Nafisha Retno Kinathi adalah seoarang ibu muda yang harus berjuang sendiri menghidupi rumah tangganya, meskipun sosok suaminya masih berdiri gagah.
Hidup berdampingan dengan suami yang begitu menjunjung tinggi rasa hormatnya kepada ibundanya membuat Nafis harus sering mengalah. suaminya selalu menyerahkan segala keputusan di tangan umminya. Termasuk dalam hal urusan rumah tangganya.
Dalam segala hal Nafis mencoba mengalah tapi, ketika ibu mertuanya mengingikan suaminya menikah lagi Nafis berontak.
Masih sangupkah Nafis mempertahankan rumah tangganya, atau dia memelih menyerah ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Azizah menolak di rawat dirumah sakit dan memilih di rawat bundanya di rumah saja. Karena tak mau membuat putrinya semakin tertekan Nafis akhirnya mengalah. Dan membawa putrinya untuk sementara tinggal di kediaman orang tuanya di Kaliurang.
Beruntung ada salah satu keponakan pak Jatmiko yang berprofesi sebagai seorang dokter. Jadi Azizah bisa melakukan perawatan di rumah saja.
Sejak datang Zizah tak mau jauh dari bundanya. Tidur pun memilih di kamar bundanya. Seolah takut di tinggal oleh bundanya. Nafis tak merasa keberatan, karena dia juga merindukan putrinya itu.
" Nduk, nggak usah balik ke Pesantren ya. Sekolahnya pindah saja ke Magelang. Banyak kok sekolah yang bagus di sana " Ucap Nafis saat membantu Azizah menyisir rambut panjangnya,
" Tapi, Aku masih mau di pesantren bun. Setidaknya sampai hafalanku selesai 30 juz "
" Kamu mau kembali ke Tuban ?"
" Iya bun, boleh ya ?"
" Serius tidak mau di rumah sama bunda aja ?"
" Bunda tidak ridho ya aku kembali ke pesantren ?"
" Bukan begitu sayang, kalau Zizah memang maunya begitu bunda dukung kok. Bagi bunda bagaimana nyamannya kamu saja sayang ?"
" Terima kasih ya bun. Paling juga selesai kelas tiga ini aku sudah khatam."
" Berarti SMA nya bisa dong tinggal sama bunda ?"
" Lihat nanti ya bun "
" Ya sudah gimana baiknya menurut kamu saja nduk "
" Bun, kenapa bunda bisa sesabar itu sih ?" Nafis tersenyum. Dia paham kemana arah pembicaraan putrinya.
" Bunda hanya berusaha mempertahankan apa yang sudah bunda pilih kak. Bunda juga memikirkan masa depan kamu dan adikmu. Tidak mudah menjadi anak korban broken home. Bunda tidak mau kamu dan adikmu menjadi korban atas kegagalan kami."
" Sebenarnya waktu nenek cerita aku juga terlalu percaya bun. Waktu abi membawa ku pulang ke rumah nenek dan tidak kerumah kita aku sudah curiga pasti ada yang tidak beres. Kata Abi, adik dan bunda sedang pergi. Jadi merasa aneh karena tidak biasanya bunda begitu. Bahkan biasanya bunda yang jemput aku."
" Maaf ya nduk, harusnya sedari awal bunda cerita sama kamu. Jadi kamu tidak salah paham begini. Maaf ya, bunda tidak berfikir sejauh itu "
" Nggak apa-apa bun. Aku justru membayangkan bunda berjuang sendiri selama itu malah jadi merasa bersalah. Aku bukannya membantu bunda, malah membuat bunda semakin sedih dengan penolakan ku kemaren."
" Sekarang kamu susah tahu semuanya. Bunda harap kamu jangan lantas membenci abimu nduk. Bagaimanapun beliau tetap berhak atas bakti dan hormatmu."
" Maaf bun, tolong jawab jujur. Apa selama kita keluar dari rumah itu abi pernah menghubungi bunda untuk menanyakan kabar kami ?"
" Belum kak, karena memang bunda masih membatasi aksesnya."
" Aku yakin sih bukan karena bunda batasi tapi, abi memang tidak ada niat untuk mencari tau kabar anaknya" Nafis menghela Nafas. Hanafi memang tidak pernah menghubunginya setelah kejadian malam itu.
" Kalian belum pada tidur ?" Nadia kakak ipar Nafis masuk kedalam kamar Nafis.
" Belum mbak, ini baru selesai minum obat "
" Gimana sudah enakan belum kak ?"
" Sudah mi, masih pusing sedikit. Papi nggak ikut kesini mi ?" Nadia tersenyum dan mengusap lembut pipi keponakannya.
" Ada kok, masih di depan sedang ngobrol sama eyang kakung. Kenapa kangen sama papi Eka ?"
" Nanti juga kesini "
Sedari kecil Azizah dan Naufal memang memangil Nadia dan Eka papi juga mami, sebaliknya putra mereka memanggil Nafis bunda.
" Oya sampai lupa. Tadi mbak lewat toko kue langganan kita itu Fis, terus ternyata brownies favorit kamu masih ada, nih mbak beliin buat kamu."
" Makasih ya mbak, masih inget aja aku suka brownies ini."
