bekerja sama?!" teriak Rey frustrasi.

​Ia teringat betapa dulu Tania selalu memijat tangannya setiap malam dengan minyak aromaterapi saat ia merasa lelah bekerja. Tania yang selalu tahu kapan ia butuh istirahat tanpa perlu ia minta. Kini, hanya ada sunyi yang menyakitkan.

​Di sisi lain kota, di sebuah gedung perkantoran mewah yang menghadap ke arah gedung Pratama Group, Tania sedang berdiri di depan jendela besar. Ia baru saja menyelesaikan rapat dengan tim kreatifnya untuk keberangkatan ke Paris.

​"Melihat apa?" Adrian menghampiri, membawakan dua cup kopi hangat.

​Tania menunjuk ke arah gedung tua milik keluarga Pratama yang tampak kusam di kejauhan. "Aku teringat saat pertama kali Rey membawaku ke sana. Dia bilang, 'Tania, semua ini akan menjadi milikmu'. Aku saat itu sangat lugu, aku pikir itu adalah janji cinta. Ternyata itu hanyalah janji kepemilikan. Dia ingin memilikiku seperti dia memiliki gedung itu."

​Adrian berdiri di belakang Tania, tidak menyentuh, tapi kehadirannya memberikan kehangatan yang nyata. "Sekarang kamu punya duniamu sendiri, Tania. Kamu bukan lagi milik siapa-siapa, selain milik dirimu sendiri."

​Tania berbalik dan menatap Adrian. "Kamu tahu, Adrian? Aku sempat merasa takut kalau kesuksesanku ini hanya karena bantuanmu. Aku takut orang bilang aku hanya berpindah dari satu pria kaya ke pria kaya lainnya."

​Adrian tersenyum bijak. "Orang akan selalu bicara. Tapi desain yang kamu buat, keringat yang kamu teteskan saat menggambar pola hingga fajar, dan cara kamu memimpin timmu ... itu murni kamu. Aku hanya menyediakan panggungnya, tapi kamulah bintang utamanya. Kamu tidak butuh aku untuk menjadi hebat, Tania. Tapi aku butuh kamu agar hidupku lebih berwarna."

​Pernyataan Adrian yang jujur dan tanpa tekanan itu membuat benteng pertahanan terakhir di hati Tania perlahan runtuh. Untuk pertama kalinya, Tania merasakan bahwa cinta tidak harus terasa seperti beban atau pengabdian yang melelahkan.

​Berita tentang kebangkrutan pribadi Rey mulai tercium publik. Rey terpaksa menjual beberapa koleksi mobil mewahnya untuk menutupi hutang-hutang perusahaan yang ia tinggalkan dalam kondisi kacau.

...----------------...

​Sore itu, Rey memutuskan untuk keluar rumah—tanpa supir, tanpa asisten. Ia menyetir sendiri mobil murah yang tersisa, meskipun tangannya sering gemetar akibat tremor saraf yang tak kunjung sembuh. Ia tidak tahu kenapa, tapi instingnya membawa mobil tua itu berhenti di seberang jalan, tepat di depan Studio Interior Rembani.

​Gedung studio itu tampak sangat artistik dengan fasad kaca minimalis dan instalasi kisi-kisi kayu yang modern—sangat mencerminkan selera Tania yang berkelas. Dari kejauhan, Rey melihat Tania sedang keluar dari pintu utama studio. Ia baru saja selesai mendiskusikan material moodboard untuk proyek hotel barunya.

​Tania mengenakan trench coat berwarna krem yang elegan, wajahnya berseri-seri meski baru selesai bekerja seharian. Di bawah lengannya, ia menjepit sebuah tabung cetak biru berisi desain tata ruang. Rambutnya tertiup angin sore yang lembut, memberikan kesan wanita karier yang sangat berwibawa dan mandiri. Penampilannya sangat jauh dari "Tania si Istri Rumah Tangga" yang dulu selalu menunggunya dengan daster dan bau bumbu dapur di rumah.

​Saat Tania hendak melangkah menuju mobil Adrian yang sudah menunggu di lobi, ia sempat berhenti sejenak. Ia merasa seperti sedang diperhatikan oleh sepasang mata yang penuh beban. Tania mengedarkan pandangan ke arah jalan raya, dan untuk dua detik yang terasa sangat panjang, matanya bertemu dengan mata Rey yang berada di dalam mobil sedan hitam tua di seberang jalan.

​Rey membeku. Jantungnya berpacu hebat. Ia ingin sekali membuka pintu, lari ke arah Tania, bersujud di aspal, dan memohon agar waktu bisa diputar kembali.

​Namun, reaksi Tania sungguh di luar dugaan. Tania hanya menatapnya dengan tatapan kosong selama dua detik. Tidak ada kilat kebencian, tidak ada amarah yang meledak, hanya sebuah kekosongan mutlak—seperti sedang melihat tiang listrik atau orang asing yang kebetulan lewat di trotoar. Tania kemudian mengalihkan pandangannya dengan tenang, masuk ke mobil Adrian, dan kendaraan mewah itu pun melesat pergi meninggalkan kepulan debu yang mengenai kaca mobil Rey yang kusam.

​"Bahkan untuk dibenci pun aku sudah tidak layak," gumam Rey dengan air mata yang mulai mengalir deras.

