NovelToon NovelToon
Eksistensi Terlarang: Kenzi Sang Bodyguard

Eksistensi Terlarang: Kenzi Sang Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cut founna

"Aku bukan di sini untuk menyelamatkan nyawamu. Aku di sini untuk memastikan kematianmu tidak jatuh ke tangan yang salah."

Kenzi hanyalah pengawal misterius dengan tatapan sedingin es yang disewa untuk melindungi Alana, pewaris tunggal yang penuh musuh. Namun, di balik seragamnya, Kenzi adalah "eksistensi terlarang" ---seorang pembunuh bayaran tingkat tinggi dengan misi rahasia untuk menghancurkan keluarga Alana..

Saat konspirasi mulai terkuak, Kenzi terjebak dalam pilihan sulit: Menyelesaikan misi mautya atau mengkhianati takdir demi melindungi wanita yang mulai dicintainya.

Ketika pelindungmu adalah ancaman terbesarmu, masihkah ada jalan keluar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cut founna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Peringatan Berdarah

Bab 32: Peringatan Berdarah

Malam semakin larut, namun kegelapan di luar SUV hitam yang melaju menembus jalanan pinggiran kota terasa lebih pekat dari biasanya. Di dalam kabin, ketegangan merayap seperti kabut beracun. Vero duduk di kursi pengemudi, tangannya yang terampil mengendalikan kemudi dengan santai, sementara matanya sesekali melirik ke kaca spion tengah—menatap Kenzi dengan tatapan yang penuh perhitungan.

Kenzi duduk di kursi belakang, bahunya bersentuhan dengan Alana yang gemetar.

Tangannya tetap berada di balik jaket, menggenggam gagang pistolnya. Logika Kenzi sedang bekerja di kapasitas maksimal, mencoba memetakan rute pelarian yang belum dipasang jebakan oleh organisasi.

Analisis Taktis: Perjalanan di Bawah Pengawasan

> Input Sensorik: Kecepatan kendaraan 80 km/jam. Jarak pandang terbatas. Target eksternal terdeteksi mengikuti di belakang (2 kendaraan tidak dikenal).

> Status Alana: Trauma psikologis memicu syok katatonik ringan. Kesimpulan: Beban taktis tinggi dalam skenario baku tembak.

>

Kenzi tahu bahwa "lokasi aman" yang disebut Vero hanyalah eufemisme untuk tempat pembuangan mayat. Namun, untuk saat ini, menuruti skenario adalah satu-satunya cara agar Alana tidak dieksekusi di tempat.

"Kau terlalu diam, 097," suara Vero memecah keheningan. "Biasanya kau punya ribuan alasan logis untuk membenarkan tindakanmu. Tapi sekarang? Kau hanya terlihat seperti anjing peliharaan yang takut tuannya akan marah."

"Saya hanya fokus pada pemulihan data aset Wijaya," jawab Kenzi datar. "Variabel gangguan di luar sana terlalu banyak."

"Gangguan?" Vero tertawa, sebuah suara yang terdengar seperti gesekan logam. "Maksudmu tikus-tikus yang mencoba mengambil sisa makanan dari meja Wijaya?"

Tiba-tiba, sebuah sedan tua melesat dari jalan tikus dan memotong jalur SUV mereka. Dua pria keluar dengan senjata api rakitan. Mereka adalah sisa-sisa anak buah dari faksi bisnis lawan Wijaya yang mencium bau darah dan ingin membalas dendam pada siapa pun yang keluar dari kediaman tersebut.

Vero menginjak rem dengan tenang. Tidak ada kepanikan di wajahnya.

"Kenzi, perhatikan baik-baik," ujar Vero. "Ini adalah cara kita menyelesaikan 'variabel gangguan'. Tanpa basa-basi. Tanpa keraguan."

Vero keluar dari mobil sebelum Kenzi sempat bereaksi. Gerakannya begitu cepat, hampir tidak tertangkap oleh mata manusia biasa. Kenzi segera menekan kepala Alana agar merunduk di bawah jok.

"Jangan melihat," perintah Kenzi dingin.

Di luar, Vero tidak menggunakan senjata apinya. Ia bergerak dengan kecepatan predator. Dalam waktu kurang dari sepuluh detik, ia sudah berada di depan kedua penghadang tersebut. Dengan gerakan memutar yang teknis, ia mematahkan leher pria pertama, lalu menggunakan pisau lipat taktisnya untuk menggorok leher pria kedua sebelum pria itu sempat menarik pelatuk.

Darah segar memuncrat ke aspal, memantulkan cahaya lampu depan SUV yang masih menyala.

Vero tidak langsung kembali ke mobil. Ia menyeret salah satu mayat ke depan kaca depan SUV, memastikan Kenzi—dan Alana yang mengintip sedikit—melihat dengan jelas wajah mayat yang matanya masih melotot itu.

Vero mengetuk kaca mobil tepat di depan wajah Kenzi. Ia tersenyum, lalu melakukan gerakan memotong leher dengan ibu jarinya sambil menatap Kenzi.

Pesan diterima: Jika Kenzi melakukan kesalahan sedikit saja, Alana akan berakhir seperti pria di aspal itu.

"Itu hanya latihan pemanasan, Kenzi," ujar Vero saat kembali ke kursi pengemudi, menyeka darah di pisaunya dengan kain sutra. "Aku mendengar kau mulai memberikan informasi manipulatif ke pusat untuk melindungi gadis ini. Anggap saja ini pengingat bahwa pisauku masih cukup tajam untuk memotong keraguanmu."

Alana terisak tanpa suara. Pemandangan barusan telah menghancurkan sisa-sisa ketahanannya. Baginya, Kenzi adalah monster, tapi Vero adalah iblis yang sesungguhnya.

Kenzi merasakan tekanan yang belum pernah ia alami sebelumnya. Selama ini, misinya selalu hitam dan putih: Infiltrasi, Sabotase, Eliminasi.

Namun sekarang, ada warna abu-abu yang mengganggu sistemnya.

Status Internal: Konflik prioritas.

Opsi A: Melaksanakan perintah eksekusi Alana dan Tuan Wijaya. Hasil: Keamanan pribadi terjamin. Loyalitas organisasi pulih.

Opsi B: Melawan Vero dan menjadi buronan. Hasil: Peluang keselamatan Alana 2%. Peluang kematian Kenzi 98%.

Secara logis, Opsi A adalah pilihan yang masuk akal. Namun, ketika Kenzi merasakan jemari Alana yang dingin secara tidak sengaja menyentuh tangannya—sebuah gerakan bawah sadar mencari perlindungan—sirkuit logikanya mengalami malfungsi.

"Vero," panggil Kenzi. "Pusat ingin verifikasi retina Alana dilakukan di fasilitas utama, bukan di jalanan. Jangan melakukan apa pun yang bisa merusak 'aset' ini sebelum ekstraksi selesai."

"Aku tahu aturannya, 097," Vero menyalakan rokoknya, asapnya memenuhi kabin. "Tapi ingat, aset bisa diganti. Nyawa pengkhianat tidak."

Mobil kembali melaju, meninggalkan dua mayat di belakang. Kenzi tahu bahwa waktu yang ia miliki semakin menipis. Vero bukan hanya pengawas; ia adalah pengingat bahwa Kenzi telah melangkah terlalu jauh ke dalam emosi manusia, dan organisasi tidak akan membiarkannya keluar hidup-hidup.

1
Cut Founna
terimakasih😍
Dewa Naga 🐲🐉
awal yg menarik.....👍
Dewa Naga 🐲🐉
cerita yg menarik.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!