" Sama-sama, sama ini ada roti pisang Favorit Zizah dan donat Favorit Naufal."
" Ya Allah jadi repot kan mbak "
" Nggak, orang sekalian lewat kok."
" Makasih banyak ya Mi, kapan itu pernah di beliin budhe Wahyu tapi, rasanya tidak sama dengan yang ini mi. "
" Sama-sama anak manis, besok kalau udah sehat sebelum balik ke pondok kita jalan-jalan. Terus beli roti pisang ini yang banyak buat oleh-oleh temen kamu disana "
" Iya mi, ke ketep pas boleh mi ?"
" Boleh dong, suka ya sama pemandangan disana ?" Zizah menganguk.
" Oya bun, buku-buku yang di bawa abi pulang ke Pati bagaimana ?"
" Nanti bunda tanya sama kakek ya, kalau masih ada di tempat kakek nanti biar di paketin tante Choir kesini kalau sudah tidak ada kita beli lagi ya nak."
" Sayang ya bun, kalau tidak ada seragam juga harus beli baru ?"
" Tidak apa nak, insya Allah ada rejekinya ya mi ?"
" Iya nanti sepatu sama tas dan buku juga yang lain mami deh yang beliin. Kalau seragam sama kitab kan musti beli di pesantren dan bunda kamu yang paham."
" Nggak apa-apa ya bunda kalau beli baru, kan uang bunda habis buat bayak spp Zizah yang kemaren nggak di bayar abi. Banyakkan bun, soalnya Zizah lihat sebelum tes " Nafis menatap putrinya sendu.
" Insya Allah, ada rejeki kamu yang Allah kirim lewat bunda. Tidak apa-apa nak, Insya Allah masih cukup buat membeli semua kebutuhan kakak."
" Banyak lho mi yang di bayar bunda.20 juta lebih kan bun ?" Nafis dan Nadia saling tatap.
" Itu mah kecil buat bunda kamu nduk, lha wong sekali pasien bunda kamu banyak. Butik bunda juga ramai. Ada di mana sekarang, jangan risau soa itu nak. Bunda kamu pasti sudah menyiapkan semuanya. Kalau bunda tidak ada uang kan ada papi sama ayah Angga."
" Makasih ya bunda sudah bekerja keras buat Zizah dan adek Naufal"
" Itu wajib bunda sayang dan bunda senang melakukannya."
Pak Jatmiko dan bu Ningsih yang baru pulang dari masjid masuk ke kamar Nafis karena ingin mengetahui kondisi cucunya.
" Gimana cucu yang kung, masih pusing kah ?"
" Sudah mendingan kung "
" Alhamdulillah kalau gitu. Besok mau uti masakin apa nduk?"
" Apa aja uti, yang penting nggak bikin enek"
" ehm... Uti mau bikin ayam pangang mau nggak, udah lama kan kamu tidak makan ayam pangan uti."
" Boleh uti, pakai sambel ijo ya uti."
" Buk, besok Nafis titip anak-anak dulu njeh. Soalnya Nafis ada klien di jakarta. Nafis berangkat pagi, sorenga sudah pulang kok"
" Iya nduk, kamu sama siapa ?"
" Sama Santi bu, ini sudah perjalanan kemari."
" Mau mbak temeni dek ?"
" Memang mbak nggak sedang sibuk,trus Reno sama siapa ?"
" Ada mas mu, Reno juga bisa kan di sini dulu sekalian bantuin ibu jaga adiknya "
" Ya kalau mbak nggak repot nggak papa"
" Nggak papa ya bu aku ikut dek Nafis ?"
" Yo nggak papa to mbak, sesekali kamu jalan-jalan. Tapi, jangan lupa ijin mas Eka dulu mbak "
" Iya bu "
" Ibu yang terbaik" Bu Ningsih tersenyum sembari memeluk menantunya.
" Terus bapak tidak to nduk "
" Yang kung yang terbaik" Ucap Zizah.
" Ugh... Memang cuma kamu yang memahami kakung"
semoga kluarga istri ke 2 dan kluarga suami zalim dpt karma.
kl ortu istri ke 2 punya harga diri hrse cerai kan anak nya bukan mlh laki orang Mau di bawa pulang. alasan ae buat di didik. aslinya ya biar menang istri 2 dpt hanafi sepenuhnya tanpa berbagi. pasti alasan hamil di pake buat itu. istri ke 2 pling jg gk Mau ngalah merasa menang krn istri pertama mundur.. semoga dpt karma orang ngerti agama tp pada bejat.
nunggu karma nya, semoga anak Dr istri ke 2 gk lahir normal kasian anak Dr istri pertama dpt saudara tiri Dr Pelakor.
ya Pelakor Mau se sholehah apa pun wanita kl sdh merusak rumah tangga orang lain ttp Pelakor Dan ortu perempuan ttp mendukung 🤣🤣 Gila sih label kyai sekarang serem serem dng dalil agama.
hrse cerai semua, istri ke 2 tau diri nglepas hanafi bukan me lanjut kan pernikhan. mang dasarnya istri ke 2 doyan saja.
kl takut melukai ya hrse pisah.
hanafi me lanjut kan dakwah eh siapa yg Mau denger dakwah laki model bgitu. yg di omongin pasti poligami tok🤣. ustad cabul.