​Hukuman paling kejam bukanlah saat orang yang kita sakiti memaki kita, tapi saat mereka sudah memperlakukan kita seolah-olah kita tidak pernah ada dalam sejarah hidup mereka.

​Malam itu, nasib buruk Rey bertambah. Saat ia sedang dalam perjalanan pulang, ia melihat kerumunan orang di depan sebuah minimarket. Ada keributan.

​"Tolong! Saya bukan pencuri! Saya cuma lupa bawa uang!" suara seorang wanita melengking tinggi, terdengar sangat familiar di telinga Rey.

​Rey turun dari mobil dengan susah payah menggunakan tongkatnya. Di sana, ia melihat Bianca. Penampilannya sangat mengenaskan.

Rambutnya yang dulu selalu tertata rapi kini kusut dan kusam. Wajahnya yang dulu penuh make-up mahal kini terlihat berjerawat dan kuyu. Ia sedang dipiting oleh seorang petugas keamanan karena mencoba membawa lari beberapa botol kosmetik dan makanan instan tanpa membayar.

​"Nona, kalau tidak mau bayar, saya panggil polisi!" gertak petugas itu.

​"Saya ini model! Saya Bianca! Kamu tidak tahu siapa saya?!" teriak Bianca dengan sisa-sisa kesombongan yang menjijikkan.

​Orang-orang di sekitar tertawa mengejek. "Model apa? Model iklan obat kurap?" celetuk salah satu warga.

​Rey berdiri di sana, hanya berjarak beberapa meter. Bianca melihatnya. Matanya berbinar penuh harapan. "Rey! Rey! Tolong aku! Katakan pada mereka aku ini pacarmu! Bayar semuanya, Rey!"

​Rey menatap Bianca. Wanita yang dulu ia anggap sebagai bidadari itu kini terlihat seperti hantu dari masa lalu yang buruk. Rey mengingat semua kebohongan Bianca, bagaimana Bianca menghina Tania, dan bagaimana Bianca menghabiskan uang perusahaannya.

​Rey meraba sakunya. Ia punya beberapa lembar uang ratusan ribu di dompetnya. Tapi ia teringat wajah Tania yang menangis di lantai dapur saat dulu ia membela Bianca.

​"Aku tidak mengenal wanita ini," ucap Rey dengan suara tegas, tapi pelan.

​"Rey! Apa kamu bilang?! Aku ini Bianca!" jerit Bianca histeris.

​Rey membalikkan badannya, berjalan menjauh dengan tongkatnya tanpa menoleh sedikit pun.

"Tolong panggilkan polisi saja, Pak. Dia memang punya hobi mengambil yang bukan miliknya," tambah Rey sebelum masuk ke mobilnya.

​Jeritan Bianca yang memanggil nama Rey pecah di udara malam, tapi tertutup oleh suara sirine polisi yang datang. Rey menyetir pulang dengan perasaan hampa. Ia menyadari satu hal: ia dan Bianca sama-sama sedang menuai badai dari benih kebencian yang mereka tanam sendiri.

​Bedanya, Rey masih memiliki sedikit kesadaran untuk menyesal, sementara Bianca sudah benar-benar kehilangan kewarasannya karena keserakahan.

1
SisAzalea
bodoh Rey ikut ckp Aris,
Daulat Pasaribu
awal yg sad thor bacanya
@Yayang ♡ Risa
Rey kamu dan Bianca sama sama dapat karmanya
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
wkwkwk Bianca dibully habis"nya, mulutnya tajem juga itu narapidana
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
dia ga hanya mendukungmu tapi dia melihat kamu dengan bakatmu juga🤭
🧡⃟ʏᴇ ʜͫᴀᷲᴏʀᴀɴ⁴
Adrian perhatian banget, cowo idaman
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
skrng Tania lebih bersinar iya
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆ᴍᴜᴍᴜ
cie Tania dilamar Adrian ini🤭
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
karma emang datang begitu cepat
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🧡⃟ᴍᴜᴍᴜ⁷
mulai dari awal lagi rey, harus semangat
❤️⃟Wᵃfᴄͫᴇᷰɢͫɪᷰʟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳
karma sedang kalian alami, semoga kalian sadar iya
🧡𑇙ᴄнᷟєᷲηɢ тιαη χιαηɢ⁶
ga selamanya kita selalu diatas
𐘎ʜⷩᴀⷪɴᷜ ͥʏⷥᴜᴛᴏɴɢ
sabar iya
𝐀⃝🥀мυмυ
rey rey kamu harus sabar iya
Yayang Lop3♡ Risa
Bianca kamu taubat kesalahan kamu besar banget
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
semoga kamu bisa belajar dari tania iya bianca
❤️⃟Wᵃfᴍᷟᴀᷰxᷟɪᷰᴀᴏʏᴜ
maun kasian tapi itu karna buat kalian yg jahat ke tania
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴢͫʜᷰᴀᷟɴᷴɢ ᴛɪɴɢ ʀᴜɪ
Kasian ibunya rey sakit"an tapi mau gmn dia dlu ga membela tania
☘𝓡𝓳 мυмυ
kalian berdua harus smaa" belajar berubah lebih baik lagi dan bertaubat
ѕ⍣⃝✰ѕнєη нᷟαᷴσᷟηᷴαη
uhuy adrian romantis sekali🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!